Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 45 Doa pengantin


__ADS_3

Rio yang secara perlahan mengendarai mobilnya akhirnya telah sampai juga dimana mereka telah menyewa Villa sebelumnya.


Cinta yang masih menatap dan memelintirkan cincin yang melingkar di jarinya, tersenyum sendiri dan merasa ada perasaan yang aneh di dalam hatinya.


Rio tersenyum melihat tingkah Cinta yang tersenyum sendiri itu. Sesaat Rio membuyarkan lamunan Cinta saat ini.


" Dek, kita udah sampai di Villa,," Bilang Rio yang mengagetkan Cinta.


" Akkhh,, iya kah,," Bilang Cinta yang melihat keadaan di hadapannya.


" Oh iya yah,,," Ucap Cinta yang melihat keadaan di depannya.


" Ya udah kita turun, atau mau masih dalam mobil,," Tanya Rio yang membuat Cinta menggeliat manja.


" Eemm,, Cinta laper,, mau makan, tapi Kak Rio yang traktir, ya,," Bilang Cinta manja.


" Iya, Dek,, mau makan dimana di dalam kamar, atau di resto Villa, atau kita keluar,," Tanya Rio yang membuat Cinta sedikit tergelitik mendengar ucapan makan keluar.


" Eemm,, Cinta mau makan di dekat danau yang kita datangi kemarin, Kak,," Bilang Cinta yang meminta manja pada Rio.


" Oke Dek,, kita kesana,," Bilang Rio yang menuruti kehendak istrinya ini.


Rio segera menghidupkan lagi starter mobilnya. Saat Rio mulai ingin mengendarai mobilnya, Cinta mengingat bahwa Rio kemungkinan tidak memiliki uang. Cinta merasa kasihan pada Rio, sehingga Cinta mencegah Rio untuk pergi membeli makanan di restoran dekat danau.


Kalau, sewaktu Rio masih bekerja dengan Papanya kemungkinan Rio masih memiliki uang, tapi, sekarang Rio sudah tidak bekerja lagi, dan sekarang pastinya keuangan Rio menipis.


Akibat diri Cinta sendiri yang membawa Rio ikut andil dalam masalahnya itu.


" Kak Rio, gak jadi deh,," Ucap Cinta yang membuat Rio menoleh dan menghentikan aksinya.


" Kenapa dek,," Tanya Rio yang menoleh ke arah Cinta.


" Gak jadi, lebih baik makan di kamar aja,," Bilang Cinta yang mengerti akan keadaan Rio.


" Kenapa, dek, Nggak apa-apa kok, Nanti Kakak yang traktir,," Ucap Rio yang tersenyum kepada Cinta.


" Nggak mau, pokoknya maunya makan di kamar,," Bilang Cinta dengan suara manja.


Rio tersenyum melihat tingkah laku Cinta yang bersikap manja padanya. Dan, akhirnya Rio yang merasa Cinta sedikit manja padanya saat ini, menuruti kehendak Cinta.


" Hehehe,, ya udah oke baik Dek,, jadi nggak jadi nih ke danau,," Ucap Rio yang mematikan mesin mobilnya.


" Iya, gak jadi,," Ucap Cinta tersenyum.


Lalu, dengan segera Cinta membuka knop kunci pintu mobil. Dan, Rio segera mencegah kelakuan Cinta yang ingin keluar dari mobil itu. Rio ingin menghargai Cinta agar dirinya dibukakan pintu oleh seorang suami.

__ADS_1


" Tunggu sebentar, Dek,," Bilang Rio yang mencegah Cinta untuk membuka pintu saat ini.


Cinta yang kaget akan cegahan Rio itu membuat dirinya menghentikan gerakannya dan menoleh ke arah Rio.


" Ada apa Kak,," Tanya Cinta yang penasaran.


" Tunggu sebentar, ya,," Bilang Rio yang seakan serius pada Cinta saat ini.


Lalu, dengan gerakan cepat Rio membuka pintu mobilnya dan keluar dari mobil lalu memutar mobil dan membuka pintu mobil arah Cinta.


" Silahkan keluar Tuan Putri,," Ucap Rio yang tersenyum menyambut Cinta.


Cinta yang tersenyum segera tertawa kecil atas sikap dan kelakuan Rio saat ini.


" Akhh,, Kak Rio ada-ada aja,," Ucap Cinta yang merasa sedikit malu.


" Kirain Cinta apaan,," Bilang Cinta yang telah keluar dari mobil dan mencubit lembut lengan Rio.


Rio yang tertawa atas sikap yang berani dengan dirinya saat ini. Membuat Rio semakin menyukai tingkahnya Cinta saat ini.


" Ayo Kak,," Bilang Cinta yang melangkahkan kakinya masuk ke dalam Villa.


" Iya, Dek," Ucap Rio mengangguk.


Ya, seperti dirinya yang mencintai dan mengagumi Cinta.


" Semoga dalam pernikahan ini, Dedek bisa mencintai Kakak,," Ucap Rio yang tersenyum merekah dalam hatinya.


Akhirnya Rio, mengejar langkah kaki Cinta, memang terlihat sangat lamban Cinta melangkah, karena, sepatu rok kebaya yang ia pakai cukup sempit itu. Sehingga sangat mudah bagi Rio untuk mengimbangi langkah kaki Cinta.


Sesampainya di depan kamar Villa Cinta mencari kunci yang telah dibawanya itu dan segera membuka pintu kamar tersebut.


Cinta segera melepaskan sepatu high heels nya dan merasa lega akan kakinya saat itu.


" Huuuuhhhhh,, akhirnya sampai juga," Oceh Cinta yang merasa lega akan kakinya.


Rio yang melihat Cinta sedikit pegal di kakinya ingin segera menawarkan untuk memijit kaki Cinta.


" Hehehe, kenapa capek, Dek," Tanya Rio yang sedikit kasihan pada wajah Cinta yang meringis akan pegal di betisnya itu.


" He'eh, Kak, pegal bangetttttt,, padahal tadi gak terlalu lama jalannya,," Sungut Cinta yang merasa pegal di kakinya.


" Mau Kakak pijit,," Bilang Rio yang menawarkan dirinya.


Cinta yang merasa tidak enak pada Rio, menolaknya dengan lembut supaya Rio tidak terlalu kecewa. Karena, Cinta tahu bahwa Rio juga capek dan lelah.

__ADS_1


" Heemm,, Kak Rio gak capek apa,," Bilang Cinta yang menolak secara halus.


" Nggak kok, Dek,, Mau nggak Kakak pijitin,," Bilang Rio yang masih berdiri di dekat pintu kamar.


Sementara Cinta telah duduk di atas tempat tidur. Cinta berpikir apakah saat ini tidak apa-apa bila kakinya disentuh oleh Rio. Tapi, apa salahnya lagian juga Rio tidak akan melakukan apa-apa padanya. Toh Cinta tahu bahwa Rio sangat sopan padanya.


" Eemm,, baiklah,," Jawab Cinta dengan memikirkan suatu hal sangat panjang untuk bersedia dipijit oleh Rio.


Rio pun segera melangkahkan kakinya mendekati Cinta dan Cinta berpindah posisi bersandar ke dinding tempat tidur. Membiarkan Rio duduk di bawah kakinya.


" Kakak naik ke tempat tidur, ya,," Tanya Rio kepada Cinta meminta izin dari Cinta.


" Iya, Kak,, naik aja,," Bilang Cinta yang memindahkan posisi dirinya.


Sesaat Cinta merasakan lain saat Rio mulai menyentuh kakinya. Cinta merasa sedikit bergetar di tubuhnya saat tangan Rio mulai mengangkat kakinya dan meletakkan di atas pangkuan kaki Rio saat itu.


" Sebenarnya, Cinta malu minta dipijit seperti ini, Kak,," Bilang Cinta yang melihat Rio telah memijit kakinya itu.


" Heheheh, nggak apa-apa kok dek,," Jawab Rio tersenyum pada Cinta.


Cinta menatap wajah Rio dengan tatapan yang dalam dan memperhatikan Rio. Ternyata, Rio benar-benar membantu dirinya saat ini yaitu memijit pegal di kaki dan betisnya.


" Kamu, sangat baik padaku, Kak,, semoga nanti mendapatkan Istri yang baik ya kak,," Bilang Cinta dalam hati.


Cinta merasa nyaman saat kakinya telah dipijit oleh Rio. Sehingga membuatnya terbuai dan terlelap, mungkin karena, faktor lega telah dipijit oleh Rio.


Rio menoleh dan melihat Cinta istrinya saat itu telah terlelap pulas. Karena, merasa cukup memijit kaki Cinta, akhirnya Rio menurunkan kaki Cinta dengan perlahan dan menyelimuti tubuh Cinta menggunakan selimut tebal yang berada di bawah kaki Cinta.


Rio pun duduk di samping Cinta, sambil menatap wajah cantik Cinta yang masih dipoles dengan make up nya itu.


Rio berniat untuk membacakan doa pengantin supaya menjadi pasangan yang sakinah mawadah warahmah.


Rio pun mulai membacanya.


" Ya Allah, Ya Tuhan Kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang yang bertaqwa." Ucap Rio yang menyentuh lembut bagian puncak kepala Cinta.


Dengan gerakan lembut supaya tidak diketahui oleh Cinta, Rio untuk pertama kalinya dan untuk yang pertama juga menciumi kening seorang perempuan yaitu keningnya Cinta istrinya sendiri.


Rio merasakan hangat saat dirinya telah membaca doa untuk dia dan Cinta supaya menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.


Itulah harapan dari Rio saat ini hingga selamanya.


***


Update lagi ya Readers ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2