Driver My Hubby

Driver My Hubby
Draft


__ADS_3

Dan Rio juga tidak mau orang yang sedang mengintai keadaan rumahnya merupakan orang-orang suruhan dari Rossa untuk melakukan sebuah tindakan terhadap istri tercintanya Cinta.


" Siapa orang itu, kenapa gelagatnya seperti mengherankan dan jelas sekali sepertinya orang itu sedang mengintai rumahku,," Gumam Rio dengan volume suaranya begitu kecil dan masih menatap mobil yang telah melaju dari kejauhan melalui pantulan kaca mobilnya.


Saat ini Rio sedang disibukkan oleh pikirannya yang tidak menentu dan Arif sendiri disibukkan dengan membawa barang-barang yang telah dikeluarkan oleh Rio ke dalam rumah sesuai petunjuk yang telah diberikan oleh Rio.


" Sepertinya mobil itu milik Rossa,," Gumam Rio lagi langsung mengenali mobil yang sengaja berhenti tidak jauh dari rumahnya.


" Jangan-jangan wanita itu membuat ulah kembali, apa yang sedang dia lakukan di tengah malam seperti ini ?" Tanya Rio lagi yang telah mengira pasti bahwa mobil yang sengaja berhenti itu adalah mobilnya Rossa.


" Heemmm, sepertinya dia sengaja mengintai rumahku ini, supaya dia tahu apakah aku sudah kembali ke kampung ini,," Ucap Rio kembali setelah selesai mengeluarkan semua barang yang ada di dalam bagasi mobilnya.

__ADS_1


Setelah selesai mengeluarkan semua barang dari dalam mobilnya itu dan terlihat Arif masih sibuk dengan pekerjaannya yang sedang mondar-mandir membantu Rio membawa semua barang masuk ke dalam.


" Udah habis barangnya Mas ?" Tanya Arif pada Rio setelah kembali lagi keluar dan mengambil barang yang sudah dikeluarkan Rio dari dalam mobilnya.


" Heemmm iya Rif, tinggal ini aja, ya udah ayo,," Jawab Rio sambil tersenyum pada Arif dan mengajak Arif untuk segera kembali masuk ke dalam rumahnya.


Sedangkan, Cinta yang telah masuk terlebih dahulu daripada Rio, saat ini sedang membuka pintu kamarnya dan meletakkan tas yang ditentengnya ke atas meja tepat di samping tempat tidurnya itu. Sambil melepaskan shal yang sengaja diikatkannya pada lehernya itu dan merasa lega setelah Cinta menekuk ke arah kanan serta kiri bagian lehernya yang terasa sedikit kaku.


Setelah merasa nyaman dan lega, Cinta kembali melangkah keluar untuk bergegas mandi membersihkan tubuhnya. Karena, Cinta merasa gerah jika baru kembali dari perjalanan yang cukup panjang langsung istirahat tidur, jadi Cinta lebih memilih untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya agar terasa segar kembali, walaupun saat ini cuaca sangat dingin dan juga larut malam.


" Sebelum tidur, lebih baik, aku mandi dulu, setelah itu menyeduhkan air hangat untuk Kak Rio dan juga Arif,," Ucap Cinta sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar.

__ADS_1


Saat Cinta melangkahkan kakinya keluar dari kamar, sambil tersenyum Cinta melihat kesibukan Arif yang sedang membantu suaminya Rio membawa semua barang-barang miliknya masuk ke dalam rumah.


" Banyak ya Rif, barangnya ?" Tanya Cinta menyapa Arif yang sedang masuk ke dalam rumah membawa barang-barang di mobilnya itu.


" Hahaha, iya Mbak, Mbak borong ya di kota ?" Tanya Arif balik pada Cinta.


" Nggak juga Rif, hanya beli keperluan rumah aja,," Jawab Cinta tersenyum.


" Oh pantesan, banyak banget Mbak barangnya,," Ucap Arif sambil nyengir sendiri dan meletakkan barang-barang milik Cinta di sudut ruangan bagian tengah rumah Rio.


" Hehehehe, kalau kamu lelah, kamu istirahat dulu gih Rif,," Ucap Cinta yang menawarkan Arif untuk istirahat terlebih dahulu.

__ADS_1


Karena, sedari tadi Arif sudah berulang kali mondar-mandir keluar masuk rumah membawa barang dan meletakkannya ke dalam ruang tengah. Oleh sebab itu, Cinta merasa kasihan dengan pemuda enerjik seperti Arif yang suka sekali membantu suaminya dalam hal apapun. Seperti saat ini membawa semua barang yang ada di dalam mobil ke dalam rumah, otomatis itu sangat membuat tubuh menjadi kelelahan.


__ADS_2