Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
bermain basket


__ADS_3

hari Minggu di rumah kediaman keluarga Sanjaya


pagi-pagi sekali Putra, Rayhan, Rina dan ayah Rizal sedang berolahraga di lapangan samping rumahnya, sedangkan Elsya bersama mertuanya dan anak-anaknya duduk melihat mereka semua berolahraga


tak lama terlihat mobil memasuki halaman rumahnya, ternyata yang datang adalah Rina dan Kefin


"assalamu alaikum" ucap Rina dan Kefin


"waalaikum salam" jawab nya serentak


"aunty ina, uncle efin" ucap Mirza dan Zahra berlari memeluk mereka berdua dan mereka pun dengan senang nya membalas pelukan keponakan nya


"uncle Ara kangen sama uncle" ucap Zahra saat memeluk Kefin


"uncle juga kangen banget sama Ara, makanya uncle kesini sama aunty" ucap Kefin saat menggendong Zahra


"uncle bukan cuman Ara yang kangen, Irza juga kangen sama ancle, Irza juga mau di gendong sama ancle" ucap Mirza


"uncle juga kangen sama Mirza, sini biar uncle gendong Mirza juga deh" kata Kefin dan menggendong Mirza juga


"hmm Mirza dan Zahra cuman kangen sama uncle aja nih, sama aunty tidak?" tanya Rina pura-pura ngambek


"kami kangen kok sama aunty tapi lebih kangen sama uncle, karena ancle jarang datang, sedangkan aunty selalu datang kesini" ucap Zahra

__ADS_1


"kalau gitu aunty juga akan jarang datang biar kalian kangen juga sama aunty"


"Zahra, Mirza turun yuk, uncle capek loh gendong kalian, kalian kan sudah besar, pasti berat" ucap Elsya ingin mengambil Mirza dan Zahra


"nggak mau, Ara mau di gendong sama uncle"


"Irza juga"ucap mereka mempererat pelukannya di leher Kefin


"biar mereka main sama aku dulu Sya, aku juga kangen sama mereka, sudah lama juga kan aku tidak ketemu sama mereka" ucap Kefin


"hey bro, kamu seperti nya sangat serasi menggendong anak-anak itu, kenapa tidak di segera kan saja, biar mereka juga punya teman" ejek Putra


"tunggu aja, bakal kesampaian kok, iya nggak sayang" ucap Kefin


"gimana? Rita kamu sudah isi belum?" tanya Kefin lagi kepada Rita


"belum, tapi doain aja lah semoga secepatnya isi" jawab Putra


"oh ya kebetulan nih kita kumpul lagi, bagaimana kalau kita main basket" ucap Putra


"ayah nggak bisa ikut kalau main basket, nanti yang ditolong malah ayah, kalau sudah capek" ucap Ayah Rizal tersenyum dan duduk di dekat istri dan menantunya


"lah kalau ayah nggak ikut kita kurang satu dong" ucap putra

__ADS_1


"kalian semua pasangan, sedangkan kakak nggak punya, lebih baik kakak jadi wasit aja deh" ucap Rayhan


"hmm gak seruh nih cuman kita berempat" ucap Rita, karena yang ingin main hanya rita, putra, Kefin dan Rina


"Ara mau ikut main juga" ucap Zahra


"Irza juga mau ikut" ucap Mirza juga ikut ikutan


"hahaha kalian kan masih kecil, bagaimana bisa mengambil bolanya" ucap Rayhan kepada anak-anaknya


"papi, siapa bilang kita masih kecil, kita udah bisa main kok, iya kan kak" ucap Zahra kepada Mirza dan Mirza mengangguk setuju dengan perkataan Zahra


"iya tapi kan bolax gede, mana bisa adek sama kakak bisa rebut bolax sama Tante dan paman kalian" jawab Rayhan


"hmm kan Ara dan Irza juga mau main" ucap Zahra


"iya nanti kalau kalian sudah gede, kalian pasti main basket juga" ucap Rayhan


"iya dek, kalau kita nanti besar, kita bisa main sama adek yang ada di perut mami juga, iya kan papi?" tanya Mirza


"betul, Zahra dan Mirza akan main sama adek yang ada di perut mami" jawab Rayhan


"udah lebih baik kita sarapan dulu, sarapan sudah siap tuh di dalam, cucu-cucu nenek ayo nenek gandeng" ucap bunda Nadia memegang tangan cucu-cucu nya

__ADS_1


semua pun ikut masuk ke dalam membersihkan diri lalu sarapan, sedangkan main basket nya batal, karena personil nya tidak cukup, sebenarnya sih maux tiga orang untuk satu tim tapi ayah Rizal tidak ingin ikut, jadix permainan nya bubar


__ADS_2