
keesokan harinya, saat hari Minggu setelah Rayhan selesai sholat dia kembali berbaring di samping Elsya dan menatap wajah istrinya yang semakin berisi sejak kehamilan nya, Rayhan tersenyum dan membelai rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya ke belakang telinga
Rayhan sengaja tidak membangunkan istrinya untuk sholat subuh, karena kelihatan nya Elsya sudah mulai susah untuk rukuk atau sujud saat sedang sholat, jadi dia membiarkan istrinya tidur
"terima kasih sayang, aku bersyukur kamu menjadi istri ku, aku sangat berterima kasih kepada orang tua ku karena telah menjodohkan kita waktu itu, dan sekarang kamu menjadi milikku, dan siap mengandung anak kita" ucap Rayhan sambil mengelus pipi Elsya dan turun mengelus perut Elsya yang sudah besar
"terima kasih juga karena kamu telah mengembalikan senyuman yang sempat hilang beberapa tahun lalu pada diriku, dan mengisi nama mu di hatiku, I LOVE YOU, aku cinta kamu sayang" ucap Rayhan dan mengecup ujung kepala Elsya
"I LOVE YOU TOO" balas Elsya yang ternyata sudah bangun
"kamu sudah bangun sayang" tanya Rayhan kaget dan Elsya hanya mengangguk sambil memandangi suaminya
"aku sangat sayang sama kamu" ucap Rayhan dan memeluk erat tubuh istrinya
"aku juga sayang sama kakak" balas Elsya
"oh iya kakak sudah sholat belum" tanya Elsya
__ADS_1
"iya sudah sayang" jawab Rayhan
"kok nggak bangunin aku, aku mau ke kamar mandi dulu, sebelum waktu sholat lewat" ucap Elsya bangun
"emang kamu masih kuat sholat sayang" tanya Rayhan
"kak aku masih kuat, nggak ada yang namanya tidak kalau untuk sholat, kecuali lagi masa nifas" jawab Elsya sambil berjalan masuk ke kamar mandi
Rayhan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Elsya
"aku bersyukur karena aku punya istri yang sangat taat" ucap Rayhan tersenyum yang sudah duduk dan memandangi pintu kamar mandi yang Elsya ada di dalam nya
setelah selesai makan siang Elsya meminta Rayhan untuk membelikan nya buah delima di luar, Rayhan pun meminta bi Ina saja yang keluar tapi Elsya tidak ingin makan kalau bukan Rayhan
"kalau Putra gimana yang?" tanya Rayhan
"aku juga nggak mau, pokok nya kak Rayhan yang harus cari" tanya Elsya pura-pura ngambek
__ADS_1
"ya udah kakak keluar dulu" ucap Rayhan dan mencium kening istrinya lalu mengambil kunci mobil
"kak, kakak tidak usah naik mobil, mending kakak jalan saja" ucap Elsya yang melihat Rayhan mengambil kunci mobil nya
"tapi kan tempatnya jauh yang?" tanya Rayhan heran
"pokoknya kak Rayhan harus jalan kaki, kalau tidak ya udah nggak usah keluar" ucap Elsya
"ya deh kakak akan jalan kaki" jawab Rayhan terpaksa, karena tidak ingin mengecewakan istrinya yang sedang hamil itu
setelah Rayhan keluar dan tak terlihat lagi, Rayhan kembali lalu menatap mertua nya dan adik iparnya
"hahahaha, kakak ipar hebat, bisa kerjain kak Ray" ucap Putra yang sedari tadi menahan tawanya dengan kepatuhan Rayhan
"iya, tidak nyanka Rayhan begitu menurut sama istrinya" ucap Rizal yang juga ikut tertawa
"tapi kasian sama kak Rayhan, dia pergi nya jalan kaki loh, terus tempat penjual buah nya juga jauh, apa dia kuat jalan kaki sampai sejauh itu" tanya Elsya yang malah kasihan dengan suaminya karena sudah mengerjainya dengan semua keluarga nya
__ADS_1
"biarin aja cuman sekali-kali, nanti Kefin juga bakal datang dan nolongin dia" ucap Putra yang merasa tak bersalah