Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Pelukan


__ADS_3

terlihat Putra dan Rita sedang berjalan sambil menggendong Mirza dan sesekali mengajar Mirza untuk berjalan, saat ini Mirza terlihat sangat senang bermain bersama paman dan Tante nya, begitu pun dengan Rina dan Kefin yang bermain bersama Zahra


saat Putra dan Rita bermain bersama Mirza, ada seorang ibu yang menegurnya


"wah anaknya lucu sekali pak, buk udah gitu ganteng lagi, nggak heran sih bapak dan ibu nya juga ganteng dan cantik" kata ibu-ibu itu


"tapi Bu ini bukan an..."


"namanya siapa Bu" potong ibu-ibu itu


"namanya Mirza Bu" jawab Rita


"aduh manis nya semoga saja anak saya juga nanti lahirnya cowok dan saya bakal kasih nama Mirza juga biar ketularan ganteng nya" kata ibu-ibu itu, saat ini ibu itu telah hamil empat bulan


"oh ibu lagi hamil ya" tanya Rita karena memang perut ibu itu belum terlalu kentara


"iya Bu Alhamdulillah udah empat bulan, doain biar sehat terus ya Bu" kata ibu itu


"Iya Bu Aamiin, semoga janin nya sehat terus Bu sampai lahiran" jawab Putra


"aduh Mirza bersyukur banget ya punya orang tua cantik dan ganteng udah gitu baik lagi" puji ibu itu lagi


"tapi Bu Mirza bukan an..."

__ADS_1


tiba-tiba seorang anak perempuan sekitar umur lima tahun memanggil ibu-ibu itu


"aduh maaf ya Bu, pak anak saya panggil, saya kesana dulu, lanjut aja mainnya, maaf sudah mengganggu" kata ibu itu lalu beranjak menuju anaknya


"iya nggak apa-apa buk" jawab Rita dan putra bersamaan sambil tersenyum


"yang kok bisa sih ibu-ibu itu bilang Mirza anak kita" tanya Putra


"ya lah, kan cuman kita yang main sama Mirza" jawab Rita


"ya juga sih hehehe, tapi yang kalau kita udah nikah nanti kamu mau nggak punya anak cepat" tanya putra


"hmm kok tanyanya gitu sih" tanya balik Rita sambil mengerutkan keningnya


"hmm masalah hamil dan punya anak itu, biar jadi rahasia Allah, Nikah aja kita belum masa langsung bicara tentang anak sih" jawab Rita


"iya Tapi Jangan cemberut gitu, dong sayang kalau kamu gitu terus bisa-bisa aku cium kamu di sini" ucap Putra yang langsung memeluk Rita


"isss apaan sih di sini itu tempat umum, nggak baik juga di depan anak-anak" ucap Rita melepas pelukan Putra


"kalau di tempat sepi berarti boleh dong di peluk"


"apaan sih" wajah Rita langsung memerah karena malu

__ADS_1


"ok deh kalau gitu, sekarang kita ajak mereka aja untuk pulang, biar aku bisa peluk kamu di rumah"


"tapi kak kita belum menikah, jadi jangan selalu peluk-peluk ah"


"kalau gitu, gimana kalau besok kita menikah aja, jadi nggak akan ada yang larang kita lagi untuk lakuin apa lagi"


"itu sih mau nya paman aja iya kan" ucap Rita menirukan suara anak kecil, seolah-olah yang berbicara itu Mirza


"tapi Tante juga pasti mau kan di peluk sama paman" ucap putra juga ikut menirukan suara anak kecil


"isskk"


"kenapa udah nggak sabar pengen di peluk, kalau gitu sini aku peluk sekarang" kata putra ingin memeluk Rita lagi


"ehem" tiba-tiba Rayhan dan Elsya ada di belakang


"eh kakak, hmm ganggu aja sih" ucap Putra


"siapa juga yang mengganggu, ini Sudah siang, anak-anak udah waktunya tidur, jadi sekarang kita pulang" jawab Rayhan


"tapi Kefin dan Rina juga belum ada" kata Putra


"siapa bilang kita nggak ada, yuk sekarang kita pulang, nih Zahra udah tidur duluan" Jawab Rina yang berjalan bersama Kefin

__ADS_1


tiga pasangan itu pun langsung pulang bersama ke rumah keluarga Sanjaya kembali untuk menidurkan anak-anaknya


__ADS_2