Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 129 - Pemikiran Rio


__ADS_3

Sambil menggelengkan kepalanya Rio tersenyum mendengar ucapan Cinta yang hanya sekedar celetukan saja, namun Rio bisa melihat bahwa kelakuan istrinya atas celetukannya itu yang sebenarnya adalah bisa membuat Rio mengerti akan hal yang dimaksudkan oleh Cinta barusan.


" Hehehehe, Istriku ternyata pintar banget ya sekarang memikirkan sesuatu hal,," Ucap Rio saat menggelengkan kepalanya yang sedang melihat kelakuan Cinta sambil tersenyum sendiri akan maksud dari perkataannya itu.


Setelah celetukan lucu yang dibuat oleh Cinta di tengah perjalanannya saat ini, Rio juga tidak mau ketinggalan untuk menghangatkan suasana hangat di antara mereka berdua. Walaupun saat ini sedang turun hujan dan fokus dengan perjalanan yang sangat licin. Namun Rio masih tetap juga menanggapi semua ucapan yang ditanyakan oleh Cinta maupun yang dijawabnya.


" Heemm betul sekali dek, kalau cuacanya sejuk kan enak kalo lagi di tambak, gak terlalu panas,," Ucap Rio yang sengaja menanggapi pernyataan dari Cinta.


" Hehehehe, betul sekali Kak,," Jawab Cinta mengangguk sambil tersenyum.


Walaupun Cinta mengangguk dan membetulkan pernyataan dari Rio. Namun, di dalam hati Cinta sendiri menyatakan hal lainnya yang lebih mendalam lagi akan maksud dari ucapan celetukannya itu.


" Heemm, cuaca sejuk bukan untuk kita sedang berada di tambak Kak,," Bilang Cinta dalam hati yang telah memikirkan hal lain dari perkataannya tersebut.


" Tapi, cuaca sejuk bagus untuk menambah keromantisan kita saat berada di dalam rumah dan hanya berdua saja,," Tambah Cinta lagi yang telah menyambungkan pernyataan dalam hatinya itu.


Saat ini Cinta sedang memikirkan suatu hal terindah dalam pikirannya sendiri. Dan Rio tahu bahwa ucapan yang baru saja dikatakannya itu mengandung maksud yang salah. Tapi, walaupun salah Rio belum bisa untuk mengungkapkan semua perasaan indahnya itu terhadap Cinta.


Karena, Rio sendiri ingin melakukan rencana indahnya untuk menyatakan perasaan cintanya terhadap Cinta hanya dengan sebuah peristiwa yang begitu indah dan juga momen yang begitu terkesan. Oleh karena itu, Rio belum bisa menyatakan perasaan cinta kepada Cinta dalam posisi saat ini.


" Maaf ya Sayang, bukannya Kak Rio gak ngerti akan maksud dari perkataan Dedek, tapi, Kak Rio ingin menyatakan perasaan kak Rio ini hanya di sebuah tempat yang sangatlah indah dan juga waktu yang begitu tepat,," Ucap Rio dalam hatinya sambil tersenyum melihat wajah Cinta yang sedang sedikit berpaling darinya.


" Kak Rio akan nyatakan semua perasaan yang Kak Rio rasakan selama ini kepada Dedek ketika rencana di dalam hati Kakak ini terlaksana,," Bilang Rio lagi dalam hatinya sambil melihat wajah Cinta yang sudah kembali menoleh ke arah wajahnya.


Dan disaat Cinta sudah selesai dalam perkataan di pikirannya itu, Cinta kembali menolehkan wajahnya ke arah tempatnya di awal sebelumnya. Disaat itu juga Cinta menangkap wajahnya Rio yang terlihat sedang memikirkan suatu hal alias sedang melamun.


" Hem,, apa yang di lamunkan Kak Rio ?" Tanya Cinta ketika sedang menoleh kembali ke arah Rio dan menangkap wajahnya Rio yang sedang memikirkan sesuatu.


Saat Cinta sedang mengira-ngira hal apa yang telah di lamunkan oleh Rio. Ternyata Rio sendiri telah selesai juga dengan lamunannya itu. Sehingga membuat matanya Rio yang kembali menoleh ke arah Cinta akhirnya sama-sama bertemu. Dan karena, sudah bertemu, Cinta mengulum senyumannya lalu karena sudah tidak bisa menahan rasa tawanya itu, akhirnya Cinta meluapkan rasa kegembiraannya sendiri hingga membuat Rio heran akan kelakuan Cinta.


" Hahahaha,, memangnya apa yang sedang Kak Rio pikirkan ?" Tanya Cinta di sela tawanya yang begitu renyah.


" Hah,, gak ada dek,, memangnya kenapa ?" Tanya Rio sendiri pada Cinta yang masih tertawa sendiri.


" Loh kok balik nanya, itu tuh kelihatan dari matanya habis mikirin sesuatu, mikirin apa hayooo,," Bilang Cinta yang menyatakan maksud dari pertanyaannya.


" Oohhh gak ada dek, Kak Rio saat ini ngerasain begitu bahagia jika bisa melihat Dedek sebahagia ini,," Jawab Rio sambil mengencangkan pelukannya terhadap tubuh Cinta.


Saat Rio menjawab pertanyaan dari Cinta, hal itu membuat hati Cinta merasa begitu bahagia sehingga begitu terlihat sekali bahwa hatinya saat ini sedang berbunga-bunga. Begitu juga dengan Rio sudah terlihat jelas bahwa ucapannya itu bukanlah hanya ucapan pura-pura melainkan ucapan yang sejujurnya keluar dari hatinya untuk istrinya.


" Heemmm apakah bisa dipercaya ucapan ini ?" Tanya Cinta dengan suara lembutnya yang mengalun-alun di telinganya Rio.


" Jika di hati ini terasa sejuk dan nyaman maka Dedek sudah mempercayai ucapan dari Kak Rio, dan jika di hatinya Dedek masih belum terasa nyaman maka Dedek sepenuhnya belum meyakini ucapan dari Kakak Dek,," Jawab Rio dengan suara lembutnya dan keterangan yang begitu tulus diterangkan untuk Cinta.

__ADS_1


" Heemm, malah jawaban seperti ini yang bisa membuat hati Cinta merasa lebih tenang dan nyaman Kak,," Bilang Cinta sambil tersenyum lembut menatap Rio.


Karena, saat ini Rio dan Cinta sedang berada di tengah perjalanan pulang ke kampungnya. Dan juga saat ini Cinta sedang memberikan tatapan lembutnya pada Rio sehingga membuat Rio melakukan sebuah candaan terhadap Cinta. Dengan sengaja Rio mengedipkan matanya kepada Cinta dan tepat sekali mata Cinta sedang menatap matanya Rio.


Karena, merasa malu akhirnya Cinta membalas kedipan mata dari Rio itu dengan tawaan yang terdengar begitu ceria. Sehingga suara ketawa Cinta begitu jelas dan renyah sekali terdengar.


" Eemmm Kak Rio, sekarang udah bisa bercanda ya, hahahaha,," Bilang Cinta yang dilanjutkan dengan tawaan cerianya.


" Hahahaha,, iya sayang,," Jawab Rio ikut tertawa juga di tengah kerenyahan tawa Cinta.


Cuaca di perjalanan saat ini sudah cukup gelap dan bertambah dingin sehingga membuat Cinta yang tadinya masih bisa bertahan untuk tidak tidur. Tapi akhirnya Cinta juga bisa terlelap sebentar ketika cuaca perjalanan sudah terlihat gelap. Dan rasa kantuk Cinta bisa terlihat dengan jelas ketika dirinya sudah beberapa kali menguap. Sehingga membuat Rio yang selalu memperhatikan Cinta dengan langsung meminta Cinta untuk terlelap.


Hoooaamm, suara yang keluar dari mulut Cinta saat dirinya sudah tidak bisa menahan rasa kantuknya.


" Hehehehe, sayang udah ngantuk banget ya ?" Tanya Rio pada Cinta sambil menoleh ke arah Cinta.


" Aaakkkhh tidak Kak, cuma nguap aja,," Jawab Cinta saat menoleh ke arah Rio sambil menutup mulutnya setelah menguap.


" Hehehehe, tidur aja gih, kayaknya perjalanan kita masih lama dek, soalnya jalannya licin,," Bilang Rio sambil memberitahukan keadaan perjalanan pulang yang sedang mereka tempuh.


" Heemmm iya juga ya Kak,," Jawab Cinta sambil sedikit mendongakkan kepalanya menatap ke arah depan pandangan mobil dan melihat jalanan yang memang terlihat sangat licin.


" Iya Dek,," Jawab Rio lagi sambil mengelus lembut rambut Cinta.


" He'eh bobo aja gih,," Bilang Rio mengizinkan Cinta untuk segera terlelap tidur.


" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk dan tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya sebelum terlelap tidur.


Sambil menganggukkan kelakuan Cinta yang hendak terlelap tidur, Rio juga memberikan senyuman tulusnya dan manis terhadap Cinta. Tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat Cinta segera terlelap dalam tidurnya. Setelah Cinta tertidur dengan lelapnya dengan lembut Rio mendekati bibirnya menciumi keningnya Cinta.


" Selamat terlelap sayang,," Bilang Rio setelah memberikan sebuah kecupan lembut kepada Cinta.


Setelah memberikan kecupan manis nan lembut kepada Cinta, tidak lupa Rio membenarkan tubuhnya Cinta agar tidak terlalu terasa sakit jika sudah bangun nanti. Sambil tersenyum Rio menatap wajah Cinta yang terlihat begitu lembut sekali. Lalu, Rio kembali fokus dengan perjalanannya yang sedang menempuh perjalanan begitu licin dan juga terjal.


" Bagaimana mau cepat sampai kalau jalannya kayak gini,," Gumam Rio sendiri saat sedang mengendarai mobilnya yang melewati jalanan terjal nan licin.


Sambil menempuh perjalanan yang memang terjal nan licin itu membuat Rio selalu fokus dengan kendaraannya. Dan pastinya Rio lebih mengutamakan keselamatan Cinta istrinya dan juga dirinya sendiri. Walaupun masih lama akan sampai ke kampungnya hal itu membuat Rio sama sekali tidak merasa lelah.


Saat ini jam sudah berputar begitu cepat sehingga membuat Arif yang sudah tertidur dari sore hari karena menunggu hujan reda dan sekarang Arif yang sedang tertidur pulas itu terbangun sendiri. Setelah membuka matanya dengan perlahan Arif langsung melihat jam dinding yang sedang menunjukkan angka tujuh malam.


Setelah mengetahui bahwa angka jam sudah menunjukkan tepat jam tujuh secepat mungkin Arif bangun dari tidurnya hingga terlihat seperti sedang melompat dari tempat tidurnya itu.


" Astaghfirullah,, sudah Maghrib,," Ucap Arif yang sontak terbangun dari tidurnya itu.

__ADS_1


Secepat kilat Arif melompat dari tempat duduk yang sengaja menjadi tempat tidurnya langsung segera melangkah menuju ke kamar mandi untuk segera berwudhu. Setelah selesai berwudhu dengan segera juga Arif melakukan ibadah sholat Maghrib yang hampir saja terlewatkan.


Detik demi detik telah berlalu dan ibadah sholat Maghrib yang dilakukan oleh Arif telah selesai ia laksanakan. Sambil menyanyikan beberapa lagu sholawat sambil merapikan peralatan sholat yang ia gunakan di dalam ruang ibadah rumahnya Rio. Setelah itu Arif langsung melangkahkan kakinya menuju luar ruangan dan kembali melihat suasana di luar rumah melalui celah jendela.


" Heemm masih hujan deras,," Gumam Arif saat melihat suasana di luar rumah yang terlihat masih turun hujan.


Karena, melihat suasana keadaan di luar rumah masih turun hujan yang sangat deras. Sehingga membuat Arif langsung beralih melangkah ke bagian dalam lagi dan kembali menutup tirai jendela yang baru saja dibuka olehnya. Tidak terasa karena, sudah menunggu suasana hujan yang turun sudah cukup terlalu lama suhu udara begitu dingin hingga membuat perut Arif yang sedari sore belum terisi terdengar begitu keroncongan.


Dan, juga Arif begitu mendengar suara keroncong dari perutnya itu. Sambil tersenyum sendiri Arif melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur untuk mencari apa yang bisa dijadikan santapan malam untuk dirinya sendiri malam ini.


Kkkrrrruuuuukkkk!!!


Suara kriuk nan renyah terdengar jelas di telinganya Arif hingga membuat Arif tertawa kecil sendiri.


" Wiihh nih perut tau banget ya kalo lagi dingin kayak gini,," Ucap Arif sendiri sambil mengelus perutnya yang terdengar begitu ramai sedang menyalakan bunyi genderang penentu hasil dari proses lapar dalam diri.


" Dingin-dingin kayak gini enaknya makan apaan ya,," Ucap Arif lagi sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah dalam dan pastinya ke arah dapur.


Arif segera melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur mencari bahan makanan apa yang bisa dijadikan temannya di saat cuaca sangat dingin seperti ini. Sesampainya di dapur Arif mondar-mandir mencari sesuatu bahan makanan yang akan dimasak olehnya. Sambil membuka satu persatu lemari dapur untuk menyimpan semua bahan makanan. Arif sendiri menghibur dirinya dalam suasana hujan deras dengan cara bersiul.


" Heemm, ada mie, ada telor, ada sosis lengkap nih bahan perang malam ini hehehe,," Gumam Arif sendiri setelah membuka lemari yang menyimpan semua bahan makanan ini.


" Lanjut,," Ucap Arif lagi sambil meletakkan semua bahan makanan ke atas meja di dekat kompor.


Karena, bahan makanan yang akan dijadikan temannya malam ini, Arif segera mulai melakukan acaranya malam ini yaitu meletakkan panci kecil ke atas kompor dan seperti biasa melakukan semua tahapan untuk memasak. Masih dengan siulan yang dilakukannya hanya hal itu saja bisa membuat Arif terhibur.


Sambil memasak semua bahan makanan yang diletakkan di atas meja, sepintas Arif teringat dengan kepergian Cinta dan juga Rio. Karena, Arif memang benar saat menjawab semua pertanyaan dari Rossa saat Rossa datang ke rumah Rio sore ini. Sambil mengaduk makanan yang sedang dimasaknya, Arif terucap sendiri dengan pikiran yang terlintas masalah kepergian Cinta dan Rio.


" Heeemmm sebenarnya Mas Rio dan Mbak Cinta kapan kembalinya ya ?" Tanya Arif sendiri dengan dirinya sendiri.


" Sudah beberapa hari, pergi ke kota tapi belum juga pulang,," Sambung Arif lagi dengan pemikirannya itu.


Sambil mengaduk makanan yang sedang dimasaknya itu, akhirnya bahan makanan satu persatu ditaruhnya ke dalam panci terselesaikan juga. Arif segera meletakkan semua makanan itu ke dalam piring dan mengambil nasi yang biasa diletakkan oleh Cinta di dalam penanak nasi.


" Makan,," Seru Arif sendiri setelah selesai meletakkan semua makanan ke dalam piringnya.


Setelah selesai memasukkan semua makanan ke dalam piringnya, Arif segera melangkah menuju ke tempat meja makan dan menyantap semua makanan yang sudah disiapkannya sendiri. Saat ini Arif sendiri sedang menyantap makan malamnya dan cuaca juga mendukung nikmatnya Arif yang sedang makan.


Sementara itu, Rio dan Cinta masih di tengah perjalanan kembali ke kampungnya. Saat ini terlihat di dalam kendaraan mobilnya Rio memang sangat fokus dalam menyetir mobilnya itu, namun sudah berapa kali Rio menguap. Dan saat ini Rio masih bisa menahan rasa kantuknya itu dengan tetap fokus pada perjalanan serta sesekali Rio memandangi Cinta yang masih tertidur pulas dalam pelukannya.


" Hoooaamm, sebenarnya ngantuk banget, tapi, kasihan istriku masih tertidur pulas, jadi aku harus cepat sampai ke rumah supaya istriku ini bisa terlelap lebih nyenyak lagi,," Ucap Rio setelah menguap beberapa kali dan melihat kondisi jalan yang sudah hampir sampai ke kampungnya itu.


Saat ini memang suasana di luar masih hujan deras jadi, Rio memang harus berhati-hati dalam mengendarai mobilnya supaya ban mobil tidak tergelincir pada jalanan yang begitu licin karena bekas siraman air hujan yang turun begitu derasnya.

__ADS_1


****


__ADS_2