
Sambil memeluk erat lengan Rio dan menyandarkan kepalanya pada lengan Rio itu, sambil menunggu kedatangan pelayan dengan membawa semua makanan yang telah dipesankannya itu. Cinta seakan teringat dengan kelakuan Rossa yang dengan sengaja langsung memeluk Rio ketika melihat keberadaan mereka berdua di restoran kemarin.
" Heemm, walaupun saat ini Kak Rio sudah memanggilku dengan panggilan sayang, tapi kenapa masih ada yang mengganjal di hatiku ini,," Gumam Cinta dalam hati saat sedang bermesraan dengan Rio di restoran.
" Kenapa masih ada perasaan yang begitu aneh kurasakan saat ini ya ?" Tanya Cinta dalam hatinya merasa bingung dengan perasaannya yang sedang dialaminya saat ini.
" Heemm aku berharap semoga saja nggak ada sesuatu yang buruk terjadi di antara kami berdua,," Gumam Cinta sekilas dengan menolehkan wajahnya kepada Rio.
" Karena, aku saat ini sudah mengerti apa itu artinya sebuah hubungan pernikahan dan juga rasa kasih sayang yang kurasakan saat ini,," Ucap Cinta semakin mengeratkan pelukannya pada lengan Rio.
" Karena, aku sangat menyayangimu Kak," Gumam Rio sambil mengeratkan pelukannya dan menyandarkan kepalanya di lengan Rio.
Sambil menunggu pelayan membawakan makanan yang telah dipesan oleh Cinta beberapa menit yang lalu, Rio melihat kelakuan Cinta yang terlihat sedang melamun sendiri sambil menyandarkan kepalanya pada lengannya. Sehingga membuat Rio langsung menyentuh tangan Cinta dengan lembut dan menanyakan sesuatu hal yang sedang Cinta lamunkan itu.
" Ada apa Sayang, kenapa melamun ?" Tanya Rio langsung pada Cinta.
" Aakkh, nggak Cinta lagi pengen bersandar aja, soalnya terasa ngantuk,," Jawab Cinta mengalihkan pembicaraannya kepada Rio.
" Dedek ngantuk ?" Tanya Rio langsung setelah mendengarkan jawaban dari Cinta.
" Heemm, pengen bobo di lengan ini,," Jawab Cinta lagi sambil mengeratkan pelukannya di lengan Rio.
" Hehehehe, nanti ya sayang, setelah makan dan masuk ke dalam mobil, Dedek langsung bobo aja ya di perjalanan,," Bilang Rio sambil mengelus lembut rambut Cinta.
" Heemm iya Kak,," Jawab Cinta seolah ingin memejamkan matanya.
" Kak, Cinta terlelap sebentar ya, jika pelayannya udah datang bangunin Cinta,," Bilang Cinta seolah ingin tidur di lengannya Rio.
" Hemm iya sayang senderan aja di sini,," Ucap Rio yang menyuruh Cinta untuk bersandar di lengannya.
Dengan segera Cinta mengangguk dan langsung menyandarkan kepalanya dengan santai pada lengan Rio, serta Rio sendiri mengerti akan tindakannya untuk mengelus lembut rambut Cinta, agar Cinta bisa terlelap sebentar sambil menunggu kedatangan pelayan yang membawakan makanannya.
" Terima kasih Kak,," Gumam Cinta dengan suara lembutnya.
" Iya sayang, ya udah terlelap dulu aja gih,," Ucap Rio sambil tetap mengelus lembut rambut Cinta.
" Maafkan Cinta Kak Rio, Cinta berpura-pura mau bobo, tapi sebenarnya, Cinta masih bingung apakah mimpi yang diimpikan oleh Cinta itu benar adanya suatu hal yang akan terjadi,," Ucap Cinta dalam hatinya saat matanya akan terpejam.
Saat memejamkan matanya seolah akan tidur menyandarkan kepalanya di lengan Rio. Padahal sebenarnya di dalam hati Cinta merasa ada suatu hal yang janggal dengan kejadian yang terjadi kepada mereka berdua kemarin. Karena, setelah Cinta mengalami mimpi buruk walaupun di siang hari, tapi mengapa setelah itu Cinta bertemu dengan Rossa yang sengaja memperlakukan Rio seolah Rio itu adalah miliknya padahal ada Cinta yang berdiri di samping Rio saat itu. Dan Rossa sama sekali tidak memperdulikan adanya Cinta di samping Rio saat itu.
" Hemm, Kenapa mimpiku itu seolah akan ada suatu hal yang akan terjadi,," Gumam Cinta lagi dalam hatinya yang merasa memang masih ada suatu hal mengganjal.
" Kenapa setelah aku mengalami mimpi itu, disaat itu juga aku bertemu dengan Rossa dan juga orang tuanya,," Gumam Cinta lagi yang memikirkan persoalan mimpinya itu.
" Walaupun itu bukan ayahnya, melainkan Ibunya, tapi, mimpi sebelum itu berarti sudah memberikan sebuah tanda padaku, bahwa di dalam mimpi itu sudah jelas sekali menunjukkan orang tua Rossa ingin memisahkan hubungan pernikahanku dengan Kak Rio,," Ucap Cinta lagi sambil mengartikan mimpinya sendiri.
" Dan disaat itu pula orang tua Rossa datang ke tempat kami makan bersama seolah ucapannya itu menandakan bahwa ia memang tidak menyukai adanya aku yang memiliki hubungan dengan Kak Rio,," Ucap Cinta lagi yang masih meneliti maksud dari mimpinya itu.
" Heemm, apakah orang tua Rossa tidak akan menjadi pengganggu dalam rumah tanggaku saat aku masih berada di kampungnya Kak Rio,," Ucap Cinta yang berpikiran lain terhadap pikiran dan juga sikap seseorang terhadap dirinya saat ia berada di kampung nanti.
__ADS_1
" Semoga saja, semoga hubungan pernikahanku dan Kak Rio tidak terjadi apa-apa, semoga saja orang tua Rossa serta Rossa mengerti akan pentingnya dari sebuah pernikahan dan Rossa juga tidak lagi memiliki niat untuk menghancurkan pernikahan kami,," Ucap Cinta yang berharap supaya Rossa memiliki sifat lembut sehingga tidak lagi memiliki pikiran buruk untuk menghancurkan kehidupan rumah tangga yang baru saja dibinanya itu.
Di dalam pikiran Cinta memang masih ada suatu hal yang telah mengganjal, namun, di dalam pikiran Cinta juga berniat bahwa ia akan membuat Rossa mengerti tentang hubungannya dengan Rio. Semoga dengan cara dan sikapnya terhadap Rossa nanti bisa membuat hati Rossa seakan luluh dan tidak ingin mengganggu kehidupan rumah tangganya itu.
Karena, Cinta tahu bahwa seorang wanita yang baik dia akan cepat dan bisa mengerti dalam suatu hubungan pernikahan seseorang. Dan seorang wnaita yang baik tidak akan melakukan suatu hal yang buruk terhadap wanita lainnya. Karena, seorang wanita yang baik tidak akan merebut hak serta milik wanita lainnya.
Karena, seorang wanita itu sama-sama memiliki sifat yang lembut dan juga rentan akan rasa sakit. Di dunia ini tidak ada wanita yang memiliki sifat buruk selain wanita yang hanya berwujud manusia dan memiliki sifat serta hati nurani yang telah dihasut oleh iblis dalam hatinya. Oleh sebab itu Cinta bisa mengerti apa yang dirasakan oleh Rossa terhadap suaminya, karena, kemungkinan besar, memang Rossa menyukai Rio dari dulu hingga sekarang.
Walaupun Cinta tidak mengetahui hal itu, tapi, Cinta tahu bahwa Rossa hanya menginginkan suatu hal dari Rio, dan bukan Rio yang seutuhnya untuk menjadi miliknya, mungkin saja, Rossa saat ini masih terpana dengan keadaan Rio yang sedikit berubah dari kehidupannya yang terdahulu dengan kehidupannya yang sekarang. Oleh sebab itu, tanpa rasa malu Rossa dengan sengaja dan secara terang-terangan ingin merebut Rio dari tangan Cinta.
" Mulai saat ini aku harus bisa membuat Rossa mengerti akan arti sebuah pernikahan,," Ucap Cinta dalam hatinya yang telah berbuat untuk melakukan sesuatu hal saat bertemu dengan Rossa di kampungnya nanti.
" Aku akan membuat Rossa tidak lagi mendekati Kak Rio, karena, Kak Rio adalah suamiku dan juga Kak Rio adalah milikku,," Ucap Cinta dengan bertekad kuat untuk mempertahankan pernikahannya.
" Karena, seorang wanita yang baik, tidak akan mau merebut milik wanita lain yang sudah sah dan kehidupannya bahagia,," Ungkap Cinta dalam hatinya.
Saat ini Cinta sudah memiliki sebuah tekad yang kuat untuk mempertahankan hubungan pernikahannya bersama dengan suaminya itu yaitu Rio. Karena, mempertahankan sebuah pernikahan merupakan suatu hal yang harus dilakukan oleh setiap pasangan. Karena, pernikahan adalah suatu hal yang sakral dan tidak bisa dipermainkan oleh setiap manusia.
" Ya, aku harus bisa mempertahankan pernikahan yang telah aku jalani ini,," Gumam Cinta dalam hatinya sambil tersenyum walau matanya sedang terpejam.
" Walau bagaimanapun Kak Rio adalah suamiku dan kami juga menikah secara sah serta resmi di mata agama maupun hukum,," Ucap Cinta lagi yang memiliki tekad kuat untuk mempertahankan hubungan pernikahannya bersama Rio itu.
Saat ini Cinta sudah memiliki sebuah rencana untuk menghadapi Rossa yang akan mengganggu kehidupannya lagi saat berada di kampung. Karena, Cinta sudah mengetahui siapa itu Rossa walau hanya sedikit saja yang telah terlihat dari karakter seorang Rossa itu. Oleh sebab itu dengan senyuman manisnya, Cinta mulai membuka kembali kedua matanya yang sengaja ia pejamkan, agar Rio tidak mengira bahwa ia saat ini sedang melamun.
Disaat Cinta sedang membuka kedua matanya itu, sambil tersenyum dan sedang menggeliatkan tubuhnya, seolah-olah bahwa ia memang terlelap di sampingnya Rio. Saat Cinta sedikit menggeliat itu Rio tersenyum melihat kelakuan istrinya yang baru saja terbangun dari lelapnya walaupun hanya sebentar.
" Udah sayang bobonya ?" Tanya Rio langsung pada Cinta sambil tersenyum.
" Kurang puas kayaknya Dedek bobo ya, tuh matanya masih terlihat mengantuk,," Ucap Rio sambil membersihkan bagian mata Cinta.
" Heemm iya Kak, enggak enak juga di restoran gini, Cinta tidur, mending tidur di mobil aja nanti, biar lebih puas,," Ucap Cinta sambil kembali duduk seperti biasanya di samping Rio.
Karena, melihat pelayan restoran belum datang mengantarkan makanan ke meja mereka, Cinta langsung bertanya pada Rio tentang pelayan yang belum datang itu.
" Pelayannya belum datang ya Kak ?" Tanya Cinta pada Rio sambil menguap.
" He'eh iya dek," Jawab Rio mengangguk.
" Kenapa Dedek udah laper ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.
" He'eh,," Jawab Cinta mengangguk.
" Tunggu sebentar lagi sayang, mungkin masih tahap memasak makanan untuk kita,," Ucap Rio seolah sedang memberikan sebuah kesan sabar untuk Cinta.
" Hehehehe iya Kak,," Jawab Cinta cengengesan.
Setelah menjawab ucapan yang disampaikan oleh Rio itu, Cinta teringat akan Arif yang sedang berada di kampungnya. Dan Cinta berinisiatif untuk membeli makanan di restoran ini untuk dibawakan ke kampungnya. Sekaligus makanan untuk mereka sampai ke rumah nanti serta untuk Arif juga sekaligus.
" Oh ya, Kak nanti bolehkan Cinta pesan lauknya untuk Arif dan juga kita saat sampai di rumah,," Bilang Cinta seolah meminta sesuatu pada Rio.
__ADS_1
" Ya boleh dek, kenapa nggak dipesan sekaligus tadi dek,," Bilang Rio pada Cinta yang memberikan sebuah saran.
" Iya juga ya, Cinta lupa Kak,," Gumam Cinta sedikit menyesal.
" Ya udah gini aja, walaupun lupa, nanti saat pelayannya ada disini, Dedek bisa pesan lauknya lagi pada pelayannya untuk dibungkus,," Bilang Rio mencairkan suasana penyesalan yang terjadi pada Cinta saat ini.
" Hehehehe iya Kak, makasih ya, selalu berpikiran tenang dan juga selalu membantu Cinta,," Ucap Cinta sambil memeluk erat lengan Rio.
" Iya Sayang,," Jawab Rio tersenyum melihat kelakuan Cinta yang selalu manja.
Tidak lama kemudian dua orang pelayan mengantarkan makanan yang telah dipesan oleh Cinta ke meja tempat duduk Cinta dan Rio saat ini. Terlihat dua orang pelayan itu sedang meletakkan makanan di atas meja tempatnya Rio dan menatanya. Setelah selesai pelayan itu selalu memberikan ucapan manis kepada para pelanggan yang sedang makan disana.
" Selamat menikmati Mas Mbak,," Ucap salah satu pelayan yang sudah memberikan pelayanan kepada Cinta dan Rio sebelumnya.
" Oh iya terima kasih,," Jawab Cinta tersenyum.
Cinta langsung menjawab ungkapan manis yang diucapkan oleh pelayan itu dan juga tidak lupa Cinta akan tujuannya untuk meminta pelayan itu membungkus lauk yang telah dipesankannya.
" Oh ya Mas, saya pesan lauk yang ini, ini dan yang ini dibungkus ya Mas,," Bilang Cinta kepada pelayan restoran.
" Oh, Mbak mau pesan lagi, oke Mbak sebentar ya Mbak, kami akan segera bungkuskan, permisi,," Jawab pelayan itu kepada Cinta.
" Iya, terima kasih Mas,," Ucap Cinta kepada pelayan resto itu.
Setelah selesai melakukan pekerjaannya dalam menata makanan yang telah diantarkannya itu, dua pelayan restoran itu segera pergi meninggalkan tempat Cinta sambil membawa sebuah catatan makanan yang telah dipesankan oleh Cinta padanya. Sedangkan Cinta dan Rio saat ini langsung saja menikmati makanan yang sudah tersedia di hadapannya itu.
" Mulai makan,," Seru Cinta dengan wajah cerianya.
" Hahahaha, Dedek, Dedek,," Seru Rio balik saat melihat tingkah Cinta yang langsung merespon untuk segera menikmati makanan di hadapannya itu.
Dengan telatennya Cinta meletakkan nasi ke dalam piringnya Rio dan juga beberapa lauk di hadapannya itu ke dalam piring itu juga. Setelah selesai meletakkan semua makanan ke dalam piring Rio barulah Cinta memasukkan nasi dan juga lauk ke dalam piringnya. Kali ini Cinta dan Rio makan secara bersama dan tidak saling bersuapan seperti biasanya.
Karena, faktor di dalam restoran ini begitu ramai pengunjung serta masih banyak pengunjung yang belum mendapatkan tempat untuk makan. Oleh sebab itu Cinta lebih memilih cepat untuk menyantap makan siangnya kali ini, karena Cinta merasa kasihan melihat para pelanggan yang belum mendapatkan tempat untuk duduk makan pada siang hari ini.
" Ini Kak, silahkan dinikmati,," Ucap Cinta sambil memberikan piring yang berisi makanan kepada Rio.
" Iya dek, makasih ya,," Ucap Rio balik pada Cinta.
Karena, melihat Cinta telah mengisi makanan untuk dirinya sendiri ke dalam piring lain. Rio langsung bertanya kepada Cinta tentang hal yang sedang dilakukannya itu.
" Dedek makan sendiri, nggak mau disuapi ?" Tanya Rio pada Cinta.
" Eeemmm siang ini nggak Kak, Cinta ngerasa kasihan sama orang yang diluar, karena, mereka belum mendapat tempat, jadi kita nggak usah suap-suapan dulu siang ini,," Jawab Cinta sambil tersenyum menoleh ke arah Rio.
" Oohhh iya dek, Kakak paham, memang Dedek orang yang paling baik bagi Kakak,," Ucap Rio sebelum menyantap makanannya.
" Heeemmm, Kak Rio bisa aja ya, buat Cinta melayang,," Celetuk Cinta sambil duduk kembali dan menyantap makanannya.
Dengan segera Cinta dan Rio menyantap makanan yang telah dihidangkan di hadapan mereka. Karena, Cinta memahami dengan keadaan orang yang berada di luar, jadi, Cinta tidak mau membuang waktu untuk berlama-lama di dalam restoran ini. Sehingga membuat kedua pasangan ini menyantap makanannya dengan serapi mungkin
__ADS_1
****