Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 107 Pengawasan Rossa


__ADS_3

Dengan senyuman yang lebar Cinta segera membuka mulutnya dan Rio juga langsung memasukkan sendok yang berisi makanan itu ke dalam mulut Cinta dengan perlahan. Betapa senangnya Cinta ketika merasakan bahwa saat ini Rio sudah mengerti akan maksud dari keinginannya itu. Walaupun Cinta sendiri tidak memintanya langsung dari Rio, namun Rio bisa mengetahui apa yang sedang diinginkan oleh Cinta padanya itu.


Sambil mengunyah makanannya Cinta memandangi wajah Rio dengan kelembutan dari dalam perasaanya sendiri. Bahwa Cinta sendiri mengakui saat ini ia merasakan suatu perasaan yang sangat berbeda terhadap Rio. Entah kenapa semakin lama Cinta merasa nyaman dan bahagia ketika bersama dengan Rio.


" Kak Rio, kenapa Cinta merasakan hal yang lain pada Kakak, Cinta merasa begitu nyaman dan juga bahagia ketika bersama denganmu Kak,," Ucap Cinta dalam hati sambil mengunyah makanannya dan menatap wajah Rio dengan lembut.


Setelah menyuapkan makanan ke dalam mulutnya Cinta, Rio sendiri juga menyuapkan makanan di piringnya itu ke dalam mulutnya. Dan Rio merasa bahagia karena, bisa makan satu sendok dan juga satu piring bersama dengan Cinta. Setelah menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya barulah Rio menyuapkan makanan itu kembali untuk Cinta.


Namun, karena, sendok itu sudah bekas mulutnya dan Rio tidak mau nantinya Cinta meminta untuk menggantikan sendok itu, dengan segera Rio mengambil sendok baru agar bisa digunakan untuk menyuapkan makanannya kepada Cinta. Tapi, dengan cepat Cinta langsung mencegah Rio untuk mengambil sendok baru saat menyuapnya makanan.


" Mau ngapain ngambil sendok baru Kak ?" Tanya Cinta pada Rio.


" Untuk suapin Dedek makan, karena, sendok ini udah bekas Kak Rio dek,," Jawab Rio sambil mengambil sendok baru itu.


" Nggak usah Kak, memangnya kenapa kalo bekas Kak Rio, Cinta nggak jijik kok jika sendok ini bekasnya Kak Rio,," Ucap Cinta sambil mencegah Rio untuk mengambil sendok baru.


" Jika Kak Rio mengambil sendok itu, berarti Kak Rio berpikir bahwa Cinta juga jijik bekasnya Kak Rio,," Ucap Cinta lagi yang menyambungkan perkataannya.


Karena, mendengar ucapan Cinta yang terlihat jelas bahwa ia begitu mencegah tindakannya saat mengambil sendok. Akhirnya Rio kembali lagi duduk di tempatnya dan tidak jadi mengambil sendok itu sambil memberikan sebuah perkataan yang tepat untuk menenangkan ucapan Cinta padanya.


" Bukan begitu maksudnya, dek, maksud Kakak begini,," Ucap Rio sambil menenangkan perasaan Cinta yang sedang naik emosinya.


" Pokoknya Cinta gak mau makan jika Kak Rio pake sendok lain untuk nyuapin Cinta,," Bilang Cinta lagi yang perkataannya sangat ditekankan sekali.


" Hehehehe oke kalau begitu, Kak Rio akan makan pake sendok ini juga dan juga Kak Rio akan suapin Dedek pake sendok ini juga,," Ucap Rio sambil tersenyum menatap wajah Cinta dengan lembut.


" Heemm itu baru benar,," Gumam Cinta sambil memonyongkan bibirnya.


" Hehehehe ya Dek,," Jawab Rio sambil mengusap lembut rambut Cinta.


Karena, gemas melihat kelakuan Cinta yang terlihat seperti anak kecil sambil memonyongkan bibirnya itu ketika menjawab pertanyaan dari Rio. Hal itu membuat Rio langsung gemas dengan kelakuan Cinta dan pastinya Rio langsung memeluk tubuh Cinta dengan erat.


" Dedek, lucu banget sih !!" Seru Rio sambil memeluk erat tubuh Cinta dan menjahili Cinta dengan keseruan yang terjadi.


Rio sengaja memeluk Cinta dan menggelitik perut Cinta dengan keseruan yang ada. Suasana makan siang yang dilakukan oleh Rio dan Cinta penuh dengan keceriaan yang mereka lakukan sendiri.


" Hihihi jangan gelitik Kak Rio, geli !!" Seru Cinta saat tubuhnya merasa geli ketika digelitik oleh Rio.


" Hehehehe habis Dedek gemesin banget,," Ucap Rio di tengah keseruannya yang sengaja menggelitik tubuh Cinta.


" Iya, iya Cinta tahu kalo Cinta emang gemesin, tapi, jangan gelitikin seperti ini, geli Kak !!" Seru Cinta sambil tertawa geli menahan rasa geli candaan yang dilakukan mereka berdua.


Karena, mendengar pernyataan Cinta yang selalu mengatakan bahwa saat ini tubuhnya merasa begitu geli sekali. Akhirnya, Rio menghentikan tindakannya itu dengan perlahan dalam menggelitik perut Cinta.


" Yah, yah, yah, Dedek,," Jawab Rio sambil menghentikan tindakannya dalam menggelitik tubuh Cinta.


Setelah tawa Cinta sudah mereda barulah Rio mengajak Cinta untuk menyantap makanannya kembali. Dan Cinta mengangguk tersenyum mengikuti ajakan Rio yang mengajaknya menyantap makanannya itu lagi.


" Gelinya udah reda, yuk kita makan lagi dek,," Ucap Rio sambil merangkul tubuh Cinta untuk kembali makan.


" Heemm oke kak,," Jawab Cinta sambil mengangguk senang.

__ADS_1


Dengan kemesraan yang sedang terjadi, Cinta dan Rio kembali makan bersama dengan menggunakan piring yang sama dan Rio juga sengaja menyuap makanan pada Cinta. Sedangkan, Cinta menambah semua makanan itu ke dalam piring mereka untuk dihabiskan semuanya.


Sementara Cinta dan Rio sedang makan bersama dengan penuh kehangatan dan juga kebahagiaan. Hal itu membuat Rossa yang sengaja memilih tempat cukup jauh dari penglihatannya Cinta merasa tidak senang dengan hubungan Cinta dan Rio yang terlihat begitu bahagia dan juga romantis itu.


" Iiihhhh, jika saja Mami gak narik tangannya Rossa, mungkin saat ini Rossa bisa makan dekat Mas Rio,," Gerutu Rossa dengan wajah cemberut dan sangat tidak menyukai hubungan yang sangat harmonis pada Rio dan Cinta.


Sambil mengunyah makanannya, Mami Rossa dengan sangat santai menjawab gerutu kesal dari anaknya itu. Bahwa Rossa sendiri tidak pernah memberitahukan kepada Maminya saat ini Rio sudah menikah dan memiliki istri.


" Kamu tidak pernah katakan pada Mami, kalo anak janda miskin itu, sudah menikah,," Ungkap Mami Rossa dengan gaya santainya.


" Untuk apa Mam, Rossa katakan, lagian juga wanita itu tidak penting,," Ucap Rossa dengan sengaja menjawab ungkapan dari Maminya.


" Dan lagian juga Cinta hanya mengharapkan Mas Rio, agar Mas Rio mau pada Rossa, wanita itu hanya parasit, Mam,," Ucap Rossa lagi dengan gaya yang terlihat begitu tidak menyukai adanya Cinta di dalam kehidupan Rio.


" Heh,, untuk apa dapatkan anak janda miskin itu, kayak, di muka bumi ini tidak ada laki-laki lain selain anak janda miskin itu,," Ucap Mami Rossa lagi dengan wajahnya yang jelas terlihat tidak menyukai Rio.


" Mami tidak tahu, bahwa sekarang Mas Rio itu udah kaya, Mam,," Jawab Rossa sambil memuji perubahan kehidupan Rio saat ini.


" Dan Mami tahu, kalo mobil yang diparkir tepat di sebelah mobil kita itu mobilnya Mas Rio,," Ucap Rossa lagi dengan sengaja menyambungkan pembicaraannya.


" Alaahh Mami gak percaya jika itu mobilnya Rio, jika Mami belum lihat sendiri kalo Rio yang membawa mobil itu ke tempat ini,," Ucap Mami Rossa dengan sengaja tetap teguh dengan pendiriannya.


" Ya, Mami jelas saja itu mobilnya buktinya Mas Rio ada disini,," Jawab Rossa lagi yang terdengar masih saja membela Rio.


" Heh,, bisa saja dia naik angkot kesini atau nggak naik kendaraan lain,," Ucap Mami Rossa yang masih terdengar tidak mempercayai ucapan anaknya itu.


" Iiihhhh, Mami, masih aja nggak percaya ucapan Rossa, Rossa jadi kesal jika Mami nggak percaya ucapan Rossa kayak gini,," Gerutu Rossa dengan wajah yang cemberut kepada Maminya.


" Oke, jika itu yang diinginkan Mami, kalau gitu, kita harus tetap disini sampai Mas Rio yang duluan keluar dari restoran dan masuk ke dalam mobilnya itu,," Ucap Rossa yang juga tetap teguh dengan pendiriannya dalam menghadapi ucapan Maminya itu.


" Oke, Mami akan mengikuti keinginanmu, kali ini,," Ucap Mami Rossa lagi sehingga membuat Rossa sedikit tersenyum senang.


Karena, telah bisa meyakinkan Maminya untuk tetap berada di tempatnya ini sampai mereka menyelesaikan makannya dan juga Rio bersama dengan istrinya juga menyelesaikan makannya itu. Maka, Rossa dengan sengaja meyakinkan Maminya untuk tetap dengan misinya itu yaitu mengawasi Rio dari kejauhan.


Karena, Rossa sendiri sengaja mengawasi Rio di tempat ini, supaya Maminya itu bisa percaya bahwa ucapannya benar dalam hal menilai keberhasilan yang dicapai oleh Rio saat ini.


Tidak lama dari penungguannya itu, terlihat di tempatnya Cinta dan Rio saat ini mereka berdua telah menyelesaikan makan siangnya dengan penuh kebahagiaan serta kehangatan. Dengan sengaja Cinta memanggil pelayan restoran untuk membayar semua biaya makan mereka siang ini.


Setelah selesai membayar semua biaya makanan yang telah dipesankannya itu. Dengan lembut Rio mengajak Cinta keluar dari ruangannya dan melangkahkan kakinya bersama sambil bergandengan tangan menuju ke tempat parkiran mobil.


" Terima kasih, Mas,," Ucap Rio dan Cinta secara bersamaan setelah selesai membayar semua biaya makanannya siang ini.


" Sama-sama, Mas Mbak,," Jawab pelayan itu pada Rio dan Cinta.


" Ayo dek," Ucap Rio sambil menggandeng tangan Cinta.


Cinta hanya bisa tersenyum senang melihat kelakuan suaminya saat ini begitu hangat dan selalu membuatnya nyaman. Sehingga Cinta hanya bisa mengangguk dan bersedia melangkahkan kakinya bersama Rio untuk segera keluar dari tempat makan siangnya ini.


Sementara itu, di tempat lain yang tempatnya tidak terlihat oleh mata Cinta dan Rio, secara diam-diam sengaja mengawasi pergerakan yang sedang dilakukan oleh Cinta dan Rio saat ini.


" Mi, Mi, Mi, tuh lihat Mas Rio dan wanita itu sudah selesai makan,," Gumam Rossa sambil menjawil tangan Maminya dan sengaja menunjukkan penglihatannya itu ke arah Rio dan Cinta.

__ADS_1


" Oh iya sepertinya mereka mau keluar,," Jawab Mami Rossa yang terlihat begitu fokus dengan pandangan matanya itu.


" Mami lihat ya, Mas Rio keluar dari restoran ini pasti menaiki mobil itu yang berada di sebelah mobil kita,," Ucap Rossa yang terdengar begitu yakin akan kebenaran ucapannya itu.


" Heemmm, Mami lagi fokus sekarang Rossa jangan ganggu Mami,," Seru Mami Rossa dengan suaranya yang terdengar sangat fokus akan pandangannya itu.


" Yah, yah, oke Mam,," Jawab Rossa yang juga fokus dengan penglihatannya serta perkiraannya itu.


Dan tepat sekali seperti apa yang telah dipikirkan serta diucapkan oleh Rossa selama ini bahwa Rio dan juga Cinta telah melangkah keluar dari restoran dan mendekati mobilnya yang mereka parkirkan tepat di sebelah mobilnya Rossa.


" Silahkan masuk Permaisuri,," Ucap Rio sambil membuka pintu mobil untuk Cinta.


" Terima kasih Kaisar ku,," Jawab Cinta sambil masuk ke dalam mobilnya.


Terlihat saat ini sambil tersenyum bahagia Rio membukakan pintu untuk Cinta masuk ke dalam mobilnya dan tidak lama kemudian Rio segera melangkah masuk ke dalam mobilnya itu. Lalu segera pergi meninggalkan restoran tempat mereka makan itu, namun mereka berdua sama sekali tidak tahu bahwa mereka saat ini sedang diawasi oleh Rossa dan juga Maminya dari tempat yang sangat jauh.


" Makan siang udah selesai, terus sekarang kita mau kemana dek ?" Tanya Rio pada Cinta di dalam mobilnya dalam hal tujuan mereka setelah makan siang ini.


" Eemmm, karena hari udah sore, mending kita kembali ke villa aja Kak,," Jawab Cinta dalam memberikan sebuah ide.


" Oke baiklah permaisuriku,," Gumam Rio sambil tersenyum dan segera menyalakan mesin mobilnya.


Dengan segera Rio menghidupkan mesin mobilnya dan meluncur ke jalanan meninggalkan restoran di tempat mereka makan siang itu. Sementara itu, betapa terkejutnya Mami Rossa ketika melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa apa yang dikatakan oleh Rossa terbukti semuanya adalah kebenaran yang nyata. Dan Rossa sendiri merasa puas setelah memberitahukan bahwa ucapannya selama ini adalah benar semuanya.


" Apa !!" Seru Mami Rossa terbelalak kaget ketika melihat mobil mewah di samping mobilnya itu adalah mobilnya Rio.


" Ternyata itu mobilnya Rio,," Gumam Mami Rossa yang masih terbelalak kaget melihat kenyataan yang ada.


" Ya, Mami betul sekali,," Celetuk Rossa dengan sengaja memberikan sebuah keyakinan pada Maminya.


" Terus, bagaimana Mam ?" Tanya Rossa sambil tersenyum senang melihat kenyataan ucapannya sudah terbukti.


Setelah melihat mobilnya Rio sudah tidak ada lagi di area parkiran restoran barulah Mami Rossa bisa menoleh ke arah Rossa dan membenarkan semua perkataan Rossa selama ini padanya.


" Ternyata ucapanmu itu benar sayang,," Gumam Mami Rossa sambil menoleh ke arah Rossa.


" Iya donk, Rossa gitu, jika Rossa sudah berani berkata seperti itu, berarti Rossa sudah melihat buktinya sendiri Mam,," Jawab Rossa yang terdengar sedang membanggakan dirinya sendiri pada Maminya itu.


" Ya, ya, Mami tahu, kau memang anak pintar sekaligus hebat,," Gumam Mami Rossa dengan sengaja memberikan sebuah pujian kepada anaknya itu.


" Hehehehe, thank you Mam,," Ucap Rossa dengan sengaja memeluk erat lengan Maminya.


Karena, sudah mendapatkan sebuah jawaban yang jelas dari Maminya bahwa Maminya saat ini sudah mempercayai ucapannya perihal tentang keadaan Rio. Barulah Cinta kembali mengingatkan Maminya untuk menyetujui tindakannya dalam mendapatkan keinginannya itu yaitu mendapatkan Rio seutuhnya hanya untuk miliknya saja.


" Jadi, bagaimana Mam, Mami setuju bukan jika, Rossa bersanding dengan Mas Rio ?" Tanya Rossa lagi pada Maminya dengan sengaja mengingatkan Maminya akan ucapan Maminya sendiri.


" Ya, karena, saat ini anak janda miskin itu sudah kaya, jadi Mami setuju jika kau bersama dengannya,," Jawab Mami Rossa dengan sengaja memberikan sebuah persetujuan kepada putrinya itu, hingga membuat Rossa terbelalak senang ketika mendengarkannya.


" Tapi, ada syaratnya !!" Ucap Mami Rossa kembali.


Rossa merasa begitu bahagia sekali ketika mendapatkan sebuah persetujuan dari Maminya saat ini juga. Tapi, seketika Rossa terbelalak ketika Maminya menyambungkan kembali pembicaraannya itu dengan sebuah kata yang membuatnya begitu penasaran yaitu kata "Tapi".

__ADS_1


****


__ADS_2