Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 60 Sholat Subuh


__ADS_3

Setelah memastikan Rio tidur di atas tempat tidur yang disiapkannya itu, barulah Cinta kembali ke kamar dan menuju ke tempat tidurnya juga, karena cuaca masih begitu dingin dan juga masih malam. Oleh sebab itu, saat kembali ke tempat tidurnya sungguh mudah sekali bagi Cinta untuk kembali larut dalam tidurnya.


" Heemmm, Kak Rio udah tidur, lebih baik aku juga tidur,," Gumam Cinta sambil menguap dan langsung naik ke tempat tidur.


Akhirnya, Cinta larut dalam tidurnya begitu nyenyak dan terasa begitu nyaman sekali. Tak lama dari tidurnya itu, Rio mendengar suara adzan dari masjid yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahnya itu. Sehingga suara adzan Subuh begitu terdengar jelas olehnya. Rio segera bangun dari tidurnya dan segera bersiap-siap mandi.


" Heemmm, udah adzan,," Gumam Rio sambil membuka salah satu matanya.


Sambil melihat angka jam di dinding, dengan segera Rio menarik semua otot tubuhnya karena, merasa sedikit kaku saat ia tidur dalam posisi meringkuk sebelum Cinta menyiapkan tempat tidurnya ini.


" Eeemmm puasnya bisa tidur di tempat yang nyaman seperti ini,," Gumam Rio sambil tersenyum senang.


Suatu hal yang diucapkan Rio bukanlah tempat tidurnya yang memberikan sebuah kenyamanan pada dirinya itu, melainkan tempat tidur itu sudah disiapkan khusus dari Cinta yang merasa kasihan padanya. Setelah selesai dengan khayalan dan kebahagiaannya sendiri itu barulah Rio bangkit dari tidurnya dan merapikan semua tempat tidur itu.


Setelah semuanya sudah rapi, Rio segera mengambil handuk yang ada di jemuran dapur dan melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi. Cukup lama Rio membersihkan tubuhnya itu setelah puas barulah Rio keluar dari kamar mandi dan menggantikan pakaiannya di dalam ruang sholat.


" Heemmm seger,," Gumam Rio ketika melihat wajahnya di pantulan cermin ruang sholat.


Saat Rio ingin membentangkan sajadah di atas karpet khusus ruang sholat, Rio teringat akan Cinta yang sudah menjadi istrinya wajib untuk melakukan sholat berjamaah, namun Rio sendiri juga bingung mau membangunkan Cinta untuk mengajaknya sholat bersama atau tidak. Tapi, dalam pikiran Rio saat ini Cinta adalah makmumnya jadi wajib bagi Cinta untuk sholat berjamaah dengannya.


" Heemm, apakah aku harus membangunkan Cinta untuk ikut sholat bersama denganku,," Gumam Rio sendiri sambil membentangkan sajadahnya.


" Tapi, apakah dia bersedia sholat berjamaah denganku,," Gumam Rio lagi yang masih bimbang dalam pikirannya itu.


" Heemm walau bagaimanapun Cinta adalah Istriku, walau kami menikah karena terpaksa, sebagai pemimpin keluarga aku harus bisa membimbing istriku sendiri untuk menuju ke jalan yang benar." Bilang Rio sambil bangkit dari posisinya dan bertekad untuk membangunkan Cinta dari tidurnya.


Ya, walaupun Cinta dan Rio menikah karena, dalam kondisi terpaksa, tapi, pernikahan yang mereka jalani itu adalah sebuah pernikahan yang sah di mata hukum maupun dalam agama. Oleh sebab itu, Rio meyakinkan dirinya untuk membangunkan Cinta saat ini juga supaya bisa sholat berjamaah dengannya.


" Heemm, maaf ya dek, jika Kakak memaksa Dedek untuk sholat berjamaah,," Ucap Rio ketika sedang berada di depan pintu kamar Cinta.


Setelah bertekad dengan kuat dan yakin dengan segera Rio mengetuk pintu kamar itu, sambil memanggil nama Cinta untuk segera bangun dari tidurnya.


Tok


Tok


Tok


" Dek bangun udah subuh,," Bilang Rio di luar kamar yang membangunkan Cinta.


Sementara itu, Cinta sendiri di kamar masih bergelung di dalam selimut yang begitu tebal. Cinta menggeliatkan tubuhnya ketika mendengar suara Rio yang memanggilnya untuk bangun dan memberitahukan bahwa saat ini sudah waktunya sholat subuh.


" Eeemmm, Kak Rio,," Ucap Cinta dengan suara khas bangun tidur.


" Iya tunggu sebentar,," Bilang Cinta sedikit meneriakkan suaranya supaya Rio bisa mendengar jelas dari luar.


" Iya dek, Oh ya Dedek mau sholat bareng Kak Rio nggak ?" Tanya Rio pada Cinta dari luar.


" Eemmm, kakak duluan aja sholatnya soalnya Cinta belum mandi,," Bilang Cinta dari dalam dan masih duduk di atas tempat tidur.


" Oke baiklah,," Jawab Rio singkat.


Dan, Cinta mendengar dengan jelas bahwa Rio tidak lagi menanyakan apa-apa lagi padanya. Karena, tugas Rio sudah selesai untuk membangunkan orang yang sudah dinikahinya itu. Namun, Cinta segera turun dari tempat tidur dan segera membuka pintu kamarnya untuk mengikuti Rio yang sudah mengajaknya sholat berjamaah.


" Eeehhh Kak Rio tunggu,," Gumam Cinta segera bangkit dari duduknya dan berlari ke arah pintu kamar.


Setelah membuka pintu kamarnya, Cinta segera mengatakan sesuatu kepada Rio bahwa Rio harus menunggunya sebentar, karena, Cinta juga mau sholat berjamaah dengan Rio.


" Kak Rio tunggu,," Panggil Cinta langsung terhadap Rio yang sedang berada di ruang sholat.


" Suara Dek Cinta, ada apa, kenapa memanggilku ?" Tanya Rio sendiri yang mendengarkan panggilan dari Cinta.


Rio sedikit kaget ketika mendengar suara Cinta dari luar meminta dirinya untuk menunggu Cinta. Lalu, Rio kembali ke luar ruang sholat dan akhirnya bertabrakan langsung dengan Cinta.


BRUUKKK!!


Cinta yang sengaja berlari dari kamarnya menuju ke ruang sholat, lupa akan dirinya sendiri yang tidak bisa lagi untuk mengerem sedikitpun dan akhirnya terjadilah tabrakan kedua setelah Cinta menabrak Rio saat di restoran dulu.


Membuat Cinta kaget ketika tubuhnya seketika menabrak tubuhnya dan tertempel. Betapa tercengangnya Cinta ketika melihat wajah Rio yang begitu tampan dan berseri saat pagi subuh ini.


" Aduuuhhh,, maafkan Cinta kak,," Bilang Cinta sendiri yang merasa malu.


Wajar sekali jika Cinta harus meminta maaf pada Rio karena, Cinta yang terlebih dahulu menabrak Rio hingga tubuh Rio terhenyak menempel di bagian dinding dekat pintu ruang sholat.


" Nggak apa-apa dek,," Jawab Rio sambil tersenyum melihat wajah Cinta yang menunduk malu di bawah dagunya.


Untuk sesaat Cinta tertegun melihat ketampanan Rio yang berada tepat di depan matanya ini, begitu indah dipandang dan juga begitu lembut senyumannya membuat Cinta sendiri lupa untuk melepaskan dirinya dari tubuh Rio itu. Sesaat Cinta kaget ketika mendengar ucapan Rio yang menanyakan suatu hal pada dirinya itu.


" Ada apa, Dek ?" Tanya Rio langsung dan secara tidak sengaja telah membuyarkan lamunan Cinta menatap wajahnya itu.


" Hah! iya kak,," Jawab Cinta memundurkan sedikit tubuhnya.


" Memangnya ada apa memanggil Kakak ?" Tanya Rio lagi sambil menekan pandangannya pada Cinta sehingga membuat Cinta semakin terpana akan ketampanan Rio.


" Hah! itu apa,, eemmm,," Gumam Cinta bingung sendiri dan begitu jelas canggung di wajahnya itu.


" Ya udah Kakak mau sholat subuh kan, sholat aja duluan gih, maaf kalo Cinta ganggu," Bilang Cinta sambil tersenyum-senyum sendiri.


" Heemm, waktunya masih cukup kalo Dedek mau sholat bareng Kakak, Kakak tunggu,," Ucap Rio yang membuat Cinta mengerlingkan matanya.

__ADS_1


" Benarkah, Kakak mau nungguin Cinta ?" Tanya Cinta lagi dengan wajah yang penuh semangat.


" Heemm,," Jawab Rio mengangguk.


" Oke deh, Cinta mandi dulu, tunggu sebentar ya Kak, nggak apa-apa, kan," Bilang Cinta sambil bergegas melangkah keluar dari ruang sholat.


" Iya dek,," Jawab Rio mengangguk.


Karena, sudah mendapatkan suatu keyakinan dari Rio untuk menunggunya mandi dan sholat berjamaah, dengan segera Cinta berlari kecil menuju ke kamar mandi dan Cinta sendiri selalu lupa membawa handuk apabila ia sedang tergesa-gesa seperti ini.


" Aku harus cepat, aku harus cepat," Gumam Cinta sendiri sambil membuka semua pakaiannya dan membasahi semua tubuhnya dengan air yang ada di dalam bak.


" Oh My God, dingin sekali," Gumam Cinta merinding ketika tubuhnya merasa dingin saat diguyur air dalam bak.


Setelah selesai mandi Cinta mencari keberadaan handuk di dalam kamar mandi ini. Cinta bingung sendiri karena, tidak ada handuk yang tergantung di balik pintu. Cinta mengingat kembali kelakuannya saat sebelum ia mandi, ketika teringat akan kelakuannya yang lupa membawa handuk, karena, tergesa-gesa untuk segera mandi, akhirnya Cinta menepuk dahinya sendiri.


" Ya ampun, aku lupa membawa handuk," Gumam Cinta sambil menutupi semua tubuhnya yang polos setelah mandi itu.


" Bagaimana ini, apakah aku harus teriak meminta bantuan Kak Rio untuk mengambil handukku,," Bilang Cinta yang bingung dengan pikirannya itu.


" Aduh gimana ini,," Bilang Cinta lagi sambil melangkah bolak balik di dalam kamar mandi.


Karena, merasa waktu sudah begitu sempit, mau tidak mau Cinta harus berteriak memanggil Rio demi mendapatkan bantuan dari Rio untuk mengambil handuknya.


" Bodoh amat, nanti waktu subuh akan segera habis dan aku kasihan pada Kak Rio yang sudah lama menungguku, lebih baik aku teriak padanya meminta bantuan,," Gumam Cinta yang begitu yakin akan kelakuannya itu.


" Kak Rio,," Teriak Cinta dari dalam kamar mandi memanggil Rio yang sedang mengaji di dalam ruang sholat.


Seketika pendengaran Rio terusik dengan suara seseorang yang sedang memanggilnya. Sambil menutup kitab suci Al-Qur'an yang sedang dibacakannya itu, Rio kembali menjelaskan pendengarannya terhadap suara orang yang memanggilnya itu.


" Suara siapa itu," Gumam Rio setelah menutup kitab sucinya.


" Kak Rio,," Panggil Cinta lagi dari dalam kamar mandi.


" Loh, dek Cinta,," Gumam Rio langsung bangkit dari duduknya dan berlari kecil ke arah suara Cinta yang sedang memanggilnya itu.


" Ada apa dek,," Sahut Rio dari ruang dapur.


" Kak, Cinta minta tolong ambilkan handuk Cinta, Cinta lupa bawa handuk,," Bilang Cinta dari dalam kamar mandi.


" Oohhh baik dek tunggu sebentar, ya,," Ucap Rio sambil tersenyum dan mengambil handuknya.


" Heemm ada-ada aja dek,," Gumam Rio setelah mengambil handuk dari jemuran khusus handuk.


Setelah mendapatkan handuknya, dengan segera Rio memberikan handuk itu kepada Cinta. Sambil mengetuk pintu kamar mandi Rio dan Cinta segera membukakannya serta mengeluarkan sedikit tangannya dari sela pintu.


" Iya Kak," Jawab Cinta dari dalam sambil membuka pintu kamar mandi.


" Sini Kak,," Pinta Cinta sambil mengeluarkan sedikit tangannya di sela pintu.


Rio tersenyum ketika melihat tangan Cinta yang sedikit dikeluarkan dari sela pintu kamar mandi. Dengan segera Rio memberikan handuk itu pada Cinta dan Rio segera mengalihkan pandangannya ke arah lain, setelah merasakan handuk itu sudah diambil oleh Cinta barulah Rio melangkahkan kakinya menuju ke ruang sholat kembali.


" Terima kasih kak," Bilang Cinta setelah mendapatkan handuknya.


" Sama-sama dek, Kakak tunggu di ruang sholat ya,," Bilang Rio juga sambil melangkah duluan.


" Iya kak," Jawab Cinta keluar dari kamar mandi dan sengaja berjalan di belakang Rio.


Saat Cinta melangkahkan kakinya tepat di belakang Rio, Rio sendiri tahu bahwa Cinta sedang berjalan di belakangnya, namun Cinta sedikitpun tidak mau melewati Rio, karena, posisinya saat ini ia sedang memakai handuk tanpa menggunakan apa-apa lagi. Dengan senyuman Rio segera mempercepat langkahnya menuju arah ruang sholat.


Tak lama Rio sampai di ruang sholat dan menyiapkan sajadah satunya lagi untuk Cinta, Cinta sendiri sudah ada menggunakan mukena di depan hadapan Rio. Rio terkesan sekali melihat Cinta sengaja mempercepat proses ganti bajunya pagi ini.


" Ayo kak kita mulai sholatnya,," Bilang Cinta yang berdiri tepat di hadapan Cinta.


" Heemm, cepat sekali gantinya kak,," Ucap Rio mendongakkan wajahnya melihat Cinta.


" Ya, karena, Cinta merasa bersalah karena, sudah melarang Kak Rio untuk sholat duluan dan pastinya udah menunggu lama Cinta pagi ini,," Bilang Cinta sambil melangkahkan kakinya tepat di belakang Rio.


" Heemm, nggak apa-apa dek,,," Jawab Rio tersenyum.


" Sekarang kita segera melakukan ibadah sholat subuh dulu dek,," Bilang Rio mulai berkonsentrasi dalam ibadahnya.


" Heemm iya kak,," Jawab Cinta mengangguk.


Rio mulai berkonsentrasi dengan ibadahnya itu dan diiringi dengan makmum seorang wanita yang begitu cintai, betapa bahagianya Rio saat ini karena, sudah bisa menjadi imam untuk istrinya sendiri. Sementara itu, Cinta mengiringi Rio dalam melakukan ibadahnya itu. Walaupun Cinta tidak mengetahui betapa bahagianya perasaan Rio saat ini, namun Cinta juga khusyuk dalam melakukan ibadah paginya ini.


Setelah selesai melakukan sholat subuh pertama antara Rio dan Cinta yang baru saja menikah itu, membuat hal itu begitu terasa indah bagi Rio sendiri. Tapi, entah bagaimana dengan perasaan Cinta sendiri. Rio merasa begitu yakin bahwa seiring berjalannya waktu suatu saat akan dipastikan bahwa Cinta akan mengerti akan rasa cinta Rio terhadap istrinya itu.


" Heemmm, sungguh indah wajahmu Istriku,," Gumam Rio dalam hati sambil tersenyum ketika melihat Cinta yang sedang bersalaman mencium tangannya.


Setelah selesai dari sholatnya itu, Cinta tidak sengaja menguap karena, memang begitu jelas akan kantuk yang sedang menyerangnya itu.


" Dedek masih ngantuk ?" Tanya Rio pada Cinta yang sedang menguap.


" Hehehe, sebenarnya iya, tapi berhubung sudah mandi, jadi, Cinta akan segera masak untuk sarapan kita kak,," Bilang Cinta sambil tersenyum sendiri.


Saat melihat wajah Cinta yang masih terlihat memang benar begitu mengantuk itu, Rio memaklumi jika Cinta ingin tidur lagi dan akhirnya Rio sendiri yang mengizinkan Cinta untuk menyambung kembali tidurnya itu.


" Dek, ini masih begitu pagi, jadi, terlalu cepat untuk memasak sarapan, lebih baik kalo Dedek mau tidur lagi, nggak apa-apa kok,," Bilang Rio pada Cinta sambil melepaskan kopiah yang digunakannya.

__ADS_1


" Heemm, benarkah, Cinta nggak apa-apa kalo mau tidur lagi," Ucap Cinta dengan tatapan yang begitu bersinar.


" Iya dek, memangnya perut Dedek udah lapar sekarang ?" Tanya Rio memastikan keadaan perut Cinta.


" Belum,," Jawab Cinta tersenyum.


" Ya udah tidur lagi aja dek,," Bilang Rio sambil melipat semua sajadah yang telah digunakan.


" Oke deh kalo gitu, Cinta bobo ya kak,," Bilang Cinta langsung keluar dari ruang sholat.


" Iya dek,," Jawab Rio tersenyum.


Rio tersenyum sendiri melihat kelakuan Cinta yang masih begitu polos dalam kehidupan berumah tangga seperti saat ini. Rio memang sengaja menyuruh Cinta untuk kembali tidur, karena, Rio yang akan memasak makanan untuk mereka makan hari ini.


****


Sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar Cinta kembali lagi menguap karena, memang benar Cinta begitu merasa mengantuk sekali. Lalu, saat Cinta kembali menaiki tempat tidurnya, Cinta teringat pada Rio bahwa setelah sholat ini Rio akan melakukan aktivitas apa ?


Apakah Rio akan pergi ke tambaknya pagi ini juga ?


Atau melakukan hal lain.


Yang pastinya saat ini Cinta kembali turun dari tempat tidurnya untuk menanyakan kepastian aktivitas yang akan dilakukan Rio. Dengan segera Cinta kembali membuka pintu kamarnya dan mencari keberadaan Rio saat ini, Cinta mendengar suara Rio yang sedang mengaji di dalam ruang sholat.


" Kak Rio,," Panggil Cinta pada Rio dan segera menuju ke arah ruang sholat.


" Oohh, Kak Rio lagi ngaji ya,," Gumam Cinta mendengar suara Rio yang sedang mengaji.


Rio melihat kaki Cinta yang sedang berdiri di depan ruang sholat. Untuk sementara Rio menghentikan pengajian yang sedang dibacakannya itu, setelah menutup kitab sucinya sambil tersenyum Rio bertanya pada Cinta yang masih berdiri di depan pintu ruang sholat.


" Ada apa dek ?" Tanya Rio pada Cinta.


" Eemmm, maaf kak, kalo Cinta gangguin Kak Rio yang sedang mengaji,," Bilang Cinta sambil menyunggingkan senyumannya.


" Hehehe nggak apa-apa dek, ada apa ?" Tanya Rio lagi yang masih duduk di ruang sholat.


" Eemmm, Cinta mau tanya, setelah mengaji nanti Kak Rio mau kemana hari ini ?" Tanya Cinta dengan nada suara yang terdengar begitu perlahan.


Seketika, Rio sedikit merasa geli ketika mendengar pertanyaan dari Cinta yang terdengar begitu tertata.


" Nggak kemana-mana dek, paling hari ini Kakak akan ke tambak," Jawab Rio dengan jujur.


" Ke tambak, Cinta boleh ikut ?" Tanya Cinta langsung pada Rio akan kegiatannya nanti.


" Ya, boleh donk dek,," Jawab Rio mengangguk.


" Oke deh kalo gitu,," Jawab Cinta tersenyum.


Ketika mendengar jawaban dari Rio yang begitu yakin padanya itu, dengan segera Cinta kembali ke kamarnya lagi, namun, kembali Cinta membalikkan tubuhnya dan kembali bertanya kapan Rio akan pergi ke tambak.


" Oh ya kak, memangnya kapan mau ke tambak ?" Tanya Cinta lagi saat kembali ke depan ruang sholat.


" Paling agak siangan dek,," Jawab Rio lagi sambil bangkit dari duduknya.


" Oke siang ya Kak, awas kalo sampe ninggalin Cinta sendiri di rumah,," Bilang Cinta yang sengaja memberi penekanan pada Rio.


" Hehehe iya dek," Jawab Rio tertawa mendengar penekanan dari Cinta yang begitu terlihat gemas sekali.


Karena, sudah begitu jelas dan yakin akan jawaban dari Rio sambil tersenyum senang Cinta segera kembali ke kamarnya dan menyambung tidurnya yang belum terlalu tuntas.


" Heemm siang nanti akan ke tambak, oke tidur dulu,," Gumam Cinta sambil menutup pintu kamar tanpa menguncinya lagi.


Dengan segera Cinta menaiki kasur tempat tidurnya dan menarik kembali selimut yang sudah digunakannya itu. Karena, masih mengantuk dan juga hari masih terlihat malam serta matahari yang menyinari bumi belum muncul sedikitpun. Tidak butuh waktu lama untuk Cinta kembali lelap dalam tidurnya.


Sementara Cinta sedang tertidur pulas di dalam kamarnya, Rio sendiri mulai melakukan aktivitasnya dalam memasak makanan pagi ini. Sambil tersenyum Rio segera meletakkan kitab suci di tempatnya kembali, lalu, melangkah keluar dari ruangan menuju dapur untuk melihat bahan makanan yang sudah disusun oleh Cinta semuanya kemarin saat ia sedang tertidur pulas karena, sakit.


Rio melihat semua bahan makanan yang sudah disusun oleh Cinta dengan susunan yang begitu terlihat rapi. Rio mengambil semua bahan makanan yang akan digunakannya untuk membuat masakannya pagi ini. Setelah selesai menyiapkan semua bahan masakannya itu, sebelum mulai untuk memasak, Rio melihat pintu kamar Cinta yang sudah tertutup.


" Heemm, tidur yang nyenyak ya, dek," Gumam Rio sambil meletakkan bahan makanan di atas meja dekat kompor.


" Kakak tahu kalo Dedek masih lelah karena, perjalanan yang begitu panjang," Ucap Rio lagi sambil mengiris beberapa bahan masakan.


" Kalo Kakak udah punya uang lebih, Kakak akan belikan kompor gas baru, supaya Dedek gampang menggunakannya untuk memasak,," Gumam Rio tersenyum ketika mengingat Cinta yang tidak bisa menyalakan api di dalam kompor minyak.


Dengan perlahan Rio memasak semua makanan yang akan dibuatkannya itu, walaupun Rio seorang pria, Rio sendiri cukup mahir dalam hal memasak, karena, selama ini Rio selalu hidup sendiri dan juga mampu untuk memasak sendiri dalam membuat makanannya sehari-hari. Oleh sebab itu, Rio memaklumi kondisi Cinta yang tidak bisa memasak, karena, ia merupakan seorang putri tunggal pengusaha kaya raya yang tidak pernah masuk ke dapur untuk memasak.


Dan, juga Rio tertawa sendiri ketika melihat hasil masakan dari Cinta yang begitu amburadul malam tadi. Walaupun Cinta seorang putri tunggal, namun sifat Cinta itu sama sekali sungguh luar biasa, karena, dirinya tidak pernah masuk ke dapur untuk memasak, namun, ketika ia merasa hidup di luar dari kehidupan mewah kediamannya itu, dengan tekad yang kuat akhirnya Cinta berhasil melakukan sesuatu dalam hal masakan walaupun masakan yang dibuatnya begitu amburadul dan juga tidak tahu rasanya.


Yang pasti masakan Cinta kemarin adalah masakan pertama Cinta dalam dunia makanan, sehingga, Rio sungguh tulus untuk menghabiskan semua masakannya Cinta semalam, memang rasanya sedikit enak, namun, untuk lidah Cinta sendiri masakannya itu jauh dari kategori enak, oleh sebab itu, Cinta merasa sungguh menyesal kenapa selama ini ia tidak pernah belajar untuk memasak.


Sambil memasukkan semua bahan masakan ke dalam wajan penggorengan, sambil mencuci beras yang ada di wadah, Rio sedikit mengecilkan api di dalam kompor, setelah merasa bahwa beras itu bersih barulah Rio menakar air di dalam wadah beras, setelah selesai Rio segera meletakkan wadah beras itu ke dalam alat penanak nasi dan mencolokkan steker ke dalam lubang listriknya.


Sambil menunggu nasi matang, Rio sengaja mengaduk-aduk semua bahan yang ada di dalam wajan, dengan bunyi yang khas dari seseorang yang sedang memasak, karena terlalu nyenyak Cinta sama sekali tidak mendengarkan suara kegiatan yang sedang dilakukan oleh Rio. Oleh sebab itu, Rio hanya bisa tersenyum manis ketika menyelesaikan masakan pertamanya.


" Heemm, tidurlah yang nyenyak Dedek, setelah bangun nanti Kakak sengaja menyiapkan semua masakan ini khusus untuk kita berdua,," Gumam Rio sambil melakukan kegiatan untuk kembali memasak makanan yang kedua.


Setelah selesai memasak makanan yang pertama, Rio segera menyambung kembali untuk memasak makanan yang kedua.


****

__ADS_1


__ADS_2