
Saat masuk ke dalam kamarnya, Cinta sesegera mungkin untuk mengambil baju gantinya supaya bisa langsung menggantikan bajunya di dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dari tempatnya memancing seharian ini. Dengan segera Cinta keluar dari kamarnya, Cinta melirik ke arah luar mencari keberadaan Rio yang terlihat masih mengambil bungkusan ikan di dalam mobil. Oleh sebab itu Cinta bisa untuk melakukan pekerjaannya lebih dahulu dibandingkan Rio.
" Heemm, Kak Rio masih di luar, aku segera mandi, supaya nanti aku bisa memasak makanan untuk malam nanti,," Gumam Cinta sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi.
Dan, saat ini Rio sendiri telah selesai mengambil bungkusan ikan dan memastikan keadaan mobil dalam keadaan aman, setelah memeriksakan semua keadaan diluar, barulah Rio melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rumahnya. Dengan segera Rio, meletakkan payung di tempatnya lalu segera berjalan ke arah dapur dan meletakkan ikan ke dalam lemari es. Karena, merasa tubuhnya gerah dan juga tidak karuan basah yang disebabkan oleh percikan air hujan begitu deras. Sambil mengambil handuknya, Rio segera melangkah ke arah kamar mandi.
Namun, Rio merasa heran karena pintu kamar mandi terasa sedang dikunci dari dalam dan Rio sedikit mendekatkan telinganya pada bagian pintu, supaya bisa mendengar siapa yang sedang berada di dalam kamar mandi.
" Heem, siapa yang berada di dalam, Cinta kah ?" Tanya Rio yang sedang bergumam sendiri.
" Heemmm sepertinya iya, ya sudahlah lebih baik aku membersihkan ikannya terlebih dahulu, supaya nanti langsung bisa dimasak,," Ucap Rio sambil mengalihkan perhatiannya ke arah lemari es lagi.
Dan, saat ini Rio kembali mengambil bungkusan ikan yang ia masukkan ke dalam lemari es lalu dengan telaten Rio membersihkan ikan yang telah dipancingnya.
" Heemm sambil menunggu Dedek mandi, aku bersihkan dulu nih ikan,," Gumam Rio yang sedang mengambil ikan di dalam lemari es.
Setelah selesai mandi dan menggantikan pakaiannya di dalam kamar mandi itu, barulah Cinta keluar, saat Cinta keluar dari kamar mandinya, barulah Cinta melihat kesibukan yang sedang dilakukan Rio sendiri di dalam dapur itu. Sambil tersenyum Cinta melihat kelakuan Rio seorang pria yang begitu rajin sekali, entah kenapa Cinta belum memiliki rasa cinta terhadap Rio saat ini.
Apa mungkin karena Cinta menganggap Rio seperti penolongnya saja ?"
Atau karena, memang belum tergerak hatinya untuk merasakan sesuatu dari Rio ?"
Entahlah yang jelas Cinta saat ini merasa bahagia dan nyaman ketika sedang bersama dengan Rio.
" Loh Kak Rio kok dibersihkan sih ikannya, biar Cinta aja kak, soalnya Cinta cepat-cepat mandi, untuk ngebersihin nih ikan,," Gumam Cinta sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Rio yang terlihat sedang sibuk itu.
" Hehehehe, nggak apa-apa dek, biar sekalian karena Kakak juga belum mandi,," Ucap Rio yang masih berkutat dengan ikan di hadapannya.
" Heemm, Kak, Rio itu belum mandi dan belum sholat jadi mending mandi aja dulu deh, biar Dedek yang nyambungin bersih ikannya,," Ucap Cinta sambil melangkahkan kakinya mendekati Rio.
" Emang Dedek udah sholatnya ?" Tanya Rio langsung kepada Cinta.
" Hehehehe, belum kak,," Jawab Cinta sambil tersenyum.
" Ya udah sholat dulu gih dek, soalnya Kakak udah selesai juga bersih ikannya,," Gumam Rio sambil tersenyum menoleh ke arah Cinta.
" Heemmm oke deh, kalo gitu, Cinta sholat duluan ya Kak,," Bilang Cinta yang langsung melangkah ke arah kamarnya.
Rio hanya tersenyum melihat kelakuan Cinta yang seolah-olah selalu ingin melakukan aktivitas apapun di rumahnya ini. Dan, dengan segera Rio memasukkan ikannya kembali ke dalam lemari es, karena, ikan itu sudah bersih semuanya hanya tinggal di masak saja.
Rio segera beralih ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya, lalu, setelah itu Rio segera masuk ke dalam kamar Cinta dimana Cinta tidak ada di dalam kamar itu.
" Heemm, kemana Dedek, oh mungkin sedang sholat." Gumam Rio sendiri yang langsung memakai semua pakaiannya.
Setelah merasa rapi, barulah Rio melangkahkan kakinya beralih menuju ke ruang sholat dimana ia selalu melakukan aktivitas dalam ibadahnya. Saat sampai disana betapa sejuknya mata Rio memandang Cinta yang sedang melakukan sholatnya itu. Dan, karena, melihat Cinta belum menyelesaikan sholatnya arah sebelah dinding, oleh sebab itu, Rio mengambil tempat lain untuk melakukan ibadahnya itu.
" Heeemm, betapa sejuknya mata ini memandang ketika melihat wajah istri yang sedang melakukan ibadahnya." Gumam Dio dalam hati sambil tersenyum memandangi wajah Cinta.
Setelah itu barulah Rio memasangkan sajadahnya di lantai yang bersih lalu, menyegerakan sholatnya. Sedangkan Cinta sendiri baru saja menyelesaikan sholatnya dan setelah membacakan doanya itu, Cinta melihat Rio sedang sholat di sampingnya namun, agak ke depan di bandingkan dirinya.
" Heemm, Kak Rio sholat disini, Maafin Cinta jika Cinta sholat terlebih dahulu ya Kak,," Ucap Cinta sambil menunggu Rio menyelesaikan sholatnya.
Saat ini Rio telah menyelesaikan sholatnya dan Cinta sendiri yang sedang menunggu Rio itu sambil melantunkan shalawat dan salam sehingga membuat Rio menoleh ke arah Cinta sambil tersenyum dan setelah selesai melantunkan shalawatnya barulah Cinta menerima tangannya Rio untuk diberikan salamnya.
" Eemm, apakah aku harus langsung menanyakan kepada Kak Rio siapa itu Rossa ya,," Gumam Cinta dalam hati yang sebenarnya memang sedikit mengganggu pikirannya itu.
__ADS_1
" Heemm, tapi nggak usahlah, karena, mungkin aja pertanyaan dariku ini bisa jadi mengganggu kebebasan Kak Rio,," Gumam Cinta lagi dalam hati sambil membetulkan semua peralatan sholatnya.
Namun, Rio sendiri mengetahui bahwa Cinta sedang memikirkan sesuatu, sehingga membuat Rio sendiri langsung mengagetkan Cinta dan secara tidak sengaja telah membuyarkan lamunan yang sedang dipikirkan oleh Cinta.
" Dedek lagi mikirin apa ?" Tanya Rio langsung kepada Cinta.
" Hah!! nggak ada kok Kak,," Jawab Cinta tersenyum.
" Oh ya, yuk kita makan bersama Kak," Ajak Cinta langsung kepada Rio untuk mengalihkan perhatian Rio terhadap dirinya.
" Eemmm Dedek yang masak atau Kakak yang masak ikannya ?" Tanya Rio pada Cinta dan seperti terlihat sedang memberikan sebuah tantangan untuk Cinta.
" Dedek donk,," Jawab Cinta yang melangkah langsung keluar ruangan sholatnya.
" Heemmm, oke kalo gitu, Kak Rio bantu ya boleh ?" Tanya Rio langsung pada Cinta.
" Nggak usah, Kak Rio cukup nungguin Cinta yang sedang masak aja, oke,," Gumam Cinta sambil menggenggam tangannya Rio.
Rio hanya bisa pasrah sambil tersenyum melihat kelakuan Cinta yang sengaja aktif mendekati dirinya itu. Entah kenapa, semenjak Cinta pergi bersama dengannya setelah kejadian yang pernah menyebabkan dirinya terpuruk itu, Cinta bangkit dan merasa lebih bahagia ketika bersama dengan Rio.
Selama di perjalanan Cinta juga begitu lembut setelah melakukan suatu kesalahan terhadap Rio. Sejak saat itulah Cinta tidak lagi bersikap kasar terhadap Rio, karena, Cinta sendiri merasa bersalah atas sikapnya yang terlihat begitu cuek dan juga angkuh itu selama ini terhadap Rio.
Sesampainya di dapur barulah Cinta melepaskan genggaman tangannya yang sengaja menggandeng Rio itu, sambil membiarkan Rio duduk di atas kursi meja makan.
" Kak Rio cukup duduk disini dan lihat chef Cinta memasak, heheheh,," Bilang Cinta sambil meletakkan Rio untuk segera duduk di atas kursi meja makan.
" Heemm, oke dek,," Jawab Rio sambil memberikan dukungan pada Cinta.
Dengan gaya Cinta yang cepat sekali mengerti akan maksud dari pengajaran yang diberikan oleh Rio dan Cinta sendiri hanya bisa memasak ikan dengan cara menggorengnya saja. Walaupun Cinta hanya bisa memasak makanan hanya itu-itu saja, bagi Rio itu merupakan suatu hal kemajuan yang baik untuk Cinta sendiri.
" Silahkan dinikmati Kak masakan Cinta,," Ucap Cinta sambil mempersembahkan semua masakannya itu.
" Heemm, terima kasih, Dedek," Jawab Rio sambil mengambil centong nasi.
Ketika Rio ingin mengambil centong nasi, tiba-tiba Cinta yang terlebih dahulu meletakkan nasinya ke dalam piringnya Rio. Dan, Rio sendiri merasa bahwa dirinya saat ini sungguh dihormati oleh seorang istri seperti Cinta. Namun, hanya satu yang belum dilakukan Cinta semenjak ia menjadi istrinya Rio, yaitu melakukan sesuatu hal yang begitu dalam hubungan pernikahan.
" Terima kasih, Dek,," Ucap Rio sambil tersenyum.
" Sama-sama Kak, silahkan dinikmati,," Ucap Cinta sambil duduk dan menatap Rio.
Seperti yang sedang terlihat bahwa Cinta saat ini memandangi wajah Rio dan terlihat bahwa Cinta sedang menunggu sebuah komentar dari Rio mengenai masakannya itu. Dan, Rio sendiri merasa heran ketika melihat Cinta sama sekali belum menyantap makanannya, sedangkan Rio sendiri malah seru sendiri saat menyantap makanan yang sudah dimasak oleh Cinta itu.
" Ada apa, Dek ?" Tanya Rio seketika pada Cinta sambil mengunyah makanannya.
" Kenapa belum dimakan makanannya ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.
" Hah! Dedek suka aja ketika melihat Kak Rio makan begitu lahap seperti ini,," Jawab Cinta tersenyum sambil menatap wajah Rio.
" Hehehehe, Kak Rio lahap banget ya dek makannya, heheheh karena, masakan Dedek ini enak banget serius,," Jawab Rio yang menambahkan nasi dan juga lauk pauknya.
" Heemm, benarkah Kak, masakan Dedek enak ya ?" Tanya Cinta dengan wajah sumringah bahagia.
" Iya dek, enak banget serius, apalagi ini sambelnya pinter banget Dedek bikinnya," Gumam Rio sambil menambahkan sambel ke dalam piringnya lagi.
Sehingga membuat Cinta semakin merasa bahagia ketika melihat Rio yang begitu lahap sekali menyantap semua hidangan yang disajikan olehnya itu.
__ADS_1
" Iya Kak, makan aja Dedek malah semakin bersemangat untuk masak lagi, hehehe," Jawab Cinta tersenyum sambil menambahkan semua lauk pauk ke dalam piring Rio.
Karena, melihat Cinta sedikitpun belum menyantap makanannya itu sehingga membuat Rio sengaja menyuapkan makanan langsung kepada Cinta. Namun, begitu terlihat sekali bahwa Cinta merasa malu ketika melihat tingkah Rio yang ingin menyuapinya makanan.
" Dedek itu belum makan loh dari tadi, sini Kak Rio suapin,," Ucap Rio sambil menyendokkan makanan dari piringnya dan menyuapkan makanan itu langsung ke dalam mulut Cinta.
" Heemm, nggak usah Kak, biar Cinta sendiri aja makannya, nggak usah disuapi jadi malu Cinta,," Ucap Cinta sambil menutupi mulutnya.
" Hihihi, kenapa harus malu, nggak ada orang juga dek,," Bilang Rio sambil tertawa kecil ketika melihat wajahnya Cinta yang tersipu malu itu.
" Bukan masalah ada orang atau nggaknya Kak, ya malu aja hehehe,," Gumam Cinta lagi.
" Ya udah Kak Rio habisin semua makanannya dan Dedek mau makan juga,," Bilang Cinta yang bersiap-siap untuk menyantap makanannya.
Rio hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Cinta yang masih merasa malu dan juga canggung kepada dirinya. Sehingga membuat Cinta sendiri merasa bahwa kelakuan Rio terasa seperti membuat dirinya canggung sendiri.
Setelah selesai menyantap semua makanan dan merapikan semua tempat di dalam ruangan dapur, saat ini Rio dan Cinta sedang beristirahat sejenak di ruang televisi dimana Rio sendiri sedang duduk santai sambil menonton tv. Dan, Rio juga sedang memikirkan suatu hal untuk dilakukannya besok ketika mengunjungi rumah kepala desa yang saat ini sedang ada Rossa.
" Heemm pastinya Rossa begitu tercengang ketika melihat kedatanganku bersama dengan seorang istri yang begitu cantik sepertimu Istriku sayang,," Gumam Rio sambil memandangi wajah Cinta.
Saat ini Rio sedang memikirkan suatu hal terhadap Cinta, sementara itu Cinta sendiri sedang memikirkan suatu hal terhadap Rio yang selalu mengganggu pikirannya yaitu tentang Rossa.
" Heemm, daripada aku penasaran lebih baik, langsung kutanyakan saja pada Kak Rio, siapa tahu jawaban Kak Rio bisa membantu pikiranku ini menghilang,," Gumam Cinta sambil menarik napasnya dan langsung menoleh ke arah Rio.
Saat Cinta sedang menolehkan wajahnya menatap wajah Rio, Rio sendiri malah menatap wajahnya sudah begitu lama, sehingga bertemu lagi mata mereka yang saling memandangi ini. Dan, Rio berpura-pura mengalihkan pandangannya melihat ke arah belakangnya Cinta.
" Dek, di belakang Dedek itu apaan ?" Tanya Rio langsung pada Cinta sehingga membuat Cinta kaget dan merasa takut.
" Haaahh!! apaan Kak ?" Tanya Cinta yang langsung melompat ke tempatnya Rio dan secara tidak sengaja memeluk erat lengan Rio.
Untuk seketika Cinta terkesiap kaget dan melompat langsung ke tempat Rio. Dan, hal itu membuat Rio menjadi tertawa melihat kelakuan Cinta itu.
" Hahaha, kenapa dek ?" Tanya Rio langsung pada Cinta yang posisinya saat ini begitu menempel pada dirinya.
" Kakak sengaja ya nakutin Cinta,," Bilang Cinta dengan wajah yang cemberut.
" Nggak dek, Kak Rio cuma bilang benda apa yang ada di belakang Dedek, nggak taunya ini nih,," Jawab Rio sambil mengambil suatu benda kecil di dekat pundak Cinta.
" Aaahhh, Cinta kira tadi apaan,," Gumam Cinta sambil mencubit lengan Rio.
" Hahahaha, maaf dek, jika Kakak ngagetin Dedek ya,," Ucap Rio yang tertawa begitu bahagia sekali.
" Iya, nggak apa-apa,," Jawab Cinta mengangguk.
Dan, saat ini Cinta langsung saja menanyakan suatu hal yang sudah ada di dalam pikirannya itu.
" Oh ya Kak, Cinta boleh nanya sesuatu ?" Tanya Cinta langsung pada Rio.
" Heeemm, apa itu dek, katakan saja ?" Tanya Rio balik terhadap Cinta.
" Sebenarnya, Rossa anaknya Pak Kepala Desa teman dekat Kak Rio ya ?" Tanya Cinta pada Rio yang terdengar begitu perlahan-lahan sekali.
Rio sedikit tercengang ketika mendengarkan pertanyaan dari Cinta yang begitu tertuju kepada suatu hubungan inti dari sebuah ikatan. Dan, pertanyaan Cinta itu terdengar begitu lembut namun tegas bagi Rio yang mendengarkannya.
****
__ADS_1