Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 98 Pernyataan Romantis


__ADS_3

Dengan segera petugas itu melangkahkan kakinya menuju ke meja tempatnya bekerja dan langsung berhadapan kembali dengan Cinta dan Rio sambil tersenyum Bapak petugas itu memberikan sebuah berkas keterangan surat pernikahan Rio beserta buku nikah pernikahan di antara Rio dan Cinta secara langsung.


" Maaf jika lama menunggu,," Bilang Bapak petugas KUA pada Cinta dan Rio.


" Ahh, tidak apa-apa, Pak,," Jawab Rio sambil tersenyum.


" Baik Pak Rio, ini berkas surat keterangan beserta buku nikahnya,," Ucap petugas KUA sambil memberikan sebuah berkas kepada Rio langsung.


" Terima kasih banyak Pak,," Bilang Rio sambil menerima berkas yang telah diberikan oleh petugas itu kepadanya.


" Sama-sama,," Jawab petugas itu menganggukkan kepalanya.


" Kalau begitu kami permisi,," Ucap Rio sambil mohon pamit kepada petugas di hadapannya.


" Ya, silahkan,," Jawab petugas itu.


Sambil tersenyum dan berjabatan tangan Cinta dan Rio segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan dan menelusuri koridor untuk keluar dari kantor urusan agama itu. Saat ini Cinta dan Rio sudah keluar dari tempat kantor yang mengurus pernikahan di antara mereka berdua. Disaat melangkahkan kaki mendekati mobilnya sesaat Cinta menolehkan kepalanya kembali ke arah belakang dimana Cinta mengenang bagaimana mereka bisa menikah secara resmi hanya di kantor urusan agama ini.


" Heemm, hanya kantor ini yang telah banyak membantu kehidupanku,," Gumam Cinta dalam hati sambil menolehkan kepalanya ke belakang menatap gedung kantor urusan agama itu.


Seketika Rio terperanjat melihat kelakuan Cinta yang menghentikan langkahnya untuk segera masuk ke dalam mobil dan terlihat sedang menoleh ke arah gedung kantor urusan agama itu. Sambil tersenyum Rio menerka suatu hal apa yang sedang dilakukan oleh Cinta.


" Heemm, apa yang sedang dilakukannya ?" Tanya Rio sendiri yang melihat kelakuan Cinta sedang menoleh dan menatap gedung kantor di depannya saat ini.


" Pasti sedang melamunkan sesuatu hal yang begitu terkenang dalam hatinya,," Gumam Rio sambil tersenyum melihat kelakuan Cinta.


Karena, saat ini terlihat Cinta masih menoleh dan melamunkan sesuatu hal dalam pikirannya itu dengan sengaja Rio mendekati Cinta dan memeluk Cinta dari belakang sehingga tindakan yang dilakukannya itu membuat Cinta sedikit kaget.


" Lagi ngelamunin apa ?" Tanya Rio pada Cinta sambil memeluk erat perut Cinta.


" Aakkh, Kak Rio, ngagetin aja !" Seru Cinta seketika kaget saat perutnya dipeluk langsung oleh Rio dari belakang.


" Nggak ngelamunin apa-apa, cuma mengenang tempat ini adalah tempat pertama yang telah mengikat hubungan kita berdua," Jawab Cinta langsung dengan wajah polosnya kepada Rio.


" Heemm, benar sekali dek,," Jawab Rio tanpa memikirkan suatu hal dalam pikiran orang lain saat melewati dirinya yang sedang memeluk Cinta dari belakang.


Dan seketika Cinta baru tersadar bahwa tubuhnya sedang dipeluk oleh Rio dan Cinta sadar bahwa orang-orang yang sedang lewat itu sengaja melihat heran serta aneh atas kelakuan mereka berdua. Dengan lembut dan senyuman dipaksakan Cinta mencoba untuk melepaskan pelukan yang sengaja dilakukan oleh Rio di tempat umum seperti ini.


" Kak Rio, nggak usah peluk kayak gini, gak enak dilihat orang,," Ucap Cinta sambil menahan-nahan volume suaranya sambil memaksakan sebuah senyuman yang terukir dari wajahnya itu.


" Heemm, memangnya kenapa, toh Dedek istri sahnya Kak Rio bukan,," Jawab Rio dengan ekspresi wajah santainya.


" Iya, tapi disini lagi banyak orang Kak,," Gerutu Cinta lagi sambil menahan rasa geli namun bahagia ketika Rio memeluknya seperti itu dan menjawab dengan jujur seperti barusan.


" Hehehehe, biarin,," Ucap Rio santai lagi dan menambah aksinya dengan meletakkan dagunya di atas bahu Cinta.


Karena, Cinta merasa bahwa kelakuan Rio ini sudah terlalu membuat dirinya merasa sedikit malu, akhirnya Cinta mengajak Rio untuk segera masuk ke dalam mobil.


" Ya udah kalo gitu, ayo kita jalan,," Bilang Cinta sambil membalikkan tubuhnya dan menghadap Rio langsung.


" Oke Istriku, ayo,," Jawab Rio sambil menjawil hidungnya Cinta.


Dengan kelakuan hangatnya Rio segera menggandeng tangan Cinta dan membawa Cinta masuk ke dalam mobil yang sedang terparkir. Seperti biasanya Rio selalu melakukan sebuah tindakan yang bisa membuat Cinta tersenyum melihat kelakuan manisnya itu yaitu membukakan pintu untuk istrinya agar bisa masuk terlebih dahulu ke dalam mobil dengan leluasa.

__ADS_1


" Silahkan masuk Istriku,," Bilang Rio sambil mempersembahkan tempat duduk di dalam mobil kepada Cinta.


" Hehehehe, Kak Rio, terima kasih ya,," Ucap Cinta sambil memberikan sebuah ciuman lembut tepat di pipi Rio.


" Ya tuhan, Dedek menciumiku !!" Seru Rio seketika kaget saat pipinya dikecup secara langsung oleh Cinta saat masuk ke dalam mobil.


Betapa terkejutnya Rio bercampur bahagia ketika merasakan sebuah kecupan lembut yang dilakukan oleh Cinta kepada dirinya itu. Dan pastinya Rio dengan perlakuan lembutnya membalas tindakan yang dilakukan oleh Cinta padanya itu dengan mendekatkan wajahnya pada tubuh Cinta yang sedang memasang safety belt. Dan pastinya apabila Cinta langsung berbalik arah akan langsung mengecup bibir atau hidungnya Rio.


" Heemm, Dedek sekarang sudah berani untuk menciumiku secara langsung tanpa malu-malu lagi," Gumam Rio merasa bahagia dalam hatinya.


" Oke, karena, kelakuan Dedek sekarang udah mulai berani, baiklah aku akan menggodanya lagi,," Ucap Rio dalam hati yang sengaja berniat untuk menggoda Cinta.


Dan ternyata hasil dari permainan yang dilakukan oleh Rio itu benar sekali saat Cinta berbalik arah dan membalikkan tubuhnya menoleh ke samping saat Rio menyapanya secara langsung Cinta tidak sengaja mengecup lembut bibir Rio.


" Dek,," Sapa Rio tiba-tiba untuk melakukan permainannya.


" Iya,," Jawab Cinta sambil berbalik arah dan menoleh ke arah sumber suara Rio yang sedang memanggilnya.


CUUPPP!!


Sebuah ciuman lembut secara tiba-tiba yang dilakukan oleh Cinta terhadap Rio dan betapa bahagianya Rio ketika permainannya itu berhasil ia lakukan.


Dengan wajah yang merona merah secara langsung Cinta melepaskan ciuman yang seketika menempel di bibirnya Rio itu. Karena, merasa malu dengan tindakannya secara tiba-tiba itu terhadap Rio.


" Aakkhh, maaf Kak !" Seru Cinta saat melepaskan ciuman yang tidak sengaja ia lakukan terhadap Rio itu.


" Nggak apa-apa dek,," Jawab Rio sambil mengulum senyumannya.


Karena, benar-benar merasa malu pastinya tindakan yang dilakukan Cinta otomatis terlihat canggung dan Rio secara langsung mengetahui perubahan kelakuan Cinta yang terlihat canggung itu. Dengan segera Rio mencairkan suasana kembali agar kecanggungan yang dirasakan oleh Cinta saat ini tidak lagi terasa dan terlihat dari wajah Cinta.


" Iya Kak, makasih,," Jawab Cinta sambil tersenyum melihat wajah Rio yang sama sekali tidak merasa malu ataupun canggung karena secara tidak sengaja telah dicium olehnya.


Cinta merasa sangat malu ketika melakukan suatu hal romantis seperti ciuman kepada Rio secara langsung seperti ini, namun, jika ciuman itu dilakukan secara diam-diam seperti apa yang telah ia lakukan di malam hari saat Rio tertidur waktu itu sungguh sangat berbeda sekali. Karena, saat itu pastinya Rio tidak tahu apa yang telah ia lakukan saat itu.


Dengan segera Rio melangkahkan kakinya menuju ke seberang mobil dimana tempatnya sebagai pengemudi mobil. Sambil menahan senyumannya Rio segera masuk ke dalam mobil dan membuka obrolan baru untuk mencairkan suasana hening yang terjadi di antara mereka barusan.


" Eemmm, udah siap dek berangkatnya ?" Tanya Rio seketika mengagetkan kediaman mulut Cinta.


" Aakkhh iya Kak !" Seru Cinta sedikit kaget saat mendengar ucapan Rio.


" Hehehehe, udah siap kita langsung berangkat ya ?" Tanya Rio lagi sambil mengulas senyuman manis di hadapan Cinta.


" Oohhh iya Kak,," Jawab Cinta sambil mengangguk dan menyunggingkan sedikit senyumannya.


Sambil tersenyum balik, dengan segera Rio menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobil ke arah jalanan. Terlihat saat ini Rio mengajak Cinta pergi ke sebuah tempat yang suasananya cukup ramai dikunjungi banyak wisatawan.


" Eemmm, mau kemana ngajak Dedek jalan-jalan ya,," Pikir Rio dalam hatinya yang merasa bingung untuk mengajak Cinta akan pergi kemana.


Dan Rio teringat ada sesuatu tempat yang terbaik dan cukup bagus untuk mengajak Cinta ke tempat wisata itu. Karena, kebetulan di kota dekat kampung tempat tinggal Rio adalah gudangnya tempat wisata.


" Aakkhhh iya lebih baik aku mengajak Cinta ke tempat wisata yang ada di dekat pasar saja,," Ucap Rio yang teringat akan suatu tempat yang indah.


Pastinya jika Cinta dibawa ke sebuah tempat seperti ini akan merasa senang sekali dan bisa melupakan kecanggungan yang pernah terjadi di antara mereka barusan.

__ADS_1


" Heemm lebih baik aku harus segera mengajak Cinta ke tempat itu aja,," Ucap Rio tersenyum senang ketika dia sudah mendapatkan sebuah ide untuk mengajak Cinta pergi jalan-jalan hari ini.


Cukup jauh dari kantor tempat mereka mengambil surat keterangan pernikahan yang terjadi di antara mereka di dalam mobil Cinta tidak berbicara satu kata apapun, mungkin, karena, masih merasa malu atas sikapnya yang secara langsung memberikan kecupan kepada Rio.


" Heemm, kenapa aku bisa mencium pipi Kak Rio secara tiba-tiba ya,," Gumam Cinta dalam hatinya sambil memikirkan suatu hal yang tidak sengaja ia lakukan tadi


" Tapi, bukannya tadi aku menciumnya karena, tidak sengaja,," Pikir Cinta lagi dengan kelakuannya itu.


" Aakkhh mungkin nggak apa-apa kali ya, hitung-hitung bisa mempererat hubungan yang telah mengikat antara aku dan Kak Rio,," Ucap Cinta lagi yang menyadari bahwa perbuatannya itu secara tidak sengaja bisa mempererat hubungan pernikahan mereka berdua.


Lalu, tanpa merasa malu lagi dan canggung akhirnya Cinta sendiri yang membuka obrolan di antara mereka berdua yang sedang terasa sekali akan keheningannya.


" Eemmm Kak Rio,," Panggil Cinta kepada Rio langsung saat ia membuka mulutnya.


" Aakkh iya dek,," Jawab Rio seketika langsung menoleh ke arah Cinta.


" Kak Rio laper nggak ?" Tanya Cinta seolah membuka obrolan di antara mereka.


" Heemmm, belum,, emangnya Dedek udah laper ?" Tanya Rio dengan wajah penuh perhatian.


" Sebenarnya, Cinta udah laper, tapi, kalo Kak Rio belum laper, ya udah lanjutin aja perjalanannya untuk pergi ke tempat yang Kak Rio janjikan sebelum kita pergi tadi," Ucap Cinta sambil tersenyum menatap lembut wajah Rio.


" Eeehhh, serius, kalo Dedek laper mending kita berhenti di tempat makan dulu, setelah itu baru kita pergi ke tempat yang Kakak janjikan,," Bilang Rio dengan wajah penuh perhatian.


" Ya udah kalo gitu cari tempat untuk kita makan ya Kak,," Ucap Cinta sambil melingkarkan tangannya ke dalam lengan Rio.


" Iya dek,, eeemmm,," Jawab Rio dan seketika merasa heran dengan kelakuan Cinta yang sengaja melingkarkan tangannya dalam lengannya itu.


Sehingga begitu terasa sekali bahwa Cinta tidak merasa canggung ataupun malu saat ia tidak sengaja telah berani menciumi pipi serta bibir Rio saat sebelum mereka berangkat tadi.


" Kenapa Cinta tidak merasa canggung dan bahkan memelukku,," Gumam Rio dalam hati seketika lengannya dipeluk oleh Cinta.


" Kak,," Panggil Cinta dengan suara lembutnya kepada Rio.


" Eemmm ya dek,," Jawab Rio dengan suara lembutnya juga.


" Maafkan Cinta ya, karena sudah bercanda dengan Kak Rio dan jujur saat Cinta menciumi bibirnya Kak Rio, Cinta gak tau kalo Kak Rio ada tepat di dekat belakang Cinta, jadi,," Ucap Cinta dengan suara lembutnya dan membuat Rio dengan spontan memelankan mobilnya serta langsung menutup mulut Cinta dengan jemarinya.


Betapa terkejutnya Cinta ketika melihat tindakan Rio yang secara spontan melakukan suatu hal romantis pada dirinya itu. Dengan lembut Rio meletakkan jari telunjuknya tepat menempel pada bibirnya Cinta dan mulut Cinta langsung terhenti saat Rio melakukan hal itu padanya.


" Ssshhhuuttt,," Ucap Rio sambil meletakkan tangannya pada bibir Cinta.


Sambil tersenyum lembut Rio menatap wajah Cinta sambil memberikan sebuah pernyataan yang membuat hati dan perasaan Cinta berbunga-bunga. Sambil menghentikan mobilnya di pinggiran jalanan yang cukup ramai, Rio sengaja melepaskan secara perlahan jarinya dari bibir Cinta.


" Tunggu sebentar istriku, Kak Rio mau menghentikan mobil ini dulu,," Ucap Rio sambil tersenyum dan melepaskan sementara jarinya dari bibir Cinta.


Setelah menghentikan mobilnya ke tempat yang aman dan tepat, barulah Rio kembali menoleh ke arah Cinta dan melihat kerlingan cahaya bahagia yang terpancar dari wajah istrinya saat ini. Cinta hanya bisa tersenyum lembut ketika melihat Rio yang berbalik arah menatapnya lagi itu.


" Dek, Dedek nggak usah minta maaf, jika Dedek menciumi Kakak ataupun secara tidak sengaja menyentuh Kakak, karena, Kak Rio adalah suami sahnya Dedek, jadi, hal yang wajar jika Dedek melakukan apapun kepada Kakak,," Ucap Rio yang memberi perhatian lembut kepada Cinta.


" Iya Kak, tapi, maafkan Cinta juga yang selama ini,," Gumam Cinta lagi dan terputus kembali karena, secara sengaja Rio tidak mau mendengarkan ucapan penyesalan yang dirasakan olehnya pada hubungan pernikahan mereka.


Karena, sebenarnya Rio sama sekali tidak merasa menyesal atas hubungan yang secara dilakukan tiba-tiba itu. Namun, karena, suatu hal yang tiba-tiba itu juga Rio mendapatkan kebahagiaan yang begitu berarti bagi dirinya dan juga untuk kehidupan dirinya selamanya. Oleh sebab itu, Rio kembali menutupi bibir Cinta dengan jemarinya itu sambil menggelengkan kepalanya menandakan bahwa ia sama sekali tidak pernah menyesali perbuatan yang mereka lakukan dalam suatu hubungan pernikahan.

__ADS_1


****


__ADS_2