Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 121 Sifat Manja


__ADS_3

Cinta tidak bisa mengelak ajakan Rio saat ini, karena, bisa dilihat bahwa tujuan Rio hari ini membawa Cinta keluar dari kampungnya itu untuk membeli semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh Cinta saat berada di dalam rumahnya. Karena, selama beberapa hari ini disaat Cinta sedang melakukan pekerjaan rumah, Rio merasa kasihan dan tidak enak sendiri melihat Cinta melakukan pekerjaan rumah yang tidak pernah dilakukannya selama ia berada di rumah orang tuanya.


" Heemm pake rahasia, rahasia segala,," Celetuk Cinta sambil melangkah menuju ke arah kasir.


" Hehehehe nanti Dedek akan tahu sendiri,," Seru Rio tersenyum senang.


" Iya, iya, iya," Jawab Cinta menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Setelah melakukan transaksi pembayaran di toko tempat mereka membeli mesin cuci itu dan seperti apa yang dilakukan pelayan toko pertama tempat mereka membeli kompor, pelayan di toko ini juga membungkus mesin cuci yang telah dibeli oleh Cinta dan meletakkannya pada bagian konter paling depan.


Setelah selesai memastikan semua barangnya itu barulah Rio mengajak Cinta menuju ke sebuah toko lainnya dimana toko tersebut menjual mesin-mesin elektronik lainnya seperti mesin penyedot debu, mesin blender dan mesin lainnya yang akan digunakan oleh Cinta dalam melakukan kegiatannya sehari-hari.


Setelah sampai ke toko berikutnya, Cinta dikagetkan dengan suasana toko yang baru saja diajak oleh Rio melihat toko itu. Ternyata disana menjual semua alat elektronik yang sangat dibutuhkan oleh seorang wanita seperti Cinta. Dengan mata terharunya itu Cinta merasa bahagia ketika dipinta oleh Rio untuk memilih apa saja yang diinginkannya dan juga dibutuhkannya.


" Silahkan dipilih Sayang,," Ucap Rio sambil melangkah masuk dan mengajak Cinta masuk ke dalam toko tersebut.


" Waaaahhh, ternyata Kak Rio bisa banget ya milih toko,," Ucap Cinta sambil berseru senang ketika masuk ke dalam toko dengan suasana barang penuh dengan kebutuhan seorang wanita.


" Hehehehe, iya sayang, ini semua pasti dibutuhkan Dedek," Bilang Rio lagi meyakinkan pekerjaan Cinta dalam sehari-harinya.


" Hehehe benar banget Kak,," Jawab Cinta langsung melangkah dan memilih barang mana saja yang akan dibelinya.


" Cinta boleh ngambil barang yang diperlukan Kak ?" Tanya Cinta pada Rio sambil berkedip seolah meminta persetujuan.


" Boleh silahkan, apa aja yang dipilih dan dibutuhkan Dedek, Kak Rio setuju,," Jawab Rio menganggukkan kepalanya menyetujui keinginan Cinta.


" Yes, terima kasih suamiku,," Seru Cinta dengan spontan memeluk tubuh Rio.


" Hehehehe iya sayang, ya udah pilih gih," Ucap Rio sambil memberi kecupan lembut tepat di puncak kepala Cinta.


" Beres Kak,," Jawab Cinta dengan segera memilih apa saja yang dibutuhkannya.


Dengan segera Cinta melangkah dan memilih apa saja yang benar-benar dibutuhkannya di dalam rumah Rio. Walaupun Cinta diberi kebebasan dalam memilih apapun yang diinginkannya, namun, Cinta juga menjaga batasannya dalam hal memilih barang apa saja yang dibutuhkannya itu. Karena, Cinta juga mengerti bagaimana isi dompet dari suaminya itu, ya, walaupun Cinta belum tahu pastinya isi dompet Rio.


Tapi, bagi Cinta lebih baik mereka mengirit dalam hal apapun, karena, Cinta tidak mau di cap sebagai seorang istri yang hanya bisa berpangku tangan serta menghamburkan uang suaminya dengan membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Oleh sebab itu Cinta hanya memilih barang yang benar-benar dibutuhkannya saat berada di rumah.


" Setelah selesai belanja semua barang ini, sebelum pulang ke kampung kita makan siang dulu ya Sayang,," Ucap Rio sambil mengiringi langkah kaki Cinta yang sedang memilih barang itu.


" Iya Kak, Cinta juga laper dan nggak tahan nanti pulang kampung, jika belum makan,," Jawab Cinta sambil menoleh ke arah Rio.


" Hehehehe iya sayang, paling kita sampainya ke rumah tengah malam nanti mungkin dek,," Ucap Rio lagi pada Cinta.


" Nah itu, jadi perut Kak Rio ini harus dikasih energi dulu, biar bisa nyetir mobilnya nggak lemas,," Ucap Cinta balik sambil sedikit menepuk perut Rio.


" Hahahaha Dedek bisa aja," Seru Rio melihat kelakuan Cinta yang sedang menepuk perutnya itu dengan lembut.


" Ya udah pilih gih barangnya," Ucap Rio lagi pada Cinta sambil meminta Cinta kembali memilih barang-barang.


" Oke Kak,," Jawab Cinta mengangguk.


Setelah selesai memilih barang apapun yang dibutuhkan oleh Cinta saat berada di kampungnya nanti. Cinta segera memberitahukan Rio bahwa hanya itu saja barang yang dibutuhkannya, sebenarnya Rio tahu Cinta mengerti akan keuangan dirinya, oleh sebab itu Rio segera mengambil apa saja yang menurut Rio penting untuk Cinta.


Dan disaat Rio mengambil apa saja barang yang penting untuk Cinta itu, betapa terkejutnya Cinta melihat kelakuan Rio yang terlihat begitu memanjakan keinginannya itu. Sehingga membuat Cinta segera mengembalikan apa saja barang yang telah dipilih oleh Rio untuknya itu.


" Udah ini aja Kak,," Bilang Cinta pada Rio.

__ADS_1


" Cuma Ini sayang ?" Tanya Rio pada Cinta setelah melihat isi troli barang yang telah diisi oleh Cinta.


" Iya Kak,," Jawab Cinta penuh keyakinan.


" Heemm Dedek, Kak Rio udah bilang, ambil apa saja yang dibutuhkan oleh Dedek, karena, ini hanya sedikit, pasti masih ada yang dibutuhkan Dedek,," Ucap Rio yang terlihat memprihatinkan sikap Cinta yang terlalu memikirkan tentang dirinya itu.


" Ya, hanya barang ini yang dibutuhkan Cinta Kak,," Jawab Cinta dengan penuh keyakinan.


" Heemm tunggu sebentar,," Bilang Rio sambil memikirkan sesuatu.


" Kakak mau tanya satu hal, Dedek percaya nggak sama Kak Rio ?" Tanya Rio pada Cinta.


" Heemm ya Kak, tentu saja Cinta percaya,," Jawab Cinta mengangguk penuh keyakinan.


" Yakin percaya ama Kak Rio ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.


" Iya Kak yakin seratus persen, tapi imannya tetap sama Allah,," Jawab Cinta seraya tersenyum.


" Hehehehe iya dek itu yang paling utama,," Bilang Rio lagi sambil tersenyum juga.


" Ya udah kalo Dedek percaya, yuk ikut Kakak,," Bilang Rio sembari menggandeng tangan Cinta dan mendorong troli ke arah awal mereka masuk ke dalam toko tersebut.


Dengan lembutnya Rio segera mengaja Cinta untuk mengikuti langkah kakinya dalam memilih apa saja yang akan menjadi kebutuhan dan yang diperlukan oleh Cinta saat Cinta sedang berada di rumahnya itu. Dan Cinta sendiri hanya bisa mengikuti langkah kaki Rio yang sengaja sedang menggandeng tangannya itu.


Saat ini terlihat Rio sedang melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana ia pertama kali masuk ke dalam toko tersebut dan dari awal itu juga Rio melihat serta memilih barang apa saja yang dibutuhkan oleh istrinya ini. Namun, dengan pusingnya Cinta melihat kelakuan suaminya itu yang mengambil semua barang untuk digunakan oleh dirinya itu.


Awalnya Cinta meletakkan kembali barang yang telah dipilih oleh Rio, namun, karena, wajah Rio terlihat seperti memelas sekali untuk membeli semua barang-barang yang telah dipilihnya itu. Akhirnya Cinta mengalah dengan kelakuan Rio yang membuatnya geleng-geleng kepala.


" Ini Dedek butuh,," Ucap Rio sambil mengambil sebuah barang di dalam rak.


" Hehehehe, ambil ya sayang, ini Dedek butuh loh,," Ucap Rio dengan wajah lembutnya pada Cinta.


" Tapi, itu jarang dipake,," Jawab Cinta mengalihkan pembicaraannya.


" Ya, tapi masih dibutuhkan juga kan,," Bilang Rio mengelak jawaban dari Cinta.


" Aduuhh Kak Rio,," Seru Cinta dengan wajah kasihan pada Rio.


" Hehehehe, ya udah ayo sayang,," Ucap Rio sambil menggandeng Cinta dengan senyumannya yang indah.


Cinta hanya bisa menuruti apa saja yang sedang dilakukan oleh Rio dalam mengambil alih saat mereka sedang berbelanja ini. Setelah selesai semuanya memilih barang yang dibutuhkan oleh Cinta itu dengan segera Rio membawanya ke bagian kasir dan membayar semua barang-barang itu. Namun, setelah membayar semua barang yang sudah dibeli oleh Rio untuknya itu.


Sambil melangkah untuk keluar dari toko ini, Cinta bergumam dengan wajah sedihnya dan juga merasa bahwa Rio telah menghamburkan uang demi untuk barang yang dibutuhkannya itu. Cinta merasa saat ini ia telah menjadi seorang wanita yang terlihat mata duitan. Namun, dengan lembutnya Rio menjelaskan tentang apa yang dimaksudkan oleh Cinta itu salah. Karena, barang yang dibelikannya itu semuanya adalah barang yang memang benar-benar dibutuhkan oleh seorang ibu rumah tangga.


Tidak seperti barang-barang lainnya yang memang benar tidak dibutuhkan oleh seorang ibu rumah tangga, baru itu bisa dikatakan mata duitan. Oleh sebab itu, Cinta merasa sedikit tenang ketika mendengarkan penjelasan dari Rio untuk dirinya tentang hal barang yang telah dibelinya itu.


" Heemm Kak, kenapa dibeli semuanya sih,," Gumam Cinta sambil melangkah keluar melihat pelayan yang membawa barang-barang belanjaan Rio.


" Itu semua dibutuhkan oleh Dedek saat melakukan pekerjaan di dalam rumah sayang,," Jawab Rio dengan lembut juga yang sedang menggandeng tangan Cinta.


" Iya tapi, Cinta bisa melakukannya dengan tangan ini juga Kak,," Bilang Cinta sambil menunjukkan tangannya.


" Kakak nggak mau menyusahkan Dedek, karena Dedek itu adalah seorang istri bukan pembantu sayang,," Jawab Rio lagi sambil mengecup lembut tangan Cinta yang berada di dalam gandengannya.


" Heemm, iya Cinta tahu, tapi, Cinta merasa kalo Kakak seperti itu sama aja menghamburkan uang,," Ucap Cinta lagi dengan wajah sedikit sedih.

__ADS_1


" Hehehehe, sama sekali tidak dek, karena barang-barang yang telah dibeli oleh kita itu semuanya dibutuhkan oleh Dedek, jadi sama sekali bukan menghamburkan uang,," Jawab Rio dengan jelas pada Cinta.


" Nah kalo Dedek beli barang yang memang tidak dibutuhkan seperti halnya dengan fashion yang berlebih-lebihan itu baru bisa dikatakan menghamburkan uang, tapi, apa salahnya jika mereka ingin membelinya dek, karena, mungkin itu merupakan kebutuhan mereka masingmasing," Jawab Rio lagi pada Cinta dengan jelas.


" Heemmm begitu, ya sudahlah Cinta nurut aja, karena, Cinta juga udah laper,," Bilang Cinta sambil mengelus perutnya dan membuat Rio tertawa.


" Hahahaha,," Tawa Rio yang terlihat jelas bahagianya ketika melihat ekspresi wajah Cinta yang terlihat seperti memelas.


" Loh Dedek lapar ?" Tanya Rio pada Cinta lagi.


" He'eh," Jawab Cinta menganggukkan kepalanya.


" Ya udah kita cari makan ya Sayang,," Bilang Rio sambil mengelus lembut rambut Cinta.


Setelah keluar dari toko yang terakhir, Rio segera mengambil semua barang belanjaannya dari konter toko paling depan dengan menunjukkan surat keterangan dari toko tersebut. Dengan segera pelayan konter toko paling depan mengeluarkan barang-barang belanjaan Rio yang telah dititipkan itu.


Setelah selesai melakukan pekerjaannya itu beberapa orang pelayan dari konter depan membawa semua barang Rio menuju ke arah mobil yang telah ditunjukkan oleh Rio, setelah menyusunnya dengan rapi di dalam mobil Rio. Rio segera membukakan pintu mobil untuk sang istri tercinta yang terlihat memang sudah lapar.


" Sayang ayo masuk,," Ucap Rio pada Cinta sambil membukakan pintu mobil untuk Cinta.


" Makasih Kak," Bilang Cinta pada Rio.


" Iya Sayang, sabar ya kita akan makan disana,," Ucap Rio sambil menunjuk ke arah sebuah restoran.


" Hehehehe iya Kak, Cinta hanya bercanda, pura-pura laper, supaya cepat keluar dari toko ini,," Ucap Cinta saat dirinya sudah masuk ke dalam mobil.


Ternyata Rio telah dimainkan oleh Cinta dengan perkataannya itu, karena, sebenarnya Cinta ingin segera keluar dari toko tersebut sebelum Rio melihat barang lain lagi yang memang dibutuhkan olehnya itu. Sambil menggelengkan kepalanya itu, Rio mengelus lembut rambut Cinta lalu mengatakan sesuatu hal pada Cinta hingga membuat Cinta tertawa.


" Heemm Dedek ada ada aja ya kelakuannya,," Ucap Rio sambil menggelengkan kepalanya.


" Kakak pikir Dedek terlihat lemes kenapa, nggak tahunya hanya godain Kakak aja, lihat aja ya nanti kalo udah sampai rumah, Kakak kelitik sampe Dedek minta ampun,," Ucap Rio sambil menutup pintu mobilnya dan segera beralih ke tempatnya sendiri.


" Hahahaha, sorry Kak, kalau nggak gitu pasti Kak Rio masih di dalam beli apa aja tuh,," Jawab Cinta sambil menutup kaca mobilnya.


Dan dengan segera Rio masuk ke dalam mobil dan memang benar apa yang dikatakannya barusan langsung dilakukannya pada Cinta. Sambil berpura-pura memasang safety belt, dengan segera Rio menggelitik perutnya Cinta hingga membuat Cinta kaget dan spontan merasa geli akan kelakuan yang dilakukan oleh Rio.


" Aaakkkhh Kak Rio,, hahahaha jangan gelitik geli,," Seru Cinta yang seketika kaget saat Rio menggelitik bagian perutnya itu.


" Hihihihihihi, habis seneng banget ya godain Kakak," Ucap Rio sambil menghentikan tindakannya itu.


" Hehehe iya, iya maaf, maaf, nggak lagi, nggak lagi, mmmuuaacchh,," Bilang Cinta di tengah tawanya dan langsung menciumi pipi Rio.


" Heemm makasih ya Sayang, maaf juga ya, Kak Rio gelitik, habis Dedek bawel banget sih,," Ucap Rio sambil menjawil hidungnya Cinta.


" Nggak apa-apa bawel yang penting Kak Rio senang daripada cemberut nantinya Kak Rio takut untuk negur Cinta,," Bilang Cinta yang mengingatkan kembali bagaimana sifatnya sebelum ini.


" Hahahaha, Kak Rio yakin Dedek nggak akan pernah seperti itu lagi,," Ucap Rio sambil membetulkan kembali rambut Cinta yang teracak-acak oleh kelakuannya itu.


" Benarkah ?" Tanya Cinta dengan tatapannya yang dalam.


" Heeemmm, karena Dedek saat ini, bisa memahami semua yang telah dirasakan oleh siapapun, oleh sebab itu Dedek nggak akan bersikap seperti itu lagi,," Ucap Rio dengan jelas pada Cinta mengenai sikap Cinta selama ini.


" Heemm Kak Rio terima kasih,," Bilang Cinta sambil memeluk erat lengan Rio.


Rio tersenyum melihat kelakuan Cinta yang begitu manja padanya itu. Memang Cinta memiliki sifat manjanya itu dari sejak pertama Rio mengenali Cinta, oleh sebab itu Rio sudah terbiasa dan tidak bisa melupakan dengan sikap manja yang ada pada diri Cinta.

__ADS_1


****


__ADS_2