
Dan Rio juga tidak mau orang yang sedang mengintai keadaan rumahnya merupakan orang-orang suruhan dari Rossa untuk melakukan sebuah tindakan terhadap istri tercintanya Cinta.
" Siapa orang itu, kenapa gelagatnya seperti mengherankan dan jelas sekali sepertinya orang itu sedang mengintai rumahku,," Gumam Rio dengan volume suaranya begitu kecil dan masih menatap mobil yang telah melaju dari kejauhan melalui pantulan kaca mobilnya.
Saat ini Rio sedang disibukkan oleh pikirannya yang tidak menentu dan Arif sendiri disibukkan dengan membawa barang-barang yang telah dikeluarkan oleh Rio ke dalam rumah sesuai petunjuk yang telah diberikan oleh Rio.
" Sepertinya mobil itu milik Rossa,," Gumam Rio lagi langsung mengenali mobil yang sengaja berhenti tidak jauh dari rumahnya.
" Jangan-jangan wanita itu membuat ulah kembali, apa yang sedang dia lakukan di tengah malam seperti ini ?" Tanya Rio lagi yang telah mengira pasti bahwa mobil yang sengaja berhenti itu adalah mobilnya Rossa.
" Heemmm, sepertinya dia sengaja mengintai rumahku ini, supaya dia tahu apakah aku sudah kembali ke kampung ini,," Ucap Rio kembali setelah selesai mengeluarkan semua barang yang ada di dalam bagasi mobilnya.
Setelah selesai mengeluarkan semua barang dari dalam mobilnya itu dan terlihat Arif masih sibuk dengan pekerjaannya yang sedang mondar-mandir membantu Rio membawa semua barang masuk ke dalam.
" Udah habis barangnya Mas ?" Tanya Arif pada Rio setelah kembali lagi keluar dan mengambil barang yang sudah dikeluarkan Rio dari dalam mobilnya.
" Heemmm iya Rif, tinggal ini aja, ya udah ayo,," Jawab Rio sambil tersenyum pada Arif dan mengajak Arif untuk segera kembali masuk ke dalam rumahnya.
Sedangkan, Cinta yang telah masuk terlebih dahulu daripada Rio, saat ini sedang membuka pintu kamarnya dan meletakkan tas yang ditentengnya ke atas meja tepat di samping tempat tidurnya itu. Sambil melepaskan shal yang sengaja diikatkannya pada lehernya itu dan merasa lega setelah Cinta menekuk ke arah kanan serta kiri bagian lehernya yang terasa sedikit kaku.
" Uuuhhhh, pegal,," Gumam Cinta sambil menekuk lehernya ke arah kanan dan kirinya.
Setelah merasa nyaman dan lega, Cinta kembali melangkah keluar untuk bergegas mandi membersihkan tubuhnya. Karena, Cinta merasa gerah jika baru kembali dari perjalanan yang cukup panjang langsung istirahat tidur, jadi Cinta lebih memilih untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya agar terasa segar kembali, walaupun saat ini cuaca sangat dingin dan juga larut malam.
__ADS_1
" Sebelum tidur, lebih baik, aku mandi dulu, setelah itu menyeduhkan air hangat untuk Kak Rio dan juga Arif,," Ucap Cinta sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar.
Saat Cinta melangkahkan kakinya keluar dari kamar, sambil tersenyum Cinta melihat kesibukan Arif yang sedang membantu suaminya Rio membawa semua barang-barang miliknya masuk ke dalam rumah.
" Banyak ya Rif, barangnya ?" Tanya Cinta menyapa Arif yang sedang masuk ke dalam rumah membawa barang-barang di mobilnya itu.
" Hahaha, iya Mbak, Mbak borong ya di kota ?" Tanya Arif balik pada Cinta.
" Nggak juga Rif, hanya beli keperluan rumah aja,," Jawab Cinta tersenyum.
" Oh pantesan, banyak banget Mbak barangnya,," Ucap Arif sambil nyengir sendiri dan meletakkan barang-barang milik Cinta di sudut ruangan bagian tengah rumah Rio.
" Hehehehe, kalau kamu lelah, kamu istirahat dulu gih Rif,," Ucap Cinta yang menawarkan Arif untuk istirahat terlebih dahulu.
" Hehehehe, nggak usah, Mbak jangan khawatir, Arif kuat kok, masa baru bawa barang sedikit udah lelah,," Ucap Arif yang sengaja menunjukkan ekspresi tubuhnya tanpa ada rasa lelah.
" Heemm kamu ini ada-ada aja, Rif, nanti setelah selesai Mbak mandi, Mbak langsung bantuin Kak Rio untuk bawa barangnya masuk,," Ucap Cinta lagi dengan jelas pada Arif.
" Dan kamu istirahat dulu,," Tawar Cinta lagi pada Arif.
" Iya, Mbak nanti, kasihan Mas Rio sendiri ngangkut barangnya, kalau Arif langsung istirahat cuma bawa barang segini,," Jawab Arif yang masih untuk mengangkut kembali barang dari dalam mobil ke dalam rumah.
" Hahahaha, ya udah kalau kamu benar belum lelah, kamu bantuin Kak Rio ya,," Ucap Cinta tersenyum melihat Arif yang begitu rajin membantu suaminya.
__ADS_1
" Oke Mbak, Arif keluar lagi ambil barangnya,," Jawab Arif sambil melangkah keluar rumah.
" Iya Rif, oh iya Rif, kalau Kak Rio tanya Mbak, bilang aja Mbak lagi mandi ya,," Bilang Cinta yang menitipkan sebuah pesan pada Arif.
" Beres mbak,," Jawab Arif sambil mengangguk.
Sambil menganggukkan kepalanya dan mengacungkan jempolnya pada Cinta dengan segera Arif melangkahkan kakinya kembali keluar rumah sedangkan, Cinta hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Arif yang begitu rajin dalam membantu kesibukan suaminya diluar. Setelah melihat Arif keluar dari rumahnya barulah Cinta melangkah menuju ke kamar mandi sambil mengambil handuk yang ada di gantungan depan kamar mandinya.
Saat ini Rio dan Arif sudah kembali masuk ke dalam rumahnya dan Rio melihat semua barang yang dibawa oleh Arif sudah diletakkan Arif di sudut ruangan tengah dalam rumahnya itu. Sambil mengacungkan jempol pada Arif Rio memuji kelakuan Arif yang begitu tepat sekali dalam menata barang bawaannya itu.
" Waahhh, waaahhh, waaahhh, kamu hebat Rif, kamu cepat mondar-mandir ngangkut barang dan Mas pikir kamu taruh dimana barangnya, nggak tahunya sudah kamu susun disini,," Ucap Rio memuji tindakan Arif yang begitu gesit dalam mengangkut dan juga meletakkan barang-barang bawaannya itu.
" Hehehehe, Mas Rio bisa aja, Arif nggak tahu mau taruh dimana, ya udah Arif taruh disini aja,," Jawab Arif sambil tersenyum dan meletakkan barang bawaannya di tempat susunan semua barang yang ia susun sendiri.
" Malah seperti ini pikiran kamu tepat sekali, Rif,," Bilang Rio yang juga meletakkan barang di atas susunan Arif.
" Ya udah karena, semua barang sudah selesai di angkut, kamu, tidak usah kembali ke tambak besok aja, kamu tidur di sini aja malam ini, istirahat gih Rif, pasti kamu lelah mengangkut barang sebanyak ini,," Ucap Rio yang menawarkan Arif untuk segera istirahat dan tidak kembali ke tambak malam ini.
" Aakkhh iya Mas, oke Arif malam ini disini dulu, lagian juga masih hujan Mas,," Jawab Arif langsung duduk di atas karpet yang sengaja menghadap ke arah televisi.
Setelah meletakkan barang di sudut ruangan tengah rumah, Rio meminta Arif untuk istirahat terlebih dahulu. Sedangkan, Rio sendiri melangkah menuju ke arah kamar untuk mencari keberadaan istrinya. Tapi, disaat Rio ingin melangkah menuju ke kamarnya, Arif langsung memberitahukan pesan Cinta padanya tadi.
****
__ADS_1