Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 119 Kedipan Nakal


__ADS_3

Jelas sekali Cinta kaget ketika melihat bagian tubuh yang ditunjukkan oleh Rio untuk dicium olehnya itu. Sebenarnya Cinta ingin sekali menciumi bagian tubuh yang telah ditunjukkan oleh Rio padanya itu, namun, karena mereka saat ini sedang berada di jalan, jadi hal itu tidak mungkin Cinta lakukan.


" Aaahhh,, bibir ?" Tanya Cinta dengan wajah ditampakkan sedikit kaget menghadap Rio.


" Heemm,," Jawab Rio mengangguk dengan ekspresi wajah terlihat santai.


" Memangnya kenapa sayang ?" Tanya Rio balik pada Cinta dengan ekspresi wajah santainya lagi.


" Hehehehe, tapi kita lagi di jalan Kak, takutnya,," Jawab Cinta dengan jawaban yang sedikit terbata-bata.


" Hehehehe, iya sayang, Kakak tahu,," Sela Rio langsung sambil merangkul kepala Cinta dan diletakkan di dadanya.


" Udah jangan dipikirkan, kita akan melakukannya disaat kita sedang berduaan saja dan tidak lagi di jalan,," Bilang Rio sambil mengecup lembut puncak kepala Cinta.


" Heemm iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk lembut.


" Tapi sebenarnya Cinta mau sekali Kak, hanya Cinta masih merasa malu,," Gumam Cinta di dalam hati sambil menggigit bibirnya.


Di dalam pikirannya Cinta, Cinta sebenarnya begitu menginginkan ciuman bibir secara langsung kepada Rio. Namun, permintaan Rio saat ini begitu tidak tepat sekali posisinya karena, mereka berdua sedang berada di jalan. Jadi hal itu tidak mungkin Cinta lakukan, karena banyak sekali kendala yang akan terjadi bila mereka lakukan.


Hal yang paling utama adalah kecelakaan, oleh sebab itu Cinta tidak akan melakukannya. Walaupun hasrat di hatinya begitu menginginkan kelembutan momen mesra yang akan dilakukannya bersama suaminya tercinta ini.


Rio tahu bahwa sebenarnya Cinta begitu menginginkan hal itu darinya, karena, Rio bisa melihat ekspresi keinginan hasrat yang ingin diinginkan oleh Cinta melalui kaca spion dari sampingnya itu. Oleh sebab itu, Rio semakin bertambah memberikan kemesraan pada Cinta, yaitu selalu mengelus lembut lengan Cinta dan menciumi kening Cinta.


" Sayang, Kak Rio tahu bahwa sayang juga menginginkannya, kita akan lakukan seindah mungkin ya sayang,," Ucap Rio dalam hati sambil melihat wajah Cinta dari kaca spion.


" Walaupun hanya sekedar ciuman, namun, Kak Rio tahu ciuman di bibir adalah ciuman pertama sayang dalam hidup sayang selama ini, oleh sebab itu Kak Rio akan memberikan ciuman pertama sayang dengan momen yang sangat indah dan tidak terlupakan,," Bilang Rio lagi dalam hatinya sambil mengelus lembut lengan Cinta dan juga menciumi kening Cinta.


Saat ini Rio dan Cinta sedang pergi ke arah pasar dimana tempat pusat perbelanjaan di kota itu. Karena, Rio tidak mau membuat Cinta susah dalam suatu hal di rumahnya itu seperti mengerjakan kegiatan rumah tangga yaitu memasak, mencuci dan semuanya. Dengan menggunakan uang tabungannya dari hasil tambaknya itu, Rio sengaja membelikan semua barang yang bisa membantu Cinta untuk mempermudah melakukan kegiatannya di rumah.


" Sayang, sebelum pulang kita belanja barang keperluan dulu ya,," Bilang Rio kepada Cinta sambil membawa mobilnya ke arah sebuah toko alat elektronik.


" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk.


Karena, sudah memilih tempat yang tepat untuk membeli alat elektronik yang diinginkannya itu. Dengan segera Rio memarkirkan mobilnya tepat di depan toko yang akan dikunjunginya itu.


" Kita berhenti disini ?" Tanya Cinta pada Rio ketika melihat mobilnya berhenti tepat di sebuah toko alat elektronik.


" Iya dek,," Jawab Rio mengangguk sambil melepaskan safety belt yang dikenakannya.


" Ooohhh,," Gumam Cinta sendiri sambil ikut mengangguk.


Karena, melihat Rio sedang melepaskan safety belt yang digunakannya saat berkendara itu, begitu juga dengan Cinta, ia juga melepaskan safety belt yang juga digunakannya. Namun, safety belt yang selama ini begitu mudah untuk dilepaskan olehnya tapi kenapa kali ini safety belt yang dikenakannya itu susah sekali terlepaskan.


" Kenapa susah banget sih,," Seru Cinta sendiri merasa kesal dengan safety belt yang dikenakannya susah sekali dilepaskan.


Rio tersenyum melihat Cinta yang sedang melepaskan safety belt namun, sulit dibuka olehnya itu. Sehingga dengan langsung Rio membantu Cinta dalam membuka safety belt nya itu. Dengan perlakuan lembutnya Rio melepaskan safety belt yang ternyata sedikit nyangkut di bagian belakang. Makanya sedikit sulit dilepaskan oleh Cinta yang mengenakannya.


" Hehehehe, ngelepasin safety belt nya harus hati-hati sayang,," Ucap Rio sambil tersenyum dan membantu Cinta melepaskan safety belt nya.


" Iya Kak, Cinta tahu, tapi emang ini safety belt nya sudah dilepas,," Bilang Cinta lagi yang masih mencoba membuka pengait safety belt di bagian bawah.


" Hihihi, sudah Dedek nggak usah bergerak, sini biar Kak Rio bantu lepaskan ya,," Bilang Rio lembut kepada Cinta.

__ADS_1


" Heemm iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk dan tersenyum melihat Rio yang bersedia ingin membuka safety belt yang dikenakannya itu.


" Sebentar ya sayang,," Bilang Rio lagi setelah mengetahui bahwa safety belt yang dikenakan oleh Cinta sedikit nyangkut.


" Kenapa ?" Tanya Cinta langsung dengan wajah penasaran.


" Pantesan agak sulit, nyangkut Sayang,," Bilang Rio lagi sambil menunjukkan bagian safety belt yang nyangkut.


" Tuh kan bener, pasti ada yang salah,," Seru Cinta merasa bahwa tindakannya itu sedikit benar saat mengira safety belt nya pasti sedikit tersangkut.


" Sebentar ya, Kak Rio benerin dulu yang bagian nyangkutnya, setelah itu baru bisa dilepas,," Ucap Rio sambil tersenyum melirik mata Cinta.


" Heemm iya Kak, hati-hati ya,," Bilang Cinta sambil mengusap lembut wajah Rio yang sedang tersenyum itu.


Dan akhirnya Rio membetulkan kembali bagian safety belt yang sedikit nyangkut di bagian bawah kursi mobil itu. Setelah dibetulkan bagian yang telah menyangkut itu barulah Rio bisa untuk membuka safety belt yang digunakan oleh Cinta.


KLEEKK !!


Bunyi suara safety belt yang telah terbuka oleh kesabaran Rio dalam membukakannya untuk Cinta. Sambil tersenyum senang Cinta mengucapkan terima kasih kepada Rio dengan memberikan ciuman yang begitu lekat sekali di bagian pipinya.


Walaupun, Cinta sebenarnya begitu sangat menginginkan memberi sebuah ciuman yang lekat di bibirnya Rio. Namun, untuk saat ini hal itu belum Cinta lakukan, karena, ia masih merasa belum sanggup untuk melakukannya secara langsung dalam keadaan sadar.


Oleh sebab itu, hanya ucapan terima kasih saja beserta ciuman yang lekat di pipi Rio yang bisa Cinta lakukan, walaupun sekedar ciuman di pipi Rio juga begitu merasa bahagia. Karena, saat ini Cinta sudah berani mengekspresikan perasaan dirinya terhadap dirinya itu. Dan perasaan dari Cinta itu sudah begitu jelas sekali bahwa ia juga mencintai Rio bahkan rasa sayang yang ditunjukkan oleh Cinta itu belum sepenuhnya.


" Mmmuuaacchh,, terima kasih suamiku sayang,," Bilang Cinta sambil memberikan senyuman dan juga ciuman yang begitu lekat sekali kepada Rio.


" Sama-sama sayangku,," Jawab Rio sambil memberikan ciuman juga pada Cinta di bagian hidungnya.


Karena, saat ini Rio juga membalas ciuman yang dilakukan oleh Cinta, oleh sebab itu Cinta hanya bisa tersenyum senang menerima ciuman lembut yang dilakukan oleh Rio. Karena, tidak biasanya Rio menciumi hidungnya, namun kali ini Rio melakukan hal itu.


TIINN!!


Bunyi suara klakson mobil yang kebetulan lewat di belakang mobil mereka. Dari suara itu sajalah yang mampu membuyarkan kedalaman tatapan Rio dan Cinta saat ini.


Karena, sama-sama saling memberikan tatapan yang dalam nan mesra itu. Rio dan Cinta juga sama-sama kaget saat mendengar suara klakson mobil yang lewat di belakang mobilnya.


" Aakkh, suara klaksonnya gede banget sih,," Celetuk Cinta dengan raut wajah kesalnya ketika mendengar suara klakson mobil yang lewat itu.


Dengan spontan Rio tertawa mendengar celetukan Cinta yang terdengar kesalnya karena, telah mengganggu suasana romantis pada mereka berdua.


" Hahaha, namanya juga di jalan sayang, pasti ada suara klakson mobil dan yang lainnya,," Bilang Rio dengan lembut menenangkan perasaan Cinta.


" Hehehe, Cinta kesal aja Kak, bikin kaget tahu,," Jawab Cinta lagi pada Rio.


" Ya, udah yuk kita turun,," Bilang Rio lagi sambil mengajak Cinta untuk segera keluar dari dalam mobilnya.


" Heemm oke Kak,," Jawab Cinta mengangguk.


" Kak Rio keluar aja dan nggak usah dibuka pintu sebelah Cinta, biar Cinta keluar sendiri Kak, supaya cepat,," Bilang Cinta lagi yang memberikan sebuah perkataan pada Rio.


" Hehehehe, iya Dek," Jawab Rio mengangguk.


" Yakin mau keluar sendiri ?" Tanya Rio lagi pada Cinta saat mau membuka pintu mobil bagian tempatnya.

__ADS_1


" Iya Kak, yakin,," Jawab Cinta mengangguk penuh keyakinan.


" Ya udah, oke hati-hati ya sayang keluar dari mobilnya, lihat dulu di bagian luar ada mobil lain nggak yang mau masuk, kalo sekiranya nggak ada baru keluar,," Bilang Rio yang memberikan pesan panjang lebar pada Cinta dengan pesan yang begitu besar perhatiannya terhadap keselamatan Cinta.


" Heemm iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk.


Sambil tersenyum, Rio segera membuka pintu mobil bagian di sebelahnya, sedangkan Cinta juga mengikuti arahan yang diberikan oleh Rio terhadap dirinya itu, yaitu harus melihat kondisi di luar dulu kalau sekiranya aman barulah Cinta bisa keluar dari dalam mobilnya.


Setelah melihat kondisi aman, Cinta segera keluar dan Rio juga keluar dari dalam mobil. Dengan segera Rio berlari ke arah Cinta untuk menyambut tangan Cinta agar Cinta bisa selalu bersama dengannya saat bepergian seperti ini.


" Aman kan,," Bilang Cinta saat keluar dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya mendekati Rio.


" Hehehehe iya dek, ya udah ayo,," Jawab Rio sambil menggandeng tangannya Cinta dan melangkah masuk ke dalam toko penjual alat elektronik tempat mereka berbelanja kebutuhan di rumahnya itu


Cinta dan Rio segera melangkahkan kakinya bersama masuk ke dalam toko tempat mereka akan membeli alat elektronik yang dibutuhkan oleh Cinta saat sedang berada di rumahnya itu. Rio dengan sengaja membawa Cinta untuk membelikan semua barang elektronik itu haruslah mendapatkan persetujuan dari istrinya juga. Supaya istrinya bisa bekerja di dalam rumah dengan tenang dan aman jika ada persetujuan darinya itu.


" Kita mau beli apa Kak ?" Tanya Cinta saat mereka berdua sudah masuk ke dalam toko.


" Beli apa saja yang jadi kebutuhan Dedek untuk di rumah,," Jawab Rio sambil merangkul pundak Cinta dan masuk ke dalam pelukannya.


" Heemm, Kak Rio, Cinta udah terbiasa melakukan apapun di rumah tanpa alat elektronik ini,," Bilang Cinta sambil menunjuk salah satu alat elektronik di dalam toko.


" Walaupun sudah terbiasa, tapi, alat elektronik ini bisa membantu pekerjaan Dedek menjadi lebih cepat dan mudah,," Bilang Rio lagi yang terdengar memberikan sebuah dukungan untuk membeli semua alat yang dibutuhkan oleh istrinya itu di rumah.


" Heemm, nggak usah Kak, buang-buang uang aja,," Bilang Cinta lagi terdengar sedikit menolak.


Karena, merasa tidak enak dengan perlakuan Rio yang begitu lembut dan juga besar akan perhatiannya. Oleh sebab itu Cinta memberikan sebuah jawaban penolakan disaat Rio memberikan peluang untuk dirinya dalam memilih semua alat elektronik yang dibutuhkan dalam kehidupan rumah tangga.


" Tidak ada penolakan, Kak Rio nggak mau lihat Dedek saat bobo kelelahan,," Bilang Rio sambil mengingat Cinta bahwa sedang tertidur begitu pulas sekali.


" Hah!! memangnya Cinta bobo kelihatan lelah banget ya Kak ?" Tanya Cinta langsung pada Rio setelah mendengarkan ucapan Rio yang pernah melihat kondisi tubuhnya begitu lelah sekali kalau sudah tertidur.


" Heemm iya dek, sampai-sampai Dedek sering mengigau,," Jawab Rio dengan memberikan sebuah penjelasan yang terlihat begitu meyakinkan.


" Hah! Cinta sampai mengigau, nggak mungkin pasti Kak Rio bohong iya kan,," Ucap Cinta sambil sedikit memberikan sebuah cubitan pada bagian perut Rio.


" Aauuww, geli sayang,," Seru Rio dengan suara gelinya yang hanya terdengar oleh Cinta.


" Kok geli sih bukannya sakit,," Seru Cinta sendiri yang merasa bingung dengan kelakuannya terhadap Rio.


" Hihihi, pokoknya geli,," Jawab Rio lagi untuk memastikan rasa yang sedang dirasakannya saat perutnya dicubit oleh Cinta.


" Heemm Kak Rio, mulai nakal ya sekarang,," Bilang Cinta sambil menjelit sedikit menatap Rio.


" Hehehehe, nakalnya hanya untuk Dedek,," Ucap Rio nakal sambil mengedipkan salah satu matanya pada Cinta.


Karena, mereka saat ini sedang berada di dalam sebuah toko alat elektronik, jadi Cinta hanya bisa menggelengkan kepalanya saja sambil tersenyum ketika mendengarkan ucapan Rio yang tengah menggodanya itu. Jika saja mereka sedang berdua di dalam rumah ataupun di mobil pasti ada-ada saja kelakuan Cinta untuk membalas perbuatan Rio yang tengah menggodanya di tempat umum seperti ini.


Jadi, Cinta hanya bisa memberikan sebuah senyuman dan sebuah pernyataan yang berupa peringatan kepada Rio. Hingga membuat Rio menyunggingkan sebuah senyuman nakalnya pada Cinta. Karena, begitu jelas sekali terlihat bahwa Rio saat ini memang benar-benar memiliki hasrat yang besar terhadap Cinta.


" Iiihhhh, Kak Rio, ini di tempat umum, awas ya jika di rumah nanti, Cinta cubit habis-habisan,," Ucap Cinta dengan suara yang terdengar sedang ditahannya untuk kelakuan Rio kepadanya itu.


" Kak Rio malah senang jika dihabiskan oleh Dedek,," Jawab Rio sambil mengedipkan satu matanya pada Cinta.

__ADS_1


Ketika melihat kelakuan Rio seperti itu, yang tengah memberikan sebuah kedipan nakalnya terhadap Cinta. Dengan senyuman manisnya dan juga tatapan matanya itu Cinta memberitahukan bahwa Cinta lebih berani menunjukkan perasaannya saat sedang berdua nanti.


****


__ADS_2