Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 127 Perseteruan Rossa


__ADS_3

Disaat Arif yang melangkah masuk ke dalam itu sambil mengomel kesal dengan perlakuan yang dilakukan oleh Rossa, malah Rossa balik mengomeli sikap Arif yang tidak menyuruhnya masuk sebagai seorang tamu itu. Rossa merasa bahwa Arif saat ini tidak menghargai dirinya sebagai seorang putri dari pemimpin kampungnya itu yaitu putri seorang kepala desa.


" Hei, kamu itu sebagai seorang babu harus lebih hati-hati ya kalau ngomong,," Teriak Rossa dari dalam rumah sambil menunjuk ke arah Arif dengan wajahnya yang terlihat sangat marah akan sikap Arif padanya itu.


" Loh kok malah Mbak yang marah sama saya,," Ucap Arif merasa tidak enak atas perlakuan Rossa yang membuatnya bingung itu.


" Kamu tahu, kamu itu hanyalah seorang anak yang diangkat oleh neneknya Mas Rio, jadi kamu itu nggak usah seolah-olah menganggap bahwa dirimu itu saudara dengan Mas Rio,," Bilang Rossa lagi dengan nada suaranya meninggi dan begitu terdengar jelas sekali bahwa ia sedang merendahkan martabat Arif saat ini.


" Iya saya tahu Mbak kalau saya hanyalah anak angkat yang diangkat oleh nenek, tapi nenek dan juga Mas Rio tidak pernah menganggapku seperti orang asing,," Jawab Arif yang dengan lantang atas pernyataan Rossa terhadap dirinya itu.


Saat ini di dalam rumahnya Rio terjadi sebuah perseteruan di antara Arif dan Rossa. Sehingga membuat orang yang barusan lewat berpikir bahwa Rossa saat ini sedang melakukan suatu hal apa di dalam rumahnya Rio. Oleh karena Rossa adalah seorang anak dari kepala desa, jadi, warga sekitar tidak mau ikut campur urusan yang sedang terjadi itu.


Karena, warga di kampung itu tidak mau ikut-ikutan dalam masalah yang sedang terjadi di dalam rumahnya Rio. Warga kampung sangat malas jika harus berurusan dengan kepala desa. Oleh sebagai itu warga kampung yang kebetulan lewat di depan rumahnya Rio langsung lewat saja tanpa ada yang mau ikut campur.


" Dasar anak tidak tahu diuntung, jika aku tidak memandang Mas Rio di kampung ini, kau pasti sudah aku tendang dari kampung ini,," Ucap Rossa dengan wajah marahnya pada sikap Arif yang selalu menjawab ucapannya itu.


" Jika aku tidak menghargai Mas Rio, aku juga tidak mau tinggal di kampung ini,," Jawab Arif juga atas pernyataan yang disampaikan oleh Rossa.


" Heh!! dasar anak yang tidak tahu sopan santun,," Ucap Rossa lagi dengan merendahkan suaranya.


" Sudahlah aku tidak mau beradu mulut dengan orang yang tidak tahu diri seperti kamu,," Ucap Rossa sambil mengeluarkan sebuah buku besar dari tas yang dibawakannya itu.


" Aku sengaja datang kesini ada tujuan penting,," Bilang Rossa lagi yang masih terlihat kesal atas sikap Arif padanya itu.


Dan ketika Rossa berkata sedikit merendahkan suaranya itu, dengan segera Arif juga melihat dengan seksama apa yang sedang dilakukan oleh Rossa saat ini saat mengeluarkan sebuah benda dari dalam tasnya. Sebenarnya Arif sedikit berhati-hati saat melihat Rossa mengeluarkan sebuah benda dari dalam tasnya itu.


" Hah!! apa yang sedang dilakukannya, apa yang dikeluarkannya itu ?" Tanya Arif sambil memperhatikan kelakuan Rossa saat mengeluarkan sebuah benda dari dalam tasnya.


Tapi, ketika Rossa mengeluarkan sebuah benda yang hanya terlihat seperti buku besar itu. Arif terlihat sedikit mengelus dadanya karena, mengira Rossa sedang mengeluarkan benda apa yang tidak terpikirkan olehnya saat ini.


" Ooohhh hanya buku,," Gumam Arif dengan suara lembutnya karena, merasa lega melihat benda dari tangan Rossa saat ini.


" Aku pikir apa, aku pikir dia mau mengeluarkan sebuah benda untuk melakukan sesuatu pada dirinya sendiri dan menganggap bahwa aku adalah pelakunya,," Gumam Arif lagi dalam hatinya yang salah berpikir tentang kelakuan Rossa saat ini.


Setelah mengeluarkan buku dari dalam tas besar yang dibawanya itu. Dengan segera Rossa memberikan sebuah penjelasan kepada Arif bahwa setelah Rio kembali pulang ke kampungnya itu, Rio harus segera melaporkan surat keterangan pernikahannya pada Cinta dan segera melaporkannya kepada Papi Rossa saat itu juga.


" Dengar baik-baik, katakan pada Mas Rio, jika dia sudah kembali kesini, maka dia harus segera melaporkan bukti pernikahannya dengan istrinya itu kepada bagian perangkat desa terutama harus melaporkan sesegera mungkin pada kepala desa,," Ucap Rossa sambil mengeluarkan sebuah amplop yang berisikan surat pemberitahuan untuk disampaikan kepada Rio.

__ADS_1


" Heemm iya Mbak,," Jawab Arif seolah mengerti dan mengangguk pernyataan dari Rossa yang telah disampaikan kepadanya itu.


Sedangkan, Rossa sendiri sedang mengeluarkan sebuah kertas surat pemberitahuan yang akan diberikannya langsung kepada Rio. Berhubung Rio belum kembali, oleh sebab itu Rossa sengaja memberikan surat pemberitahuan itu kepada Arif sebagai orang yang telah dipercayakan Rio untuk mengambil alih keputusan di dalam rumahnya itu.


" Nah ini suratnya, dibaca terlebih dahulu sebelum melapor pada Papi nanti,," Ucap Rossa lagi sambil meletakkan amplop yang berisi sebuah surat pemberitahuan dikhususkan untuk Rio dan juga Cinta di atas meja ruang tamu itu.


" Baik Mbak, akan segera saya sampaikan,," Bilang Arif masih dengan wajah cemberutnya.


Karena, merasa tugasnya itu selesai dan dengan sengaja Rossa melihat bagian dinding rumah Rio tidak ada sebuah foto pernikahan sedikitpun. Hal itu membuat Rossa semakin percaya agar dirinya bisa membuang Cinta jauh dari kampungnya itu.


" Heh!! foto pernikahan mereka saja tidak ada, jangan-jangan benar yang dikatakan Mami, sepertinya mereka tidak memiliki status secara sah dalam pernikahan,," Gumam Rossa dalam hatinya sambil tersenyum sinis melihat kondisi dinding rumah Rio.


" Jika ucapan dan pikiran Mami itu benar, berarti sebentar lagi, akhirnya aku bisa mengusir wanita itu dari kehidupannya Mas Rio." Ucap Rossa lagi dengan wajahnya yang terlihat sedang tersenyum gembira.


Saat ini Rossa sedang memikirkan sesuatu tentang hubungan pernikahan Rio dan Cinta. Sehingga membuat Arif merasa heran dengan kelakuan Rossa yang terlihat sedang memandang ke arah dinding sambil tersenyum-senyum sendiri itu. Dan Arif juga berpikir sepertinya ada suatu hal yang sedang dilakukan oleh Rossa saat ini untuk melakukan sebuah rencana terhadap Rio dan juga Cinta.


" Lah, kenapa wanita ini, ketawa-ketawa sendiri menghadap ke dinding,," Seru Arif dalam hatinya ketika melihat kelakuan Rossa yang sedang tertawa sendiri sambil menghadap ke arah dinding.


" Heemm sepertinya ada yang tidak beres ini, sepertinya Mbak Rossa mau melakukan suatu hal pada Mas Rio dan juga Mbak Cinta,," Gumam Arif yang terbersit berpikir buruk dengan kelakuan Rossa saat ini di dalam rumah Rio itu.


" Kayaknya aku harus mencari tahu, apa yang sebenarnya dilakukan oleh Mbak Rossa pada Mbak Cinta dan juga Mas Rio,," Ucap Arif lagi yang juga memiliki sebuah rencana untuk menghadapi kelakuan Rossa yang memang benar memiliki suatu rencana terhadap Rio dan juga Cinta.


Saat ini Arif sudah sedikit mengetahui apa yang sedang direncanakan oleh Rossa terhadap Rio dan juga Cinta. Hingga membuat Arif secara langsung ingin mengetahui apa yang sebenarnya menjadi rencana Rossa itu.


Sedangkan Rossa sendiri setelah meletakkan amplop yang berisikan sebuah surat pemberitahuan itu ke atas meja. Dengan segera Rossa beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu tanpa berpamitan lagi kepada Arif yang tengah berdiri di depan pintu.


Karena, bagi Rossa percuma juga jika ia harus berpamitan kepada orang seperti Arif yang hanya terlihat seperti anak kecil tidak berharga sama sekali. Dan juga orang yang baginya tidak berguna itu, sehingga dengan segera Rossa melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya Rio.


Dan disaat Rossa akan melangkahkan kakinya sedikit menuruni satu tangga untuk mencapai ke tanah. Disaat itu juga kaki Rossa tergelincir dan akhirnya ia terduduk terpeleset di depan rumahnya Rio itu. Sehingga membuat Arif yang masih berdiri di depan rumah Rio itu tertawa ketika melihat kelakuan Rossa yang menurutnya lucu itu.


" Aauuuwww,,," Seru Rossa saat dirinya tergelincir ke tanah.


" Hahahaha makanya, kalau jadi orang jangan terlalu angkuh,," Umpat Arif sambil tertawa kecil dan seolah-olah tidak melihat apa yang sedang terjadi pada Rossa saat ini.


Karena, Arif seolah-olah tidak melihat apa yang sedang terjadi dengannya itu, sehingga dengan segera Rossa bangkit dari tempatnya yang baru saja tergelincir itu dan seolah-olah tidak merasakan apa-apa. Dengan wajah kesalnya Rossa segera melangkah pergi meninggalkan rumah Rio dan langsung masuk ke dalam mobilnya itu.


" Iiihhhh, apa-apaan nih lantai, pake istilah licin lagi, akhirnya aku tergelincir bukan,," Umpat Rossa dengan wajahnya yang terlihat kesal.

__ADS_1


Sambil menoleh ke arah kiri dan kanan dan tidak lupa arah belakang, untuk memastikan apakah ada orang yang melihat selain Arif itu. Jika orang itu hanya sekedar Arif, Rossa tidak terlalu memperhitungkannya karena, bagi Rossa Arif hanya orang biasa yang tidak membuatnya merasa malu.


Sedangkan Arif sendiri langsung menutup pintu rumah ketika melihat Rossa yang terjatuh tergelincir ke tanah itu. Tanpa menghiraukan apa yang sedang terjadi pada Rossa, seolah tidak mengetahui apa yang telah terjadi itu. Padahal sebenarnya di dalam hati Arif saat ini sedang menahan tawanya ketika melihat gaya Rossa yang terlihat sangat angkuh hingga akhirnya tergelincir itu.


" Rasakan kamu Mbak, makanya jadi orang jangan terlalu sombong,," Seru Arif dari dalam rumah sambil mengintip di dekat kaca jendela.


Setelah melihat kepergian mobilnya Rossa itu yang telah keluar dari pekarangan rumahnya Rio. Barulah Arif beranjak dari tempatnya saat ini, beralih ke arah meja dimana Rossa meletakkan sebuah amplop surat pemberitahuan yang akan diberikan kepada Rio.


" Heemmm sebenarnya ini surat pemberitahuan apa sih ?" Tanya Arif dalam hatinya yang merasa penasaran dengan isi surat di dalam amplop tersebut.


" Tadi, Mbak Rossa berkata kalau surat ini pemberitahuan untuk Mas Rio tentang pernikahannya, tapi aku merasa sedikit aneh dengan isi surat ini, tidak mungkin isinya hanya itu saja,," Ucap Arif saat ini yang memang benar-benar merasa heran dengan isi surat di dalam amplop ini.


Sebenarnya Arif juga sudah dijelaskan oleh Rossa bahwa setelah Rio kembali Rio harus melapor langsung kepada bagian perangkat desa untuk memberitahukan perihal tentang pernikahannya itu. Dan pastinya membuktikan semua kebenaran yang ada mengenai perihal pernikahan yang dilakukannya itu.


Tapi, saat ini Arif masih saja merasa penasaran dengan isi surat yang sengaja sudah di kasih perekatnya oleh Rossa saat ia memasukkan surat tersebut ke dalam amplop. Sebenarnya Arif ingin sekali membuka amplop tersebut, tapi, Arif merasa hal itu tidak sopan jika ia lakukan. Oleh sebab itu, Arif hanya bisa menyimpan amplop tersebut ke dalam lemari yang ada di ruang tamu tersebut.


" Sebenarnya aku masih penasaran, apa yang tertulis di dalam isi amplop ini,," Gumam Arif yang merasa sangat bingung sekali dengan isi amplop dari Rossa tersebut.


" Apakah aku harus membukanya ?" Tanya Arif sendiri dengan dirinya sendiri itu.


" Aaakkkhh tapi itu tidak sopan, lebih baik aku simpan saja,," Ucap Arif lagi yang merasa tidak sopan jika ia harus membuka isi amplop surat dari kepala desa untuk Rio itu.


" Dan jika Mas Rio udah kembali pulang, maka hal utama yang harus aku lakukan adalah memberi amplop surat ini kepada Mas Rio,," Gumam Arif sambil membawa amplop surat tersebut dan segera melangkah ke arah lemari yang ada pada ruang tamu rumah Rio itu.


Sambil membawa surat yang sengaja sudah diberikan oleh Rossa itu dengan segera Arif meletakkannya ke atas lemari yang ada di dalam ruang tamu itu. Setelah merasa beres dengan pekerjaannya hari ini, Arif ingin segera kembali ke tambak. Namun, disaat Arif akan pulang ke tempatnya yaitu pergi ke tambak lagi, ternyata saat ini suasana diluar sedang turun hujan yang sangat deras sekali.


" Karena, pekerjaan telah selesai, lebih baik aku pulang dulu,," Ucap Arif seraya akan melangkah keluar dari rumah Rio itu.


" Ya kok hujan sih,," Seru Arif saat ingin membuka pintu rumah Rio air hujan turun ke bumi dengan sangat deras sekali.


" Bagaimana mau pulang kalau hujan seperti ini,," Ucap Arif ketika melihat suasana di luar rumah sedang turun hujan itu.


" Heemmm lebih baik aku tunggu saja, sampai hujannya reda,," Ucap Arif lagi yang kembali lagi duduk di atas sofa ruang tamu itu.


Karena, cuaca diluar saat ini sedang turun hujan, jadi, Arif sengaja langsung duduk di sofa kembali untuk beristirahat sejenak. Sehingga hal itu menghambat kegiatan Arif yang ingin segera kembali ke tambaknya. Dan Arif sengaja menunggu di dalam rumah Rio sementara sambil menunggu hujan reda, Arif juga langsung beristirahat di atas sofa tersebut sambil meletakkan satu tangannya di atas kepala.


" Heemm sebenarnya apa yang telah ditulis dan juga ditaruh oleh wanita itu ke dalam amplop itu ya,," Gumam Arif sambil menyandarkan kepalanya pada sofa dan melihat amplop yang ia letakkan di atas lemari.

__ADS_1


Sambil memikirkan apa yang ada di dalam amplop yang sedang dipandangnya itu, akhirnya Arif terlelap dalam tidurnya saat ini dengan suasana diluar rumah sedang turun hujan.


****


__ADS_2