Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Manja


__ADS_3

Tiga Minggu kemudian


waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi Rayhan membangunkan istrinya untuk sholat subuh karena Elsya masih tidur


"sayang Bagun, ayo kita sholat dulu" ucap Rayhan terus membangunkan istrinya


tapi Elsya hanya menggeliat dan meringkuk di pelukan suaminya, dia hanya ingin selalu berada di pelukan suaminya itu


"sayang ayo bangun, nanti kita terlambat" ucap Rayhan


"hmm sebentar lagi kak" ucap Elsya tambah mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di dada suaminya


"sayang, katanya tidak baik kalau menunda-nunda, ini mala malas-malasan, kalau sudah sholat tidak apa-apa kok kalau mau begini terus sampai besok" ucap Rayhan menggoda


"ya udah deh, ayo" ucap Elsya dan merekapun bangun


setelah selesai sholat Elsya pun kembali tidur, Rayhan yang melihat istrinya tidak biasa seperti itu pun bertanya


"sayang, kok hari ini sangat lesuh, biasanya juga kalau sudah sholat langsung mengaji" ini kok langsung tidur lagi" ucap Rayhan heran


"tidak tau kak hari ini malas saja, kak biarkan aku tidur sebentar lagi ya...hari ini juga aku masuk jam sepuluh" ucap Elsya dan menaikkan selimut nya

__ADS_1


"kak, boleh tidak aku peluk kak Rayhan" tanya Elsya lagi saat Rayhan berdiri


"boleh dong sayang, apapun yang istriku minta, pasti aku kasi" ucap Rayhan lalu ikut baring di samping istrinya


Elsya pun tidur di pelukan suaminya sedangkan Rayhan membelai-belai rambut Elsya ke belakang, sesekali mencium pucuk kepalanya dan ikut memeluk istrinya


"kenapa semakin hari kamu semakin cantik sayang" ucap Rayhan menatap wajah istrinya


saat jam delapan pagi Rayhan turun ke meja makan, di sana sudah ada Rizal dan Nadia yang sudah menunggu


"pagi ayah, pagi bunda" ucap Rayhan saat menghampiri orang tua nya


"istrimu mana Ray" tanya Rizal


"dia masih di atas ayah" jawab Rayhan dan duduk di kursi nya


"kok dia tidak ikut turun" tanya Nadia lagi


"dia masih tidur, katanya sarapannya nanti saja" jawab Rayhan tenang


"loh kok masih tidur, emang semalam begadang lagi" tanya Nadia tersenyum

__ADS_1


"bunda apaan sih tidak lah semalam tidurnya juga cepat kok" jawab Rayhan dan mengambil sarapannya di piring


"tapi kok kamu juga belum siap-siap emang kamu tidak ke kampus" tanya Rizal kepada Rayhan, karena belum mengganti pakaian


"oh ya ayah, Ray perginya sama Elsya nanti" jawab Rayhan sambil mengunyah


"ya sudah, habiskan makanan nya cepat, ayah juga harus ke kantor sekarang" ucap Rizal


dan merekapun makan sarapan nya dengan lahap sampai habis, lalu Rizal juga pamit ke kantor, sedangkan Nadia keluar untuk pengajian, Rayhan pun kembali ke kamar


terlihat Elsya masih nyenyak tidur, Rayhan pun tidak membangunkan Elsya, dan masuk kamar mandi setelah selesai siap-siap, Rayhan baru membangunkan istrinya


"sayang Bagun ini sudah hampir jam sembilan lewat, katanya mau ke kampus, kamu juga belum sarapan loh sayang" ucap Rayhan membangunkan Elsya


"hmmmm kak aku masih malas kak, hari ini aku libur dulu ya" ucap Elsya masih menutup matanya


"ya tidak apa-apa sih sayang, kalau tidak mau kuliah, tapi kamu belum sarapan loh, nanti kamu sakit, ayo bangun dulu, atau kakak bawakan sarapannya ke sini" tanya Rayhan hanya tersenyum melihat tingkah istrinya hari ini yang begitu manja


"boleh kak" jawab Elsya dan Rayhan pun turun mengambil kan sarapan untuk istrinya


setelah selesai sarapan, Elsya kembali bersandar di tempat tidurnya

__ADS_1


__ADS_2