Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 114 Merasakan Suatu Hal


__ADS_3

Secara bersama Rio dan Cinta menutupkan kedua matanya dan tertidur secara pulas di atas tempat tidurnya itu, sambil berpelukan untuk mendapatkan kehangatan dan kenyamanan yang dapat dirasakan oleh kedua pasangan ini.


Tidak seperti biasanya pagi ini Cinta lebih dahulu bangun dari tidurnya dibandingkan Rio yang biasanya sering bangun lebih pagi daripada Cinta. Saat terbangun dan membuka kedua bola matanya Cinta langsung mengambil jam tangan yang ia letakkan di atas meja samping tempat tidurnya itu dan Cinta bisa melihat bahwa jarum jam sudah menunjukkan angka lima pagi.


" Jam setengah lima,," Gumam Cinta saat melihat jam tangannya.


Sambil meletakkan kembali jam tangannya itu ke atas meja, dengan lembut Cinta tersenyum ketika merasakan tangannya Rio yang sengaja tetap memeluk tubuhnya dan bagian tubuh yang terpeluk oleh Rio itu adalah gunung kembar yang menonjol di depan tubuhnya itu. Awalnya Cinta terkesiap ketika melihat tangan Rio itu sedang memeluk alias menindih bagian gunung kembar miliknya itu.


" Aaakkkhh, Kak Rio, tangannya,," Seru Cinta terkesiap kaget ketika melihat tangannya Rio yang menindih bagian gunung kembar miliknya itu.


Namun, karena, Cinta juga menyukai tindakan Rio memperlakukannya seperti ini, oleh sebab itu dengan lembut juga dan seolah menyetujui tindakan yang tidak disadari oleh Rio itu Cinta membangunkan Rio dalam tidurnya, agar Rio bisa melakukan ibadah sholatnya pagi ini.


" Heemm, aku hampir lupa, Kak Rio sedang tidur, mungkin dia juga tidak sadar kalo tangannya udah kayak gini,," Bilang Cinta sambil tersenyum lembut mengelus tangan suaminya itu.


Sebenarnya Cinta masih ingin diperlakukan lembut oleh Rio seperti saat ini, walaupun Rio tidak menyadari kelakuannya disaat ia sedang tertidur namun, Cinta tahu bahwa saat ini jamnya sudah mepet jika ia ingin masih tetap menatap wajah Rio penuh dengan kelembutan dari tatapannya itu.


" Kak Rio, kenapa sekarang Cinta bisa mencintai Kakak,," Ucap Cinta sambil membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Rio.


Sambil menyentuh lembut garis wajah Rio yang masih tertidur dengan pulas itu, Cinta berbicara sendiri dengan ucapannya yang terdengar sedang memuji ketampanan suaminya ini.


" Heeemmm, ternyata suamiku memang benar-benar tampan, kenapa baru ini aku menyadarinya, sih,," Ucap Cinta dengan suara lembutnya sambil menyentuh hidung Rio.


" Dan kenapa juga aku sampai mengatakan kalau aku menikahinya itu hanya karena sandiwara dan menutupi kebutuhanku yang ingin dilindungi olehnya saja,," Ucap Cinta sambil mengingatkan kembali perkataannya dahulu pada Rio.


" Pasti Kak Rio merasa sangat kecewa waktu itu, karena, secara tidak langsung ucapanku itu sama saja merendahkan harga dirinya sebagai seorang pria,," Ucap Cinta lagi merasa menyesali perbuatannya saat itu pada Rio.


" Maafkan Cinta ya Kak, Cinta berjanji, Cinta akan bisa menjadi istri yang baik untuk Kak Rio,," Ucap Cinta lagi setelah merasa bahwa ucapannya dulu pernah membuat Rio merasa direndahkan olehnya.


" Cinta akan melayani semua kebutuhan yang harus didapatkan oleh seorang suami yaitu Cinta akan melakukan semuanya untuk Kak Rio,," Ucap Cinta lagi yang tetap membiarkan tangan Rio mengeratkan pelukannya pada Cinta.


" Jika datang bulan Cinta udah selesai, Cinta akan memberikan semuanya pada Kak Rio, karena, hanya Kak Rio yang selama ini selalu berada di samping Cinta,," Bilang Cinta lagi seraya ingin menciumi bibir Rio.


Dengan lembut Cinta mendaratkan bibirnya pada bibir Rio, saat menempelkan bibirnya itu pada bibir Rio, Cinta merasa bahwa Rio sama sekali tidak tahu jika ia sedang menciuminya.


CUUPP !!


Ciuman lembut dari Cinta sudah mendarat sempurna di bibirnya Rio, sehingga membuat Cinta merasa nyaman dan ingin membuat Rio tahu bahwa ia sedang menciuminya, namun, karena, waktunya yang tidak memungkinkan untuk dirinya tetap melakukan kemesraannya secara diam-diam ini, akhirnya dengan bibir penuh senyuman Cinta melepaskan ciumannya itu.


" Heemm, tidurnya nyenyak banget sih Kak,," Gumam Cinta sambil tersenyum setelah melepaskan ciumannya itu.


" Sebenarnya, Cinta ingin mencium Kak Rio sampai Kak Rio terjaga dari tidur, tapi, waktunya sudah mepet, jadi, kita akan lakukan lagi jika kita udah sampai di kampung ya Kak,," Bilang Cinta dengan suara serak khas bangun tidur.


Dan dengan suara lembutnya juga Cinta membangunkan Rio untuk melakukan ibadah sholatnya sebelum mereka check out dari villa tempatnya menginap ini.


" Kak, Kak Rio udah mau subuh,, bangun gih,," Ucap Cinta dengan suara lembutnya membangunkan Rio sambil menggoyangkan tubuh Rio.


" Eemmm,," Jawab Rio dengan suara seraknya saat mendengar panggilan dari Cinta.


" Bangun Kak, udah mau subuh," Bilang Cinta lagi yang masih tetap berada di samping Rio.


" Heemm ya dek,," Jawab Rio menggeliatkan tubuhnya.

__ADS_1


Karena, cukup mendengar suara panggilan yang dilakukan Cinta padanya itu, dengan segera Rio membuka matanya dan melihat wajah seorang wanita sambil tersenyum menatapnya dengan senang.


" Eemmm Makasih ya dek, udah bangunin Kakak,," Gumam Rio sambil mengecup kening Cinta seperti biasanya.


" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk.


" Memangnya sekarang jam berapa, Dek ?" Tanya Rio pada Cinta.


" Waktu Cinta bangun jam setengah lima, dan sekarang nggak tahu jam berapa, sebentar ya Kak,," Jawab Cinta sambil membalikkan tubuhnya mengambil jam tangan yang ia letakkan di atas meja.


Saat Cinta membalikkan tubuhnya itu menghadap ke arah dinding untuk mengambil jam tangannya itu. Dengan sengaja Rio mengeratkan pelukannya pada tubuh Cinta dan kakinya juga sengaja menindih kaki Cinta, sehingga Cinta bisa merasakan adanya tonjolan yang mengeras mengenai bagian belakang tubuhnya.


" Oooppss, Kak,," Seru Cinta dalam hati ketika merasakan adanya tonjolan keras yang dirasakan pada punggung belakang tubuhnya dan tonjolan itu begitu jelas ia rasakan sehingga membuat Cinta terdiam sejenak karena sedikit kaget.


Namun, Rio sama sekali tidak tahu bahwa Cinta sedikit kaget ketika merasakan suatu benda kecil yang mengeras miliknya pada bagian bawah tubuhnya itu. Masih dengan perlakuan lembutnya Rio tetap memeluk Cinta dan menciumi aroma rambut Cinta yang tergerai ke belakang hingga membuat Rio semakin bertambah besar rasa keinginan hasrat tubuhnya untuk menjadikan Cinta sebagai seorang istri yang sebenarnya.


" Eemmm, rambut Dedek wangi banget,," Bisik Rio dari belakang tubuh Cinta.


Saat mendengar ucapan Rio yang tengah sedang membisikkan kata-kata lembut nan romantis hal itu membuat Cinta ingin membalikkan tubuhnya menghadap Rio dan langsung menciumi bibirnya Rio. Tapi, ia tahu saat ini sudah waktunya sholat jadi, Cinta mengurungkan niatnya yang juga sudah terbakar akan hasrat keinginan tubuhnya juga.


" Heemmm, Kak, Cinta ingin,," Ucap Cinta dengan suara lembutnya sambil menyentuh tangan Rio yang tengah memeluk pinggangnya itu.


" Ingin apa, heemm ?" Tanya Rio lagi dengan suara lembutnya pada Cinta.


" Cinta sebenarnya ingin,," Ucap Cinta sambil memejamkan matanya.


Seketika Cinta terkesiap kaget ketika mendengarkan suara adzan yang terdengar samar-samar dan tidak jauh dari Villa tempatnya menginap itu.


" Adzan,," Ucap Rio ketika mendengarkan suara adzan subuh.


" Karena, sudah adzan Kakak mandi dulu ya dek, terus sholat,," Ucap Rio lagi sambil beranjak bangun dari tidurnya.


Sebelum meninggalkan Cinta yang masih terbaring di atas tempat tidur dengan lembut Rio menciumi kening Cinta dan membelai wajahnya.


" Kak Rio mandi dan sholat ya dek,," Ucap Rio setelah menciumi kening Cinta sambil membelai lembut wajah Cinta.


" Heemm iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk.


Setelah meminta izin dari Cinta dan memberikan kelembutan pada istrinya itu barulah Rio beranjak dari tempat tidur dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Cinta sendiri masih terbaring di atas tempat tidur sambil menggeliatkan tubuhnya menarik semua otot tubuh yang terasa kaku karena baru bangun dari tidur.


" Eeemmm," Suara Cinta yang keluar dari mulutnya sambil menarik otot tubuhnya itu.


Dan setelah menarik semua otot tubuhnya itu, Cinta kembali mengingat sebuah benda yang ia rasakan dari tubuh Rio saat Rio sedang memeluk tubuhnya dari belakang. Dan saat itu Cinta sedang beralih mengambil jam tangan yang ia letakkan di atas meja samping tempat tidurnya itu.


Sambil tertawa sendiri Cinta merasakan suatu hal yang lucu saat ia baru pertama kalinya merasakan benda keras milik Rio yang terang.sang saat sedang memeluknya pagi ini.


" Hihihihihihi ternyata Kak Rio terang,, hahaha,," Gumam Cinta sambil tertawa kecil sendiri ketika mengingat kembali keadaan tubuh Rio saat memeluknya itu.


" Heemm, aku pikir, Kak Rio sama sekali tidak bernafsu padaku, tapi, nyatanya, hihihihihihi,," Gumam Cinta lagi merasa malu sendiri dan langsung menutupi wajahnya dengan menggunakan selimutnya itu.


Disaat Cinta sedang menutupi wajahnya dengan selimut itu, Rio baru saja telah menyelesaikan mandinya dan keluar dari kamar mandi. Saat melihat dari kamar mandi itu Rio bisa melihat dengan jelas bahwa saat ini Cinta sedang menutupi semua tubuhnya menggunakan selimut dan terdengar suara kecil dari Cinta seperti sedang tertawa.

__ADS_1


"Ada hal lucu Dek ?" Tanya Rio langsung pada Cinta hingga membuat Cinta kaget.


" Haah!! nggak Kak," Jawab Cinta langsung dan membuka selimutnya.


" Terus baru saja Kak Rio dengar Dedek lagi ketawa,," Ucap Rio yang menjelaskan pendengarannya.


" Hehehehe nggak kok, cuma ingat suatu hal yang lucu aja,," Jawab Cinta sambil cengengesan sendiri.


" Oohh ya udah kalo gitu Kakak sholat dulu ya,," Bilang Rio sambil membentangkan sajadah di atas lantai.


Saat ini Rio sudah membentangkan sajadah yang akan digunakannya untuk melakukan ibadah. Dan dengan segera juga Cinta beranjak bangun dari tempat tidurnya untuk segera masuk ke dalam kamar mandi.


" Oke kak, ya udah kalo gitu Cinta mandi,," Bilang Cinta sambil beranjak bangun dari tempat tidurnya itu.


Dengan segera Cinta mengambil semua keperluannya untuk dibawa masuk ke dalam kamar mandi. Saat di dalam kamar mandi Cinta bergumam sendiri sambil menghadap ke arah cermin untuk melihat wajahnya.


" Heh!! untung saja Kak Rio nggak dengerin omonganku,," Gumam Cinta sambil menatap wajahnya ke pantulan cermin di hadapannya itu.


" Heemm karena, Kak Rio sedang sholat lebih baik aku mandi,," Seru Cinta sambil membuka semua paka.iannya.


Dan disaat Cinta melihat pemb.alut yang ia pakai itu, ternyata datang bulannya sudah tidak lagi, saat ini Cinta sudah selesai mengalami datang bulan dan hal itu membuat dirinya merasa senang namun sedikit tegang untuk memberikan semua perasaan hasrat yang ia inginkan selama ini kepada Rio.


" Haah!! syukurlah sudah kering, berarti tinggal nunggu dua hari lagi tubuhku sudah bersih sempurna,," Ucap Cinta sambil tersenyum senang.


Namun, Cinta melihat bahwa memang datang bulannya sudah selesai dan tidak membekas pada pemba.lutnya. Namun, Cinta tidak tahu apakah cairan datang bulannya itu melewati pakaian yang ia gunakan. Karena, pada malam ini Cinta memang mengenakan semua pakaian berwarna hitam.


" Dan akhirnya aku bisa untuk melayani Kak Rio seperti layaknya seorang istri,," Ucap Cinta lagi dengan wajah bahagianya.


" Tapi, apakah itu akan terasa sakit," Gumam Cinta sedikit merasa ngilu saat ia mengingat suatu hal yang berhubungan dengan percintaan antara seorang suami dan istrinya.


" Hiiihhh sakit nggak ya,," Gumam Cinta lagi dengan tubuhnya sedikit bergidik ngilu.


" Sudahlah, tidak perlu aku pikirkan, lebih baik saat ini aku harus mandi,," Bilang Cinta lagi sambil melangkahkan kakinya menuju ke tempat shower air.


Saat ini Cinta sudah berdiri di bawah pancuran shower air dan dengan segera Cinta memutarkan kran shower. Guyuran air shower menyejukkan tubuh Cinta di pagi hari ini. Namun, karena, Cinta sudah terbiasa mandi pagi, makanya dengan sebuah senyuman Cinta begitu bersemangat sekali untuk membersihkan tubuhnya itu.


Setelah selesai melakukan sholatnya itu sambil tersenyum, Rio merapikan semua peralatan ibadahnya dan memasukkan semua peralatannya itu ke dalam tas ransel miliknya. Lalu, setelah rapi semua, Rio mulai merapikan tempat tidur dimana tempat tidurnya itu biasanya sering dirapikan oleh Cinta.


" Heemm Dedek, Dedek, biasanya bangun tidur, langsung merapikan tempat tidurnya, tapi kali ini, heeemm,," Gumam Rio sambil tersenyum dan merapikan selimut yang ada di atas tempat itu.


Namun kali ini, Cinta sama sekali lupa untuk merapikan tempat tidur setelah bangun dari tidurnya itu. Satu persatu kain seprai Rio rapikan, dan Rio terkesima ketika Rio melihat ada bercak dar-ah di atas seprai itu. Dan Rio sesaat tertawa kecil ketika melihat bercak dar-ah yang ada pada seprai tempat tidurnya itu.


" Hehehehe Dedek, Dedek, pantesan aja tempat tidurnya nggak dirapikan, ternyata sengaja untuk dilihat olehku,," Gumam Rio sambil tertawa kecil ketika melihat bercak dar-ah yang ada di seprai.


" Tapi, sepertinya Dedek nggak tahu kalo ia tidur semalam sampai tembus seperti ini,," Ucap Rio lagi yang mengira bahwa Cinta tidak tahu bahwa ia tertidur sangat rusuh hingga cairan datang bulannya sampai tembus ke atas seprai.


" Sebelum check out dari kamar ini, lebih baik aku bersihkan dulu seprainya,," Sambung Rio lagi sambil menarik seprai itu dari tempat tidur.


Dengan segera Rio menarik seprai dari tempat tidur, agar bisa dibersihkan olehnya sebelum ia pergi dari kamar tempatnya menginap ini. Dan disaat Rio menarik seprai itu, Cinta baru saja selesai dari kamar mandi menggunakan handuk di tubuhnya dan juga di kepalanya. Cinta tertegun melihat Rio sedang merapikan tempat tidur saat ini sebelum mereka akan pergi dari tempat ini.


****

__ADS_1


__ADS_2