Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 78 Pikiran Jernih !!


__ADS_3

Disaat ini Rio tersenyum senang ketika mengingat kejadian yang terjadi hari ini saat di rumah kepala desa. Dimana saat itu, terlihat dengan jelas bahwa Cinta membuktikan rasa kepemilikannya terhadap Rio tepat di depan wajah Rossa dan hal itu membuat Cinta merasa tidak malu sama sekali melainkan rasa yang begitu nyaman.


" Hahahaha Dedek, Dedek, ada-ada aja sih kelakuannya hari ini,," Gumam Rio sambil nyengir sendiri ketika mengingat kelakuan Cinta yang begitu manja ketika di rumah kepala desa tadi.


Karena, sudah merasa Cinta cukup bahagia atas kelakuannya itu dengan segera Rio masuk ke dalam kamarnya juga untuk mengambil pakaiannya dan segera mandi setelah Cinta menyelesaikan mandinya itu. Sedangkan di dalam kamar mandi, Cinta sendiri sedang berpikir apakah dia harus membuat rencana itu kepada Rio sedangkan Rio sendiri tidak mengetahui surat yang telah dikirimkan oleh Rossa.


" Heemm, apakah aku harus membuat perjanjian itu pada Kak Rio ?" Tanya Cinta sendiri yang bingung dengan rencananya itu.


" Tapi, jika aku melakukan perjanjian itu pada Kak Rio langsung, pasti Kak Rio merasa semakin diinjak harga dirinya, karena, Kak Rio sendiri tidak tahu surat yang sudah dikirimkan oleh Rossa." Gumam Cinta lagi.


Lalu, Cinta kembali memikirkan sesuatu hal yang lebih matang lagi untuk melakukan tindakan rencananya itu. Karena, tindakan rencananya itu tidak akan bisa semudah membalikkan telapak tangan.


" Apakah aku harus memberitahukan surat dari Rossa padanya langsung,," Ucap Cinta sambil membasahi tubuhnya dengan air.


" Sebagai seorang wanita yang baik, aku tidak boleh menyimpan surat seseorang apalagi surat itu, surat keterangan perasaan yang diungkapkan oleh Rossa terhadap Kak Rio." Bilang Cinta lagi sambil tersenyum.


Dan, akhirnya Cinta sendiri telah berniat bahwa ia akan melakukan sesuatu terhadap Rio untuk memberikan surat yang sudah diberikan oleh Rossa. Karena, Cinta sendiri juga ingin tahu apa sebenarnya surat yang diberikan Rossa itu benar adanya di dalam hati Rio sendiri, atau Rossa memang sengaja untuk menghancurkan hubungan pernikahan yang telah dilakukan oleh Cinta dan juga Rio.


" Ya, aku harus memberikan surat itu langsung pada Kak Rio, karena, aku sendiri tidak visa melakukan sesuatu hal yang akan membuat Kak Rio merasa terhina atas surat perjanjian yang aku lakukan itu." Bilang Cinta sambil menganggukkan kepalanya, karena, saat ini pikirannya sudah terasa jernih dalam membuat sesuatu tindakan atas hubungan yang telah dibuatnya ini.


" Untuk lebih baik lagi dalam hubungan antara aku dan Kak Rio, aku harus meminta penjelasan dari Kak Rio tentang surat itu, dan jika Kak Rio bisa meyakinkan aku untuk melakukan rencanaku itu akan aku lakukan rencana dalam pikiranku ini, tapi, jika Kak Rio mengatakan bahwa surat dari Rossa itu hanya sekedar memecah belah hubungan baik antara aku dan Kak Rio, lihat saja aku akan melakukan sebuah tindakan padanya, supaya dia tahu siapa sebenarnya Cinta," Gumam Cinta yang memutar pikirannya dalam melakukan rencana lain terhadap Rossa.


" Dan, jika terbukti bahwa Kak Rio tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya, lihat saja apa yang kulakukan padamu Rossa. Kau hanya bisa cemburu dengan kelakuan seorang istri sah dari pria yang hanya diharapkan olehmu." Ucap Cinta lagi sambil tersenyum senang.


Cinta merasa menyesal dengan dirinya sendiri ketika ia langsung percaya saja dengan isi surat penuh kebohongan yang telah dikirimkan oleh Rossa ke dalam rumahnya itu.


" Kenapa aku sampai bodoh sekali, berpikir salah terhadap Kak Rio dan juga surat dari Rossa itu, sampai-sampai aku berniat untuk memberikan sebuah perjanjian dalam pernikahan kami ini,," Gerutu Cinta yang merasa kesal dengan pemikirannya sendiri.


" Yah, aku ingin lihat seberapa besar rasa cinta dan sayang Kak Rio padaku dan aku harus bisa mendapatkan Kak Rio seutuhnya sebagai suamiku," Ucap Cinta dalam tekadnya yang begitu kuat untuk mendapatkan cintanya Rio seorang diri.


" Walaupun Kak Rio selama ini hanya menghormati diriku saja, tapi aku ingin agar Kak Rio bisa menghormati aku sebagai seorang istrinya dan juga wanitanya. Aku ingin sekali merasakan kasih sayang dari Kak Rio bukan hanya sekedar kasih sayang di antara seorang supir dan majikannya melainkan dari seorang pria dewasa untuk wanita dewasa yang sudah menjadi istrinya." Ungkap Cinta yang bertekad kuat untuk mendapatkan cinta kasih dari Rio yang seutuhnya.


Setelah panjang lebar memikirkan suatu hal yang harus dilakukannya itu terhadap Rio, dengan segera Cinta memandikan tubuhnya sendiri menggunakan air yang begitu sejuk di dalam kamar mandi rumah Neneknya Rio ini.


" Uuuhhh sejuk banget sih airnya,," Gumam Cinta yang baru bisa merasakan kesejukan air di dalam bak itu.


Karena, sedari tadi pikiran Cinta sendiri sedang melayang memikirkan suatu hal yang bersangkutan dengan Rossa, dan akhirnya Cinta sendiri merasa bahwa dirinya telah diperdaya oleh Rossa dalam suratnya itu. Seharusnya sebagai seorang istri sah dari suaminya itu, Cinta harus bisa mempertahankan hubungan pernikahannya itu supaya wanita lain tidak bisa masuk ke dalam pernikahannya itu.


Setelah selesai dari mandinya, Cinta berniat memang akan menggantikan pakaiannya di dalam kamar mandi, karena, ia merasa bersalah pada Rio. Namun, Cinta baru teringat dan mendapatkan pikiran yang jernih ketika kepalanya sudah dibasahi oleh sedikit air. Oleh sebab itu, Cinta mengurungkan niatnya untuk mengganti pakaian di dalam kamar mandi.


" Heemm daripada aku ganti baju di dalam kamar mandi, lebih baik aku ganti di kamar saja lebih leluasa,," Ucap Cinta sambil mengambil kembali semua pakaiannya.


Setelah mengambil semua pakaiannya itu barulah Cinta membukakan kunci pintu kamar mandinya dan keluar dengan tubuh yang masih dibalut dengan handuk pendek nan kecil serta menenteng semua pakaiannya tadi. Cinta sengaja keluar dari kamar mandinya dengan posisi tubuhnya seperti ini, karena, Cinta sendiri ingin membuat suatu tindakan terhadap Rio saat melihat tubuhnya nanti.

__ADS_1


Cinta sendiri ingin tahu apakah Rio nanti akan menutup matanya saat melihat tubuhnya yang seksi dan juga terlihat basah atau membuka matanya sambil menelan salivanya sendiri karena, naf-su dengan tubuh istrinya itu.


" Hihihi, aku ingin tahu apakah Kak Rio akan menutupi matanya dan menundukkan pandangannya terhadap tubuhku seperti ini atau malah sebaliknya menelan salivanya sendiri karena merasa naf,su dengan tubuhku ini hihihihihihi,," Ujar Cinta sambil tersenyum sendiri ketika melangkah perlahan keluar dari kamar mandinya.


Sambil perlahan-lahan keluar dari kamar mandinya itu, Cinta mengendap mencari keberadaan Rio saat ini dan sepertinya Rio tidak terlihat di area ruang tamu, lalu, Cinta langsung saja menuju ke ruang sholat, Rio juga tidak berada disana.


" Heemm, dimana Kak Rio kenapa gak ada di ruang tamu,," Gumam Cinta saat memandangi area ruang tamu yang kosong dari keberadaannya Rio.


" Ruang sholat juga nggak ada,," Ucap Cinta lagi setelah memeriksakan ruangan sholat yang juga kosong dari keberadaannya Rio.


" Aakkhhh ya pasti di kamar," Ucap Cinta sambil tersenyum dan segera mengambil alih langkahnya ke arah kamar.


Dan sambil tersenyum Cinta begitu yakin pasti Rio saat ini sedang berada di dalam kamarnya menggantikan pakaiannya sendiri. Kesempatan bagus untuk Cinta untuk mengagetkan Rio dengan kondisi tubuhnya seperti saat ini.


" Kak Rio maafkan Cinta yang melakukan hal ini ya,," Ucap Cinta sambil nyengir sendiri ketika mau masuk ke dalam kamarnya.


Saat Cinta sedang membuka pintu kamarnya itu dan dengan wajah polosnya terlihat seperti tanpa menghiraukan penglihatan Rio dengan segera Cinta masuk ke dalam kamarnya itu. Ternyata benar sekali Rio terkejut dan bingung untuk melakukan hal apa terhadap matanya saat melihat kondisi tubuh Cinta yang terlihat begitu seksi dan juga basah ini.


" Oh ya ampun, Dedek ngagetin aja,," Ucap Rio dengan wajah kagetnya ketika melihat Cinta yang spontan masuk ke dalam kamar.


" Ada apa Kak, kenapa kaget ?" Tanya Cinta dengan wajah yang sengaja bersandiwara.


" Hehehehe nggak dek, cuma apa, eemmm,," Gumam Rio yang terlihat memang canggung ketika melihat Cinta.


" Hihihi ternyata benar dia canggung melihatku dan bahkan saat ini Kak Rio tidak menutup matanya, malah semakin terlihat penasaran dengan tubuhku,," Ucap Cinta dalam hati sambil membuka pintu lemarinya.


" Cuma apa ?" Tanya Cinta dengan sengaja suaranya dilembutkan.


" Hehehehe Nggak dek, Kakak mau mandi dulu ya,," Bilang Rio sambil melangkahkan kakinya melewati tubuhnya Cinta dari belakang.


" Heemmm entar dulu Kak, temenin Dedek ganti baju dulu,," Ucap Cinta dengan sengaja mencegah langkahnya Rio.


Betapa tercengangnya Rio ketika mendengarkan ucapan Cinta yang memintanya untuk menemani dirinya menggantikan pakaian di dalam kamar ini. Sungguh suatu hal yang membuat Rio semakin merasa kepanasan dan tergugah saat melihat keindahan tubuhnya Cinta walaupun sedikit tertutup oleh handuknya.


" Hah!! apa dek ?" Tanya Rio seolah tidak terlalu mendengarkan perkataan dari Cinta.


" Jangan keluar dulu, temenin Dedek untuk ganti baju, Dedek gak berani sendiri,," Bilang Cinta sambil menoleh ke arah Rio dan tubuh mereka begitu dekat sekali.


Saat Cinta memperjelas kembali ucapannya itu betapa terkejutnya Rio ketika mendengarkan semua ucapan dari Cinta, apalagi saat ini posisi tubuhnya Cinta sedang berhadapan dengan dirinya dan begitu dekat sekali. Suara nafas Cinta saja begitu terdengar oleh telinga Rio apalagi aroma harum dari tubuhnya Cinta yang semerbak sehingga membuat bagian inti bawah milik Rio bangkit dari persembunyiannya.


" Ya ampun dek, kalau tubuh Dedek begitu dekat seperti ini, jangan salahkan Kak Rio jika Kak Rio tidak bisa menahan hasrat ini dek,," Gumam Rio yang menatap wajah Cinta dari dekat sambil menelan salivanya sendiri.


" Ya udah Kak Rio temenin, tapi, harus cepat ya dek," Ucap Rio dengan suara terbata-bata.

__ADS_1


" Eemmm Oke," Jawab Cinta dengan kembali membalikkan tubuhnya dan membelakangi tubuh Rio.


" Memangnya Kak Rio mau kemana sepertinya terburu-buru sekali ?" Tanya Cinta sambil memasang semua pakaian bagian intinya.


" Tidak kemana-mana dek, cuman mau ke kamar mandi dan mandi,"Jawab Rio yang langsung memejamkan matanya, karena tidak sanggup lagi menahan dirinya saat melihat keindahan tubuhnya Cinta itu.


" Ooohhh," Jawab Cinta singkat.


" Iya, tapi tunggu dulu, kalau Dedek udah selesai semua menggantikan pakaian ini, baru Kak Rio mandi oke,," Ucap Cinta yang langsung membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah Rio.


" Ya ampun dek, jangan sengaja mengganti pakaian di depan Kak Rio, Kak Rio takut khilaf melakukan hal itu pada Dedek,," Gumam Rio yang langsung memejamkan matanya itu.


Sedangkan, saat ini dengan santainya Cinta menggantikan pakaiannya tepat di hadapan Rio yang sudah memejamkan matanya itu. Ketika Cinta kembali membalikkan tubuhnya langsung menghadap ke arah Rio, hal itu membuat Cinta tertawa sendiri ketika melihat wajah Rio yang sedang terpejam melihat aksinya ini.


" Hahahaha kenapa Kak Rio merem kayak gitu ?" Tanya Cinta spontan yang membuat Rio langsung membuka matanya.


Ketika mendengar ucapan Cinta yang menyatakan bahwa dirinya sedang memejamkan matanya itu, secara spontan Rio langsung membuka matanya dan melihat wajah Cinta yang tertawa lepas di hadapannya itu.


" Aakkhh, nggak apa-apa dek, karena, barusan mata Kak Rio agak kelilipan sesuatu makanya Kak Rio merem sebentar,," Ucap Rio seolah memberikan sebuah keyakinan untuk Cinta.


Walaupun Rio bersandiwara memberikan sebuah keyakinan pada Cinta, sayangnya Cinta tidak mempercayai ucapan dari Rio saat ini, sehingga membuat Cinta tersenyum sambil mengangguk mengiyakan ucapan dari suaminya itu


" Ooohh begitu, Cinta percaya aja," Ucap Cinta sambil nyengir di depan Rio. Sedangkan Rio hanya bisa menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal


" Hehehehe," Suara Rio yang keluar dari mulutnya.


Dan, karena saat ini waktunya sudah cukup tepat untuk Cinta memberitahukan kepada Rio tentang surat yang didapatkan olehnya itu sewaktu masuk ke dalam rumah. Dengan segera Cinta membicarakan suatu hal yang serius pada Rio.


" Oh ya Kak, jangan keluar dulu, sebenarnya Cinta ada suatu hal yang penting ingin Cinta beritahukan langsung pada Kak Rio,," Ucap Cinta dengan wajah seriusnya.


Saat Cibga menyatakan bahwa ia ingin memberikan suatu hal yang penting pada Rio. Tentu saja hal itu membuat Rio merasa penasaran ketika melihat keseriusan dari wajahnya Cinta.


" Ya, baiklah apa itu dek ?" Tanya Rio dengan wajah penasaran.


" Kak Rio benar ingin tahu ?" Tanya Cinta yang mulai kembali membuat suatu permainan lagi.


" Heemm tentu saja dek,," Jawab Rio mengangguk.


Karena, melihat wajah Rio begitu penasaran dan juga benar ingin mengetahui apa yang akan diberitahukan oleh Cinta kepadanya itu. Tentu saja hal itu membuat Cinta merasa lucu dengan ekspresi dari wajahnya Rio itu.


" Hehehehe nanti aja deh, Kak Rio mandi aja dulu, setelah mandi, makan dan sholat bersama nanti, baru deh Cinta kasih tahu ya,," Ucap Cinta yang terlihat lucu dan menggemaskan saat ini.


" Iiiihhhh Dedek emang dasar ya, bisa banget sih buat Kak Rio penasaran,," Gumam Rio sambil mencubit lembut kedua pipinya Cinta.

__ADS_1


Karena, merasa bahwa Cinta sudah membuatnya penasaran itu dan dengan wajah gemasnya juga hal itu mengundang niat hati Rio untuk melakukan suatu tindakan romantis terhadap Cinta. Secara langsung Rio mencubit kedua pipi Cinta sambil memberikan sebuah kecupan manis di atas keningnya itu. Tentu saja hal itu menjadikan Cinta merasa canggung dan bahagia karena, tanpa disangka Rio selalu mengecup keningnya dalam suatu kesempatan apapun.


****


__ADS_2