
Tentunya dengan lembut Cinta turun dari mobil dan Rio juga langsung menutup pintu mobilnya, setelah memastikan keadaan semuanya aman, barulah Rio menggandeng tangan Cinta untuk masuk ke dalam kantor urusan agama itu.
" Terima kasih, Kak,," Ucap Cinta sambil tersenyum.
" Iya dek, awas hati-hati," Bilang Rio yang terlihat begitu perhatian pada Cinta.
" Hihihi, Kak Rio, protektif amat sih, kayak nyambut anak kecil aja,," Seru Cinta seketika.
" Hehehehe, emang harus protektif terhadap Dedek, karena, dari dulu Dedek itu Kak Rio anggap emang anak kecil." Ucap Rio seketika pada Cinta membuat Cinta terbelalak kaget.
" Apa ? anak kecil !!" Seru Cinta seketika terbelalak mendengar ucapan pengakuan dari Rio yang selama ini telah menganggapnya anak kecil.
Seketika Rio berhenti sejenak melangkah karena, Cinta berseru heran ketika Rio mengatakan bahwa waktu dulu Rio sendiri telah menganggap Cinta seperti anak kecil. Dan Rio bisa lihat dengan jelas bagaimana raut wajah Cinta yang sedang berekspresi antara jutek dan kesal terhadap anggapan Rio pada dirinya itu.
" Eehhh, bukan begitu dek, maksudnya kayak gini,," Jawab Rio seketika terhenti karena, Cinta sengaja memotong perkataannya itu.
" Maksudnya apa, anak kecil betul kan ?" Tanya Cinta lagi dengan wajah menyelidik.
" Hehehe bukan begitu dek, jangan ngambek dulu, karena, bagi Kak Rio Dedek itu begitu berharga, jadi, ya sangat wajar jika Kak Rio begitu protektif terhadap Dedek dan selalu menganggap Dedek seperti anak kecil. Karena, anak kecil sendiri harus dijaga supaya selalu bisa melindungi keselamatan dan keamanan hidupnya,, begitu dek,," Ucap Rio yang terdengar panjang lebar saat sedang menjelaskan argumentasi tentang anggapannya itu terhadap Cinta.
" Heemm, Cinta tahu, tapi, kenapa Kak Rio nganggep Cinta anak kecil ?" Tanya Cinta lagi dengan wajah bawelnya.
Sebenarnya, Rio sendiri sudah menjawab pertanyaan Cinta yang selalu berulang ini. Namun dengan sabarnya Rio menjawab sekali lagi pertanyaan dari Cinta itu dengan detail supaya Cinta mengerti apa maksud dari anggapannya itu.
" Karena, Dedek adalah seorang wanita yang sangat berharga bagi hidup Kakak dan Kakak tidak akan pernah bisa melepaskan tanggung jawab Kakak untuk selalu menjaga Dedek sampai kapanpun,," Jawab Rio dengan detail sehingga membuat Cinta sedikit terdiam saat mendengar ucapannya itu.
" Hihihihihihi, ternyata benar selama ini Kak Rio, memiliki sebuah perasaan tanggung jawab padaku ini,," Gumam Cinta dalam hatinya, terpesona saat mendengar jawaban lembut dari Rio.
" Hihihihihihi, terima kasih Kak, cinta senang mendengarnya,," Sambung Cinta lagi dengan perasaan yang sedang berbunga-bunga.
" Tapi, maaf ya Kak, jika Cinta suka bercanda terhadap Kak Rio." Ucap Cinta dalam hati sambil berniat untuk membuat sebuah rencana candaan terhadap Rio.
Begitu terdengar jelas bagi Cinta bahwa Rio sedang mengungkapkan sedikit isi hatinya yang tertunda saat di lokasi tambak benih ikan tadi. Sebenarnya, Cinta juga mengerti akan maksud dari perkataan Rio saat di awal barusan, namun, Cinta sungguh senang sekali ketika melihat wajah Rio yang berekspresi sedang meluapkan perasaan hatinya itu.
" Heemm, ya sudah kalau begitu anggapannya bahwa Cinta ini merupakan tanggung jawab dari Kak Rio, tapi, Kak Rio harus ingat, bahwa ucapan Kak Rio itu gak boleh diingkari,," Bilang Cinta sengaja memberikan penekanan janji terhadap Rio.
" Jika, Kak Rio berani mengingkarinya, lihat aja, Cinta gak akan percaya lagi setiap pengakuan dan ucapan apapun dari Kak Rio,," Ucap Cinta lagi dengan sengaja memberikan sebuah penekanan janji terhadap Rio sendiri dan dirinya juga.
" Siap dek, Kak Rio sudah berjanji atas nama Kak Rio sendiri bahwa Kak Rio akan selalu menjaga dan melindungi istri Kak Rio ini sampai kapanpun,," Jawab Rio dengan sengaja menyandarkan tubuh Cinta menempel ke mobil.
Seketika Cinta tersenyum bahagia saat mendengar jawaban Rio itu, namun, Cinta tersadar saat ini posisi mereka sedang berada di sebuah kantor urusan agama dan merupakan tempat umum yang banyak sekali terdapat orang disana. Dengan segera Cinta seolah melepaskan sandaran yang dilakukan Rio terhadap tubuhnya itu sambil tersenyum-senyum mengingatkan Rio bahwa mereka sedang ada di luar dan di tempat umum.
" Terima kasih banyak Kak, ternyata, masih ada orang yang baik terhadapku seperti, kamu suamiku,," Gumam Cinta dalam hati sambil tersenyum.
" Eee,, eemm,," Suara orang yang seketika lewat dan berdehem kepada Cinta dan Rio.
" Eeehhh, ya ampun ada orang lagi,," Seru Cinta seketika kaget mendengar suara orang yang berdehem melihat kelakuan mereka.
Dan seketika Cinta kaget saat mendengar suara orang yang berdehem padanya itu, sehingga Cinta langsung saja berpura-pura seperti tidak melakukan apapun bersama Rio di dekat mobilnya itu.
" Hehehehe, ya udah, ayo suamiku kita masuk ke dalam !" Seru Cinta seolah tidak melakukan apapun melewati orang yang sudah beranggapan buruk terhadap dirinya dan Rio itu.
" Oohhh iya Istriku,," Jawab Rio ikut kompak dengan kelakuan yang dilakukan oleh Cinta.
__ADS_1
Seketika Rio tersenyum-senyum melihat kelakuan Cinta yang sengaja mengajaknya masuk dengan panggilan suamiku. Sebenarnya, Rio tahu Cinta sengaja melakukan itu karena, ada seseorang yang melihat kelakuan di antara mereka berdua terlihat mesra namun tidak terlalu tampak. Oleh sebab itu, untuk menghapus pikiran buruk dan anggapan buruk dari orang itu dengan sengaja dan bangganya Cinta menyebut Rio menggunakan panggilan nama langsung secara resmi yaitu suami.
" Hehehehe Dedek ada-ada saja ya kelakuannya,," Gumam Rio dalam hati seketika senyum melihat kelakuan Cinta yang sedang melangkahkan kakinya sambil menggandeng tangan Rio dan dengan bangganya memanggil Rio suami.
Sambil tersenyum bersama dengan segera Cinta dan Rio berjalan bersama memasuki kantor yang pernah mengurus pernikahan di antara mereka berdua ini. Dan hari ini memang jadwal waktunya pasangan suami istri ini mengambil surat keterangan pernikahan yang telah mereka lakukan beberapa waktu lalu.
Sesampainya di dalam ruangan itu, Rio segera mengajak Cinta untuk menghampiri seseorang petugas yang berada di bagian paling depan untuk menanyakan di bagian manakah mereka harus mengambil surat keterangan nikah yang sudah jadi.
" Permisi Pak,," Ucap Rio ketika sudah mendekati salah satu petugas.
" Ya, ada yang bisa dibantu, silahkan duduk ?" Tanya petugas itu kepada Rio serta mempersilahkan Cinta dan Rio untuk duduk di hadapannya.
Pastinya Cinta dan Rio langsung saja duduk tepat di hadapan petugas itu. Karena, tidak mungkin mereka bertanya kepada seorang petugas dengan berdiri dan tidak menunjukkan adanya rasa kesopanan terhadap semua orang.
" Eeemm saya mau tanya, saya dan istri saya sudah melangsungkan pernikahan kami disini sekitar beberapa waktu yang lalu dan menurut keterangan surat yang ada bahwa buku nikah kami sudah selesai kemarin,," Ucap Rio menjelaskan maksud kedatangannya bersama Cinta ke kantor itu.
" Apakah kami sudah bisa untuk mengambil surat dan buku pernikahannya ?" Tanya Rio lagi kepada petugas itu.
" Baik, atas nama siapa, Mas ?" Tanya petugas itu kepada Rio.
" Ini berkas-berkasnya, Pak,," Bilang Rio sambil memberikan sebuah berkas yang telah disiapkan olehnya selama ini.
" Baik, terima kasih, tunggu sebentar, akan saya periksa dulu ya Pak,," Bilang petugas itu kepada Rio.
" Baik Pak,," Jawab Rio sambil mengangguk.
Disaat petugas itu sedang memeriksa berkas yang telah diberikan oleh Rio padanya itu. Rio sendiri menoleh ke arah Cinta sambil tersenyum dan Cinta membalaskan kelakuan Rio yang tersenyum padanya itu untuk memberikan keyakinan bahwa surat keterangan nikah serta buku nikah mereka telah keluar.
Tak lama dari penungguannya yang dilakukan oleh Cinta dan Rio saat sedang duduk di depan meja petugas. Dengan memberikan sebuah senyuman petugas itu langsung saja membicarakan suatu hal yang telah dipertanyakan oleh Rio.
" Oohh begitu ya Pak, terima kasih banyak atas informasinya,," Ucap Rio kepada petugas yang baru saja memberikan informasi padanya itu.
" Baik, sama-sama Mas, untuk berkas surat keterangan nikah dan juga buku nikahnya silahkan anda masuk ke dalam ruangannya yang ada di bagian pojok sana,," Bilang petugas itu sambil menunjukkan tempat dimana Rio harus pergi untuk mengambil surat keterangan dan buku nikahnya.
Dengan arah tunjukkan lurus ke sebuah ruangan, Rio dan Cinta juga mengikuti arah tempat yang telah ditunjukkan oleh petugas itu. Setelah mengetahui tempatnya Rio dan Cinta langsung menerima kembali berkas di atas meja petugas itu dan langsung saja pergi ke tempat ruangan yang ditujukan.
" Oh disana baik Pak terima kasih banyak atas informasinya,," Ucap Rio lagi sambil tersenyum mengambil berkas yang ada di atas meja.
" Terima kasih banyak, Pak,," Ucap Cinta sambil tersenyum kepada petugas itu.
" Sama-sama,," Jawab petugas itu pada Cinta dan Rio.
Sambil memberikan salam santun kepada petugas dan mengucapkan kata permisi dengan segera Cinta dan Rio langsung melangkah menuju ruangan yang telah ditunjukkan oleh petugas kepada mereka.
Sesampainya di dalam ruangan yang telah ditunjukkan oleh petugas depan kepada Rio dan Cinta, masuklah Cinta dan Rio ke dalam ruangan tersebut. Sebelum memasuki ruangannya terlebih dahulu Rio mengetuk pintu itu karena, banyak sekali petugas yang sedang berada di dalam ruangan tersebut.
Tok !! Tok !! Tok !!
Suara ketukan pintu yang dilakukan Rio sebelum memasuki ruangan tempat dirinya akan mengambil surat keterangan nikah dan juga buku nikahnya.
" Silahkan masuk, ada yang bisa dibantu ?" Tanya salah satu petugas yang posisi tempat duduknya paling depan dan di dekat pintu.
Dengan segera pastinya Rio langsung melangkahkan kakinya masuk sambil mengajak Cinta untuk ikut masuk ke dalam ruangan itu juga.
__ADS_1
" Ya, terima kasih Pak," Ucap Rio sambil sedikit menganggukkan kepalanya kepada petugas yang berada di dekat pintu.
" Ayo dek !" Ajal Rio pada Cinta sambil menggandeng tangan istrinya itu.
Rio dan Cinta masih tetap berdiri di depan petugas itu sambil menanyakan tentang tujuannya mendatangi ruangan itu.
" Begini saya datang kesini dengan tujuan mau mengambil surat keterangan nikah dan buku nikah saya Pak,," Ucap Rio yang memberitahukan tujuannya datang ke kantor itu.
" Oohhh, baik, boleh dilihat berkasnya ?" Tanya Bapak petugas itu kepada Rio.
" Oh ya Pak, ini,," Ucap Rio sambil memberikan sebuah berkas ke atas meja petugas itu.
" Baik, saya periksa nomornya dulu ya Pak,," Ucap petugas itu kepada Rio.
" Silahkan duduk sambil menunggu,," Bilang petugas itu lagi menawarkan tempat duduk kepada Cinta dan juga Rio.
" Baik terima kasih,," Ucap Rio berbarengan dengan Cinta.
Saat ini Rio dan Cinta sedang duduk sambil menunggu petugas yang sedang memeriksa berjasa keterangan surat pernikahan mereka. Tidak lama kemudian setelah selesai melakukan pemeriksaan terhadap berkas yang diberikan oleh Rio. Sambil tersenyum petugas itu memberikan sebuah informasi bahwa memang benar surat dan buku nikah pernikahan di antara Rio dan Cinta sudah selesai.
" Baik, setelah diperiksa berkasnya, surat keterangan dan juga buku nikah Pak Rio dan Ibu Cinta sudah selesai," Ucap petugas itu kepada Rio dan Cinta sambil tersenyum.
" Alhamdulillah !" Seru Rio sambil mengelus dadanya setelah mendengarkan ucapan petugas yang baru saja ditemuinya.
" Tunggu sebentar ya Pak, saya ambilkan dahulu buku dan surat keterangan nikahnya,," Sambung petugas itu lagi menyampaikan informasinya kepada Cinta dan Rio.
" Oh baik Pak,," Jawab Rio sambil menganggukkan kepalanya.
Saat ini petugas itu sedang beranjak pergi menuju ke sebuah ruangan tempat dimana ruangan itu menyimpan semua berkas dan juga data penting. Sedangkan Cinta tersenyum senang ketika melihat wajah Rio begitu berseri-seri terlihat jelas bahwa dirinya saat ini sedang merasa bahagia.
" Senang banget ya Kak ?" Tanya Cinta di tengah keheningan pembicaraan antara mereka berdua.
" Aakkhh apa dek ?" Tanya Rio balik pada Cinta yang seketika kaget saat mendengar sapaan dari istrinya itu.
" Karena terlalu senang, sampai gak tau pertanyaan dari Cinta,," Celetuk Cinta sambil tersenyum sendiri.
" Iiihhhh, Kakak beneran nggak tau dek,," Jawab Rio lagi dengan suara yang di pelankan.
" Hehehehe, ya udah nggak apa-apa, cuma tadi Cinta nanya, kayaknya hati ini bahagia banget ya, kalau surat keterangan nikah dan juga buku nikah kita udah selesai,," Bilang Cinta dengan wajah polosnya hingga membuat Rio gemes melihat ucapan yang disampaikan oleh istrinya itu.
" Iiihhhh Dedek, gemesin banget sih,," Seru Rio dalam hati sambil tersenyum senang melihat wajah polos istrinya itu yang ternyata juga bahagia atas surat keterangan nikahnya sudah keluar.
" Heemm, pastinya Dedek juga ikut senang bukan,," Sambung Rio lagi atas ucapan Cinta sendiri tengah memancing pendengaran Rio sebelumnya.
" Heemm, ya iya donk, masa nggak,," Jawab Cinta langsung.
Tak lama dari penungguannya itu petugas yang awalnya sedang menuju ke sebuah ruangan telah selesai dengan membawa berkas yang diberikan oleh Rio serta sebuah berkas lain dengan dua buku berwarna merah dan juga hijau. Di dalam hatinya Cinta menerka dengan dua buku yang diperhatikannya itu pasti buku nikah mereka berdua.
" Itu pasti buku nikahnya,," Gumam Cinta dengan suara kecilnya namun terdengar oleh Rio yang berada di sampingnya.
" Hah !! apa dek ?" Tanya Rio sedikit mendengarkan gumaman suara Cinta.
" Aaahh, nggak kak, hehehe,," Jawab Cinta sambil tersenyum sendiri.
__ADS_1
Dengan segera petugas itu melangkahkan kakinya menuju ke meja tempatnya bekerja dan langsung berhadapan kembali dengan Cinta dan Rio sambil tersenyum Bapak petugas itu memberikan sebuah berkas keterangan surat pernikahan Rio beserta buku nikah pernikahan di antara Rio dan Cinta secara langsung.
****