Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 92 Rasa Penasaran


__ADS_3

Jelas sekali jika Mami Rossa tercengang atas ucapan yang dikatakan Rossa padanya itu. Karena, sambil tertawa senang putrinya Rossa sengaja memberikan sebuah pernyataan yang membingungkan pada dirinya atas sikap Maminya Rossa yang begitu melarang putrinya untuk mendekati Rio lagi.


" Heemmm Mami, bukannya Rossa udah bilang jangan terlalu takut dengan keadaan Mas Rio saat ini,," Ucap Rossa kepada Maminya yang masih duduk di samping tempat tidurnya itu.


" Memangnya kenapa dengan keadaan Rio saat ini, apakah dia udah jadi orang kaya ?" Tanya Mami Rossa merasa penasaran dengan keadaan Rio.


" Nah tuh bener jawabannya,," Seru Rossa kepada Maminya.


" Kalo Mami mau tahu yang jelasnya tentang keadaan Mas Rio saat ini, Mami bisa tanya langsung dari Papi,," Jawab Rossa dengan santai.


" Papimu ?" Tanya Mami Rossa dengan wajah ragunya.


" Kenapa harus tanya pada Papimu,," Seru Mami Rossa merasa heran dengan keadaan Rio.


" Ya, karena Papi juga tahu gimana keadaan Mas Rio saat ini." Jawab Rossa dengan menyunggingkan senyumannya.


Jelas saja jika Mami Rossa merasa penasaran dengan keadaan Rio seperti apa yang dikatakan oleh Rossa putrinya saat ini. Karena, melihat ekspresi wajah Maminya itu terlihat begitu penasaran, oleh sebab itu dengan segera Rossa menjelaskan keadaan apa yang selama ini ia lihat dari kehidupannya Rio.


" Hahahaha, kayaknya Mami penasaran banget sih, dengan keadaannya Mas Rio ?" Tanya Rossa sambil membuka pembicaraannya lagi.


" Mami bukannya penasaran, cuma merasa heran saja, dengan apa yang kamu katakan barusan, Rossa,," Gumam Mami Rossa dengan wajah yang memang terlihat penasaran.


" Heemm, bilang saja kalau penasaran, Mi,," Seru Rossa dengan sengaja menggoda Maminya.


" Heemm, Mami mau tahu, sekarang kehidupan Mas Rio itu udah beda dengan kehidupannya dulu,," Bilang Rossa mulai membuka pembicaraannya.


" Beda maksud kamu, Rossa, Mami nggak ngerti ?" Tanya Mami Rossa dengan wajah bingung.


" Hihihihihihi, kehidupan Mas Rio saat ini udah beda, Mi,," Ucap Rossa sambil menjelaskan tentang keadaan Rio.


" Kehidupan Mas Rio jauh berubah dibandingkan kehidupannya waktu dulu dan sekarang Mas Rio udah kaya banget, Mi, dibandingkan kita,," Ucap Rossa yang menjelaskan secara detail pada Maminya.


" Apa ?" Seru Mami Rossa dengan mengerutkan keningnya.


" Darimana kamu tahu, apa ada buktinya ?" Tanya Mami Rossa lagi pada putrinya itu.


" Heemm, semenjak Mas Rio pulang ke kampung kita ini, mobilnya bagus banget Mi, kalah jauh dibandingkan mobil kita, terus Mas Rio juga mau menambahkan lagi usaha tambaknya itu, dan satu lagi penampilannya juga beda banget dibandingkan keadaan hidupnya waktu dulu,," Ucap Rossa lagi yang menjelaskan kembali keadaan Rio.


" Benarkah ?" Tanya Mami Rossa tergugah ketika mendengarkan penjelasan dari anaknya ini.


" Ya, Mam, kalo Mami mau bukti siang ini kita ke rumahnya Mas Rio," Ucap Rossa dengan sengaja mengajak Maminya untuk segera pergi ke rumah Rio.


" Heemm, oke Mami ikut, Mami mau lihat buktinya, apakah benar yang kamu katakan itu, atau kamu hanya buta karena, melihat Rio telah kembali lagi ke kampung kita ini,," Bilang Mami Rossa sambil mendorong sedikit kening Rossa menandakan kegeraman pada putrinya itu.


" Hihihi, Rossa udah bilang nanti siang kita akan langsung melihat buktinya," Ucap Rossa meyakinkan perbuatannya itu.


" Baiklah, Mami tunggu, Mami juga penasaran, seberapa jauh perubahan kehidupan anak janda miskin itu saat ini," Gumam Mami Rossa dengan wajah angkuhnya.


Mami Rossa saat ini sedang tersenyum angkuh dengan gaya khasnya, sedangkan Rossa hanya bisa tersenyum puas ketika mendengarkan ucapan Maminya itu. Karena, Rossa sebenarnya ingin sekali membawa Maminya untuk melihat langsung bagaimana keadaan dan kondisi kehidupan Rio saat ini.


Sedangkan, saat ini di suasana pagi yang begitu cerah cahaya mentari menyinari dunia dan cahayanya menembus ke dalam ruangan kamar villa dimana tempat keberadaan Cinta dan Rio. Terlihat di dalam ruangan kamar itu, Cinta yang sedang meringkuk tidur di samping tubuhnya Rio, begitu menikmati suasana kehangatan yang sedang dilakukan oleh Rio dan Cinta sendiri.


" Eeemmmm,," Suara Cinta terdengar menggeliat di dalam tidurnya.


" Kenapa aku merasakan suatu hal yang indah,," Ucap Cinta dengan suara lembutnya yang tengah mengigau.


" Eeemmm aromanya begitu nikmat sekali,," Gumam Cinta lagi yang semakin mengeratkan pelukannya terhadap tubuh Rio.


Saat Cinta sedang tertidur lelap ini memang merasakan suatu sensasi yang paling indah di dalam tidurnya, karena, selama ini saat Cinta tertidur sudah lama tidak pernah lagi mengigau merasakan keharuman tubuh Rio.


" Eeemmmm,," Suara Cinta lagi yang terdengar begitu manja dan khas sekali.

__ADS_1


Dengan posisi tubuh memeluk erat tubuhnya Rio, diseimbangkan dengan kaki Cinta yang juga menindih kaki Rio. Karena, merasa bahwa tubuh istrinya itu begitu menempel sekali pada tubuhnya itu membuat Rio sendiri terbangun dari tidurnya.


Disaat Rio terbangun dari tidurnya dan perlahan membuka matanya itu, dengan sangat jelas sekali Rio melihat bahwa Cinta tertidur begitu pulas sekali dan sedang memeluk tubuhnya dengan sangat erat.


" Heemm, pantesan hangat,," Gumam Rio sambil tersenyum senang ketika melihat kondisi tubuh Cinta yang sedang memeluk tubuhnya itu.


" Ternyata Dedek sedang memelukku,," Ucap Rio lagi sambil menyunggingkan senyumannya.


" Baiklah sayang, biar semakin hangat Kak Rio akan mengeratkan pelukan ini,," Ucap Rio sambil menggantikan posisi tubuhnya.


Karena, sudah melihat kondisi tubuh Cinta yang sedang memeluk erat tubuhnya itu, dengan senang hati Rio mengubah posisi tubuhnya memeluk erat balik tubuhnya Cinta. Sambil tersenyum menatap wajah istrinya yang sedang tertidur pulas itu dengan lembutnya Rio mengecup puncak kepala Cinta.


Mmmmuuuuaaaacccchhhh!!!


Kecupan manis yang dilakukan Rio begitu melekat pada puncak kepala Cinta.


" I love you sayang, Kak Rio sangat mencintai Dedek,," Ucap Rio setelah mengecup puncak kepala Cinta sambil mengusap lembut rambut istrinya dengan penuh kemesraan.


Setelah Rio memberikan kecupan mesra itu pada istrinya, barulah Cinta terbangun dari tidurnya, saat membuka matanya dengan perlahan betapa tercengangnya Cinta ketika melihat wajah dirinya sendiri begitu dekat dengan wajah Rio, sehingga kecanggungan yang ada pada diri Cinta begitu terlihat jelas.


" What !!" Seru Cinta dalam hatinya yang tercengang ketika melihat wajah Rio dan wajahnya sendiri begitu dekat sekali.


" Kenapa posisinya seperti ini,," Ucap Cinta lagi dalam hatinya sambil menatap wajah Rio tanpa mengedipkan mata sedikitpun.


" Bagaimana ini,," Sambung Cinta lagi sambil perlahan-lahan menggerakkan tubuhnya.


Pada saat Cinta akan menggerakkan tubuhnya itu, Rio sendiri yang sudah terbangun lebih dahulu dibandingkan Cinta dengan sengaja mengeratkan pelukannya terhadap tubuh Cinta, sehingga membuat Cinta sendiri merasa kebingungan akan melakukan tindakan apa untuk menanggapi kelakuan yang sedang dilakukan oleh Rio terhadap dirinya.


" Oh My God, pelukan Kak Rio kenapa semakin erat." Seru Cinta dalam hatinya sambil menatap lembut mata Rio.


Untuk saat ini, Cinta mendapatkan sebuah posisi dimana di dalamnya itu membahas tentang dua pilihan bertahan dalam pelukan erat Rio atau menggerakkan tubuhnya untuk bergeser menjauhi tubuhnya Rio.


" Bagaimana ini apakah aku harus bertahan ?" Tanya Cinta sendiri dalam hatinya.


Namun, ketika Cinta akan menggerakkan tubuhnya, dengan sengaja Rio semakin mengeratkan pelukannya itu. Sehingga membuat Cinta akhirnya pasrah menerima pelukan erat yang dilakukan oleh Rio terhadap tubuhnya itu.


Karena, sudah terlalu lama menatap lembut matanya Rio, untuk menghilangkan rasa canggungnya dengan sengaja Cinta melakukan sebuah tindakan yang membuat Rio tertawa melihat kelakuannya istrinya ini.


" Selamat pagi,," Ucap Rio yang sengaja memeluk erat tubuh Cinta.


Ketika Rio sedang mengucapkan ucapan selamat pagi terhdap Cinta dengan gaya lucunya Cinta membalas ucapan Rio itu dengan mengangkat kedua alisnya sehingga membuat Rio menyunggingkan senyumnya dan akhirnya melonggarkan pelukannya terhadap tubuh Cinta.


" Pagi,," Jawab Cinta sambil menaikkan kedua alisnya.


" Hahahaha, kenapa alisnya dinaikkan dek ?" Tanya Rio sambil tertawa kecil melihat tingkah laku Cinta yang terlihat lucu seperti anak kecil.


" Nggak kenapa-kenapa Kak, cuma,," Gumam Cinta sambil tersenyum dan terlihat sekali canggung di wajahnya.


" Cuma apa dek, heemm ?" Tanya Rio dengan sengaja menambah kecanggungan di wajahnya Cinta.


" Nggak kenapa-kenapa kak,," Jawab Cinta dengan menahan senyumannya.


" Cuma bisa longgarkan pelukannya nggak kak ?" Pinta Cinta pada Rio hingga membuat Rio tertawa senang.


" Hahahaha, memangnya kenapa kalau kayak gini ?" Tanya Rio dengan sengaja membuat Cinta semakin gugup.


" Aduh Kak Rio apa-apaan sih ?" Tanya Cinta dalam hatinya sendiri yang terlihat begitu gugup dan canggung.


" Eemmm, Cinta gak bisa napas Kak,," Jawab Cinta yang sengaja mencari alasan agar bisa lepas dari cengkraman tangan Rio.


" Heemm, benar nggak bisa napas, buktinya masih ada udaranya nih,," Bilang Rio yang sengaja mendekatkan punggung tangannya pada hidung Cinta.

__ADS_1


" Aaakkkhh, Kak Rio apa-apaan sih,," Ucap Cinta yang berhasil menepis tangan Rio di hidungnya.


Karena, tidak tahan melihat wajah Cinta yang terlihat sangat malu dan bersemu merah di hadapannya Rio, akhirnya Rio melepaskan rasa tawanya yang sedari tadi sudah di tahannya. Dan, akhirnya terpecah juga membuat Cinta semakin merasa kagum melihat wajah Rio yang tertawa lepas.


" Hahhahaha,," Suara Rio tertawa terlepas karena, melihat wajah Cinta yang bersemu merah di hadapannya itu.


" Ternyata, kalau Kak Rio ketawa kayak gini menambah rasa kagum ku,," Ucap Cinta dalam hati yang terharu kagum melihat wajah Rio yang sedang tertawa lepas.


Karena, merasa kagum dengan wajah tampannya Rio yang sedang tertawa lepas seperti saat ini, hal itu membuat senyuman indah yang terukir di wajahnya Cinta. Dan, Rio sendiri terperangah ketika melihat senyuman baru saja terukir di wajah istrinya ini. Lalu, Rio sendiri sedikit melonggarkan pelukan eratnya pada tubuh Cinta.


" Kenapa Cinta saat ini tersenyum ketika melihatku tertawa ?" Tanya Rio sendiri dalam hati ketika melirik wajah Cinta yang tersenyum menatap wajahnya.


" Apakah Cinta merasa bahagia ketika melihatku tertawa begini ?" Tanya Rio lagi dalam hatinya yang terperanjat melihat senyuman manis dari wajah istrinya itu.


" Baiklah jika Dedek merasa bahagia melihatku tertawa seperti ini, aku akan selalu bisa membuat senyuman manis ini terukir di wajah cantikmu ini sayang,," Gumam Rio dalam hatinya yang bertekad untuk membuat senyuman selalu di wajahnya Cinta.


Setelah terperanjat melihat senyuman manis dari wajahnya Cinta, Rio sendiri mulai membuka pembicaraan lain untuk momen terbaru di hari ini terhadap istrinya itu.


" Eemmm, ya udah deh kalo gitu Kakak lepaskan ya pelukannya,," Ucap Rio setelah ekspresi wajah tertawanya mereda.


" Ya,," Seru Cinta sedikit kaget ketika mendengar ucapan Rio yang ingin melepaskan pelukannya.


Namun, Cinta cepat merespon untuk menyetujui ucapan Rio barusan.


" Iya Kak, lepasin pelukannya, Cinta sesak nih,," Sambung Cinta lagi seolah mengerti atas maksud dari perkataan Rio.


" Hehehe, ya udah oke,," Jawab Rio sambil melepaskan pelukan erat yang dilakukannya pada tubuh Cinta.


Dan, Rio akhirnya melepaskan pelukan yang ia lakukan terhadap Cinta. Setelah pelukan itu terlepas, Rio segera bangkit dari tempat tidur dan berdiri di samping tempat tidur sambil merentangkan seluruh otot tubuhnya. Sedangkan, Cinta sendiri merasa lega akan tubuhnya yang terkekang dari kelakuan Rio barusan terhadap dirinya.


Begitu juga dengan Cinta terperanjat ketika melihat gaya Rio yang sedang merentangkan tubuhnya itu sambil melemaskan seluruh otot. Setelah selesai melemaskan seluruh otot tubuhnya, Rio kembali melirik kelakuan Cinta yang masih berada di atas tempat tidur. Dan, Cinta sendiri langsung merubah ekspresi wajah serta tubuhnya seolah-olah sedang ikut meregangkan otot-otot tubuhnya, untuk mengalihkan perhatian dari dirinya terhadap Rio.


" Dek, Kak Rio mandi dulu ya," Ucap Rio saat sedang melihat kelakuan Cinta.


" Oh iya Kak," Jawab Cinta sambil mengangguk.


Saat Rio sudah masuk ke dalam kamar mandi dan Cinta sendiri langsung beranjak bangun dari posisi awalnya langsung kaget ketika melihat kepala Rio tiba-tiba keluar dari kamar mandi.


" Mau ikutan gak ?" Tanya Rio saat kepalanya sedikit muncul dari kamar mandi.


" Oh ya ampun, Kak Rio,," Seru Cinta ketika kaget melihat kelakuan Rio yang memunculkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi.


" Kenapa dek ?" Tanya Rio dengan ekspresi wajah kebingungan.


" Ngagetin tau,," Celetuk Cinta sambil turun dari tempat tidurnya.


" Hehehehe, maaf ya dek, ya udah kalo gitu Kak Rio lanjut mandinya,," Ucap Rio sambil tersenyum melihat wajah Cinta yang terlihat seperti sudah begitu terbiasa dengan kelakuan kocak dari Rio.


" Ya, cepetan Cinta mau mandi juga,," Celetuk Cinta lagi sambil tertawa kecil terhadap Rio.


" Oke,," Jawab Rio lagi sambil menunjukkan jempolnya.


Dengan segera Rio masuk kembali dalam kamar mandi sementara itu Cinta yang masih tersenyum sambil menggeleng-geleng kepalanya atas kelakuan Rio, melangkah mendekati telepon yang ada di dalam ruangan kamarnya itu. Cinta berniat untuk memesan sarapan pagi sebelum acara mereka pergi keluar bersama.


" Selamat pagi, ada yang bisa dibantu ?" Suara yang terdengar dari telepon yang digenggam oleh Cinta.


" Pagi, tolong antarkan sarapan pagi ke kamar nomor lima belas untuk dua orang,," Ucap Cinta membuat pesanan makanan pagi untuk mereka berdua.


" Baik, mohon ditunggu,," Ucap salah satu petugas yang sedang menerima telepon dari Cinta.


" Ya, terima kasih,," Jawab Cinta.

__ADS_1


Setelah selesai melakukan pesanan makanan pagi ini, lalu Cinta beralih menuju ke tempat dimana Rio meletakkan tasnya untuk mengambil sebagian pakaian yang akan digunakannya setelah mandi nanti.


****


__ADS_2