Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Idola Kampus


__ADS_3

di perjalanan menuju kampus Elsya dan Rayhan hanya diam sepanjang jalan, rayhan hanya fokus mengemudi kan mobil nya sedangkan Elsya hanya menghadap ke jendela mobil melihat gedung-gedung yang berlarian meninggalkan nya, dan tak terasa mereka pun hampir tiba di kampus


"maaf pak biar aku turun di sini saja" ucap Elsya karena tidak ingin ketahuan dengan teman-teman nya


"kenapa kamu mau turun di sini, kampus juga masih jauh" tanya Rayhan


"tidak apa-apa pak, aku takut nanti ada orang yang lihat aku semobil dengan bapak" ucap Jujur Elsya, karena memang itu kenyataannya


"terserah kamu saja itu lebih baik untuk ku" ucap Rayhan dan berhenti di pinggir jalan


"kamu yakin kan mau turun" tanya Rayhan lagi ingin memastikan


"iya pak, sebaiknya bapak duluan saja" ucap Elsya dan turun dari mobil, setelah turun dari mobil Rayhan pun langsung menancap gas, dan Elsya pun berjalan menuju kampus yang berjarak kurang lebih 100 meter lagi, sesampainya Rayhan di kampus dia pun keluar dari mobil dan sontak sebagian siswi-siswi pun berteriak saat melihat Rayhan turun dari mobil, ada yang teriak histeris ada yang menggoda dengan melambaikan tangan dan ada juga yang menyapanya, tapi Rayhan hanya cuek dengan itu semua


"huff untung gadis itu tadi turun, kalau tidak pasti mahasiswi ini sudah pada pingsan melihatnya keluar dari mobil" gerutu Rayhan dalam hati karena merasa bersyukur, dan Rayhan pun berlalu menuju ruangannya


tak lama Elsya pun juga sampai di depan kampus, dia masih melihat dan mendengar beberapa mahasiswi perempuan yang masih membicarakan kesempurnaan Rayhan tapi Elsya hanya berjalan menuju kelas nya

__ADS_1


"seperti tidak ada yang lain saja yang bisa di bicarakan, emang apa sih kelebihan si dosen killer itu, sampai semua mahasiswi di kampus ini mengidolakan dia" gerutu dalam hati Elsya yang merasa bosan dengan nama itu


setelah beberapa langkah Rita pun datang dan menghampiri Elsya


"Hay assalamualaikum Sya" sapa Rita menghampiri Elsya


"waalaikum salam, kamu baru sampai ya Ta" tanya Elsya


"dari tadi kok, oh iya Sya pak Rayhan makin hari makin ganteng ya Sya" tanya Rita


"hmmm ini lagi ni, itu sih mata kamu saja yang makin hari makin rusak Ta" ejek Elsya dan tertawa


"assalamualaikum gadis-gadis cantik" salam Kefin yang baru saja datang


"waalaikum salam" jawab Elsya dan Rita barengan


"kalian kok belum masuk ke kelas" tanya Kefin pada dua gadis itu

__ADS_1


"emang kenapa, itu bukan urusan kamu terserah kita dong mau masuk atau tidak" jawab Rita ketus


"dasar gadis cerewet" ucap kefin


"eh siapa yang cerewet, dasar panjul" ejek Rita pada Kefin


"Panjul? apaan tuh panjul?"tanya Kefin


''nggak tau cuman mau bilang aja" jawab Rita


"sudah..sudah nanti kalian jodoh loh" ejek Elsya sambil tersenyum


"ih amit-amit, dia itu bukan level aku loh Sya, kalau pak Rayhan iya itu baru level ak" ucap Rita


"hey si kutil, jangan mimpi kamu mau di sukai sama pak Rayhan itu tidak mungkin hahaha" ucap kefin mengejek


"siapa bilang tidak mungkin, secara kan aku cantik" tanya Rita

__ADS_1


"karena kamu bukan level pak Rayhan juga, kalau Elsya sih bisa jadi, secara dia cantik, pintar, baik pula, laki-laki mana coba yang tidak suka sama dia" Jawab Kefin, seketika Elsya langsung mengerutkan keningnya mendengar ucapan kefin, seakan-akan dia tau kalau sekarang Elsya sedang ada hubungan dengan Rayhan


__ADS_2