
"eh... dia siapa" tanya siswi yang baru masuk dan melihat Putra
"aku juga nggak tau, mungkin mahasiswa baru" jawab teman sebangkunya
"dia kok dekat banget dengan Elsya, dan berani duduk bertiga seperti itu, apa dia tidak tau, kalau Elsya sudah punya suami, dan suaminya dosen yang di depan lagi" ucap siswi itu yang di dengar oleh Rayhan
"ya dia kok nekat banget sih" jawab temannya
Rayhan pun langsung melihat ke arah Elsya, dan melihat Putra juga ada di sana dan duduk bertiga, sontak Rayhan pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dan mendengus halus melihat adiknya seperti itu
"hey kamu" panggil Rayhan kepada Putra
semua siswa siswi pun langsung menoleh dan merasa was-was, dan ada juga yang berpikiran kalau Rayhan sedang marah kerena melihat Elsya duduk bersama laki-laki lain di hadapan nya
"sepertinya pak Rayhan marah tuh" ucap seorang siswi
"ya.. Elsya sih, berani banget duduk sama cowok lain" ucap temannya
"ya.. nekat banget sih, dekat-dekat sama cowok lain di depan suaminya"
__ADS_1
"kalau aku punya suami seperti pak Rayhan, aku tidak akan berani seperti itu, secara pak Rayhan juga tak kalah tampan sama cowok itu" bisik seorang siswi kepada temannya
dan banyak lagi bisikan-bisikan tentang mereka, dan ada juga yang kasihan, tapi kasihannya hanya untuk Putra, karena dia mengira Putra adalah siswa baru dan tidak tau apa-apa, dan juga karena ke tampanannya makanya mereka kasihan
"kita" ucap Elsya menunjuk dirinya dan Putra
"itu" tunjuk Rayhan kepada Putra
"ada apa" ucap Putra begitu saja, tanpa melihat di sekelilingnya ada banyak siswa siswi di sana
"kamu kesini" ucap Rayhan, menjentikkan jarinya, dan putra pun langsung menghampiri Rayhan di depan
"kenapa" tanya Putra saat berada di depan Rayhan
"kamu ngapain di sini" tanya Rayhan santai
"tadi aku cuman ikut Elsya, soalnya malas kalau mau menunggu di luar" jawab Putra santai Seperti biasa yang dilakukan di rumah
''kenapa harus ikut dia"
__ADS_1
"terus kenapa harus duduk bertiga seperti itu" tanya Rayhan lagi dan membuat semua muridnya heran dan bertanya-tanya
"loh.. kok pak Rayhan tidak marah sih, sikapnya cuman biasa gitu sama cowok itu" ucap seorang siswi kepada empat temannya yang tidak di dengar oleh Rayhan
"ya.. apa mungkin, pak Rayhan sudah biasa melihat Elsya sama cowok itu, jadi dia tidak marah lagi" tanya temanya yang duduk di depannya
"bisa jadi sih" jawab temannya yang lain
"soalnya, aku tidak punya kenalan selain dia, jadi aku duduk bertiga di sana.." jawab Putra menunjuk kepada Elsya dan Rita
"apa nggak boleh" tanya Putra lagi
"tapi kamu boleh kan duduk di belakang Elsya saja, tidak usah duduk bertiga seperti itu" jawab Rayhan
"ah... aku nggak mau, mending duduk di dekat Elsya saja lebih nyaman" ucap Putra menolak
sebenarnya itu hanya alasan Putra, bukannya tidak nyaman duduk di belakang Elsya, tapi dia hanya ingin menatap Rita dari samping saat Rita belajar
"cowok itu benar-benar berani, kok bisa-bisanya dia menolak perintah pak Rayhan seperti itu" bisik seorang siswi
__ADS_1
dan semua siswa siswi pun kaget dengan sikap putra kepada Rayhan, karena Putra menolak keinginan dosennya