Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 49 Akhirnya tersenyum


__ADS_3

Rio yang kaget atas ucapan Cinta saat ini merasa bahwa maksud Cinta kemungkinan besar, Mama Cinta menyetujui apa yang telah dilakukan Cinta ini.


" Maksudnya, Dek,," Tanya Rio yang penasaran maksud dari Cinta yang mengatakan bahwa Mamanya juga mengetahui atas tindakannya ini.


" Maksud Cinta, Mama juga tahu kalau sebenarnya Cinta mau pergi dari rumah dan lari akan keputusan perjanjian Papa itu, karena, Mama sendiri juga tidak bisa membuat Papa untuk mengurungkan perjanjian ini." Bilang Cinta yang serius dan yakin pada Rio.


" Jadi, Nyonya juga menyetujui tindakan Dedek ini,," Tanya Rio lagi yang memelankan laju mobilnya itu.


" Heem,," Jawab Cinta mengangguk.


Rio sangat khawatir akan tindakan Cinta ini yang ternyata Nyonya Ranita menyetujui itu, berarti akan ada sesuatu besar yang akan terjadi.


" Kenapa bisa, Nyonya menyetujui tindakan, Dedek,," Tanya Rio lagi yang benar-benar penasaran itu.


Cinta yang merasa bahwa saat ini dia harus menceritakan semuanya pada Rio. Tidak mungkin dirinya untuk menutupi tindakannya ini pada Rio.


" Karena, Mama, ingin Cinta bahagia dan tidak menikah dengan suami orang, Mama tidak mengizinkan kalau putrinya sampai menikah dengan suami orang lain sama saja telah merebut kebahagiaan orang lain, Kak,," Bilang Cinta yang sangat benar sekali menurut Rio.


Karena, sebagai seorang perempuan apabila kita berani-beraninya telah merebut kebahagiaan orang lain, akan sangat terasa sakit sekali pada perasaan orang yang telah kita rebut kebahagiaannya itu, membuat Rio langsung mengacungkan jempol atas sikap dan pilihan Cinta itu.


Ternyata memang benar, sebagai seorang perempuan yang baik, jangan pernah kita merebut kebahagiaan orang lain apabila kita sampai merebutnya maka ingatlah kebahagiaan yang di dapatkan itu hanyalah semu dan sementara. Suatu saat apabila kau telah berani-beraninya merebut kebahagiaan orang pasti akan mendapat balasannya, memang tidak langsung dengan diri sendiri, tapi apakah akan sangat tega apabila balasan itu terjadi pada anak dan keturunan sendiri.


" Jadi, karena itu, Nyonya mengizinkan Dedek untuk kabur,," Tanya Rio yang begitu dalam menatap wajah Cinta.


" Iya Kak,," Bilang Cinta mengangguk.


" Sepertinya, Cinta gak bisa nyimpenin rahasia ini pada Kak Rio, karena, secepatnya Kak Rio sendiri juga akan tau.." Bilang Cinta tersenyum pada Rio.


Rio yang mengerti akan perasaan Cinta mencegah Cinta untuk memberitahu rahasianya itu. Tapi, apa boleh buat Cinta sendirilah yang ingin mengungkapkan rahasianya itu pada Rio.


" Dek, nggak apa-apa kok, Kakak gak tau, karena, itu privasi Dedek sendiri, tapi, apa salahnya sebagai keluarga Dedek Kakak mendengar semua cerita Dedek saat ini,," Bilang Rio yang membuat Cinta terperanjat.

__ADS_1


Sesaat Cinta tersenyum,,


" Kakak setir aja mobilnya ya,, Cinta mau ngambil tas ini dulu,," Bilang Cinta pada Rio yang membuat Rio pastinya bingung, apalagi yang akan diceritakan Cinta kepadanya itu.


" Hem,, iya dek,," Jawab Rio yang melihat Cinta sedikit berdiri dari tempat duduknya.


Lalu, Cinta pun pindah ke kursi bagian tengah dan mengambil tas ranselnya, setelah mengambilnya, Cinta langsung pindah lagi duduk ke depan tepat di sebelah Rio kembali. Sesaat Cinta mengeluarkan sesuatu dari dalam tas ranselnya dan menunjukkan sebuah benda kotak kepada Rio.


" Ini Kak yang Mama berikan sebelum Cinta pergi dari rumah,," Ucap Cinta yang menunjukkan sebuah benda kotak di hadapan Rio.


Rio yang penasaran dengan benda yang ditunjukkan Cinta menanyakan benda apakah itu ?


" Memangnya apa itu Dek,," Tanya Rio yang penasaran tapi masih tetap fokus pada jalanan.


Cinta tersenyum atas sikap polos Rio yang tidak mengerti apa isi kotak benda tersebut.


" Kak Rio bener gak tau,," Bilang Cinta lagi yang mengetes pengetahuan Rio.


Rio sedikit tertawa lalu menggelengkan kepalanya.


" Hahahaha,, Kak Rio ada-ada aja,," Ucap Cinta dengan gelak tawanya.


Lalu, setelah merasa tenang dengan tawanya itu, Cinta segera membuka kotak benda yang berisi......


" Cinta buka ya,," Ucap Cinta yang membuat Rio menganggukkan kepalanya.


Cinta pun membuka isi kotak benda tersebut dan sangat benar sekali isinya membuat mata Rio yang melihatnya terbelalak, karena, berisikan perhiasan yang sangat banyak sekali.


" Haaahhhh,, perhiasan,," Bilang Rio yang matanya terbelalak melihat perhiasan yang banyak sekali untuk bekal Cinta kabur dari rumahnya itu.


" Iya Kak,,, dan lihat ini,," Bilang Cinta yang menunjukkan surat keterangan dari Mamanya bahwa Mamanya menginginkan Cinta mencari jalan keluar untuk mengurungkan perjanjian Papanya terhadap Pak Wijaya.

__ADS_1


Dan, juga saat itu Rio melihat adanya surat keterangan dari Mama Cinta untuk putrinya itu, bahwa Cinta harus mencari jalan keluar atas semua perjanjian Papanya ini supaya tidak terjadi atau diurungkan.


Rio yang melihat dan membaca sendiri surat keterangan itu, membuat dirinya semakin yakin bahwa Cinta memang benar-benar tulus dan ikhlas untuk menjauhkan dirinya dari Perjanjian yang telah dibuat oleh Papanya itu.


Rio berpikir, Pantesan saat diawal mereka kabur dulu, Rio menanyakan :


Apakah Cinta menyesal telah kabur dari rumah ?


Dan Apakah Cinta yakin untuk kabur dari rumah ?


Ternyata jawabannya sangat benar sekali bahwa Cinta benar-benar yakin dan tidak menyesal atas tindakannya ini.


Rio merasa bersalah karena, waktu diawal Cinta yang telah kabur dari rumahnya itu selalu bertanya akan sikap dan tindakan Cinta yang lebih memilih kabur dan menghindar dari kenyataan yang ada.


" Maafin Kakak ya, Dek,," Ucap Rio yang membuat Cinta bingung karena, selalu minta maaf padanya tanpa Cinta mengetahui kesalahan apa yang telah diperbuat oleh Rio.


" Maaf, dalam rangka apa, Kak,," Bilang Cinta yang membuat Rio tertawa.


" Hahahaha,, Dedek bisa aja," Bilang Rio sesaat lalu menyambungkan lagi perkataan maafnya itu.


" Sebenarnya Kakak minta maaf, atas kesalahan Kakak, yang merasa bahwa Dedek tidak begitu yakin untuk kabur dari rumah,," Bilang Rio yang membuat Cinta tertawa.


" Hahahaha,, Cinta malah sudah lupa, Kak,," Bilang Cinta yang tertawa melihat sikap Rio yang seolah takut sekali akan dirinya itu.


" Ya udah, kita sama-sama salah kemarin, yang penting kita jalani bersama ke depannya, oke,," Bilang Cinta yang membuat Rio tersenyum dan mengangguk.


" Oke Dek,, Makasih ya,, udah percaya sama Kakak,," Ucap Rio yang saat itu Cinta segera menjahili dirinya dan memencet hidung Rio


" Iya Kakak,," Bilang Cinta yang memencet hidung Rio.


" Uuummppp Dek,," Bilang Rio yang kaget atas kelakuan Cinta yang memencet hidungnya.

__ADS_1


Pastinya Rio sangat kaget atas tindakan Cinta yang sudah sangat berani untuk melakukan apapun pada tubuhnya itu. Bagi Rio tidak apa-apa kalau Cinta sudah berani dengan dirinya untuk melakukan apapun, karena, yang terpenting dalam hati Rio adalah bisa membuat Cinta bahagia selama ia berpisah dari orang tuanya seperti saat ini.


****


__ADS_2