
Karena, merasa bahwa cerita Rio itu terdengar begitu serius dan benar adanya. Tanpa rasa malu lagi Cinta tetap saja menempelkan tubuhnya pada tubuh Rio yang sedang fokus menyetir mobilnya itu. Dan, terlihat juga rona wajah kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya Rio.
" Cinta udah tahu semuanya Kak, makasih udah mau ceritain semuanya pada Cinta." Ucap Cinta sambil memeluk erat lengannya Rio.
" Dan, maafkan Cinta jika Cinta mengulik cerita kehidupan Kak Rio yang lama,," Ucap Cinta lagi sambil mendongakkan wajahnya menatap Rio.
" Heemm, tidak apa-apa dek," Jawab Rio sambil menjawil hidungnya Cinta.
" Kak Rio juga merasa lega ketika Dedek ingin tahu hubungan apa sebenarnya yang pernah terjadi pada Kak Rio dan Rossa, karena, jika tidak diceritakan pada Dedek, selamanya Dedek nggak akan tahu bagaimana sebenarnya," Ucap Rio yang menjelaskan semua tentang kehidupannya pada Cinta.
" Heemm, iya Kak, mulai saat ini Cinta percaya dan selalu yakin pada Kak Rio,," Ucap Cinta lagi sambil tersenyum merekah menatap wajah suaminya itu.
" Terima kasih ya dek, sudah mau mendengarkan semua cerita kehidupan Kak Rio," Bilang Rio sambil menjawil hidungnya Cinta lagi.
" Iya Kak,," Jawab Cinta tersenyum.
" Dan, tangannya ini jangan jahil!" Celetuk Cinta membuat Rio terkekeh geli.
" Hehehehe maaf Dek,," Bilang Rio sambil terkekeh geli.
Karena, sudah terlalu lama mengobrol di sepanjang perjalanan yang mereka lakukan itu. Sambil melihat jam tangannya dan jarum jam sudah menunjukkan angka tiga malam, dan terlihat di wajah Cinta yang sudah begitu mengantuk hal itu membuat Rio tersenyum serta menyuruh Cinta untuk segera tertidur.
" Heemm, kayaknya Cinta udah ngantuk,," Gumam Rio dalam hatinya saat melihat jam tangannya dan kondisi wajah Cinta.
" Dek, kalo udah ngantuk, tidur aja gih,," Bilang Rio menyuruh Cinta untuk segera tertidur.
" Heemm tanggung kak, sebentar lagi mau nyampe kan," Jawab Cinta sambil menggaruk leher belakangnya.
" Lumayan loh dek satu jam setengah tidurnya,," Bilang Rio lagi dengan suara lembutnya membujuk Cinta.
" Nggak ah, soalnya nggak ada yang nemenin Kak Rio,," Bilang Cinta dengan suara manjanya.
" Hehehehe, disaat Dedek lagi melukin Kak Rio kayak gini, sama aja Dedek itu nemenin Kakak,," Jawab Rio tersenyum.
" Tapi, sama aja bohong cuma dengerin suara ngorok Dedek iya kan, terus nantinya dijadikan bahan candaan,," Celetuk Cinta lagi dengan wajah gemasnya.
" Hehehehe, Kak Rio cuma dengerin dengkuran Dedek saat kita tidur berdua pertama kali di atas mobil ini dek," Bilang Rio yang menjelaskan saat kejadian Cinta mendengkur dalam tidurnya.
" Itu loh dek di dekat pinggiran sungai masih ingat gak Dedek lokasinya ?" Tanya Rio mengingatkan Cinta kembali dengan suatu tempat dimana mobil mereka pernah berhenti di pinggiran sungai suatu kampung.
" Oh iya iya, di pinggiran sungai tempat kita mandi itu bukan,," Jawab Cinta menerka tempat kejadiannya.
" Heemm betul sekali," Jawab Rio membenarkan sambil mengangguk.
" Nah disaat itulah Dedek tidur dan terdengar dengkurannya," Sambung Rio lagi yang menjelaskan tentang Cinta.
" Dan, disaat kita tidur berdua lagi sampai saat ini Kak Rio nggak pernah lagi dengerin dengkuran halus dari mulutnya Dedek, mungkin saat itu kondisi tubuh Dedek udah lelah banget,," Bilang Rio lagi sambil menoleh ke arah Cinta.
" Hihihi, sepertinya Kak Rio tahu nih bahasa tubuh Cinta kalo lagi capek pasti tidurnya mendengkur." Bilang Cinta tertawa sendiri saat mengingat kelakuan dirinya itu.
" Heemm semua orang kalo lagi capek pasti mendengkur dek, bobonya,," Jawab Rio membetulkan pendapat Cinta.
" Bener banget Kak,," Celetuk Cinta lagi.
__ADS_1
" Oh ya kalo Dedek mau bobo, bobo aja gih, nanti kalo udah sampe ke villanya biar Kak Rio gendong sampai ke kamar." Bilang Rio sengaja membuat Cinta penasaran ingin mengetahuinya.
" Kayaknya seru tuh, oke deh !" Gumam Cinta saat mendengar perkataan Rio yang membuat Rio sendiri tersenyum.
" Beneran nih, kalo Cinta bobo pasti digendong sampe ke kamar ?" Tanya Cinta mastiin perkataan Rio yang membuatnya merasa penasaran.
" Iya dek, Kak Rio janji,," Bilang Rio lagi meyakinkan ucapannya itu.
" Oke deh, kalo gitu Cinta bobo dan jika udah sampai jangan lupa untuk check in kamarnya sambil menggendong Cinta." Bilang Cinta lagi yang terdengar begitu serius terhadap ucapan Rio padanya itu.
" Siap, istriku, pasti akan Kak Rio lakukan,," Bilang Rio begitu tegas.
" Ya udah Cinta bobo ya kak,, mmmmuuuuaaaacccchhhh,," Ucap Cinta sambil menciumi pipi Rio.
Saat ini Cinta tidak memiliki rasa malu lagi untuk mengumbar kelembutan dari sikapnya itu pada Rio, karena, Cinta sendiri ingin agar Rio tahu apa maksud dari sikapnya itu. Dan, hal itu juga membuat Rio merasa bahagia serta yakin bahwa Cinta sebenarnya juga memiliki rasa cinta terhadap dirinya. Oleh sebab itu dengan begitu yakin Rio memberanikan diri untuk membuat Cinta semakin nyaman terhadap dirinya.
" Iya Istriku, tidurlah Kak Rio janji untuk melakukan apapun demi membuat istriku ini bahagia," Ucap Rio sambil mengecup balik puncak kepala Cinta.
" Terima kasih, suamiku Kak Rio,," Bilang Cinta lagi sambil menciumi pipi Rio.
Sambil tersenyum senang Rio mengelus lembut rambut Cinta lalu turun menuju ke lengannya Cinta yang dirangkulnya itu. Di dalam hati Rio berpikir bahwa sepertinya saat kepergiannya ini, ia ingin sekali mengungkapkan semua perasaannya itu terhadap Cinta. Dan, membuat hubungan pernikahan yang sangat erat terhadap wanita yang begitu ia cintai ini.
Namun hal itu tidak bisa dilakukan oleh Rio untuk mengikat erat hubungan pernikahannya itu. Karena, Cinta sendiri sedang mengalami datang bulan, jadi Rio sama sekali tidak bisa melakukan hak dan kewajibannya sebagai seorang suami dari Cinta yaitu memberikan nafkah batin yang sesuai untuk seorang istri.
" Heemm, Dek, jika saja saat kita sedang keluar dari kampung, Dedek nggak mengalami datang bulan, pasti saat ini juga Kak Rio akan membuat sebuah kejutan malam pertama yang terindah untuk kita berdua,," Gumam Rio dalam hati sambil tersenyum menatap Cinta yang sedang memejamkan mata di sampingnya itu.
" Tapi, nggak apa-apalah mungkin saat ini belum waktunya aku memberikan sebuah kejutan malam pertama indah untuk Istriku tersayang, aku ingin memberikan suatu kenangan yang paling terindah untuk Dedek di saat kami akan melakukan malam pertama itu,," Gumam Rio lagi sambil tersenyum senang melihat wajah Cinta yang mulai tertidur pulas di sampingnya.
" Tidurlah sayang, Istriku yang paling baik dan paling mulia sifatnya, Kak Rio akan selalu mencintai Cinta sampai kapanpun,," Ucap Rio sambil mengelus lembut rambut Cinta.
Sambil menambah kecepatan laju mobilnya dan tetap fokus dengan jalanan Rio masih bisa menyeimbangkan matanya agar tidak mengantuk saat mengemudi mobil, karena, selain nyawanya sendiri yang harus dijaga tentunya ada nyawa Cinta yaitu istri tercintanya itu.
" Hooaamm,," Seru Rio ketika merasakan suasana hening yang terjadi di dalam mobilnya itu.
" Ya ampun, aku harus fokus, walaupun sedikit mengantuk, aku harus menjaga keamanan dan keselamatan nyawaku sendiri serta nyawa istriku,," Ucap Rio sambil menoleh menatap wajah Cinta yang sedang tertidur pulas di sampingnya itu.
Sambil tersenyum menoleh ke arah Cinta, Rio merasa ucapan Cinta memang ada benarnya, karena, jika Rio yang sedang menyetir mobil itu diajak mengobrol tentu saja Rio tidak akan merasakan kantuk. Karena, sistem otak merekam suara obrolan dan pastinya otak tidak akan lemah dalam berpikir. Oleh sebab itu apabila kita sendiri memiliki seorang teman yang mau diajak berbicara saat sedang mengemudi, malah lebih bagus lagi untuk menjaga sistem keseimbangan tubuh.
" Heemm, omongan istriku ini ternyata benar juga,," Ucap Rio sambil menoleh melihat Cinta.
Saat ini Cinta memang sudah tertidur begitu pulas sekali dan tidak mungkin Rio mengganggunya hanya untuk menemani dirinya yang sedang menyetir itu. Dan, Rio juga merasa kasihan dengan keadaan Cinta, yang sengaja dipermalukan oleh Rossa saat di rumahnya maupun di kediamannya sendiri. Jadi, ada atau tidaknya perasaan sayang di dalam hatinya itu akhirnya bisa terungkap dengan sendirinya, karena, merasa selalu terusik oleh kelakuan Rossa yang begitu menjengkelkan.
" Hehehe, maafkan Kak Rio ya dek, karena, tinggal di kampungnya Kak Rio, Dedek mendapatkan sebuah usikan dari orang yang begitu menyebalkan,," Ucap Rio sambil tertawa kecil ketika mengingat kembali kejadian di pagi hari tadi.
Dan, akhirnya saat ini jam di tangannya Rio sudah menunjukkan angka empat pagi, tentu saja hal itu membuat Rio tersenyum bahagia karena, ia melihat perjalanannya sudah sampai dimana tempat Villa pertama tempat mereka berdua menginap sebelum dan sesudah hari pernikahannya.
" Uuuuhhhhh, akhirnya sampai juga,," Ucap Rio tersenyum senang ketika melihat perjalanan sudah sampai area Villa.
" Oke langsung parkir terus gendong Dedek dan check in,," Ucap Rio bersemangat masuk ke dalam area parkiran mobil Villa.
Setelah selesai memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang tepat. Barulah Rio, mematikan mesin mobilnya dan bergerak perlahan memindahkan tubuh Cinta ke dekat kaca, supaya Rio sendiri mudah untuk mengangkat tubuh istrinya itu.
" Heemm, dek, akhirnya kita sampai juga,," Seru Rio sambil mematikan mesin mobil.
__ADS_1
" Udah selesai, sekarang tinggal pindahkan tubuh Dedek ke arah kaca, supaya aku mudah untuk menggendongnya." Ucap Rio dengan perlahan memindahkan posisi tubuh Cinta.
Setelah selesai memindahkan posisi tubuhnya Cinta ke arah kaca, barulah Rio membuka pintu di sampingnya dan keluar dari pintu itu. Lalu, dengan segera Rio berputar arah menuju pintu tempatnya Cinta, membuka pintu itu secara perlahan supaya tidak membangunkan Cinta yang sudah tertidur pulas.
Setelah terbuka barulah Rio mengangkat tubuh istrinya itu secara perlahan, karena, terlalu pulas Cinta saja sampai tidak menyadari bahwa tubuhnya sudah digendong oleh Rio.
" Heemm, Istriku, Kak Rio senang jika Dedek selalu manja seperti ini." Gumam Rio tersenyum senang sambil mengangkat tubuh Cinta dan masuk ke dalam gendongannya.
" Tidurnya nyenyak banget sih, sampai-sampai gak ngerasain kalo sekarang udah digendong sayang,," Ucap Rio yang sedang menggendong Cinta sambil memastikan mobilnya dalam keadaan tertutup.
Dalam bagian depan tubuhnya Rio sendiri sedang menggendong tubuh Cinta dan bagian belakang tubuhnya tidak lupa sebelum keluar dari dalam mobil tadi, Rio sudah mengambil semua barang seperti tas yang akan ia bawa masuk itu.
Setelah merasa cukup dan aman, barulah Rio melangkahkan kakinya masuk ke dalam lobby Villa, dimana di depan lobby itu sendiri terlihat seorang satpam itu bertanya kepada Rio.
" Maaf Mas, Mas mau menginap disini ?" Tanya satpam itu kepada Rio.
" Betul sekali pak dan ini Istri saya baru saja tertidur,," Jawab Rio sambil memberitahukan keadaannya.
" Oh baik, silahkan masuk,," Ucap satpam itu kepada Rio.
" Baik, terima kasih,," Jawab Rio mengangguk dan langsung melangkah masuk ke dalam lobby Villa.
Karena, sudah mendapatkan izin dari petugas keamanan yang berada di pintu luar lobby Villa dengan segera Rio masuk ke dalam ruangan lobby untuk melakukan check-in sebuah kamar. Terlihat saat ini resepsionis yang sedang menjaga bagian pendaftaran sewa adalah seorang pria hingga membuat dirinya tersenyum ketika melihat Cinta tertidur dan sedang digendong oleh Rio.
" Ada yang bisa dibantu ?" Tanya resepsionis itu langsung kepada Rio.
" Ya, saya mau memesan satu kamar,," Gumam Rio dengan suara kecilnya.
Rio sengaja menjawab pertanyaan dari resepsionis itu dengan suara kecil, karena Rio tidak mau sampai mengagetkan Cinta atas suaranya itu.
" Oh baiklah Mas, ini buku pendaftarannya," Bilang resepsionis itu sambil menunjukkan buku pendaftaran kepada Rio.
Karena, merasa saat ini Rio tidak bisa menulis keterangan di dalam buku pendaftaran itu, akhirnya Rio meminta resepsionis itu sendiri untuk menulis semua data keterangan dirinya dan juga Cinta.
" Bisa bantu saya, Mas, soalnya saya tidak mungkin menulis buku pendaftaran itu, karena, Mas lihat sendiri saya sedang menggendong istri saya,," Ucap Rio sambil terkekeh kecil yang masih menggendong tubuh Cinta dengan tegap.
" Hehehehe, baiklah Mas," Jawab resepsionis itu sambil tersenyum melihat tingkah Cinta yang sengaja tertidur di dalam gendongan suaminya itu.
" Ini Mas kartu pengenal diri saya," Ucap Rio sambil menyodorkan sebuah kartu kepada resepsionis.
" Baik, akan saya tuliskan,," Ucap resepsionis itu sambil menerima kartu pengenal milik Rio.
Setelah selesai menuliskan semuanya barulah resepsionis itu mengambil sebuah kunci kamar dan langsung diberikan kepada Rio beserta kartu pengenal Rio sendiri.
" Ini Mas kuncinya dan kartu pengenalnya,," Bilang resepsionis itu kepada Rio.
" Oh ya terima kasih, Mas,," Ucap Rio mengambil semua barang yang telah disodorkan oleh resepsionis itu di hadapannya.
Karena, sudah selesai melakukan proses check in dengan segera Rio melangkahkan kakinya menuju kamar sesuai dengan nomor kunci yang telah diberikan. Disaat Rio akan melangkahkan kakinya menuju ke arah kamarnya itu, Rio mendengar suara perbincangan lucu yang dilakukan oleh resepsionis itu kepada temannya yang perempuan baru saja terbangun dari istirahatnya.
" Istrinya cantik sekali, wajar jika suaminya sampai begitu memanjakan istrinya itu,," Gumam resepsionis itu kepada temannya.
" Oohh itu istrinya, aku tidak melihatnya tadi,," Ucap resepsionis wanita.
__ADS_1
Dan, Rio sendiri hanya bisa tersenyum lebar ketika mendengarkan ucapan perbincangan yang dilakukan kedua resepsionis itu dengan sengaja memuji kecantikan Cinta serta sifat manja istrinya itu. Dengan segera Rio melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar yang telah disewakannya.
****