Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Adik-Adik Hebat


__ADS_3

keesokan harinya, pagi-pagi sekali Rayhan pun bangun, dan masih merasakan kepalanya yang masih sangat pusing, dia pun membuka matanya dan melihat sekeliling kamar


"aku ada di mana... sepertinya ini bukan kamar aku" ucap Rayhan saat bangun


"aduh.. kenapa kepalaku sangat pusing begini" lanjutnya sambil memijit kepalanya yang pusing, dan Rayhan pun mengingat kejadian semalam yang bertemu dengan Riska di kafe sebelum dia Pingsan


"Riska... iya semalam Riska mencampur kan obat tidur di minuman itu... apa jangan-jangan aku sekarang ada di rumahnya" tanya Rayhan pada diri sendiri sambil melihat ruang kamar yang di tempati nya itu


Rayhan pun mencoba bangkit dan membuka pintu kamar, dan melihat sekeliling ruangan


"ini kan rumah Rina, kok aku bisa ada di sini sih" tanya Rayhan lagi yang betul-betul tidak mengingat kejadian semalam


"Elsya, ah iya, aku tidak menghubungi istriku semalam, pasti dia sedang khawatir dan mencari aku" kata Rayhan kemudian berbalik ingin mencari ponselnya


"loh ponsel ku ada di mana" ucap Rayhan mencari ponselnya di dalam kamar


"kak Rayhan, kakak sudah bangun" tanya Putra saat masuk ke dalam kamar Rayhan


''putra kamu kok ada di sini" tanya Rayhan

__ADS_1


"ceritanya panjang kak, kakak lagi apa" tanya balik Putra


"ini, kakak lagi cari ponsel kakak, soalnya mau hubungi Elsya dulu" jawab Rayhan


"semalam Rina sudah mengirimkan pesan kepada kakak ipar, jadi kakak tidak usah khawatir lagi" ucap Putra


"syukurlah lah, tapi kalin bilang apa sama kakak ipar kalian"


"apa kakak sudah sholat subuh" tanya Putra


"belum"


"kalau begitu kakak sholat dulu gih, setelah sholat aku akan ceritakan semua kejadian semalam" ucap putra kemudian keluar dari kamar kakaknya


di perjalanan Rina dan putra menceritakan semua kejadian semalam mulai dari kekhawatiran Elsya Sampai Rayhan di bawa pulang kerumah Rina


"terimakasih ya, kalian memang adik-adik kakak yang paling hebat.... kalau kalian tidak mencari kakak, kakak tidak tau lagi apa yang akan terjadi dengan kakak" ucap Rayhan


"iya kak, ini semua juga karena kakak ipar, saat aku melihat kakak ipar khawatir, aku dan Putra juga merasakan sesuatu yang aneh dengan pesan kakak yang tiba-tiba itu" kata Rina

__ADS_1


sesampainya di rumah, Rayhan dan adik-adiknya langsung masuk ke dalam rumah, dan di sana sudah ada Elsya yang duduk di sofa ruang tamu


"assalamu alaikum" ucap Rayhan, Putra dan Rina bersamaan


"waalaikum salam" jawab Elsya


"kak Rayhan, Alhamdulillah kakak sudah pulang" tanya Elsya lalu menghampiri suaminya,


"iya sayang, maaf ya, semalam kakak tidak kasih kabar" jawab Rayhan lalu mencium kening istrinya dan Elsya juga mencium punggung tangan Rayhan


"iya nggak apa-apa kok kak, Rina juga sudah bilang semalam.... sebaiknya kakak istirahat gih, pasti kakak capek, semalam kerja lembur" tanya Elsya tersenyum


Deg... jantung Rina, Putra dan Rayhan seakan bergetar hebat


*"maafkan aku kakak ipar, aku sudah berbohong kepada kakak ipar tentang kak Rayhan yang lembur" ucap dalam hati Rina seakan bersalah sudah berbohong begitu pun dengan Putra


"maafkan aku sayang, karena sudah berbohong sama kamu, tapi ini yang terakhir kalinya aku berbohong sama kamu" kata Rayhan juga dalam hati*


"nggak usah sayang, kakak juga sudah tidur tadi" jawab Rayhan

__ADS_1


"iya udah, kalau begitu biar aku pijitin kakak, pasti kakak sedikit lelah" ucap Elsya menarik tangan Rayhan


Rayhan pun hanya menurut, dan ingin di pijit oleh istrinya, karena tidak ingin melihat nanti istrinya akan kecewa


__ADS_2