Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 25 Supir Tampan


__ADS_3

Bab 25 Supir Tampan


Cinta yang sedang memikirkan hal bagaimana cara terbaik untuk menghadapi orang di desa tempat tinggal Rio.


" Apa mungkin, maksud orang kampung itu, tidak boleh membawa perempuan lain, masuk ke desa sana,," Ucap Cinta yang lagi-lagi berpikir sendiri.


" Ah tidak mungkin, masa seperti itu,," Ucap Cinta lagi.


Lalu, Cinta seperti mendapatkan sebuah jawaban yang ada di pikirannya sekarang.


" Ahh,, mungkin maksudnya pemikiran orang di kampung itu kolot,, seorang perempuan yang tidak ada hubungan apapun tidak boleh tinggal disana, Mungkin juga ya, tapi, bukannya Kak Rio bisa bilang aku keluarganya. Ahh,, itu tidak mungkin,, apa sih maksudnya,," Ucap Cinta yang bingung sendiri saat itu.


Cinta mulai untuk memutar otaknya mencari sesuatu yang terbaik bagi dirinya dan juga Rio. Saat dirinya sedang bolak balik mencari sesuatu tentang omongan Rio itu.


Cinta terpana, saat melihat Rio yang baru saja muncul dari dalam restoran, yang sedang melangkah mendekatinya. Saat ini sangat jelas sekali terlihat bahwa Cinta terpana, tercengang dan bungkam melihat dengan mata kepala sendiri ketampanan yang dipancarkan oleh Rio.


" Ternyata benar, dia sangat tampan,," Ucap Cinta sendiri dan hanya dia sajalah yang bisa mendengarkan pujian tersebut.


Cinta lalu tersenyum melihat penampilan Rio saat ini yaitu casual tapi sangat menyegarkan mata.


Saat Rio yang sedang mendekati Cinta, lalu bertanya tentang pendapat Cinta dengan penampilannya sekarang.


" Gimana ?" Tanya Rio yang sedikit kebingungan.


Karena, benar sekali Rio merasa dirinya selama ini sangat jarang sekali apabila sedang pergi dan menjadi supir Cinta. Dan pastinya selama Rio bekerja di rumah Cinta sama sekali Rio tidak pernah lagi memakai baju dan penampilan yang casual seperti saat ini.


Selalu seragam, seragam dan seragam yang ia pakai.


" Good,," Bilang Cinta singkat yang tersenyum dan mengacungkan jempolnya.


Rio tersenyum sendiri atas komentar Cinta yang selalu begitu terhadapnya.


" Dedek,, Kakak serius ?" Tanya Rio sekali lagi.


Rio berpikir apakah penampilannya sangat buruk, karena Cinta selalu saja menjawab dengan satu omongan yaitu bagus.


" Iya Cinta jawab serius Kak, bagus,," Ucap Cinta yang sangat meyakinkan Rio saat ini.


" Heeemm,, Dedek,, Dedek bisa aja ya, selalu komentarnya pasti bagus." Bilang Rio yang berputar ke arah pintu kemudi.


Cinta hanya tertawa kecil, melihat kelakuan Rio yang malu dan sedikit canggung itu.


" Hihihihi,, akhirnya dia bisa malu juga,," Ucap Cinta yang sama sekali tidak di dengar oleh Rio.


Lalu, setelah selesai menertawakan sikap Rio yang merasa malu di hadapannya, Cinta segera ngelonyor masuk ke dalam mobil dan duduk tepat di samping Rio seperti biasa baru-baru ini.


" Eeemmmm,, Dek sekarang kita lanjutkan perjalanannya," Tanya Rio kepada sang majikan.


" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk dan senang karena terpana pada penampilan Rio saat ini.


Karena, Cinta merasa tidak duduk dan pergi bersama seorang supir melainkan pergi bersama teman atau saudara.


" Coba dari kemaren kayak gini Kak,, kan bisa adem Cinta ngelihatnya,," Bilang Cinta yang membuat Rio berhenti fokus untuk menghidupkan mobil.


" Maksudnya Dek,," Tanya Rio.


" Ya, maksudnya, kalo Kak Rio kayak gini gak kelihatan lagi supirnya." Ucap Cinta tersenyum.


" Hem,, Iya dek,," Jawab Rio lalu menghidupkan mobilnya.


Karena, merasa jawaban Rio hanya singkat seperti itu. Cinta merasa Rio tidak nyaman telah dirubah penampilannya.


" Maaf ya Kak, kalo Cinta telah memaksa Kak Rio." Bilang Cinta spontan mengagetkan Rio.

__ADS_1


" Hah! sama sekali nggak dek, malah Kakak senang berpenampilan kayak gini, lebih santai." Jawab Rio yang membuat Cinta langsung tersenyum.


" Benarkah,," Tanya Cinta.


" He'em,," Jawab Rio mengangguk lalu tersenyum.


Rio sepertinya sangat pandai untuk meyakinkan Cinta. Setelah kondisi selesai Rio segera fokus kepada mobilnya dan menuju ke jalanan.


Cinta yang tersenyum-senyum sendiri memandang Rio dengan pandangan terpana nya. Sementara itu, Rio sendiri fokus di jalanan dan bukan hanya itu Rio juga sedang bingung memikirkan sesuatu hal bagaimana apabila mereka sudah sampai ke desa nanti.


Apa yang harus dikatakan Rio ?


" Apa yang harus ku katakan pada orang desa, tentang Cinta,," Gumam Rio dalam hati.


Begitu juga Cinta juga bingung apa yang harus dilakukannya nanti apabila tiba di desa Rio.


" Bagaimana ini, apa yang harus kulakukan ?" Tanya Cinta di dalam hatinya.


Cinta dan Rio saat ini masih bingung cara dan bagaimana mereka akan menghadapi omongan dan pertanyaan orang di desa Rio nanti.


****


Halo Readers,,


Update batas ini dulu ya, besok Author sambung lagi ok 🥰🥰


Salam Hangat se Angkasa 😘🤗❤️🌀⭐


Author


🌹Vira Lydia🌹


Bab 25 Supir Tampan


Cinta yang sedang memikirkan hal bagaimana cara terbaik untuk menghadapi orang di desa tempat tinggal Rio.


" Apa mungkin, maksud orang kampung itu, tidak boleh membawa perempuan lain, masuk ke desa sana,," Ucap Cinta yang lagi-lagi berpikir sendiri.


" Ah tidak mungkin, masa seperti itu,," Ucap Cinta lagi.


Lalu, Cinta seperti mendapatkan sebuah jawaban yang ada di pikirannya sekarang.


" Ahh,, mungkin maksudnya pemikiran orang di kampung itu kolot,, seorang perempuan yang tidak ada hubungan apapun tidak boleh tinggal disana, Mungkin juga ya, tapi, bukannya Kak Rio bisa bilang aku keluarganya. Ahh,, itu tidak mungkin,, apa sih maksudnya,," Ucap Cinta yang bingung sendiri saat itu.


Cinta mulai untuk memutar otaknya mencari sesuatu yang terbaik bagi dirinya dan juga Rio. Saat dirinya sedang bolak balik mencari sesuatu tentang omongan Rio itu.


Cinta terpana, saat melihat Rio yang baru saja muncul dari dalam restoran, yang sedang melangkah mendekatinya. Saat ini sangat jelas sekali terlihat bahwa Cinta terpana, tercengang dan bungkam melihat dengan mata kepala sendiri ketampanan yang dipancarkan oleh Rio.


" Ternyata benar, dia sangat tampan,," Ucap Cinta sendiri dan hanya dia sajalah yang bisa mendengarkan pujian tersebut.


Cinta lalu tersenyum melihat penampilan Rio saat ini yaitu casual tapi sangat menyegarkan mata.


Saat Rio yang sedang mendekati Cinta, lalu bertanya tentang pendapat Cinta dengan penampilannya sekarang.


" Gimana ?" Tanya Rio yang sedikit kebingungan.


Karena, benar sekali Rio merasa dirinya selama ini sangat jarang sekali apabila sedang pergi dan menjadi supir Cinta. Dan pastinya selama Rio bekerja di rumah Cinta sama sekali Rio tidak pernah lagi memakai baju dan penampilan yang casual seperti saat ini.


Selalu seragam, seragam dan seragam yang ia pakai.


" Good,," Bilang Cinta singkat yang tersenyum dan mengacungkan jempolnya.


Rio tersenyum sendiri atas komentar Cinta yang selalu begitu terhadapnya.

__ADS_1


" Dedek,, Kakak serius ?" Tanya Rio sekali lagi.


Rio berpikir apakah penampilannya sangat buruk, karena Cinta selalu saja menjawab dengan satu omongan yaitu bagus.


" Iya Cinta jawab serius Kak, bagus,," Ucap Cinta yang sangat meyakinkan Rio saat ini.


" Heeemm,, Dedek,, Dedek bisa aja ya, selalu komentarnya pasti bagus." Bilang Rio yang berputar ke arah pintu kemudi.


Cinta hanya tertawa kecil, melihat kelakuan Rio yang malu dan sedikit canggung itu.


" Hihihihi,, akhirnya dia bisa malu juga,," Ucap Cinta yang sama sekali tidak di dengar oleh Rio.


Lalu, setelah selesai menertawakan sikap Rio yang merasa malu di hadapannya, Cinta segera ngelonyor masuk ke dalam mobil dan duduk tepat di samping Rio seperti biasa baru-baru ini.


" Eeemmmm,, Dek sekarang kita lanjutkan perjalanannya," Tanya Rio kepada sang majikan.


" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk dan senang karena terpana pada penampilan Rio saat ini.


Karena, Cinta merasa tidak duduk dan pergi bersama seorang supir melainkan pergi bersama teman atau saudara.


" Coba dari kemaren kayak gini Kak,, kan bisa adem Cinta ngelihatnya,," Bilang Cinta yang membuat Rio berhenti fokus untuk menghidupkan mobil.


" Maksudnya Dek,," Tanya Rio.


" Ya, maksudnya, kalo Kak Rio kayak gini gak kelihatan lagi supirnya." Ucap Cinta tersenyum.


" Hem,, Iya dek,," Jawab Rio lalu menghidupkan mobilnya.


Karena, merasa jawaban Rio hanya singkat seperti itu. Cinta merasa Rio tidak nyaman telah dirubah penampilannya.


" Maaf ya Kak, kalo Cinta telah memaksa Kak Rio." Bilang Cinta spontan mengagetkan Rio.


" Hah! sama sekali nggak dek, malah Kakak senang berpenampilan kayak gini, lebih santai." Jawab Rio yang membuat Cinta langsung tersenyum.


" Benarkah,," Tanya Cinta.


" He'em,," Jawab Rio mengangguk lalu tersenyum.


Rio sepertinya sangat pandai untuk meyakinkan Cinta. Setelah kondisi selesai Rio segera fokus kepada mobilnya dan menuju ke jalanan.


Cinta yang tersenyum-senyum sendiri memandang Rio dengan pandangan terpana nya. Sementara itu, Rio sendiri fokus di jalanan dan bukan hanya itu Rio juga sedang bingung memikirkan sesuatu hal bagaimana apabila mereka sudah sampai ke desa nanti.


Apa yang harus dikatakan Rio ?


" Apa yang harus ku katakan pada orang desa, tentang Cinta,," Gumam Rio dalam hati.


Begitu juga Cinta juga bingung apa yang harus dilakukannya nanti apabila tiba di desa Rio.


" Bagaimana ini, apa yang harus kulakukan ?" Tanya Cinta di dalam hatinya.


Cinta dan Rio saat ini masih bingung cara dan bagaimana mereka akan menghadapi omongan dan pertanyaan orang di desa Rio nanti.


****


Halo Readers,,


Update batas ini dulu ya, besok Author sambung lagi ok 🥰🥰


Salam Hangat se Angkasa 😘🤗❤️🌀⭐


Author


🌹Vira Lydia🌹

__ADS_1


__ADS_2