
Karena, Cinta setuju dengan tindakan Rio yang menghentikan perbuatannya itu lalu, sengaja menaruh lembut kepala Cinta pada lengannya. Jadi, Cinta sendiri hanya bisa pasrah menerima perbuatan lembut yang dilakukan oleh Rio terhadap dirinya itu.
Sambil tersenyum Rio menyalakan kembali mesin mobilnya dan sebelum menjalankan mesin mobilnya sekilas Rio menciumi puncak kepala Cinta dan mengusap lembut rambut istrinya itu.
" Dek," Panggil Rio kepada Cinta.
" Karena, perjalanan kita masih lama sampainya jadi Dedek bisa tidur terlebih dahulu, supaya nggak terlalu capek." Ucap Rio sambil mengusap lembut rambut Cinta.
" Eeemmm, nggak mau, Cinta mau nemenin Kak Rio, sambil lihat perjalanan,," Bilang Cinta sambil tersenyum senang di samping Rio.
" Heemm, Dedek, ya udah kalo misalnya Dedek ngantuk langsung tidur aja ya,," Ucap Rio sambil meneruskan perjalanannya.
" Heemm, iya Kak,," Jawab Cinta dengan sengaja memeluk erat pinggang Rio dan memutarkan tangan Rio untuk memeluk tubuhnya.
Dengan sengaja Cinta memeluk pinggang Rio lalu, lengan Rio yang di sebelah kirinya sengaja diangkat oleh Cinta untuk memeluk tubuhnya sedangkan tangan Cinta sendiri sengaja memeluk erat tubuh suaminya itu. Rio hanya tersenyum melihat kelakuan Cinta yang terlihat begitu ingin mendapatkan kasih sayang dari Rio.
" Heemm, Dedek, Kak Rio semakin suka jika Dedek bertingkah seperti ini,," Gumam Rio dalam hati sambil mengeratkan pelukannya terhadap tubuh Cinta.
Karena, melihat Cinta begitu nyaman duduk di dekatnya sambil memeluk pinggangnya itu, sambil memfokuskan penglihatannya dalam perjalanan Rio kembali melakukan tindakan gemasnya pada Cinta.
" Dek, kenapa memeluk tubuh Kak Rio begitu erat ?" Tanya Rio dengan suara gombal.
" Heemm, emang gak boleh ?" Tanya Cinta balik pada Rio dengan mendongakkan kepalanya.
Tatapan yang dilakukan Cinta pada Rio itu begitu jelas terlihat bahwa ia sangat geram atas pertanyaan yang disampaikan oleh Rio padanya itu.
" Kak Rio nggak bilang, nggak boleh loh dek, cuma Kak Rio nanya kenapa meluk tubuh Kak Rio erat sekali aja,," Jawab Rio sambil tersenyum menatap wajah Cinta yang sedang mendongak menatapnya itu.
" Ya, habis pertanyaannya Kak Rio itu, tepat sekali pada intinya,," Ucap Cinta dengan raut wajah bawel.
" Nggak dek, maaf ya jika salah,," Ucap Rio sambil merangkul tubuh Cinta dengan erat.
" Terus, kenapa Kak Rio merangkul Cinta begitu erat sekali ?" Tanya Cinta spontan pada Rio ketika merasakan tubuhnya dipeluk begitu erat oleh Rio.
" Ya, karena Kak Rio sayang ama Dedek,," Jawab Rio spontan dan membuat Cinta kaget.
" Hah!! apa Kak ?" Tanya Cinta spontan dengan Rio ketika tidak terlalu fokus mendengar perkataan Rio itu.
" Apa dek, apa yang Kakak katakan tadi ?" Tanya Rio balik pada Cinta yang juga bingung atas ucapannya sendiri.
" Loh, kok Kak Rio juga bingung sih," Bilang Cinta sambil beranjak bangkit dari tempatnya.
" Iya, karena, Kak Rio juga nggak fokus tadi dek, maaf ya Kak Rio juga lupa,," Ucap Rio yang memang benar lupa atas ucapannya sendiri itu.
" Heemm ya udahlah nggak apa-apa,," Jawab Cinta mengangguk dan kembali lagi ke posisinya semula.
Saat kembali lagi ke posisinya semula, Cinta kembali menelusuri ucapan yang dikatakan oleh Rio secara spontan dan tidak terlalu terdengar oleh telinganya itu.
" Memangnya apa yang Kak Rio katakan barusan ya, kenapa aku nggak denger," Gumam Cinta dalam hati sambil memikirkan kembali ucapan yang disampaikan oleh Rio itu.
" Eemmm, jika saja mobil ini bisa merekam, aku ingin sekali mendengar ucapan yang disampaikan oleh Kak Rio barusan,," Ucap Cinta dalam hati sungguh ingin sekali mendengar kembali perkataan yang dilontarkan secara langsung oleh Rio itu.
__ADS_1
Dan, di saat Cinta kembali ke dalam posisinya itu, dalam kondisi tersenyum Rio langsung meminta maaf pada Cinta atas ucapannya yang spontan diutarakan pada Cinta. Dan, Rio sendiri malah tidak terlalu jelas akan ucapannya itu.
" Memangnya apa yang ku ucapkan pada Dedek tadi, ya kok aku bisa lupa sendiri sih," Ucap Rio dalam hati sambil mengingat kembali perkataannya itu.
" Supaya gak bikin Dedek kepikiran, lebih baik aku minta maaf saja, karena, aku juga lupa memangnya ngomong apa aku barusan." Ucap Rio sendiri yang merasa bingung dengan ucapannya itu.
" Eemmm, Dek,," Panggil Rio pada Cinta.
" Heemm ya kak,," Jawab Cinta dengan suara sedikit serak.
Karena, mendengar suara Cinta sedikit serak itu, membuat Rio merasa bersalah karena, tidak sengaja sudah membangunkan Cinta dalam tidurnya itu.
" Dedek udah bobo, maaf ya jika kakak bangunin,," Ucap Rio sambil menyentuh lembut wajah Cinta.
" Heemm belum kak, nggak apa-apa, ada apa Kak ?" Tanya Cinta dengan suara lembutnya.
" Bener nggak apa-apa ?" Tanya Rio balik.
" Iya Kak ada apa ?" Tanya Cinta serius.
" Sebenarnya Kak Rio mau minta maaf, karena, tadi Kakak kayaknya keceplosan dan lupa memangnya Kak Rio tadi ngomong apaan gak tau," Bilang Rio yang masih tetap fokus dengan kemudinya itu.
" Hemm nggak apa-apa, Kak,," Jawab Cinta tersenyum sambil menyentuh lembut wajah Rio dengan belaian telapak tangannya.
" Dedek cuma berpikir jika mobil ini bisa merekam omongan Kak Rio tadi pastinya Cinta bisa mendengarkannya lagi,," Ucap Cinta sambil tersenyum dengan sengaja membuat Rio menoleh ke arahnya ikut tersenyum juga.
" Hehehehe, sayangnya mobil ini nggak bisa merekam ya dek,," Gumam Rio hingga membuat Cinta tertawa kecil.
" Ya udah, gak usah dipikirin dek, jika Kak Rio bisa mengingat kembali ucapan itu Kak Rio akan katakan lagi pada Dedek oke,," Ucap Rio yang lagi meletakkan kembali kepalanya Cinta pada dadanya itu.
" Heemm, jika Dedek bisa mengingatnya dengan jelas pastinya Dedek akan meminta Kak Rio lagi untuk mengatakannya,," Bilang Cinta juga sambil mengelus lembut dada Rio.
Karena, persoalan ungkapan Rio itu telah selesai, Cinta teringat dengan kelakuan Rossa yang mendatangi rumah mereka pagi ini. Dan, Cinta juga berpikir daripada dia tertidur di dalam perjalanannya ini, lebih baik dia ingin mendengarkan semua apa saja yang pernah terjadi pada Rio dan Rossa.
" Oh ya Kak, Cinta boleh nanya sesuatu gak ?" Tanya Cinta lembut pada Rio.
" Iya dek, tanya aja,," Jawab Rio singkat.
" Eemmm tapi jangan marah ya Kak,," Gumam Cinta menatap wajah Rio.
" Ya ampun dek, ngapain juga Kak Rio marah jika Dedek mau nanya sesuatu pada Kakak,," Bilang Rio lembut.
" Baiklah, Cinta akan mulai bertanya,," Ungkap Cinta sambil tersenyum.
" Sebenarnya Kak Rio dan Rossa memiliki hubungan apa di waktu dulu ?" Tanya Cinta spontan pada Rio.
Sambil tersenyum Rio segera menjawab pertanyaan dari Cinta yang membuat hatinya tergelitik saat mendengar perkataan dari Cinta istrinya ini.
" Hahahaha, benar Dedek mau tahu ?" Tanya Rio sambil terkekeh geli.
" Hemm jika Kak Rio mau menceritakannya, Cinta mau banget untuk tahu semuanya,," Ucap Cinta dengan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Ya udah Kak Rio akan ceritakan semuanya, tapi, Dedek harus berjanji untuk mempercayai semua cerita Kak Rio ini,," Bilang Rio meminta kepastian dari Cinta.
" Hemm ya Kak,," Jawab Cinta menganggukkan kepalanya.
" Baiklah, dengarkan ya dek,," Bilang Rio sambil meletakkan kembali kepalanya Cinta pada tubuhnya itu.
" Tapi, sebelumnya Kak Rio mau, sambil Kak Rio menceritakan semua cerita ini, Kak Rio ingin agar Dedek selalu memeluk erat tubuh Kakak,," Ucap Rio meminta Cinta untuk melakukan suatu hal pada tubuhnya itu.
Ketika mendengarkan ucapan Rio yang meminta Cinta untuk memeluk tubuhnya dengan erat sambil Rio menyampaikan semua cerita tentang dirinya dan Rossa itu dengan segera Cinta menuruti keinginan yang dipinta oleh Rio itu. Dan, disaat Cinta memeluk tubuhnya itu secara spontan Rio tersenyum hangat melihat tindakan Cinta yang begitu patuh pada keinginannya.
" Hemm baik Kak, Cinta akan tetap memeluk tubuh Kak Rio selama Kak Rio menceritakan semuanya pada Cinta." Ucap Cinta tersenyum senang dan langsung memeluk erat tubuh suaminya itu.
" Terima kasih ya dek, karena, sudah mau memeluk Kak Rio,," Bilang Rio sambil mengusap lembut rambut Cinta.
" Sebenarnya, Kak Rio tidak memiliki hubungan apapun dengan Rossa dek, dari Kak Rio kecil saat pindah ke kampung itu Kak Rio tidak memiliki sahabat ataupun teman satupun, karena, semua orang kampung menganggap kehidupan ekonomi keluarga Kak Rio begitu rendah. Oleh sebab itu dari kecil Kak Rio tidak memiliki satu orang teman yang mau menjadi teman baik Kak Rio." Ucap Rio menjelaskan cerita kehidupannya di masa kecil saat ia berusia lima tahun dan pindah dari kampung lain menuju kampung tempat tinggalnya saat ini.
" Nah, karena, semua orang tidak mau menjadi temannya Kak Rio, waktu itu pak kepala desa memiliki sebuah niat untuk buruk terhadap Mamanya Kakak, cuma niat buruknya itu sempat diketahui oleh istrinya sendiri yaitu Maminya Rossa dan saat itu Kak Rio masih kecil begitu juga dengan Rossa, disaat itu juga karena, Pak Kepala desa tidak mau membuang waktu untuk membahas niat buruknya itu terhadap Mamanya Kak Rio, oleh sebab itu Pak Kepala desa sengaja mendekatkan putrinya Rossa pada Kakak. Tapi, Kak Rio jelas tidak suka melihat kelakuan pak kepala desa yang menutupi niat buruknya itu kepada Mamanya Kak Rio dengan alasan bahwa Rossa putrinya itu begitu dekat sekali dengan Kakak." Ucap Rio lagi mengingat kembali ceritanya di masa kecil dulu.
" Karena, ekonomi keluarga kami rendah, oleh sebab itu kepala desa yang memiliki ekonomi tinggi bisa menutupi semua kesalahannya terhadap Mama dan karena menurut Nenek, setelah Mama melahirkan Kak Rio, saat itu juga Mama memiliki penyakit yang tidak bisa membuat hidupnya panjang di dunia, ternyata benar ajal Mama begitu cepat hanya bisa merawat anaknya batas usia lima tahun lebih." Ucap Rio yang semakin membuat Cinta merasa sedih saat mendengarkannya.
" Dan, Mamanya Kak Rio sama sekali tidak bisa menuntut apapun yang telah dilakukan oleh Kepala desa terhadap perbuatannya itu pada Mama, karena, malam itu sebelum Mama meninggal, Mama berpesan pada Kak Rio bahwa Papanya Kak Rio masih ada tapi entah dimana keberadaannya. Dan, jika Mama udah pergi meninggalkan Kak Rio, oleh sebab itu Kak Rio mendapatkan amanah dari Mama untuk mencari keberadaan Papa." Gumam Rio yang masih meneruskan perjalanan cerita hidupnya itu.
" Dan, disaat Mama meninggal dunia barulah kepala desa itu tidak lagi datang ke rumah kami dan begitu mengenali siapa saja yang ada di rumah kami dan bahkan disaat Mama meninggal tidak ada keluarga lain yang datang ke kampung, dan juga Nenek pernah berkata bahwa Mama akan dimakamkan di kampung tempat dimana Mama melahirkan Kak Rio, oleh sebab itu saat Mama meninggal dunia, Mama segera dibawa pergi dari kampung tempat tinggal kita sekarang," Jelas Rio lagi dengan wajah yang terlihat begitu sedih.
" Heemmm ternyata memang dasar gila tuh pak kepala desa,," Celetuk Cinta di tengah pembicaraan Rio yang sedang menceritakan kehidupan Mamanya yang begitu tragis sebelum meninggal dunia.
" Memang benar dek, oleh sebab itu, saat Kak Rio akan mengajak Dedek pulang ke kampungnya Kakak sekarang, kita tidak boleh tinggal serumah kalau tidak memiliki sebuah hubungan apapun. Dan, kepala desa juga tidak akan percaya begitu saja jika Dedek adalah adik angkatnya Kak Rio. Maafkan Kak Rio, jika hubungan kita ini mendesak Dedek untuk menjadi istrinya Kakak. Karena, Kak Rio nggak mau jika nantinya Dedek akan diperlakukan buruk oleh pak kepala desa dek,," Ucap Rio yang masih fokus dengan jalanan di hadapannya itu.
" Heemm, Cinta mengerti Kak, berarti Kak Rio memang tidak memiliki hubungan apapun dengan Rossa anaknya kepala desa itu ?" Tanya Cinta lagi yang terdengar begitu memaksa Rio untuk memastikan ceritanya itu.
" Heemm, iya dek, dari kecil hingga sekarang Kak Rio tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Rossa dan apapun yang diucapkan oleh Rossa tentang Kak Rio itu semua hanyalah kebohongan. Karena, sedari dulu kepala desa memang selalu menganggap orang tua Kak Rio rendah karena, Kak Rio merupakan anak dari seorang janda yang tidak memiliki ekonomi tinggi." Ucap Rio tak disangka mengeluarkan air matanya.
Ketika Cinta mendongakkan kepalanya menatap lembut wajahnya Rio, tak disangka Cinta terperanjat dengan ucapan Rio yang begitu membuatnya terpana. Dengan kelembutan yang ada spontan Cinta langsung menghapus air mata Rio itu dan langsung mengecup lembut mata yang telah mengeluarkan air mata itu.
CUUPP !!
CUUPP !!
" Jangan sedih lagi Kak, Kak Rio tidak sendiri tapi, ada Cinta disini, ada Cinta yang selalu setia menemani Kak Rio kapanpun dan selalu setia untuk menjadi istri Kak Rio." Ucap Cinta dengan lembut sambil memandangi mata Rio.
Rio merasa bahagia ketika mendengarkan ucapan Cinta begitu lembut mengalun merdu di telinganya itu. Dan, perlakuan Cinta yang romantis terhadap tubuhnya itu menandakan bahwa memang benar saat ini Cinta telah meletakkan rasa perhatiannya kepada Rio.
Dan, dengan lembut juga Rio membalas kecupan yang dilakukan oleh Cinta tepat di matanya itu pada bagian kening Cinta. Sehingga hal itu membuat Cinta semakin mengeratkan pelukannya terhadap Rio.
" Terima kasih ya dek, jika benar apa yang diucapkan Dedek saat ini untuk Kakak, hanya Dedek orang pertama menjadi sahabat terbaik Kak Rio dari dahulu sampai saat ini,," Ucap Rio setelah mengecup lembut puncak kepala Cinta.
" Heemm iya Kak,," Jawab Cinta sambil mengangguk tersenyum.
Karena, merasa bahwa cerita Rio itu terdengar begitu serius dan benar adanya. Tanpa rasa malu lagi Cinta tetap saja menempelkan tubuhnya pada tubuh Rio yang sedang fokus menyetir mobilnya itu. Dan, terlihat juga rona wajah kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya Rio.
****
__ADS_1