
Saat kelakuan Cinta yang terlihat begitu jelas bahwa ia ingin sekali dilindungi oleh suaminya itu. Tanpa banyak bicara dan bada basi Rio sengaja berpamitan pulang dari rumah kepala desa. Dan, lagian urusannya juga sudah selesai. Oleh sebab itu Rio ingin segera pergi dari tempat ini, karena, kelakuan Kepala desa yang begitu genit terhadap Cinta.
" Karena, urusan sudah selesai, Rio dan Cinta pulang dulu ya Pak,," Ucap Rio sambil menundukkan kepalanya memberi hormat terhadap kepala desa.
" Kenapa secepat itu Rio, belum sampai lima belas menit kamu datang kesini,," Ucap Kepala desa itu yang sengaja mencegah Rio untuk cepat kembali dari rumahnya.
" Bukannya bapak sudah bilang kalau kamu tidak usah sungkan untuk datang ke rumah bapak ini,," Bilang kepala desa yang penuh akan basa basi kepada Rio.
" Anggap saja rumah sendiri Rio, bukannya kau dulu begitu akrab dan juga dekat pada putrinya Bapak,," Sambung Kepala desa itu yang sengaja menambah masalah.
Saat kepala desa berkata seperti itu pada Rio yang terlihat begitu datar tidak terlalu menanggapi kepura-puraan yang sengaja ditunjukkan oleh kepala desa itu padanya. Namun, sungguh berbeda sekali dengan anggapan Cinta yang merasa bingung dan juga penasaran maksud dari ucapan kepala desa. Pertama saat mendengar ucapan kepala desa Cinta sama sekali tidak menghiraukannya, namun ketika kepala desa menyebutkan bahwa putrinya kepala desa itu begitu dekat dengan Rio barulah Cinta bereaksi.
" Maksudnya apa Kak Rio begitu dekat dengan putrinya, putrinya yang mana ?" Tanya Cinta dalam hati seakan bingung dengan ucapan dari kepala desa itu.
" Hehehehe, karena di tambak masih banyak pekerjaan pak,," Ucap Rio yang terdengar mengalihkan pekerjaannya.
" Bukannya di tambak selama ini sudah ada Arif yang menjaganya,," Jawab kepala desa yang masih menahan Rio.
Rio merasa penahanan yang dilakukan oleh kepala desa ini terhadap dirinya seperti ada suatu hal yang ingin dilakukannya pada Cinta dan juga dia sendiri. Dan, Rio sendiri merasa bahwa sepertinya saat ini Rossa sedang tidak ada di rumahnya, apakah Kepala desanya ini sengaja mempertemukan dia dan juga Rossa. Entahlah yang pastinya saat ini kepala desa itu begitu jelas sedang menahan kepulangan Rio dan juga Cinta.
" Heemm memang betul pak, tapi, masih banyak pekerjaan lain yang harus dilakukan,," Jawab Rio sambil berpura-pura tersenyum.
Saat Rio sedang sibuk berbelit omongan kepada kepala desa di dalam rumah, terlihat saat ini mobilnya Rossa baru saja masuk ke dalam halaman rumahnya dan terkejut ketika melihat mobil yang dilihatnya kemarin sudah terparkir di depan rumahnya ini.
" Itu mobilnya siapa ?" Tanya Rossa dalam hatinya yang penasaran dengan mobil mewah terparkir di depan rumahnya itu.
Rossa berpikir bahwa itu adalah mobilnya Rio tidak salah lagi bahwa itu adalah mobilnya Rio. Dengan segera Rossa mematikan mesin mobilnya dan segera turun dari mobilnya itu, langsung menanyakan kepada staf yang sedang bekerja di luar rumahnya.
" Aaahhh iya sepertinya itu mobil Kak Rio,," Gumam Rossa yang segera turun dari mobilnya itu.
" Eehhh, itu mobilnya siapa ?" Tanya Rossa dengan gaya angkuhnya kepada staf pekerja di rumahnya itu.
" Itu mobilnya Mas Rio Non Rossa,," Jawab staf yang sedang bekerja itu.
" Tuh kan betul itu mobilnya Mas Rio." Ucap Rossa dengan segera langsung masuk ke dalam rumahnya.
" Papi, Rossa pulang,," Ucap Rossa segera masuk ke dalam rumahnya.
Saat masuk ke dalam rumahnya, ternyata benar apa yang dikatakan oleh staf pekerja di luar bahwa orang yang sedang ada di dalam adalah Rio. Dengan segera Rossa berlari mendekati Rio dan langsung duduk di sampingnya Rio tanpa rasa malu dan tanpa menghiraukan istrinya Rio yang heran dengan kelakuan Rossa.
" Aaaahhhhh Mas Rio,," Seru Rossa yang membuat Rio kaget dan juga Cinta terbelalak mendengar suara Rossa yang begitu cempreng.
" Apaa kabar kenapa udah lama gak kembali ke sini ?" Tanya Rossa langsung mendekati tempat duduk Rio dan duduk di sampingnya.
" Rossa kangen tahu, selama ini Rossa menunggu Mas Rio kembali,," Gumam Rossa langsung memeluk lengan Rio.
Betapa terkejutnya Cinta ketika melihat kelakuan Rossa yang begitu dekat dan juga lengket kepada Rio. Sedangkan Rio terlihat seperti cemas saat Rossa mendekatinya apalagi memeluknya seperti saat ini. Dengan segera tapi lembut, Rio melepaskan pelukannya Rossa di lengannya itu dan langsung memperkenalkan Cinta yang sedang duduk di sampingnya itu.
" Hehehehe, iya dek, oh iya kenalkan ini Istrinya Mas Rio,," Ucap Rio sambil melepaskan pelukan Rossa di tangannya itu.
" What ?" Seru Rossa sok menggunakan Bahasa Inggris jika sedang kaget.
" Mas Rio udah married ?" Tanya Rossa dengan wajah yang tidak percaya.
__ADS_1
" Iya Rossa, Papi saja heran pada Rio yang tiba-tiba datang kesini, nggak tahunya silaturahmi sambil mengenalkan istrinya pada Papi,," Sambung kepala desa itu sambil melirik ke arah Cinta.
Dari wajahnya Rossa begitu terlihat bahwa jelas ia tidak menerima keadaan saat ini. Karena, Rio yang selama ini pria yang jadi idamannya itu telah menikah dan bahkan dengan begitu yakin memperkenalkan istrinya itu pada dirinya. Dengan segera Cinta mengukirkan senyuman manisnya dan mengulurkan tangannya kepada Rossa.
" Cinta,," Ucap Cinta sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum.
Namun, Rossa sama sekali tidak menerima uluran tangan Cinta saat sedang memperkenalkan dirinya itu. Dengan segera, Rossa memalingkan wajahnya ke arah lain dan menyampaikan suatu hal lainnya kepada Rio. Dan, betapa terkejutnya Rio ketika melihat uluran tangan Cinta sama sekali tidak dihiraukan oleh Rossa, malah sebaliknya Rossa bertanya hal lain pada dirinya. Oleh sebab itu, Rio langsung saja meminta izin untuk pamit dengan alasan mereka ingin pergi ke suatu tempat untuk membeli barang keperluan tambaknya.
" Mas Rio kapan sampainya ?" Tanya Rossa dengan wajah tanpa dosa.
Sambil tersenyum Cinta kembali memasukkan tangannya ke dalam lengannya Rio, menandakan bahwa Rio adalah miliknya bukanlah Rossa.
" Eemmm dua hari yang lalu Rossa," Jawab Rio dengan suara sopannya.
" Oh iya Rossa, Pak kades, Rio dan Istri Rio izin pamit pulang dulu, karena, masih banyak pekerjaan lain yang belum dilakukan,," Ucap Rio sambil tersenyum menghadap kepala desa.
" Oohhh iya, Rio silahkan,," Jawab kepala desa itu sambil tersenyum.
" Iiihhhh Mas Rio, baru aja ketemu dengan Rossa udah mau pulang,," Gerutu Rossa pada Rio.
" Nggak seperti dulu, apabila ketemu Rossa pasti senang banget,," Ucap Rossa yang membuat Rio tercengang.
" Maaf Rossa bukan kayak gitu, maksudnya sekarang Mas Rio lagi ada pekerjaan lain, yang harus segera dilakukan,," Gumam Rio sambil tersenyum tipis dan wajahnya terlihat begitu cemas takut akan sikapnya Cinta dan perasaannya Cinta saat ini.
" Iiihhhh Mas Rio udah nggak kayak dulu lagi, ya udah kalo mau pulang, pulang aja, tapi, kalo Rossa mau ke rumah Mas Rio nggak apa-apa ya,," Bilang Rossa dengan gaya genitnya.
" Heemmm, tidak apa-apa Mbak," Ucap Cinta sambil memberikan sebuah senyuman yang penuh arti.
" Ayo Kak,," Gumam Cinta sambil beranjak bangun dari duduknya.
" Heemm, iya dek, terima kasih Pak Kades, Rossa, kami permisi,," Ucap Rio sambil tersenyum kepada kepala desa dan juga Rossa.
" Ya, sama-sama,," Jawab Kepala desa sambil mengangguk.
Sedangkan Rossa sama sekali tidak memberikan jawaban atas kepergian Rio saat ini. Dengan sengaja Cinta kembali memasukkan tangannya ke dalam gandengan Rio dan hal itu jelas sekali terlihat oleh Rossa. Begitu jelas sekali bahwa Rossa sangat jengkel ketika melihat gaya Cinta yang sedang menggandeng tangannya Rio. Ketika Rio dan Cinta keluar dari rumahnya kepala desa itu, terlihat Rossa dan Kepala desa itu sendiri ikut melangkahkan kakinya keluar melihat dua orang yang telah datang ke rumahnya itu.
Sesampainya di dekat mobilnya itu dengan segera Rio membukakan pintu mobil untuk Cinta. Sambil tersenyum, Cinta memberikan ucapan terima kasih kepada tingkah laku Rio yang terlihat begitu manis padanya itu.
" Terima kasih Kak Rio,," Ucap Cinta sambil masuk ke dalam mobilnya dan menutup pintu itu.
Lalu, dengan segera Rio berlari ke seberangnya dan membukakan pintu mobil untuk dirinya sendiri. Betapa bencinya Rossa melihat wajah Cinta yang selalu tersenyum ketika mendapatkan perlakuan lembut dari Rio.
" Iiihhhh, kenapa sih saat Mas Rio kembali udah punya istri." Ucap Rossa sambil melipat kedua tangannya di bagian depan saat melihat kepergian Rio dan juga Cinta.
" Mana mobilnya udah bagus banget, terus tambah ganteng lagi. Tapi, sayang udah punya istri, bagaimana denganku,," Gumam Rossa merasa iri melihat Cinta yang diperlakukan lembut oleh Rio sendiri.
" Ya, kamu harus bisa mendapatkannya,," Ucap kepala desa itu kepada anaknya Rossa.
Saat mendengar ucapan dari Papinya yang terdengar mendukung niat jahatnya itu, secara spontan Rossa langsung menoleh ke arah Papinya.
" Hah! Apa pi, Papi mendukung Rossa untuk mendapatkan kembali Mas Rio ?" Tanya Rossa spontan pada Papinya.
" Tentu saja Papi dukung, jika Mamimu lihat pasti Mamimu lebih mendukung lagi." Gumam Kepala desa itu sambil melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
" Aaakkkhh terima kasih Papi, bukannya dulu Papi tidak menyukai Rio ?" Tanya Rossa pada Papinya.
" Karena, dulu Rio belum memiliki apa-apa dan sekarang kamu bisa lihat sendiri apa yang sedang digunakannya, bahkan mobilnya lebih bagus dibandingkan mobil kita," Ucap Kepala desa itu kembali menoleh ke arah putrinya.
" Aakkh thank you, thank you Papi, Papi memang orang tua paling is the best,," Ucap Rossa dengan segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah mengiringi langkah kaki Papinya itu.
Sedangkan saat ini Rio dan Cinta di dalam mobilnya saling mencuri-curi pandang. Sesekali Rio memperhatikan wajahnya Cinta sedangkan sebaliknya Cinta juga seperti itu kadang terlihat seperti sedang menatap wajahnya Rio.
" Heemmm semoga saja Dedek nggak marah sama aku, atas ungkapan Rossa yang mengada-ada." Gumam Rio dalam hatinya sambil melirik ke arah Cinta.
" Oohhh ternyata itu sih Rossa, pantesan Arif kemarin nyeritain tentang dia seperti gak suka aja sama orang yang diceritain. Ternyata pecicilan dan juga centil banget." Gumam Cinta dalam hatinya seketika senyum sendiri sambil menatap kaca spion mobilnya.
" Heemmm sepertinya Kak Rio lagi ngeliat aku, memangnya kenapa sampai segitunya Kak Rio mandangin aku,," Ucap Cinta sambil meneliti tatapan Rio padanya.
" Bagusnya langsung dikagetin aja nih Kak Rio, salah sendiri kenapa mandangin aku sampai segitunya,, hihihihihihi,," Ucap Cinta sambil nyengir sendiri.
Dan, tiba-tiba secara sengaja Cinta memergoki Rio yang sedang menatap dirinya dari balik kaca spion yang kebetulan Cinta sendiri tersenyum melihatnya.
" Hahahahahahahaha, Kak Rio kenapa ngelihat Cinta seperti itu,," Seru Cinta secara spontan yang membuat Rio kaget dan mengelus dadanya.
" Astaghfirullah hal adzim, aahhh Dedek ngagetin aja," Jawab Rio sambil mengelus dadanya sendiri.
" Iiiihhhh siapa juga yang ngagetin, mata Kak Rio tuh yang sengaja menatap Cinta dengan ekspresi sendu, memangnya kenapa sih ?" Tanya Cinta lagi pada Rio.
" Hehehehe Nggak apa-apa dek, Kakak cuma pengen lihat wajah Dedek aja dari samping gitu,," Jawab Rio terdengar canggung.
" Kenapa memangnya ada yang salah dari samping, kenapa harus dari samping kak," Gumam Cinta lagi yang membuat Rio gemas mendengarnya.
" Kenapa gak dari depan aja langsung, jelaskan ngelihatnya ?" Tanya Cinta lagi yang menambah kegemasan Rio padanya.
Karena, merasa ditantang untuk menatapnya dari depan, dengan sekali gerakan Rio menghentikan mobilnya sementara lalu memutar tubuhnya Cinta. Sehingga membuat Cinta kaget dan pastinya menatap matanya Rio dengan tatapan yang begitu dekat.
" Aaakkkhh,," Teriak Cinta kaget ketika merasakan tubuhnya sudah diputar oleh Rio.
Saat bertatapan mata indahnya Rio dan juga mata indahnya Cinta dengan jarak yang begitu dekat dan hembusan napas yang begitu terasa sambil menaikkan kedua alisnya tanpa sengaja hal itu membuat Rio tertawa dan melepaskan penahanannya terhadap tubuh Cinta.
" Hahahaha, Dedek, alisnya itu loh gangguin konsentrasi Kak Rio." Ucap Rio yang melepaskan penahanannya terhadap tubuh Cinta.
" Ya, habis, Kak Rio ngapain berhentiin mobil terus mutarin tubuh Cinta kayak gangsing, lalu ditatap dengan mata tanpa berkedip,," Jawab Cinta jelas.
" Loh, kan Dedek sendiri yang bilang kalau mau menatap wajah Dedek jangan dari samping tapi dari depan, makanya Kak Rio berhentiin mobil terus mutarin tubuh Dedek sambil menatapnya biar lebih jelas." Bilang Rio menjelaskan kembali kelakuannya.
" Heeemm ya udah jalan," Seru Cinta pada Rio.
" Oke bos,," Jawab Rio mengangguk sambil menghidupkan kembali mesin mobilnya.
Setelah mobil kembali dihidupkan dengan segera Rio menjalankan mobilnya. Lalu, Cinta sendiri menoleh lagi ke samping mobil sambil mengelus dadanya, karena, merasa canggung sendiri atas tindakan yang dilakukan oleh Rio kepadanya. Walaupun terlihat ekspresi Cinta biasa saja, namun di dalam hatinya Cinta begitu terasa sekali canggungnya.
" Huuuhh, aku kira, Kak Rio mau ngapain dia mutarin tubuhku terus menatapku, bagaimana jika Kak Rio bernafsu untuk menciumiku,," Gumam Cinta dalam hatinya sambil mengatur kembali napasnya yang terasa begitu tidak beraturan.
Dengan segera Cinta mengatur kembali napasnya yang sedari tadi memang tidak terlalu normal karena, tindakan Rio yang spontan mengejutkan dirinya itu. Saat ini Cinta dan Rio sudah berada di perjalanan pulang ke rumahnya namun, Cinta belum ingin kembali ke rumahnya. Malah Cinta ingin mengajak Rio untuk pergi ke tambak kolam ikannya.
****
__ADS_1