Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Makan siang


__ADS_3

kini Putra telah mengantar Rita pulang ke rumahnya, sebelum itu, Putra mengajak Rita untuk makan di sebuah kafe yang mereka lewati terlebih dahulu sebelum sampai di rumah


"Ta apa kamu tidak lapar" tanya Putra kepada Rita tanpa menatap Rita di sampingnya


"emang kenapa" tanya Rita balik


"sebaiknya kita makan dulu ya, ini juga sudah hampir siang, masih banyak waktu sebelum kamu ke kampus" jawab Putra


"terserah kamu aja deh" ucap Rita karena memang dia juga merasa lapar


putra pun membelokkan mobilnya ke sebuah kafe yang ada di dekat jalan, dan langsung turun di susul oleh Rita, dan mensejajarkan langkahnya, Putra pun langsung menggandeng tangan Rita untuk masuk ke dalam kafe tersebut


"loh kok gendeng tangan sih, disini kan banyak orang, kan malu dilihat sama mereka, duh, Putra bisa nggak sih ngga usah gandengan seperti ini"


"biarin aja, nggak ada yang kenal kita juga di sini, jadi nggak usah malu-malu, cuekin aja" putra langsung menarik kursi untuk Rita duduk


"kamu mau pesan apa" Putra melihat-lihat menu yang di berikan oleh pelayan kafe

__ADS_1


"terserah kamu, aku ikut aja" jawab Rita


Putra pun memesan makanan sesuai selera Rita, sambil menunggu makanan datang, Putra langsung menatap Rita dengan tangan di atas meja menopang dagu


Rita yang tau kalau dirinya di perhatikan seperti itu, hanya mengerutkan keningnya, Putra kenapa sih kok lihat aku seperti itu, apa ada yang salah sama aku, loh...loh.. kok dia senyam senyum sih, hey nggak usah menatap aku seperti itu, aku kan jadi salah tingkah jadiannya, tapi kalau dia senyum seperti itu, dia terlihat ganteng banget, bersyukur baget sih aku bisa pacaran sama orang sebaik dan seganteng dia, manis banget sih, rasanya pengen cubit pipinya, ahh aku pikir apa sih


"kamu kenapa senyum begitu, apa kamu pikirkan sesuatu"


"eh.. oh.. enggak apa-apa hehehe"


"jangan boong, kamu pasti pikirkan sesuatu ya kan" tanya Putra sambil mendekat ke arah Rita


"seharusnya aku yang nanya, kamu kenapa lihat aku sambil tersenyum" tanya balik Rita


"soalnya kamu cantik"


"gombal" wajah Rita langsung memerah karena malu

__ADS_1


"itu kenyataan, karena aku gak tau cara untuk ngegombal" jawab Putra tersenyum


Putra kamu tau nggak sih, ucapan sepele seperti itu buat aku bahagia tau, apa lagi kalau kamu mau ngegombal dengan kata-kata manis, aduh mungkin aku sudah terbang melayang ke angkasa, eh apaan sih aku kan nggak punya sayap kok bisa terbang, pikiran kamu kenapa sih Rita kok sepertinya kamu ngebleng saat seperti ini


tak lama pesanan pun datang, pelayan menyusun makanan itu di meja lalu mempersilahkan dua sejoli itu untuk menikmati makanan nya


sebelum makan mereka berdoa terlebih dahulu, lalu menyantap makanan nya, Putra pun langsung mengambil makanan di piring nya lalu menyodorkan ke depan mulut Rita


"apaan nih" menatap heran sendok yang di sodorkan untuk nya


"ayo buka mulut, cobain makanan ini"


"makanannya kan sama.."


"sayang, ayo buka mulut"


mata Rita langsung membelalak tak percaya, haa apa?, dia tadi bilang apa?.. sayang?.. aku nggak salah dengar kan? kuping aku masih sehat kan untuk mendengar, ini kali pertama dia bilang seperti itu sama aku, ahh rasanya seneng banget sih di panggil sayang sama pacar sendiri

__ADS_1


__ADS_2