Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Keram


__ADS_3

beberapa hari telah berlalu sejak kejadian di taman, dan selama itu pula Riska sudah tidak terlihat lagi, tapi dia kini masih belum menyerah begitu saja, selama seminggu ini, dia memikirkan sesuatu agar dia bisa lagi bertemu dengan Rayhan, tanpa di ketahui oleh adik-adik Rayhan


"gara-gara anak itu ikut campur, aku jadi tidak bisa bertemu dengan Rayhan lagi"


"pokoknya aku tidak akan pernah menyerah begitu saja.. aku harus mencari cara agar aku bisa dekat lagi dengan Rayhan"


"tapi apa?...." ucap Riska sedikit frustasi


- - - - - - - - - - - - -


semenjak pulang dari Amerika, baru tiga kali Rayhan ke kantor, itu pun hanya melakukan meeting penting yang tidak bisa di wakilkan oleh sekretaris nya, dan setelah selesai Rayhan pun langsung pulang, karena dia tidak ingin meninggalkan istrinya terlalu lama di rumah dengan kondisi nya yang kini hamil besar


"loh kok pulang nya cepat sih kak" tanya Elsya saat suaminya baru datang


"meeting nya sudah selesai sayang, jadi kakak pulang nya cepat" jawab Rayhan sambil merangkul istrinya


"kak sudah sudah seminggu, kakak nggak pernah ke kampus untuk mengajar, apa kakak sudah berhenti juga" tanya Elsya, karena Rayhan tidak pernah ke kampus lagi untuk mengajar


"hmm,.. iya sayang kakak hanya ingin fokus sama kehamilan kamu dulu, jadi kakak tidak ingin memikirkan yang lain, kan di kampus juga sudah ada dosen pengganti" jawab Rayhan tersenyum


🕒🕒🕒


"assalamu alaikum" ucap Rita yang datang ke rumah Elsya


"waalaikum salam"


"ayo sini Ta," panggil Elsya yang berada di ruang keluarga bersama Rayhan

__ADS_1


"selamat sore bumil" kata Rita saat hendak duduk


"sore juga, tumben, datangnya sendiri" tanya Elsya


"eh kalau mau cari Putra, dia belum pulang dari kantor" lanjutnya


"aduh, bumil ini sensi banget sih, aku kesini itu cuman ingin melihat kamu, emang salah, nggak selamanya kan kalau aku kesini hanya ingin cari Putra" jawab Rita


"apa kamu lupa kalau kita ini sahabat?" tanya Rita


"iya deh, maaf" jawab Elsya tersenyum


"oh iya kak udah beberapa hari ini, aku di rumah terus rasanya bosan, bagaimana kalau kita keluar" tanya Elsya manja


"tidak usah sayang nanti kamu capek" jawab Rayhan


"tapi sayang, kamu kan lagi hamil"


"maka dari itu kak, aku kan lagi hamil, seharusnya aku selalu olahraga biar nanti saat melahirkan nggak terlalu susah, jadi kalau tidak bisa olahraga setidaknya jalan-jalan ke luar lah kak"


"iya deh sayang kita keluar"


"terima kasih kakak ku sayang" ucap Elsya memeluk suaminya


"udah, kalau mau keluar tidak usah peluk-peluk di depan aku juga" ucap Rita ketus


"maaf, kan aku lagi bahagia" jawab Elsya tersenyum sambil melepaskan pelukannya

__ADS_1


"kamu juga ikut iya Ta" tanya Rayhan


"iya lah kak, masa aku kesini kalian mau tinggal sendiri, pasti ikut lah" jawab Rita


"iya udah, sana siap-siap" lanjutnya


"ok tunggu sebentar iya, aku siap-siap dulu" jawab Elsya lalu beranjak ke kamar bersama suaminya


"aduh" keluh Elsya memegang perutnya


"kenapa sayang" tanya Rayhan khawatir begitu pun dengan Rita


"ini kak, perut aku seperti nya keram"


"iya udah, kita tidak usah keluar iya"


"tapi kak"


"iya Sya, sebaiknya kamu istirahat" ucap Rita


"lain kali saja, kakak tidak mau kamu sakit" jawab Rayhan dan langsung menggendong Elsya masuk ke kamar


"kak turunin, aku bisa jalan sendiri"


"sudah diam.... Rita maaf ya aku bawa Elsya masuk kamar dulu"


"iya kak, seharusnya begitu"

__ADS_1


__ADS_2