Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 100 Teriakan Cinta


__ADS_3

Dan Cinta berinisiatif untuk mengetahui siapa orang yang dimaksudkan oleh Rio, walaupun ia tahu itu adalah dirinya sendiri namun, dengan sengaja tindakannya ini untuk menambah sebuah kehangatan yang terjadi di antara mereka berdua saat mereka sedang berpergian bersama seperti saat ini.


" Eeemm, Cinta mau lihat emangnya siapa sih wanita yang ada di spion itu,," Ucap Cinta dengan sengaja memajukan tubuhnya dan mencoba melihat wajah siapa yang ada di spion tepat di sebelah Rio.


Sambil tersenyum senang Rio menatap kelakuan Cinta yang terlihat begitu lucu sekali hingga Rio dengan sengaja memeluk tubuh Cinta yang begitu dekat dengan tubuhnya itu.


" Eeemmm, wajah yang ada di spion itu adalah wajah wanita yang bisa membuat hati ini tidak pernah berpaling untuk siapapun,," Gumam Rio sambil memeluk erat tubuh Cinta.


" Ternyata Kak Rio sekarang bisa ngegombal juga ya,," Seru Cinta sambil menghadap ke arah Rio dan memencet hidungnya Rio.


" Hehehehe, tetap dengan posisi seperti ini ya dek, biar kakak tambah semangat nyetirin mobilnya,," Ucap Rio yang tetap menyetir mobilnya itu.


" Heemm, kalo Cinta seperti ini terus, sama aja menghalangi pandangan Kak Rio,," Bilang Cinta dengan mulutnya yang sengaja dibuat monyong.


" Hahahaha, nggak kok dek, malah buat Kakak tambah senang,," Ucap Rio sengaja membuat Cinta untuk tetap menempel di dekat tubuhnya itu.


" Aakkhh Kak Rio ada-ada aja, udah Cinta mau duduk seperti biasanya,," Gumam Cinta yang segera bergerak dan kembali duduk di samping Rio.


" Hihihihihihi,," Suara tawa Rio yang terdengar renyah hingga membuat Cinta merasa gemas dan langsung menciumi pipi yang sedang tertawa itu.


Dengan suasana sebuah tempat yang begitu ramai pengunjung itu, sambil memperlahankan kecepatan mobilnya. Rio menempatkan mobilnya itu di sebuah tempat parkir yang tepat yaitu di bawah pohon rindang. Dan Cinta sendiri merasa bingung kenapa Rio membawanya ke tempat sebuah pasar yang begitu ramai pengunjungnya ini.


" Eemmm, kita mau makan di pasar ini Kak ?" Tanya Cinta dengan wajah herannya pada Rio.


" Heemm kita berhenti disini ya dek, karena, ini bukan pasar biasa melainkan sebuah tempat wisata," Jawab Rio dengan menjelaskan tujuannya mereka saat sampai di tempat itu.


" Ooohhh jadi ini tempat wisata ya Kak, bukan pasar layaknya seperti pasar biasa gitu ?" Tanya Cinta lagi dengan wajah penasarannya.


" Ya, ayo turun dek, mungkin Dedek akan senang melihat suasananya,," Ucap Rio sambil tersenyum dan meyakinkan Cinta tempat yang dikunjunginya itu.


" Oke kak,," Jawab Cinta mengangguk dan segera bergerak untuk keluar dari mobil.


Ketika Cinta ingin bergerak keluar dari mobil dengan tiba-tiba Rio mencegah tindakan Cinta itu. Sehingga membuat Cinta kaget dan langsung menghentikan tindakannya untuk keluar dari dalam mobil.


" Tunggu dek !" Seru Rio dengan sengaja menghentikan tindakan yang dilakukan oleh Cinta.


" Ya ada apa Kak ?" Tanya Cinta balik pada Rio.


Dan Cinta melihat bahwa Rio sudah keluar dari mobilnya dan terlihat saat ini Rio berlari kecil menyeberangi mobil menuju ke arah dimana posisi tempat Cinta. Sambil tersenyum Rio segera membukakan pintu untuk Cinta dan Cinta sendiri menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Rio yang selalu membuatnya seperti seorang permaisuri.


" Silahkan turun, istriku,," Ucap Rio sambil tersenyum melihat wajah Cinta.


" Ya ampun, Kak, kenapa selalu membuat Cinta seperti seorang Ratu sih,," Gumam Cinta yang segera keluar dari mobilnya.


Rio hanya bisa tertawa kecil mendengar ucapan Cinta yang sedang memberikan sebuah pertanyaan maupun pujian untuk dirinya itu. Sehingga Cinta hanya bisa menuruti semua kelakuan Rio terhadap dirinya, karena, Cinta juga semakin terpesona mendapatkan perlakuan lembut dari suaminya yang belum pernah ia dengar kata-kata serta ucapan cinta langsung dari mulut suaminya.


" Ayo dek,," Bilang Rio setelah memencet tombol pengunci mobilnya.


" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk sambil tersenyum dan tangannya masuk dalam gandengan tangan Rio yang sudah diberikan arahannya dari Rio sendiri.


Sesampainya di dalam pasar itu, ternyata benar apa yang telah dikatakan oleh Rio terhadap dirinya Cinta, bahwa pasar ini bukanlah pasar biasa melainkan pasar yang cukup unik dalam melakukan jual beli. Barang yang diperjualbelikan jihad sangat unik semuanya, sehingga membuat Cinta hanya bisa terperangah melihat suasana pasar ini.


" Waahhhhh benar, ternyata pasarnya unik Kak !!" Seru Cinta dengan wajah sumringahnya.


" Hehehehe, iya dek, oh iya kalo Dedek mau belanja sesuatu, ayo kita lihat ke tokonya,," Tawar Rio kepada Cinta hingga membuat Cinta tersenyum senang.


" Hehehehe, Kak Rio bisa aja,," Gumam Cinta sambil tersenyum dan menoleh kesana kemari melihat suasana di pasar itu.

__ADS_1


Banyak sekali barang-barang yang unik serta klasik dijual di pasar ini. Dan dengan bahagia yang terpancar di wajahnya Cinta berlari kecil menuju ke sebuah toko yang sedang menjual pakaian unik seperti pakaian khas untuk di pantai.


" Sebentar Kak, Cinta mau kesana, ya,," Bilang Cinta kepada Rio sambil menunjuk ke sebuah tempat dimana ada toko khusus menjual baju pantai khusus wanita.


" Oh iya dek ayo,," Jawab Rio mengangguk sambil mengikuti langkah kaki Cinta.


" Eeehhh Kak Rio nggak usah ikut kesana !" Seru Cinta dengan sengaja melarang Rio mengikuti langkahnya yang akan pergi ke tempat sebuah toko khusus wanita.


" Memangnya kenapa ?" Tanya Rio penasaran dengan tindakan Cinta yang sengaja melarang dirinya untuk mengikuti jejaknya itu.


" Di sana khusus menjual pakaian wanita, jadi, Kak Rio nggak usah kesana,," Bilang Cinta sambil berbisik kecil kepada Rio.


" Memangnya kenapa, bukannya Kak Rio suaminya Dedek, dan Kak Rio juga sudah lihat semua perlengkapan pakaian Dedek,," Ucap Rio yang sebenarnya tidak ingin membiarkan Cinta untuk bepergian sendiri.


" Iiihhhh,, Kak Rio, Cinta malu jika nanti Kak Rio tahu apa saja yang dibeli oleh Cinta,," Ucap Cinta yang masih terdengar mencegah Rio untuk mengiringi dirinya itu.


" Heemm Dedek, tapi, Kak Rio nggak bisa biarin Dedek pergi ke sana sendiri,," Bilang Rio lagi dengan wajah perhatiannya.


" Hehehehe Cinta gak bakalan hilang dan juga tersesat, karena, Kak Rio ada disini, lagian juga tempatnya nggak terlalu jauh dari tempat ini,," Ucap Cinta lagi dengan sengaja meyakinkan Rio untuk menunggunya di tempat ini.


" Tapi, dek,," Ucap Rio lagi yang terhenti karena mulutnya sengaja ditutupi oleh tangannya Cinta.


" Kak Rio yakin dengan Cinta bukan ?" Tanya Cinta dengan tangannya masih menutupi mulut Rio hingga Rio hanya bisa mengangguk saja.


" Kalo yakin, ya udah tungguin Cinta di tempat ini ya Kak, jangan pergi,," Ucap Cinta yang meminta Rio untuk menepati janjinya serta keinginannya itu.


" Heemm ya udah iya, berarti Kak Rio tunggu disini ya Dek,," Ucap Rio sambil mengangguk dan tersenyum.


" Iya Kak, Kak Rio tunggu disini sebentar ya,," Bilang Cinta lagi untuk memastikan Rio.


Dan hal itu membuat Rio sedikit mengulum senyumannya saat mendengar ucapan Cinta yang terdengar lucu serta privasi itu. Dengan menganggukkan kepalanya, Rio sengaja menuruti keinginan Cinta yang telah melarang dirinya untuk mengikuti kehendak Cinta yang ingin pergi melihat-lihat sebuah toko yang menjual pakaian khusus wanita.


" Oke kalo gitu nanti Cinta balik lagi kesini ya Kak,," Bilang Cinta lagi yang memberitahukan kepastian dirinya itu.


" Heeemm, Kak Rio tunggu disini ya,," Jawab Rio lagi untuk meyakinkan Cinta.


" Ya udah Cinta pergi dulu ya Kak, daahhh,," Ucap Cinta sambil melambaikan tangannya kepada Rio.


" Heemmm, daahhh,," Jawab Rio yang ikut melambaikan tangannya untuk Cinta.


Sambil tersenyum Rio membalas lambaian tangannya Cinta dan melihat Cinta terlebih dahulu memastikan kepergiannya apakah benar menuju ke tempat pakaian. Setelah melihat Cinta memang benar telah masuk ke dalam toko pakaian dengan segera Rio melangkahkan kakinya ke toko bagian depan tepat di depan toko tempat Cinta masuk.


Sedangkan di dalam toko tempat penjualan pakaian khusus wanita itu, Cinta sendiri terlihat sedang memilih pakaian yang akan digunakannya nanti, karena, waktu dia pergi dari rumahnya itu Cinta hanya sedikit membawa pakaiannya. Oleh sebab itu, Cinta sengaja membeli pakaian untuk dirinya saat ini yang sudah menikah dengan Rio.


" Heemm, pilih yang mana ya,," Gumam Cinta sambil melihat-lihat pakaian dengan bahan ala kadarnya saja itu.


" Oh iya berhubung ini kebanyakan baju pantai, lebih baik aku pilih yang ini, ambil yang ini dan juga ini,," Ucap Cinta dengan keseruannya sendiri.


Setelah selesai memilih pakaian untuk dirinya sendiri, saat Cinta ingin membayar semua pakaian yang telah dipilihnya itu, sekilas Cinta melihat ada baju yang terpajang dengan bentuk begitu seksi sekali. Hingga membuat Cinta menghentikan langkahnya dan teringat sebuah rencana yang akan dilakukannya dengan menggunakan pakaian itu.


" Aakkhh baju ini kenapa seksi sekali,," Gumam Cinta ketika melihat patung yang sengaja digunakan sebuah pakaian seksi.


" Eemmm, sepertinya aku harus beli ini, aku ingin lihat apakah suamiku itu terpesona melihatku saat aku memakai ini,," Ucap Cinta sambil tersenyum saat memiliki sebuah rencana untuk melakukan permainan candaan terhadap Rio.


Dengan segera Cinta mengambil sebuah baju yang terlihat seksi itu dan meletakkannya dalam keranjang baju yang telah dipilihnya. Setelah merasa cukup dengan barang belanjaannya itu, Cinta segera melangkahkan kakinya menuju ke tempat kasir untuk membayar semua pakaian yang telah dipilihnya.


Sesampainya di depan kasir,,

__ADS_1


" Sudah selesai Mbak ?" Tanya kasir sambil tersenyum kepada Cinta.


" Sudah Mbak, ini semua pakaiannya,," Bilang Cinta sambil meletakkan semua pakaiannya di atas meja kasir.


" Tunggu sebentar, Mbak saya hitung dulu,," Ucap kasir itu kepada Cinta sambil mengambil satu persatu baju yang ada di atas mejanya.


" Iya,," Jawab Cinta mengangguk.


Saat kasir yang berada di hadapan Cinta sedang memisahkan pakaian yang telah dipilih oleh Cinta serta langsung menghitungnya, Cinta sendiri menoleh ke arah bagian luar dan melihat seorang pria yang selalu membuatnya tersenyum saat ini. Cinta melihat bahwa Rio sedang berada di depan sebuah toko tepat di depan toko tempatnya belanja.


" Heemm, ternyata suamiku lagi disana,," Gumam Cinta sambil tersenyum melihat Rio.


Setelah selesai menghitung semua pakaian belanjaan Cinta, kasir itu segera memberitahukan semua total belanjaan Cinta.


" Sudah selesai semua Mbak, ini totalnya,," Bilang kasir itu kepada Cinta sambil menunjukkan total semua belanjaan kepada Cinta.


" Oh iya Mbak,," Jawab Cinta sambil melihat semua total belanjaannya.


Setelah melihat total belanjaannya itu dengan segera Cinta mengeluarkan uang dari dalam dompetnya dan langsung diberikan kepada kasir itu. Setelah selesai barulah Cinta mengambil barang belanjaannya serta melangkah keluar dari toko tempatnya berbelanja.


" Ini Mbak uangnya,," Ucap Cinta sambil memberikan uang kepada kasir.


" Oh iya Mbak, terima kasih,," Bilang kasir itu sambil menerima uang dari Cinta.


Setelah memeriksa semua uang dari Cinta barulah kasir itu memberikan struk pembayarannya kepada Cinta beserta barang belanjaannya.


" Dan ini barang belanjaannya Mbak, semoga puas berbelanja disini,," Ucap kasir itu sambil memberikan beberapa kantong kepada Cinta.


" Terima kasih, Mbak,," Ucap Cinta sambil menerima beberapa kantong dari kasir.


Saat melangkahkan kakinya keluar dari toko tempatnya berbelanja itu dengan sengaja Cinta melambaikan tangannya kepada Rio dan Cinta sendiri sengaja ingin memberikan sebuah isyarat bahwa ia sudah selesai dalam belanjanya itu. Namun, ketika Cinta sedang ingin melambaikan tangannya kepada Rio menandakan sebuah isyarat, Cinta melihat ada seorang wanita menggunakan sebuah jubah sedang melangkah mendekati Rio.


" Siapa dia ?" Gumam Cinta melihat seorang wanita yang menggunakan jubah berjalan dengan sangat cepat mendekati Rio.


Walaupun Cinta bisa melihat adanya orang yang sengaja berniat buruk kepada suaminya itu. Namun, tetap saja Rio tidak bisa mendengarkan panggilannya karena, jarak mereka cukup jauh. Dengan segera Cinta keluar dari toko tempatnya belanja itu dan berlari cepat melangkah menuju tempatnya Rio.


" Kak Rio,," Teriak Cinta meneriakkan Rio yang sedang melihat-lihat barang-barang di toko seberang dari tempat Cinta.


Namun, suara Cinta sama sekali tidak terdengar oleh Rio sehingga membuat Cinta semakin cepat melangkahkan kakinya yang sedang berlari itu. Dan wanita yang berjubah itu sengaja melangkahkan kakinya dengan cepat mendekati Rio.


Karena, Cinta berlari dengan langkah kaki begitu cepat, sehingga membuatnya langsung sampai menabrak tubuh Rio. Dengan napas terengah-engah Cinta sendiri membuat Rio kebingungan serta cemas melihat istrinya baru saja keluar dari toko namun, kenapa ia berlari cepat ke tempat dirinya hingga menabrak tubuhnya seperti ini.


" Kenapa dek ?" Tanya Rio tiba-tiba kaget ketika tubuhnya tertabrak oleh Cinta.


" Kak Rio,," Gumam Cinta dengan napas yang terengah-engah.


" Iya kenapa dek ?" Tanya Rio dengan wajah cemasnya.


" Cinta lihat dari seberang toko ada seseorang berjubah turun yang turun dari mobil berniat jahat pada Kak Rio,," Jelas Cinta dengan napas yang terengah-engah.


" Berniat jahat, maksudnya ?" Tanya Rio dengan wajah bingungnya.


" Iya kak, tadi saat Cinta lagi bayarin semua pakaian Cinta ini, Cinta melihat orang itu sudah lama mengintai Kak Rio dan melangkah mendekati Kak Rio,," Ucap Cinta yang menjelaskan penglihatannya itu.


Namun, Rio yang sedang berada di toko ini sama sekali tidak melihat adanya orang yang akan berniat jahat padanya itu. Dan Rio segera menoleh ke kiri maupun kanan melihat siapa orang yang dimaksudkan oleh Cinta. Tapi, orang yang dimaksudkan oleh Cinta sama sekali tidak ada di antara orang ramai saat ini.


****

__ADS_1


__ADS_2