Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
ingatan kesedihan


__ADS_3

"ibu pernah bilang, kalau saat Elsya menikah dia akan ada di samping Elsya, tapi saat Elsya menikah kemarin, ibu sudah tidak ada bahkan dia tidak melihat saya, dan ibu juga pernah bilang dia akan selalu ada di dekat Elsya saat Elsya hamil nanti, dan ibu juga pernah bilang, kalau saat Elsya melahirkan, ibu akan selalu ada di dekat Elsya dan bisa bermain dengan anak Elsya sampai besar nanti tapi... tapi bahkan sekarang ibu tidak menepati janjinya dia sudah pergi dan itu untuk selamanya" ucap Elsya terus menangis dan mengingat semua tentang ibunya


"sudah sayang... walaupun kakak belum pernah lihat ibu, tapi kakak yakin ibu itu tidak suka melihat kamu menangis seperti ini... kalau terus menangis pasti ibu juga sedih" ucap Rayhan menenangkan istrinya


"kak, kenapa ibu harus meninggalkan Elsya kak, di saat seperti ini Elsya sangat membutuhkan ibu, bukannya Elsya sedih karena hamil, tapi Elsya sedih karena ibu tidak melihat Elsya hamil kak" ucap Elsya menangis tersedu-sedu


"sayang maafkan bunda ya, ini semua karena bunda, karena bunda ibu kamu meninggal, karena harus menolong bunda dari tabrakan itu, seharusnya bunda saja yang meninggal" ucap Nadia ikut menangis dan memeluk Elsya


"bunda... ini bukan salah bunda, maafkan Elsya, karena mengungkit masa lalu, tapi benar itu bukan maksud Elsya bunda, ini sudah takdir, jadi bunda jangan selalu merasa bersalah lagi, Elsya minta maaf bunda" kata Elsya menangis di pelukan Nadia

__ADS_1


"sudah nak, kamu tidak salah kok, mulai sekarang kita jangan bersedih lagi, nanti dedeknya juga ikut sedih, kalau melihat keluarga nya pada sedih seperti ini" kata Rizal yang ikut duduk di samping Elsya


"ya ayah terimah kasih, elsya bersyukur karena selama ini Elsya di kelilingi dengan orang-orang yang sangat baik, seperti ayah, bunda dan Rita, dan Elsya juga sangat bersyukur karena punya suami seperti kak Rayhan, terima kasih kak" ucap Elsya dan memeluk suaminya lagi


"iya sayang, kakak akan selalu menjaga dan menyayangi kamu dan calon anak kita, kakak janji tidak akan menyakiti perasaan istriku dan calon anakku nanti" ucap Rayhan memeluk erat istrinya


"sudah dong sedihnya, seharusnya hari ini kita bahagia, karena mendapatkan keluarga baru, tapi kok malah sedih-sedihan kan tidak bagus" ucap Rita yang sedari tadi menangis melihat sahabatnya bersedih


seketika semua orang langsung tersenyum melihat ketegaran Elsya

__ADS_1


"ya sudah kalau begitu kita makan dulu ya, ini sudah lewat jam makan loh" ucap Nadia


"dan anak bunda yang satu ini mulai sekarang harus menjaga pola makannya, jangan sampai telat makan dan jangan sembarangan makan di luar" lanjut Nadia kepada Elsya


"ya bunda" jawab Elsya


"ya sudah kalau begitu sekarang kita turun dulu, dan Rita kamu juga ikut ya nak, jangan malu-malu, karena ini juga rumah kamu" ucap nadia


"oh siap dong bunda, sekarang kan saya juga sudah punya keluarga baru di rumah ini" ucap Rita dengan pedenya, seketika Elsya langsung tersenyum lebar melihat tingkah sahabatnya yang sangat pede itu

__ADS_1


mereka pun turun menuju meja makan, dan Rayhan memapah istrinya berjalan, walaupun Elsya sudah melarang nya tapi Rayhan tidak peduli yang di katakan istrinya


__ADS_2