Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Keseruan Bersama Keluarga


__ADS_3

sore hari semua orang telah berkumpul di taman belakang dengan perlengkapan untuk membakar


Sinta juga datang karena panggilan dari Putra dan Rita, Kefin pun baru datang dan membawa adiknya Ema, karena siang tadi dia pulang untuk mengganti pakaian sekaligus membawa adiknya, karena Ema hanya sendiri di rumah, ini adalah kali kedua Ema di ajak datang kerumah keluarga Sanjaya oleh Kefin


"wah anak bunda yang cantik dan imut ini juga datang, sini sayang bunda kangen banget sama kamu" ucap bunda nadia sambil merentangkan tangannya dan memeluk Ema


"Ema juga kangen sama bunda" ucap Ema memeluk Nadia


"oh ya Mirza dan Zahra mana? Ema kangen sama mereka" lanjutnya sambil melepaskan pelukannya


"halo Tante Ema" ucap Elsya menggendong Zahra dan menurunkan suara anak kecil


"Hay Zahra, wah Zahra tambah cantik aja deh" ucap Ema


"terima kasih Tante Ema, Tante Ema juga cantik kok" ucap Elsya


"kak Elsya bisa aja deh"


"sini biar Zahra sama aku aja kak" Ema mengambil Zahra dari Elsya


"oh ya, ini sudah magrib lebih baik kita sholat berjamaah dulu, baru kita lanjut untuk bakar-bakar nya" kata Rizal memperingati


"iya lebih baik kalian sholat dulu gih, biar aku yang jagain anak-anak" ucap Elsya


semua pun bergegas mengambil air wudhu dan menuju musholla kecil yang ada di dalam rumah keluarga Sanjaya itu, dan melakukan kewajiban nya sebagai umat muslim


setelah selesai sholat Maghrib semua kembali berkumpul di belakang taman, bi Ina dan Elsya juga sudah ada di sana


Rita, Rina, dan Elsya beserta pasangannya masing-masing membakar makanan apa yang mereka akan makan, ada yang membakar sosis ada juga yang membakar jagung serta bakso kesukaan mereka


sedangkan Ema dan orang tua Rayhan hanya duduk memperhatikan mereka sambil bermain bersama si kembar mungil

__ADS_1


terlihat Rina Rayhan dan Kefin mengeluarkan air mata karena asap, tapi asapnya sengaja loh di kipas ke arah mereka, siapa lagi coba yang berani jahil seperti itu kalau bukan Putra


"kalian kenapa menangis seperti itu?, udah nggak usah cengeng gitu napa" ucap Putra


"ini semua gara-gara kamu tau, kipas asap kok ke arah kita sih" jawab Rina


"kok malah aku sih, kalian juga kenapa berdiri di situ, udah tau aku kipas nya ke arah sana, masih berdiri di situ juga" kata putra tak mau kalah


"tapi kan bisa kipas ke arah sana" kata Rayhan


"masalah nya aku nggak mau, tuh kan asapnya ke situ lagi berarti itu salah asapnya bukan salah aku" kata putra tetap mengipas ke arah mereka


"kurang ajar ya kamu, kamu mau melawan ya sama kakak" kata Rayhan mengambil kipas dan mengipas asap ke arah Putra


"kak udah nanti baju aku bau asap" ucap nya


"rasain sendiri, enak kan kalau bau asap"


"itu gara-gara kak Rayhan" ucap Putra


"kenapa jadi aku sih"


"emang kakak kok"


"jelas-jelas kamu duluan"


"udah udah lebih baik kalian duduk aja sana biar kami perempuan yang bakar, kalau kalian ada di sini yang ada makanannya bisa hangus" kata Elsya melerai


"nggak aku mau bantu kalian" jawab Putra dan Rayhan kompak


"terserah asal kalian jangan main"

__ADS_1


semua laki-laki kembali mengeluarkan air matanya karena merasa perih


"kalian kenapa lagi kok nangis, apa kak Elsya mengatakan hal yang menyakiti hati kalian" kata Rina


"bukan" ucap nya kompak


"terus apa dong?"


" nih mata perih gara-gara asap" jawab putra


"ya udah kalau nggak mau matanya perih lebih baik duduk aja" kata Sinta


semua pun mengalah karena sudah tidak tahan dengan asap yang mengenai matanya


setelah semua makanan matang, semuanya pun duduk dan menyantap makanan nya masing-masing


Elsya dan Rayhan terlihat mesra karena Rayhan menyuapi istrinya, putra juga tak mau kalah saat melihat Kakak nya menyuapi Elsya dia juga langsung menyuapi Rita


"apaan nih" kaget Rita karena putra tiba-tiba menyodorkan makanan ke mulut nya


"suapin kamu"


"nggak usah aku bisa sendiri"


"kak Elsya juga bisa sendiri tapi dia juga di suap sama kak Rayhan"


"ia itu dia karena Wajar sudah suami istri, nah kita"


"kita juga bakal jadi suami istri" ucap Putra


semua orang hanya menggeleng kan kepalanya terhadap kelakuan putra yang kekanakan itu

__ADS_1


terlihat keceriaan di wajah-wajah mereka saat berkumpul seperti sekarang, termasuk Nadia dan Rizal, semenjak Elsya masuk di keluarga kecilnya suasana rumah nya sekarang kini penuh dengan keceriaan setiap hari apa lagi dengan kedua cucunya


__ADS_2