Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 57 - Menu Pertama Amburadul


__ADS_3

Dengan perlahan Cinta membantu Rio untuk bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke arah kamar. Rio tersenyum ketika sedikit menoleh dan melihat wajah Cinta yang begitu lembut memperlakukannya.


" Heemm,, Dek ternyata wajah dan sikapmu sungguh lembut sekali pada kakak," Gumam Rio dalam hati sambil tersenyum menatap wajah Cinta yang sedang memapahnya untuk pindah ke kamar.


" Andai Dedek tahu perasaan Kakak terhadap, Dedek, apakah Dedek akan terima perasaan ini," Bilang Rio lagi dalam hati sambil tetap menatap wajah Cinta.


" Sebagai seorang suami, Kakak selalu berharap supaya Dedek tetap bersedia menjadi Istri Kakak untuk selamanya,," Gumam Rio lagi dalam hati yang begitu memiliki harapan besar terhadap hubungannya dengan Cinta.


" Sebentar ya Kak, Dedek mau gantiin seprainya dan sedikit dirapikan dulu, supaya Kakak nyaman istirahatnya,," Bilang Cinta sambil meletakkan tubuh Rio di atas kursi yang ada di sudut kamar.


" Heemm iya dek,," Jawab Rio mengangguk.


Ketika sudah sampai di kamarnya dengan sigap Cinta segera merapikan tempat tidur yang belum dirapikan sejak ia sampai tadi. Dengan begitu telaten Cinta memasang seprai baru dan merapikan tempat tidur itu dengan begitu rapi dan nyaman. Setelah selesai barulah Cinta mengajak Rio untuk segera berbaring di tempat tidur itu.


" Udah selesai Kak, silahkan istirahat,," Bilang Cinta yang menunjukkan hasil pekerjaannya.


" Terima kasih ya, Dek,," Ucap Rio tersenyum.


" Sama-sama, mari kak,," Bilang Cinta yang kembali memapah Rio dan membawanya ke tempat tidur.


Ketika sampai di tempat tidur, saat Cinta meletakkan tubuh Rio dengan perlahan, kaki Cinta tidak terlalu seimbang saat sedang bertekuk dan secara tidak sengaja Cinta terjatuh menimpa tubuh Rio yang baru saja diletakkan di atas tempat tidur.


BRUUKKK !!!


AAGGGHHH!!!


" Maaf Kak,," Ucap Cinta yang kaget ketika merasakan tubuhnya menimpa dada Rio dan terlihat dari wajah Rio sedikit meringis kesakitan


" Nggak apa-apa dek,," Jawab Rio yang masih meringis.


" Aduh maaf banget ya kak,, Cinta nggak sengaja, karena, kaki Cinta tadi kepeleset,," Bilang Cinta yang menjelaskan keadaannya.


" Nggak apa-apa kok dek,," Jawab Rio sambil mengusap dadanya.


" Eeemmmm, ada yang sakit ?" Tanya Cinta memastikan keadaan Rio.


" Nggak ada dek,," Jawab Rio yakin.


" Beneran,," Bilang Cinta lagi yang terdengar begitu menyelidik.


" Iya dek,," Jawab Rio sambil tersenyum.


" Ya udah kalo gitu, Kakak istirahat ya,," Bilang Cinta yang sengaja menyuruh Rio untuk segera istirahat.


" Heemmm, makasih ya dek,," Ucap Rio sambil perlahan memejamkan matanya.


Cinta sedikit tersenyum ketika melihat mata Rio yang perlahan terpejam, lalu, saat Cinta ingin melangkah pergi meninggalkan Rio di kamar untuk melakukan pekerjaan lain di dalam rumah ini, Cinta begitu kaget ketika mendengar suara Rio yang memintanya untuk beristirahat juga.


" Dek, Dedek nggak usah ngerapiin rumah dulu, ya, Dedek harus istirahat juga,," Bilang Rio sambil menoleh ke arah Cinta yang sudah membelakangi tubuhnya.


Segera Cinta membalikkan tubuhnya dan menjawab perkataan dari Rio untuknya.


" Hehehehe iya kak, kakak jangan khawatir, yang penting sekarang Kakak yang harus istirahat, Cinta belum ngantuk dan juga nggak capek, jadi, Cinta ingin melakukan sesuatu di dalam rumah ini, bolehkan,," Bilang Cinta yang menjelaskan keadaannya dengan ucapan yang begitu panjang lebar untuk Rio.


" Boleh dek, tapi ingat harus istirahat, jangan terlalu lelah,," Bilang Rio dengan wajah yang begitu terlihat menyayangi Cinta.


" Oke,," Jawab Cinta singkat namun sungguh terlihat manis oleh Rio.

__ADS_1


Senyuman yang begitu manis terpancar dari wajahnya Cinta sehingga membuat Rio begitu lega ketika melihat senyuman indah itu. Perlahan Rio kembali memejamkan matanya dan akhirnya bisa tertidur dengan pulas. Sementara itu, dengan segera Cinta mulai melakukan aktivitasnya di dalam rumah ini, tidak terlalu berat dan banyak, karena rumah ini sudah bersih dan rapi, jadi, yang belum dilakukan oleh Cinta dan wajib adalah memasak makanan untuk mereka berdua. Karena, saat ini hari sudah begitu siang dan juga Rio belum makan nasi sedikitpun hari ini begitu juga dengan Cinta.


" Rumah sudah bersih dan juga rapi,," Gumam Cinta ketika melihat suasana ruangan rumah yang begitu bersih dan juga rapi.


Namun, Cinta sendiri bingung tentang dirinya yang akan tidur dimana malam nanti. Karena, rumah ini hanya memiliki satu kamar dan kamar itu sudah ditempatkan oleh Rio yang sedang sakit. Tidak mungkin bagi Cinta untuk membiarkan Rio yang sedang sakit tidur di luar kamar.


" Tapi, malam nanti aku harus tidur dimana, masa aku harus minta kak Rio untuk tidur di luar. Sedangkan Kak Rio juga lagi sakit, aaakkkhh itu tidak mungkin,," Gumam Cinta sambil memikirkan sesuatu hal.


Lalu, Cinta melihat ruangan satunya lagi yang terlihat seperti kamar, namun tidak ada pintu dan ruangan itu ternyata ruang sholat di rumah ini. Akhirnya Cinta bisa mendapatkan ide untuk tempat tidurnya sementara malam ini.


" Nah ini kayaknya ruangan sholat, lebih baik malam ini aku tidur disini dulu dan kalo kak Rio udah sembuh baru kami akan membahas tempat tidur,," Gumam Cinta senang ketika menemukan sebuah ruangan yang begitu indah dan juga sedang untuk dirinya berisitirahat malam nanti.


Setelah mendapatkan sebuah ruangan yang bisa dijadikan untuk tempat tidur sementaranya malam nanti. Cinta segera melangkahkan kakinya ke dapur untuk melakukan suatu hal dalam makanan mereka berdua malam nanti.


" Heemmm perutku lapar, gimana ini, aku gak pernah masak selama ini,," Gumam Cinta yang kembali bingung ketika melihat suasana dapur lagi.


Cinta melihat barang bawaan yang sudah diangkutnya dari dalam mobil itu. Ternyata setelah Rio pergi meninggalkan dirinya sendiri di dalam kamar Villa sebelum mereka akan melangsungkan pernikahan. Rio sudah membeli semua persiapan bahan makanan untuk mereka berdua yang sangat banyak. Karena, Rio sudah mengetahui bahwa kampungnya sungguh sangat jauh dari perkotaan. Oleh sebab itu, Rio sengaja membelikan bahan makanan yang begitu banyak sekali.


" Eemmm, pantesan Kak Rio pergi saat itu, karena, Kak Rio sengaja beliin semua barang ini,," Gumam Cinta ketika melihat semua barang yang sudah disusunnya bersama Arif tadi.


" Aku harus masak apa ya malam ini,," Bilang Cinta sendiri sambil memikirkan sebuah ide makanan untuk malam nanti.


" Aaakkkhh ya, lebih baik aku masak telor ceplok sama mi instan aja deh, karena, hanya itu yang bisa dimasakin, hehehe,," Ucap Cinta sambil tersenyum sendiri, karena, merasa menjadi seorang perempuan yang tidak bisa masak.


Dengan segera Cinta beranjak dari tempatnya dan mengambil semua bahan kebutuhan yang diperlukan untuk dirinya memasak makanan malam ini. Setelah mengambil dua bungkus mi instan dan dua butir telur. Cinta segera mengambil sebuah panci dan juga wajan sebagai wadah untuk memasakkan masakannya ini.


Cinta sudah bisa dan mengerti saat menyalakan api dalam kompor minyak ini, sehingga dengan cepat juga api kompor itu menyala dan tidak lupa Cinta meletakkan air ke dalam panci untuk memasak mie. Tidak butuh waktu lama masak mie instan goreng sudah selesai barulah Cinta meletakkan wajan yang sudah dimasukkan mentega untuk memasak telor ceplok.


" Yes, mie udah selesai dimasak, sekarang tinggal masak telor ceplok juga,," Bilang Cinta yang sengaja tersenyum sendiri saat berada di dapur seperti ini.


Ketika memasukkan telor ceplok ke dalam wajan tiba-tiba tangan Cinta sedikit tersenggol dengan wajan dan Cinta merasa sedikit panas pada kulit tangannya.


" Aaauuuwww,, aduh panas,," Gumam Cinta merasa perih di bagian kulit tangannya.


Cinta segera berlari ke kamar mandi untuk mengambil pasta gigi, karena, pasta gigi cukup ampuh untuk mendinginkan panas kulit ketika tersentuh benda panas. Cukup lama mengoles pasta gigi pada kulit tangannya, sehingga Cinta sedikit lupa dengan telur yang sudah ia masukkan ke dalam wajan. Cinta baru menyadari ketika mencium bau sedikit gosong dari dapur.


" Kok bau gosong,," Gumam Cinta dengan hidungnya yang sedang mencari bau gosong itu.


" Ya ampun telur,," Teriak Cinta yang baru menyadari bahwa ia telah lupa dengan masakannya sendiri.


Sontak Cinta segera berlari ke arah dapur dan mengecilkan kompor yang sudah lama menggoreng telur itu, setelah api itu mati barulah Cinta bisa melihat telur buatannya yang hangus dan juga hitam di dalam wajan penggorengan.


" Ya ampun, telurnya gosong, gimana ini, sepertinya aku harus memasaknya lagi." Ucap Cinta yang terlihat sedih ketika melihat telur masakannya hangus.


Saat Cinta ingin kembali mengambil telur dalam lemari, Cinta teringat bahwa semua bahan ini dibeli dan sudah disiapkan oleh Rio semuanya. Cinta lupa bahwa ia sedikit membawa uang untuk bekal dirinya yang sedang kabur ini. Dan, juga Cinta menyadari bahwa Rio yang sedang membantunya itu juga tidak memiliki pekerjaan lagi. Oleh sebab itu sambil meneteskan air matanya sedikit Cinta merasa bahwa ia sudah menyusahkan hidup Rio.


" Nggak, aku harus bisa mengirit, ini semua dibelikan dari uang kak Rio sendiri, sedangkan sekarang Kak Rio udah nggak kerja lagi, aku harus bisa mengatur ini semua, aku harus bisa hidup di dalam kecukupan, walau bagaimanapun Kak Rio juga telah banyak berkorban untukku, nggak mungkin aku menghabiskan uangnya hanya karena kesalahan yang kuperbuat sendiri." Gumam Cinta sambil menangis memandang telur yang gosong hasil masakannya itu.


Setelah memindahkan telur gosong itu ke dalam piring, Cinta teringat bahwa ia juga belum memasak nasi. Ini suatu pekerjaan yang cukup sulit bagi Cinta. Walaupun di dapur rumah ini sudah ada alat penanak nasi, Cinta juga belum tahu bagaimana takaran untuk memasak nasi di dalam alat itu.


" Ya ampun nasinya nggak ada, aku harus masak nasi dulu, masa cuma makan mi instan dan telur gosong," Gumam Cinta yang terlihat begitu sibuk sendiri di ruangan dapur.


Cinta segera mengambil wadah untuk tempat menanak nasi lalu, Cinta mengambil beras dan mencucinya setelah itu, Cinta bingung sendiri dengan takaran air yang sesuai untuk memasak nasi supaya nasinya bisa pulen dan juga lembut.


" Gimana takarannya, aku bingung,," Gumam Cinta dengan wajah kebingungan.


Saat ini Cinta sedang berpikir dengan takaran air yang sesuai untuk memasak nasi. Setelah merasa cukup untuk beras yang tidak terlalu banyak dengan segera Cinta memasukkan wadah itu ke dalam alat penanak nasi tadi dan menekan tombol on setelah memasukkan steker ke dalam tempatnya.

__ADS_1


Sambil memasak nasi yang bisa ditinggal itu, Cinta segera merapikan semua benda yang kotor dan mencucinya, biasanya Cinta tidak pernah mencuci piring ini malah Cinta seperti terlihat bahagia saat mencuci bekas benda yang ia gunakan untuk memasak tadi. Setelah selesai semuanya barulah Cinta menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, saat ini waktu sudah sangat gelap, Cinta sudah menyelesaikan semua pekerjaannya sendiri dan saatnya untuk melihat nasi yang ia masakan tadi.


" Heemmm, masak udah, mandi udah, ganti baju dan sholat juga udah lebih baik sekarang aku harus nyiapin makan malam untukku dan Kak Rio,," Gumam Cinta penuh semangat sambil melangkah ke dapur.


Semua lampu ruangan rumah sudah dinyalakan oleh Cinta, walau baru satu hari Cinta datang dan tinggal di rumah barunya ini, tapi, Cinta sudah tahu semua sudut-sudut di dalam rumah ini. Cinta segera melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur dan melihat warna lampu alat penanak nasi tadi sudah berpindah dan pastinya nasi di dalam sudah matang.


" Heemm,, lampunya udah pindah, pasti nasinya udah matang," Gumam Cinta dengan semangat membuka tempat nasi.


Cinta segera membukanya dan ternyata nasinya begitu lembek sekali, sehingga membuat Cinta kaget dan mulai meringis sedih, karena, apapun yang dikerjakannya pasti ada kesalahan.


" Ya ampun, kenapa nasinya begini,," Ucap Cinta yang kaget ketika melihat nasi masakannya begitu lembek.


" Ya tuhan, kenapa nasinya lembek begini, bagaimana mau memakannya sama seperti bubur,," Ucap Cinta yang mulai meringis kembali dengan pekerjaannya.


Saat Cinta sedang meringis melihat hasil nasi masakannya itu, tiba-tiba Cinta dikagetkan oleh suara Rio yang menyapanya.


" Dek Cinta lagi ngapain ?" Tanya Rio menyapa Cinta.


" Aakkhh, Kak Rio, sudah bangun ?" Tanya Cinta balik pada Rio.


" Heemmm," Jawab Rio mengangguk.


" Memangnya Dedek lagi ngapain ?" Tanya Rio lagi yang melangkah mendekati Cinta


Seketika wajah Cinta kembali sendu dan cemberut saat Rio menanyakan dirinya sedang melakukan apa.


" Maaf Kak, Cinta nggak bisa melakukan yang terbaik untuk merawat Kakak,," Gumam Cinta sambil tertunduk pasrah di hadapan Rio.


Ketika melihat wajah Cinta yang berekspresi seperti itu, Rio merasa bingung atas perkataan yang disampaikan oleh Cinta.


" Hah! maksudnya apa dek, Kakak nggak ngerti ?" Tanya Rio lagi saat mendekati Cinta.


" Lihat aja nih,," Bilang Cinta sambil menunjukkan hasil masakannya setengah hari ini.


Saat Cinta menunjukkan hasil masakannya itu pada Rio, hal itu membuat Rio justru bahagia, karena, tanpa disadari oleh Rio sendiri Cinta bersedia memasak makanan untuk dirinya. Padahal Rio sungguh tahu bagaimana Cinta selama ini, oleh sebab itu Rio begitu menghargai pekerjaan yang dilakukan oleh Cinta saat ini.


Walaupun Rio yang melihat semua hasil masakan Cinta yang begitu hancur dsn amburadul, hal itu tetap dihargai oleh Rio. Oleh sebab Rio begitu jujur untuk memuji dan menghargai masakan Cinta.


" Semua masakan Cinta kayaknya nggak bisa dimakan,," Ucap Cinta yang masih tertunduk sedih dan malu.


" Heemm Dek, siapa bilang masakan buatan Dedek ini nggak bisa dimakan. Ini semua bisa untuk dimakan dek, itu nasinya lembek seperti bubur malah lebih bagus untuk dimakan jadi, pencernaan kita tidak kaget saat masuk makanan lain." Bilang Rio yang sengaja memberikan sebuah pujian untuk Cinta.


Saat mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh Rio pada Cinta. Cinta seketika kembali mendongakkan wajahnya menatap Rio yang memujinya itu.


" Benarkah ?" Tanya Cinta dengan wajah yang begitu terlihat bersemangat kembali.


" Heemmm, ya benar dek,," Jawab Rio mengangguk.


" Terima kasih, Kak,," Bilang Cinta senang.


" Sekarang, apakah Kakak boleh untuk menyantapnya ?" Tanya Rio yang sengaja memancing Cinta.


" Iya iya boleh Kak, makan yang banyak ya,," Bilang Cinta yang begitu semangat.


Rio tersenyum senang ketika melihat keceriaan dan semangat kembali lagi pada diri Cinta, walaupun semua masakan Cinta saat ini hancur, kemungkinan lain kali masakannya ini merupakan masakan yang selalu dirindukan oleh lidah Rio sendiri.


****

__ADS_1


__ADS_2