Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 76 Gelitik


__ADS_3

Saat ini mobil yang dikendarai oleh Rio sedang menuju perjalanan pulang, saat Rio ingin membelokkan mobilnya ke arah jalan menuju rumahnya, seketika Cinta melarang Rio untuk melakukan hal itu. Karena, Cinta belum tertarik untuk kembali ke rumahnya. Cinta sendiri masih ingin melihat daerah luar rumah dulu dan pastinya pergi ke tambak ikan. Karena, di kampungnya Rio ini begitu jauh dari perkotaan, oleh sebab itu Cinta tidak bisa pergi kemana-mana untuk mencari kegiatan lain. Hanya bisa melakukan kegiatan yang terbaru baginya yaitu memancing di tambaknya milik Rio.


" Eeehhh, jangan kembali ke rumah dulu kak,," Ucap Cinta pada Rio ketika melihat mobilnya akan masuk ke pekarangan rumah.


" Loh kenapa dek ?" Tanya Rio penasaran.


" Cinta mau ke tambak dulu, boleh gak ?" Tanya Cinta.


" Boleh, beneran mau ke tambak ?" Tanya Rio balik.


" He'eh,," Jawab Cinta mengangguk.


" Oke, kita ke tambak dek,," Jawab Rio sambil memutar kembali mobilnya ke jalanan menuju ke tambak.


Sambil memutar mobilnya untuk menuju ke tambak, Rio segera bertanya kepada Cinta, kenapa saat ini Cinta lebih suka untuk bermain ke tambak dibandingkan harus menetap di rumahnya.


" Kenapa Dedek suka jika diajak ke tambak ?" Tanya Rio menoleh ke arah Cinta.


" Iya Kak, karena, gak ngebosenin,," Jawab Cinta singkat padat dan jelas.


" Betul sekali,," Bilang Rio membetulkan ucapan Cinta.


Sebenarnya Rio ingin cepat pulang ke rumah untuk menanyakan kepada Cinta tentang perasaannya saat Cinta melihat sendiri kelakuannya Rossa dan juga Rio juga ingin tahu apa yang telah dilakukan oleh kepala desa saat bersalaman dengan tangannya Cinta tadi.


" Eemmm, dek sebenarnya Kak Rio mau nanyain sesuatu pada Dedek, tapi, jika Dedek ingin ke tambak dulu, ya sudahlah Kak Rio turutin sayang,," Gumamnya Rio dalam hati sambil tersenyum menatap Cinta yang sedang berada di sampingnya itu.


Namun, karena terlihat sepertinya Cinta lebih memilih untuk pergi ke tambak dulu, akhirnya Rio harus mengikuti kehendaknya Cinta terlebih dahulu dibandingkan pulang ke rumah untuk menanyakan kepenatan hatinya itu.


Memang tidak terlalu jauh jarak dari rumahnya Rio menuju ke tambak ikan yang selalu ditunggu oleh Arif. Seperti di awal mobil yang dikendarai oleh Rio saat datang ke tambak, pasti di parkirkan di tempat yang teduh. Seperti itu juga Rio memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah ia letakkan kemarin.


" Udah sampai yuk turun dek,," Ucap Rio sambil membuka pintu mobilnya.


Sedangkan, Cinta langsung membuka pintu mobilnya sendiri tanpa menunggu Rio untuk membukakan pintu untuknya lagi. Rio hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Cinta yang terkadang mandiri dan juga manja itu. Lalu, tanpa menunggu Rio lagi untuk pergi ke tempatnya Arif dengan segera Cinta melangkahkan kakinya sendiri melewati sekat pembatas tambak yang kemarin ia lewati dan saat itu ia dibantu oleh Rio untuk melewatinya. Tapi kali ini Cinta bisa melakukannya sendiri, sehingga Rio langsung memanggil Cinta saat Cinta sedang melewati sekat pembatas tambak itu.


" Dek, Dedek yakin bisa melewatinya sendiri ?" Tanya Rio dengan suaranya sedikit terdengar berteriak memanggil Cinta.


" Bisa donk, " Jawab Cinta santai.


Karena, sudah mendapat jawaban dari Cinta yang begitu meyakinkan itu, dengan segera Rio langsung mengejar langkahnya Cinta yang sudah lincah saat melewati sekat pembatas tambak. Dan, Rio tersenyum sendiri ketika melihat Cinta yang sudah terlebih dahulu sampai di rumahnya Arif.


" Arif,," Panggil Cinta dari luar.


Saat mendengar namanya dipanggil tentu saja hal itu membuat Arif penasaran siapa yang telah memanggilnya, tentu saja, Arif langsung keluar dari rumahnya dan senang ketika melihat Cinta yang datang ke tambaknya.


" Oh Mbak Cinta, masuk Mbak." Tawar Arif pada Cinta.


" Iya Rif, Mbak pinjam pancingnya ya, mau mancing,," Bilang Cinta sambil tertawa kecil.


" Oh ya Mbak silahkan," Jawab Arif memberikan alat pancingnya kepada Cinta.


" Mas Rio mana Mbak ?" Tanya Arif pada Cinta.


" Itu di belakang, kalah jauh dari langkahan Mbak Cinta hihihi,," Gumam Cinta sambil menerima alat pancing dari tangannya Arif dan terkekeh geli.


" Aakkh Mbak Cinta bisa aja," Jawab Arif ikut terkekeh.


" Ya udah kalo gitu Mbak mancing dulu ya,," Ucap Cinta sambil berlari kecil menuju ke tambak sebelahnya.


Dengan sengaja memang Cinta meninggalkan Rio, karena, sedari tadi Cinta merasa canggung sendiri ketika merasakan tindakan Rio yang sudah memutarkan tubuhnya dan menatap wajahnya dari dekat. Sedangkan, Rio sendiri merasa bahwa kelakuan Cinta saat ini sengaja menjauhi dirinya, sehingga membuat Rio begitu penasaran atas sikap Cinta yang sedang menjauhinya itu.

__ADS_1


" Kenapa Dedek menjauhiku ?" Tanya Rio dalam hati yang bingung melihat kelakuan Cinta.


Saat Rio sudah sampai di depan rumahnya Arif. Rio langsung bertanya pada Arif tentang semua yang dikatakan Cinta padanya itu.


" Rif, tadi Mbak Cinta ngomong apa aja sama kamu ?" Tanya Rio penasaran melihat sikap Cinta sesaat nyengir melihat dirinya tadi.


" Nggak ada Mas, cuma Mbak Cinta bilang tadi Mas Rio kalah jauh dari Mbak Cinta begitu Mas,," Jawab Arif dengan sejujurnya.


Ketika mendengarkan jawaban dari Arif yang membuat Rio tersenyum senang dan semakin gemas dengan kelakuan istrinya itu dengan segera Rio berlari mengejar Cinta yang sudah lama sampai di pondok dekat tambak samping. Karena, melihat Rio langsung pergi saja dari tempatnya itu setelah Arif menjawab pertanyaannya, Arif merasa bingung sendiri dengan tindakan yang dilakukan oleh kedua pengantin baru itu.


" Eeehhh Mas Rio nggak masuk dulu ?" Tanya Arif sambil berteriak memanggil Rio.


" Nanti aja Rif,," Jawab Rio sambil berlari menuju ke tempat Cinta.


" Heemm,," Jawab Arif tersenyum.


Dengan segera Rio langsung mengejar Cinta yang lagi sibuk menebarkan mata pancingnya di tambak. Saat sampai di pondok dekat tambak dengan napas yang terengah-engah Rio langsung berdiri di sampingnya Cinta sambil menjahili Cinta dengan cara memeluk pinggangnya Cinta. Dan, sengaja menggelitik perut Cinta sehingga membuat Cinta tertawa geli saat merasakan pelukan serta kelitikan tangannya Rio.


" Hayooo akhirnya Kak Rio bisa juga dapetin Dedek,," Bilang Rio dengan spontan memeluk Cinta.


" Iiihhhh Kak Rio apa-apaan sih kok meluk Cinta kayak gini,," Bilang Cinta yang geregetan melihat kelakuan Rio.


" Iiihhhh malah gelitikin Cinta lagi, Iiihhh Kak Rio geli,," Ungkap Cinta sambil tertawa dan berusaha melepaskan pelukannya Rio.


" Iiihhhh Kak Rio lepasin geli tahu,," Bilang Cinta sambil berusaha melepaskan pelukan Rio yang semakin erat untuknya.


" Tadi ngomong apa aja sama Arif ?" Tanya Rio yang masih menggelitik Cinta.


" Lepasin dulu, gimana mau jawab kalo dipeluk sambil digelitik kayak gini hihihihihihi udah Kak geli,," Ungkap Cinta sambil tertawa menahan geli di perutnya.


" Kakak gak akan lepasin kelitikan ini jika belum jawab ?" Tanya Rio yang sengaja ingin memeluk tubuhnya Cinta.


" Hihihi pipis aja disini,," Ucap Rio yang sengaja menahan tubuh Cinta.


Karena mendengar ucapan Rio yang sengaja membuatnya segera ingin buang air kecil itu, membuat Cinta mendorong tubuhnya Rio dengan sangat kuat hingga membuat Rio hampir tergelincir masuk ke dalam tambak, tapi, untunglah Cinta langsung menarik tubuhnya Rio, hingga Rio terjatuh bersamaan dengan Cinta ke dalam pondok dengan posisi tubuh Cinta di bawah dan Rio di atasnya.


" Aaaahhhhh dek,," Seru Rio yang hampir tergelincir ke tambak.


" Aakkhh Kak Rio,," Seru Cinta yang langsung menarik tubuhnya Rio.


Saat Cinta menarik bajunya Rio itu menyebabkan Rio terjatuh ke dalam pelukannya Cinta dan membuat Cinta merasakan tindihan tubuh Rio di seluruh tubuhnya itu. Apalagi saat ini posisinya itu begitu menguntungkan Rio, secara tidak sengaja bibirnya Rio menempel di pipinya Cinta dan hampir sedikit lagi terkena bibirnya Cinta.


" Ternyata Istriku memang benar-benar cantik,," Gumam Rio dalam hati sambil tersenyum menatap wajah Cinta.


Cukup lama Cinta dan Rio hanyut di dalam posisi seperti itu sehingga menyebabkan Rio menatap wajah Cinta yang sedang terpejam itu dengan tersenyum. Karena, merasa cukup lama di posisi seperti itu, akhirnya Cinta membuka matanya dengan perlahan karena, tidak ada pergerakan dari Rio untuk menciumnya. Saat mata Cinta terbuka barulah Rio turun dari tubuhnya Cinta dan segera duduk di samping posisi tubuh Cinta yang masih terbaring.


" Maafkan Kak Rio dek,," Ucap Rio sambil duduk di sampingnya Cinta dan membantu Cinta untuk bangun dari baringnya itu.


" Hehehehe nggak apa-apa Kak,," Jawab Cinta tersenyum tipis yang bangun dari baringnya ketika tubuhnya di sambut oleh Rio.


Sambil menoleh ke arah lainnya Cinta memikirkan suatu hal yang sebenarnya dirasakan oleh Rio pada dirinya. Cinta merasa sepertinya Rio sama sekali tidak menyukainya, Rio hanya menghormatinya saja sebagai seorang majikan.


" Heemm aku pikir dia menciumi bibirku, ternyata nggak,," Gumam Cinta dalam hati yang merasa jengkel akan kelakuan Rio kepada dirinya.


" Walaupun tertempel di pipi ya, minimal geser sedikit kan bisa,," Gerutu Cinta terhadap Rio.


Karena, melihat wajahnya Cinta yang sedang menoleh ke sampingnya itu membuat Rio merasa bersalah atas tindakannya barusan yang membuat Cinta sedikit diam dan merubah ekspresinya menjadi datar.


" Ada apa dek ?" Tanya Rio yang ikut menoleh ke arah Cinta dan memastikan wajahnya Cinta apakah Cinta marah atau tersinggung karena perbuatannya itu.

__ADS_1


" Maafkan Kak Rio ya Dek jika Kak Rio salah,," Gumam Rio dengan wajahnya yang tertunduk.


Ketika mendengar suara Rio yang menyatakan dirinya telah bersalah dan meminta maaf padanya itu dengan segera Cinta membalikkan wajahnya menatap Rio sambil tersenyum.


" Eehhh nggak kok Kak, Kak Rio sama sekali gak salah, yang salah itu Cinta karena, secara spontan dorong tubuhnya Kak Rio hehehe," Gumam Cinta sambil cengengesan.


" Maaf ya,," Ucap Cinta yang langsung membuat Rio memeluknya lagi.


" Terima kasih ya dek,," Ucap Rio spontan memeluk Cinta.


Betapa kagetnya Cinta saat merasakan pelukan yang dilakukan oleh Rio secara spontan dan hal itu membuat matanya terbelalak, namun diam menikmati semua yang dilakukan Rio kepadanya.


" Eeemmmm Kak Rio Makasih udah peluk Cinta,," Gumam Cinta senang di dalam hatinya.


Setelah mendapatkan pelukan dari Rio barulah Cinta merasakan kelegaan dalam hatinya yang begitu menginginkan untuk mendapat kelembutan dari Rio. Tak lama kemudian Rio melepaskan pelukannya itu dan terlihat bahwa wajahnya Cinta sedang bersemu merah sehingga membuat Rio tersenyum melihat hal itu. Dan, Rio teringat bahwa Cinta ingin sekali buang air kecil ketika ia menggelitiknya.


" Oh iya, tadi Dedek katanya mau,," Ucap Rio yang mengingatkan Cinta.


" Nggak jadi Kak,," Jawab Cinta sambil tersenyum.


Dan, Cinta teringat bahwa Rio saat ini sama sekali tidak memiliki pekerjaan apapun serta penghasilan yang masuk, oleh sebab itu Cinta memberikan sebuah saran untuk Rio sebagai suaminya yang harus mencari nafkah untuk kehidupan keluarga mereka.


" Oh iya Kak, sebenarnya Cinta punya saran untuk Kak Rio, tapi, kalau Kak Rio setuju sih,," Ucap Cinta sambil tersenyum menoleh ke arah Rio.


" Apa Dek ?" Tanya Rio penasaran.


" Gimana kalo Kak Rio bikin usaha tambak ini jadi semakin besar, ya, maksudnya ditambahkan aja bibit ikan yang diperlukan, supaya usaha tambak Kak Rio ini jadi maju,," Ucap Cinta yang sedang memberikan saran pada Rio.


" Heemmm sebenarnya udah lama Kak Rio mikirin itu dek, tapi, saat itu belum ada yang nambahin sarannya. Dan, baru kali ini Kak Rio dapatin saran terbaik dari Dedek." Jawab Rio yang membuat Cinta tersenyum senang.


" Hehehehe berarti Cinta orang pertama donk yang ngasih saran,," Celetuk Cinta menatap Rio.


" Betul sekali, Dek," Jawab Rio tersenyum.


" Tapi, Kak Rio malu untuk mengungkapkannya bahwa saat ini Kak Rio lagi menambahkan modalnya sedikit demi sedikit untuk menambah semua bibit di tambak ini dek,," Jawab Rio sambil jujur.


" Ooohh, Eemm apakah Cinta boleh naruh saham di tambak ini,," Bilang Cinta sambil tersenyum yang membuat Rio tergelitik saat mendengar ucapannya.


" Naruh saham, Dedek ada ada aja ah,," Bilang Rio tertawa kecil.


" Ya, sebagai seorang teman, keluarga sekaligus istri boleh donk Cinta naruh saham,," Gumam Cinta yang mengakui dirinya adalah istri dari Rio.


" Nggak usah dek, uangnya Dedek itu Dedek simpan aja, entah nanti ada keperluan yang mendesak, jadi kita gak pusing untuk mikirinnya," Jawab Rio sambil tersenyum.


" Heemmm, tapi Cinta serius untuk bantuin tambak Kak Rio supaya semakin maju,," Bilang Cinta yang terlihat memaksa Rio dengan gaya gemasnya.


" Hehehehe, nggak usah Dedek," Jawab Rio sambil memencet hidungnya Cinta lagi.


Saat Rio memencet hidungnya Cinta itu membuat Cinta merasa geram akan tindakan Rio yang suka sekali menjahilinya itu.


" Iiihhhh Kak Rio sakit tahu,," Gerutu Cinta geram.


" Maaf dek,," Jawab Rio sambil melepaskan tangannya dari hidungnya Cinta.


" Tapi Kak Rio serius, sebenarnya Kak Rio memang ingin ngembangin tambak ini perlahan-lahan dek, jadi, bisa dinikmati alur pengembangan usahanya,," Ucap Rio yang terdengar begitu bijaksana sekali sehingga membuat Cinta tersenyum mendengarkannya.


" Hehehehe benar juga ya Kak,," Gumam Cinta tersenyum.


Karena, cuaca sudah mulai mau hujan kembali, dengan segera Rio mengajak Cinta untuk kembali ke rumahnya. Dan, Cinta sendiri tidak keberatan untuk segera pulang saat diajak oleh Rio itu.

__ADS_1


****


__ADS_2