Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 2 Agustus


__ADS_3

Karena, sudah terlalu ditawarkan oleh Cinta mengenai perihal makanan apa yang akan di request oleh Arif. Akhirnya Arif menerima tawaran dari Cinta untuk memasak makanan apa yang diinginkan oleh dirinya itu. Tidak enak juga bagi Arif jika menolak tawaran Cinta yang telah berniat baik untuknya.


Akhirnya Arif menerima juga tawaran dari Cinta mengenai masakan apa yang akan di request olehnya untuk dimasak oleh Cinta pada malam ini. Sebenarnya memang Arif masih malu untuk menerima tawaran berupa masakan dari Cinta namun, apa mau dikata, Cinta selalu saja membuat Arif selaku adik angkatnya Rio itu merasa tidak enak jika ditolak.


Atas kebaikan serta kesopanan yang terpancar dari sifatnya Cinta hingga hal itu membuat Arif begitu menyetujui jika Cinta menjadi kakak ipar angkatnya dan menjadi istri dari Kaka angkatnya itu yaitu Rio.


" Eemmm, sebenarnya Arif masih malu kak,," Ucap Arif sambil menggaruk-garukan kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal.


" Heemm, kenapa juga harus malu, ayo sebutkan apa yang ingin kamu santap untuk makan malam pada malam ini,," Bilang Cinta pada Arif yang masih kekeh untuk menawarkan menu makan malam pada malam ini.


" Baiklah, kalau begitu Arif mau request ikan lele goreng sama cah kangkung aja kak,," Jawab Arif yang telah memberikan menu request-nya kepada Cinta.


Betapa kagetnya Cinta ketika mendengarkan ucapan Arif yang meminta dan memberikan sebuah menu request darinya berupa ikan lele goreng dan cah kangkung. Sebenarnya kalau sekedar menggoreng ikan lele tentu saja Cinta bisa, tapi, satu hal yang membuat Cinta kaget adalah cara membersihkan ikan lele yang masih segar di dalam ember itu.


Karena, Cinta begitu takut melihat lele yang masih hidup di dalam ember dapurnya, ikan lele itu memang sengaja Arif bawa dari kolam miliknya Rio, karena, Rio memang membebaskan Arif untuk menyantap dan memasak ikan lele di dalam kolamnya sebagai menu makanan mereka. Oleh sebab itu di dalam rumahnya Rio selalu ada macam-macam ikan yang dihasilkan dari kolamnya sendiri.


" Ikan lele goreng ?" Tanya Cinta balik pada Arif.


" Iya Mbak," Jawab Arif sambil menganggukkan kepalanya membenarkan pertanyaan dari Cinta.


" Oke Mbak buatkan, tapi, Mbak minta tolong pada Arif untuk membersihkan ikannya ya Rif, soalnya Mbak nggak berani dengan ikan lele,," Ucap Cinta kepada Arif sambil menunjukkan rasa gelinya pada ikan lele yang lihat di dalam ember.


" Hehehe, beres Mbak, ya udah Arif bersihkan ikannya dulu ya Mbak,," Jawab Arif sambil mengacungkan jempolnya pada Cinta.


" Ya, Arif,," Jawab Cinta sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum melihat Arif yang selalu berani dalam hal apapun.


Dengan segera Arif beranjak dari tempat duduknya di ruang tengah dan langsung menuju ke area dapur, karena, sudah terbiasa dengan bermacam-macam ikan di dalam kolam, Arif begitu telaten saat mengambil ikan lele yang masih segar di dalam ember itu, sedangkan Cinta sedikit merasa ngeri dengan tindakan Arif yang begitu lincah mengambil ikan lele di dalam ember.


Begitu jelas sekali terlihat bahwa ikan lele yang berada di dalam ember itu dari tubuhnya terlihat begitu licin dan juga pastinya membahayakan jika kena durinya yang ada di bagian sirip ikan lele itu. Tapi, hal itu sama sekali tidak memberikan bahaya pada Arif dan juga rasa takut pada Arif. Cinta hanya bisa menghela nafasnya ketika melihat Arif yang sangat mudah mengambil ikan dan juga membersihkan ikan-ikan itu.

__ADS_1


" Awas Rif hati-hati ada siripnya, nanti kamu kena siripnya,," Ucap Cinta merasa geli dan juga takut terhadap ikan lele yang masih segar dan hidup di dalam ember serta tidak lupa juga Cinta memberikan peringatan kepada Arif untuk selalu berhati-hati saat memegang ikan.


" Hehehe, nggak apa-apa Mbak, nggak usah takut, Arif udah terbiasa dari kecil pegang ikan dan enaknya juga ikannya nurut serta nggak pernah membahayakan Arif Mbak," Jawab Arif begitu pedenya kepada Cinta sambil mengambil satu persatu ikan yang ada di dalam ember dan ia letakkan ke dalam wastafel di dekat pintu kamar mandi.


" Hehehehe,, benar juga Rif, apa yang kamu jelaskan ini, jika kita sudah terbiasa memegangnya maka, sama sekali tidak akan terasa geli dan juga bahaya, karena, kita sendiri sudah tahu sela bagian mana yang tidak membahayakan dan juga membahayakan bagi tangan kita, betulkan,," Jawab Cinta pada Arif sambil melihat kecekatan tangan Arif dalam membersihkan ikan di dalam wastafel.


" Betul sekali kak,," Jawab Arif yang begitu terlatih dalam membersihkan ikan dari kotoran yang ada di dalam perut ikan lele itu.


Saat ini terlihat di dalam rumah yang begitu sederhana namun terasa begitu bahagia, karena, Cinta tinggal bersama dengan orang-orang yang begitu menghargai dirinya dan juga pastinya menyayanginya. Oleh sebab itu, Cinta tidak lagi memikirkan perihal tentang dirinya yang akan dijodohkan dengan seseorang yang ia tidak inginkan.


Saat ini Cinta tengah berbicara dengan Arif yang sedang sibuk di depan wastafel dan membersihkan ikan-ikan lele yang akan di goreng oleh Cinta. Sedangkan Cinta sendiri tengah memetik daun kangkung yang memang sudah ada di dalam lemari dapurnya. Oleh sebab itu Cinta langsung bertanya pada Arif pasti Arif yang memang sengaja membawa sayur kangkung itu dari kolamnya ke rumahnya saat ini.


" Rif sayur kangkung ini kamu yang ambil ?" Tanya Cinta pada Arif sambil duduk di kursi meja makan dan tengah memetik daun kangkung yang akan menjadi menu sayuran makan malam mereka nanti.


" Iya Mbak banyak banget tadi di belakang kolam, makanya Arif ambil dan Arif bawa kesini, karena, seingat Arif Mas Rio suka banget dengan cah kangkung Mbak,," Jawab Arif pada Cinta sambil memberitahukan masakan apa yang disukai oleh Rio.


" Oh ya,," Jawab Cinta sedikit terbelalak dan senang ketika tahu makanan kesukaan Rio begitu mudah bagi Cinta untuk selalu memasaknya.


" Hahahaha, ucapan yang kamu katakan ini benar banget Rif, soalnya Mbak tahu saat Mbak dan Mas Rio mu itu pergi ke kota dan makan siang bersama di tempat seperti saung gitu, dan Kak Rio saat itu memesan makanan yang sederhana tapi begitu nikmat sekali saya disantap,," Jawab Cinta sambil tersenyum dan mengangguk membenarkan perkataan Arif.


" Iya Mbak, karena sedari kecil, Mas Rio itu suka sekali dengan masakan nenek Mbak, kan nenek dulu suka banget goreng ikan lele lalu ulek sambel pecel plus masak cah kangkung,," Sambung Arif lagi dengan jelas pada Cinta, hingga membuat Cinta spontan merasa ngiler dengan menu masakan yang selama ini telah dibuat oleh neneknya Rio hingga Rio begitu menyukai makanan itu.


" Lalu, setelah selesai nenek memasak itu semua di area kolam ikan, Nenek sering memanggil Arif dan Mas Rio untuk segera kembali ke dalam pondok dan makan bersama, Arif tidak bisa melupakan saat-saat itu Mbak yang mana Nenek begitu menyayangi Arif dan tidak membeda-bedakan Arif yang hanya cucu angkat dengan Mas Rio yang merupakan cucu kandungnya,," Sambung Arif lagi sembari menceritakan masa lalu kehidupan Arif dan Rio disaat mereka masih kecil dulu.


Cinta cukup tersentuh ketika mendengarkan penjelasan Arif yang tengah menceritakan masa kecilnya dahulu saat Neneknya Rio masih hidup dan mereka masih bahagia bersama. Lalu, Cinta berinisiatif karena, tidak ingin membuat Arif bersedih saat mengingat kembali masa kecilnya, dengan lembut dan juga perhatian Cinta tersenyum kepada Alif dan membuat pembicaraan baru yaitu Cinta akan memulai memasak di tengah malam yang begitu dingin serta guyuran air hujan yang membuat suasana hangat di dalam rumah sederhana ini.


" Hehehe, begitu bahagianya ternyata Mas Rio dan kamu disaat masa kecil dulu ya Rif," Ucap Cinta sambil tersenyum pada Arif dan beranjak bangun dari tempat duduknya.


" Betul sekali Mbak, tapi ya sudahlah nenek juga sudah bahagia di alam sana Mbak, karena, melihat Mas Rio bahagia sudah mendapatkan istri yang begitu baik seperti Mbak Cinta,," Jawab Rio sambil memuji kebaikan dan kesopanan sikap Cinta.

__ADS_1


Sebenarnya, Cinta sedikit merasa tidak enak dengan ucapan Arif yang menyatakan bahwa saat ini pasti Neneknya Rio ikut merasakan kebahagiaan rumah tangga yang telah dibina oleh Rio cucunya saat ini. Tapi apalah daya Cinta hanya bisa menelan salivanya ketika mendengarkan ucapan Arif yang tertuju pada dirinya itu.


Karena, sebenarnya pernikahan yang telah dilakukan oleh Cinta dan Rio bukanlah pernikahan yang sesungguhnya atas dasar cinta ataupun suka sama suka, melainkan pernikahan yang dilakukan oleh Cinta dan Rio atas dasar identitas Cinta saja dalam melarikan diri dari rumahnya itu dan juga telah melibatkan Rio ke dalam masalah kehidupannya yang begitu besar.


Sehingga hal itu membuat Cinta bergumam sendiri dalam hatinya mengenai apa yang telah dilihat oleh mata Arif begitu jauh berbeda dengan keaslian dari hubungan yang telah dilakukan oleh Cinta dan Rio saat ini. Cinta merasa tidak enak dengan perasaan Rio, karena, Rio hanyalah sebagai orang yang telah berkorban dalam masalahnya itu. Oleh sebab itu Cinta merasakan hal lainnya terhadap Rio yang kini sedang mandi membersihkan tubuhnya.


" Maaf Rif bukan maksud Mbak menipumu, karena, sebenarnya kami bukanlah menikah dengan rasa saling suka antara satu sama lainnya melainkan, Mbak sendiri yang telah melibatkan Kak Rio dalam masalah besar kehidupan Mbak, sehingga pastinya Mbak juga yang telah membuat perasaan Kak Rio jadi tertekan dengan adanya pernikahan kami berdua ini,," Gumam Cinta sambil menelan salivanya ketika mendengarkan pernyataan dari Arif bahwa mendiang neneknya Rio pasti sangat bahagia di atas sana karena cucunya sendiri saat ini sudah memiliki istri yang begitu baik menurut pendapat dari Arif selaku cucu angkatnya.


" Bagaimana aku bisa menjelaskan ini semua pada Arif, sedangkan, aku saja masih bingung dengan perasaanku sendiri terhadap Kak Rio," Ucap Cinta dalam hatinya sambil menyelesaikan pekerjaannya yang tengah memetik daun kangkung.


" Jika nenek di atas sana bisa mendengar Cinta, maka Cinta minta maaf pada nenek karena, Cinta telah melibatkan Kak Rio dalam masalah Cinta,," Ucap Cinta dalam hatinya sambil memanjatkan doa untuk neneknya Rio seperti apa yang telah disebutkan oleh Arif pada Cinta sebelumnya.


" Tapi jujur di hati yang terdalam, Cinta berharap semoga Kak Rio selalu bahagia selama Cinta berada di dekatnya dan juga Cinta berjanji pada nenek bahwa Cinta tidak akan menyia-nyiakan Kak Rio, Cinta akan selalu membuat Kak Rio bahagia meskipun nyawa Cinta yang menjadi taruhannya,," Ucap Cinta lagi dalam hatinya sambil yang masih tetap memanjatkan doa untuk neneknya Rio dan juga Cinta telah berjanji untuk selalu bisa membahagiakan Rio selama-lamanya.


Karena, tidak mau terlalu lama berlarut dengan cerita kesedihan serta rasa bersalahnya itu, akhirnya Cinta beranjak dari tempatnya duduk dan menuju ke arah meja tepatnya dimana kompor berada. Karena, ia ingin segera memasak agar mereka bisa melakukan aktivitas makan malamnya pada malam ini.


" Heemmm, ya Rif Mbak juga berharap semoga Mas Rio selalu bahagia bersama dengan Mbak dalam membina hubungan rumah tangga yang baru saja mbak dan mas Rio lakukan,," Jawab Cinta sambil tersenyum pada Arif sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah kompor.


" Iya Mbak, Arif juga selalu berdoa semoga Mbak dan Mas Rio selalu bahagia, langgeng selamanya sampai kakek nenek serta mendapatkan momongan yang banyak, biar Arif bisa bahagia melihat keponakan Arif yang begitu banyak,," Ucap Arif sambil memberikan doa pada Cinta dan tentu saja doa dari anak yatim-piatu seperti Arif akan mudah di ijabah oleh tuhan yang maha esa.


" Amiinnn terima kasih atas doanya Rif,," Jawab Cinta langsung ketika mendengar doanya Arif untuk hubungan pernikahan yang mereka lakukan itu.


Secara tidak langsung Arif telah memberikan sebuah doa dan juga harapan yang begitu indah kepada Cinta dan juga Rio. Karena, Arif begitu menyetujui atas hubungan yang telah dibina oleh Rio dan Cinta meskipun hubungan yang dibina itu adalah berupa hubungan kesepakatan yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu lagi-lagi Cinta hanya bisa tersenyum dan tersipu malu ketika mendengarkan doa dari Arif mengenai momongan yang banyak untuk pernikahan mereka saat ini.


" Hehehehe, kamu ada ada aja Rif, semoga doa dan harapan yang kau katakan ini segera dikabulkan oleh tuhan yang maha kuasa," Gumam Cinta sambil tersenyum melihat tingkah Arif yang begitu baik dan juga sopan dengannya.


Setelah melakukan pembicaraan yang begitu banyak antara Arif dan juga Cinta, saat ini Cinta sudah memulai untuk melakukan aktivitasnya yaitu memasak menu makan malam pada malam ini. Dan menu makan malam itu sama sekali tidak ditanyakan Cinta secara langsung pada Rio, karena, Cinta sudah tahu masakan yang disukai oleh Rio apa saja.


Oleh sebab itu Cinta ingin membuat menu makan malam tanpa sepengetahuan Rio, hanya untuk memberikan sebuah kejutan pada Rio bahwa ia saat ini sudah tahu menu makanan apa yang menjadi makanan favorit Rio selama ini.

__ADS_1


****


__ADS_2