
Cinta merasa bahwa sekarang dirinya merasa tidak enak. Kemungkinan karena, ada sesuatu yang terjadi, akhirnya Cinta lebih memilih istirahat terlebih dahulu daripada harus melihat danau yang diceritakan Rio pagi tadi padanya.
" Kak, kita istirahat dulu ya,," Bilang Cinta yang memang badannya sedang merasa tidak enak.
" Baik Dek," Rio mengangguk mengikuti ucapan Cinta.
" Oh iya, kita istirahat di tempat Kak Rio bilang tadi, apa masih jauh,," Tanya Cinta yang mendongakkan wajahnya ke depan.
Rio pun mengangguk..
" Cukup jauh sih, dek, tapi gak terlalu,," Jawab Rio yang masih menyetir mobilnya.
" Baik, Kak, kita kesana aja deh," Pinta Cinta pada Rio yang hanya mengangguk ajakannya itu.
Rio pun mengikuti kehendak Cinta yang mengajaknya ke tempat penginapan seperti Villa kecil yang Rio sebutkan pagi tadi.
Mungkin, dengan tinggal disana sementara waktu akan segera menghilangkan kepenatan di dalam tubuh Cinta.
Karena, terlalu lelah kurang dari waktu satu jam saja untuk menuju ke tempat itu, Cinta sudah enak banget tidur di samping Rio. Rio menoleh ke samping melihat Cinta yang telah tertidur pulas. Lalu, dengan menaikkan sedikit bibirnya Rio mengelus lembut rambut di atas puncak kepala Cinta.
" Sepertinya, kamu terlalu lelah, dek,, kasihan melihatmu, seperti ini," Bilang Rio yang menatap wajah Cinta.
Rio tidak tega membangunkan Cinta saat itu. Dan, Rio dengan sengaja hanya menatap wajah cantik Cinta yang telah tertidur pulas.
Karena, mobilnya saat ini telah sampai di sebuah penginapan villa yang dimaksud oleh dirinya pada Cinta tadi.
Saat Rio, ingin membuka pintu mobil, bunyi ceklek dari mobil sedikit mengganggu terlelapnya Cinta saat itu.
Cinta pun membuka bola matanya..
" Dimana kita, Kak,," Tanya Cinta yang mengulet dan membenahi dirinya.
Rio belum sempat keluar dari mobil, ternyata sudah membangunkan Cinta saat itu.
" Kita udah sampai, dek,," Jawab Rio tersenyum yang menoleh ke arah Cinta.
Niatnya mau keluar, ingin menunggu Cinta bangun malah tidak jadi dilakukannya.
" Maksudnya,, sampai dimana Kak ?" Tanya Cinta lagi.
" Kita udah sampai, di Villa yang kakak ceritakan tadi,," Jawab Rio yang membuat bola mata Cinta membulat senang.
" Oh ya kah,," Ucap Cinta yang segera membuka pintu mobil dan beranjak keluar.
Cinta pun melangkahkan kakinya keluar melihat-lihat kondisi bagaimana bentuk dan keadaan Villa yang diceritakan oleh Rio pagi tadi.
__ADS_1
Ternyata benar, Villa yang dibangun dekat dengan tempat wisata yaitu sebuah danau yang indah.
" Waaaahhh,, indah bangeettt danaunya,," Bilang Cinta yang wajahnya sangat mengagumi keindahan danau di depannya itu.
Ternyata pikiran yang awalnya ia enggan sekali melihat danau, apabila sampai di sebuah penginapan tersebut. Berniat ingin langsung tidur, dan sekarang alhasil hanyalah ungkapan sementara.
Sebaliknya Cinta malah merasakan tubuhnya segar bugar kembali, untuk melihat-lihat keindahan yang ada di depan matanya saat ini.
Tidak ada lagi rasa penat, tidak enak bahkan bosan yang dirasakannya saat ini. Melainkan rasa ketenangan karena, faktor hembusan udara yang begitu sejuk Cinta rasakan saat ini.
" Dek, dek,, kayak nggak pernah lihat danau aja,," Bilang Rio yang tersenyum melihat Cinta.
Rio yang hanya geleng-geleng kepala melihat sikap Cinta yang begitu takjub atas pemandangan di depan matanya itu. Ikut keluar dari dalam mobil dan berlari kecil menuju ke arah Cinta.
" Bagaimana,,?" Tanya Rio yang mengagetkan Cinta.
" Serius, indahhh bangeettt Kak,, makasih ya udah ngajakin Cinta kesini,," Bilang Cinta yang menoleh sambil tersenyum lalu kembali memandang danau indah yang berada di depannya saat ini.
" Mau istirahat, atau nanti ?" Tanya Rio yang sedang memandangi pemandangan di depannya sambil melirik Cinta.
" Nanti aja," Jawab Cinta menghirup udara sejuk yang berputar di tubuhnya saat ini.
" Heemm,, oke,," Jawab Rio tersenyum senang melihat wajah Cinta yang sangat berseri itu.
Setelah puas memandangi pemandangan di depannya itu, tak terasa rintik hujan turun membasahi daerah di sekitar mereka yang sedang berdiri saat ini.
" Iya Kak,," Jawab Cinta berbalik.
Tapi sesaat dengan gerakan cepat Rio segera menggendong tubuh Cinta supaya tubuh dan kepala Cinta tidak terkena rintik hujan secara langsung.
Cinta yang kaget atas tindakan Rio padanya secara spontan berteriak kaget.
" Akkhhh,, Kak Rio,," Bilang Cinta yang kaget karena, telah berada di dalam gendongan Rio.
" Supaya cepat Dek,," Jawab Rio.
Cinta yang hanya bisa pasrah saja, mengikuti alur dari ajakan Rio yaitu menuju kembali ke arah mobil. Hujan semakin lama semakin deras, semakin cepat juga langkah kaki Rio berlari menuju ke arah mobil sambil menggendong Cinta.
Cinta yang melingkarkan tangannya di leher Rio membuat diri Cinta sangat dekat dan lekat memandang wajah Rio yang terkena air hujan. Sedikit Cinta menyunggingkan senyumannya, tetapi hal itu sama sekali tidak diketahui Rio.
Sesampainya di tempat mobil Rio segera menurunkan Cinta dan membuka pintu mobil, Cinta pun masuk ke dalam mobil dan menutup secara cepat juga Rio langsung berputar dan masuk ke dalam mobil.
" Huh!!" Suara Rio terdengar seperti hembusan nafas dan juga kelegaan dirinya.
" Hahahaha, sini Cinta bantu keringkan,," Tawar Cinta pada Rio yang tubuhnya memang sudah basah semua.
__ADS_1
" Akkhh,, nggak apa-apa, dek,," Ucap Rio yang sedikit malu atas tawaran Cinta.
" Nggak apa-apa, Kak, Kak Rio fokus jalani mobilnya langsung ke Villa." Bilang Cinta yang bersikeras tetap membantu Rio mengeringkan rambutnya.
" Baik, Dek,," Jawab Rio mengangguk sambil menghidupkan mesin mobilnya.
Mobil Cinta pun akhirnya jalan dan langsung menuju ke arah Villa yang tidak terlalu jauh dari danau tersebut.
Setelah memarkirkan mobilnya, Rio dan Cinta masih di dalam mobil karena, kebetulan masih cuaca hujan diluar. Dan, di dalam mobil Cinta sama sekali tidak ada payung. Dengan membuka pintu kaca mobil Rio memanggil satpam yang bertugas di Villa tersebut untuk membantu dirinya.
" Pak,, permisi, ada payung,," Teriak Rio kepada satpam petugas Villa,
" Iya, Mas, ada, Mas mau menginap,," Tanya petugas satpam kepada Rio.
" Iya Pak,, dua ya payungnya,," Bilang Rio yang meminta tolong kepada petugas tersebut.
" Baik, tunggu sebentar,," Jawab sang petugas.
Sesaat petugas satpam itu masuk ke dalam Lobby Villa, Rio menoleh ke arah Cinta yang tubuhnya juga basah.
" Ya ampuunnn, tubuh Dedek basah juga,," Bilang Rio yang melihat keadaan Cinta.
" Heheheh,, iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk.
" Ini Mas,," Bilang petugas Villa yang mengagetkan Rio.
" Astaghfirullah,," Ucap Rio yang memang kaget
" Makasih Pak,, maaf saya kaget,," Bilang Rio lagi sambil menerima payung dari petugas tersebut.
Petugas itu pun kembali ke pos nya, sementara itu Rio memberikan payung kepada Cinta dan Rio sendiri segera keluar dari mobil dan membuka payungnya. Begitu juga dengan Cinta, setelah Cinta keluar Rio segera menutup dan mengunci mobilnya, lalu mengambil sedikit pakaian di bagian belakang mobil.
Sementara Cinta sendiri melangkahkan kakinya berlari kecil menuju Lobby Villa menunggu Rio disana. Suasana sudah semakin gelap, setelah selesai Rio segera berlari kecil ke arah Cinta yang telah menunggunya itu.
" Ayo, dek,," Bilang Rio pada Cinta.
Saat itu Cinta ingin mengambil tas ranselnya tapi di cegah oleh Rio.
" Sini Kak, Tas nya,," Pinta Cinta yang menggapai tas ranselnya.
" Nggak apa-apa, Kakak aja, yuk kita masuk," Bilang Rio mengajak Cinta masuk ke dalam Lobby Villa.
Karena, Rio tidak tahan lagi kena air hujan yang sangat dingin ini.
Cinta pun mengangguk dan ikut masuk ke dalam Lobby sesuai ajakan Rio padanya.
__ADS_1
***
Love you so much My Love Readers ❤️❤️