
Cinta yang telah selesai menitipkan semua barang-barangnya berupa baju dan perlengkapan Rio yang telah dibelinya tadi dan sekarang sudah dititipkan di tempat laundry.
" Dua jam lagi selesai, jadi, Cinta mau Kak Rio harus ganti bajunya, oke,," Bilang Cinta yang membuat Rio langsung menyunggingkan senyuman indahnya.
Dan, baru kali ini Cinta merasakan bahwa Rio telah membuat sebuah senyuman indah pada dirinya. Cinta yang mulai merasakan hal lain terhadap senyuman indah Rio merasa gugup untuk membicarakan sesuatu hal lain lagi.
" Baik dek, apapun yang Dedek inginkan, akan Kakak turutin,," Ucap Rio yang menjawab semua omongan Cinta terhadap dirinya.
Saat Rio menampakkan senyumannya itu, membuat diri Cinta sendiri kaku saat ini untuk menghadap dirinya.
" Iiiiihhhh,, Kak Rio apa-apaan sih, kok aku merasa senyumannya indah bangetttttt sekarang,," Bilang Cinta yang membalas senyuman Rio saat itu.
" Yuk kita ke resto,," Bilang Rio yang mengajak Cinta dan hal tersebut membuat Cinta sedikit kaget dalam lamunannya yang membayangkan wajah Rio.
Cinta yang sedikit kaget tersebut tersenyum-senyum sendiri memikirkan kelakuan dirinya yang sekarang merasa hangat terhadap senyuman Rio untuknya.
" Akh,, iya Kak," Jawab Cinta yang mengangguk ajakan Rio.
" Ahh,, Apa yang kupikirkan,," Gumam Cinta yang telah sadar atas ajakan Rio pada dirinya untuk pergi ke restoran depan.
Cinta yang mengikuti langkah kaki Rio saat itu, merasa kaku sendiri menuju ke sebuah restoran tepat di depan laundry.
Setelah sampai di restoran itu, Cinta dan Rio langsung memilih tempat duduk, tak lama dari posisi mereka yang telah duduk datanglah seorang pelayan yang membawa buku menu untuk mereka pilih.
Cinta segera memesan makanan dan minuman yang telah tertulis di menu.
" Baiklah ditunggu sebentar ya, Kak,," Ucap pelayang resto pada Cinta dan Rio.
" Baik, Makasih," Jawab Cinta yang membalas senyuman pelayan.
Setelah selesai dipesan dan diulangi oleh sang pelayan lalu pelayan itupun pergi. Sekarang tinggalah mereka berdua kembali di meja itu.
Cinta merasa canggung untuk melihat dan menghadap langsung wajahnya Rio, karena, sikapnya tadi yang kaku dan terpana atas senyuman Rio membuat dirinya diam tak bersuara seperti saat ini.
" Hehehehe, Cinta, Cinta apa yang sedang kamu lakukan, kamu terpana atas senyuman indah Rio yang selama ini, bersama denganmu, dan kamu baru menyadarinya sekarang,," Ungkap batin Cinta yang senyum-senyum sendiri.
Karena, tidak ingin ketahuan akan sikapnya saat ini, Cinta langsung menoleh ke samping melihat taman bunga yang ada di dekat restoran tersebut.
__ADS_1
Rio yang tidak tahu bahwa Cinta sedang memikirkan sesuatu hal dari dirinya, menganggap Cinta yang sendiri itu merasa puas dan lega bisa lepas dari perjanjian Papanya.
Tapi, sebenarnya yang terjadi Cinta sedang memikirkan tentang dirinya. Rio yang merasa keheningan terjadi di antara mereka saat ini, memulai membuka suasana obrolan agar tidak kaku dan hening lagi.
Karena, semenjak sikap Rio yang selalu tersenyum manis di depan Cinta membuat Cinta merasa kaku sendiri dimulai dari tempat laundry tadi. Cinta kelihatan sangat canggung dan tidak bebas ceria seperti beberapa hari ini.
Apa mungkin Cinta merasakan hal lain pada Rio seperti jatuh cinta kali ya,,???π
" Dek, Dedek yakin mau tinggal di kampung Kakak ?" Tanya Rio yang membuyarkan lamunan Cinta.
Pertanyaan Rio yang menanyakan Cinta barusan membuat Cinta yang sedang melamun sambil memperhatikan taman bunga buyar dan menghilang semuanya, membuatnya lupa atas lamunannya tadi.
" Hah? Iya Kak,," Jawab Cinta yang segera menoleh ke arah Rio.
Saat itu pastinya, Rio tertawa kecil melihat yang sedari tadi diam, melamun dan senyum-senyum sendiri. Tidak ceria, cerewet seperti biasanya.
" Kakak barusan nanya,, Dedek yakin mau tinggal di kampung Kakak," Tanya Rio yang membuat Cinta menatapnya bertanya-tanya.
" Kok, Kakak nanyanya kayak gitu,," Jawab Cinta langsung.
Rio terbelalak dan menelan salivanya saat Cinta menjawab seperti itu, sepertinya dia salah menanyakan hal seperti itu pada Cinta.
" Gak,, maksudnya, kayak gini loh dek,," Bilang Rio yang segera menenangkan perasaan Cinta
" Ya, Cinta ngerti kak,, Kakak takut banget sih kalo Cinta ngambek,, iya kan,," Jawab Cinta yang meledek Rio.
" Hehehe iya dek, betul sekali,," Jawab Rio mengangguk dan tertawa kecil.
" Jadi gimana, yakin mau tinggal di sana," Tanya Rio sekali lagi.
" Yakin donk,," Jawab Cinta langsung tersenyum.
"Eemm kira-kira ada ganjalan gak di hati Kakak, kalo Cinta ikut tinggal disana." Ucap Cinta bertanya tentang keadaan ganjalan di hati Rio.
" Kalo ganjalan di hati Kakak ya gak ada dek,, Cuma,," Jawab Rio jujur, tapi sayang ungkapannya terputus oleh suara Cinta.
" Cuma kenapa Kak,," Tanya Cinta yang mendelik matanya Rio.
__ADS_1
" Kakak cuma kasih tau, kalo orang di kampung pikirannya agak sedikit kolot, jadi gimana ya, mau ngejelasinnya." Jawab Rio yang membuat dirinya sulit menjelaskan maksud dari perkataannya sendiri.
Memang benar sangat sulit untuk dijelaskan, karena, pikiran orang di kampung Rio pasti sangat kolot, aneh dan heran apabila Rio kembali ke desa dengan membawa seorang perempuan yaitu Cinta dan tinggal bersama di tempatnya nanti.
" Eeemmm,, maksudnya kolot,," Tanya Cinya singkat.
Lalu Cinta sejenak berpikir memutar otaknya untuk menelaah ucapan Rio. Lalu setelah ketemu jawabannya Cinta langsung saja celetuk omongannya.
" Oh ya Cinta tau,, Cinta ngerti maksudnya kolot itu pasti orang kampung disana heran dan aneh lihat orang kota yang baru datang ke desa. Dan pastinya orang kampung menganggap baginya orang kota itu, pasti lebih kolot dari orang desa itu, hahahahaha,," Jawab Cinta yang sekilas memang benar dan sangat lucu.
Sehingga membuat dirinya dan Rio spontan langsung tertawa, Cinta bisa saja membuat suasana menjadi hangat kembali setelah dirinya mengatakan hal yang masuk akal tadi.
" Hahaha,, Dek, dek kamu itu ada ada aja ya,, ya udahlah Kakak ngalah, Kalo kamu udah berpikir seperti itu berarti benar adanya." Ucap Rio yang menyahut omongan Cinta di sela tawa Cinta yang belum bisa selesai dari tadi.
Cinta yang masih tertawa , segera mengehentikan tawanya, karena meja makan mereka telah didatangi oleh beberapa pelayan yang mengantarkan makanan untuk mereka.
" Silahkan dinikmati," Ucap pelayan restoran pada Cinta dan Rio setelah menata meja dengan makanan yang mereka sajikan.
" Oh iya terima kasih,," Jawab Cinta dan Rio bersama dan membuat mereka lagi-lagi saling melihat satu sama lain.
Setelah pelayan restoran pergi dari meja mereka, Rio yang tidak mau membuat suasana dan keadaan diantara mereka menjadi canggung lagi, akhirnya Rio mau tak mau langsung menawarkan dan meminta Cinta untuk segera menghabiskan makanan yang sudah dipesannya.
" Dek,, jangan didiemin makanannya,, ntar dingin lagi keburu gak enak,, ayo makan," Bilang Rio yang membuat suasana menjadi hangat kembali.
Cinta pun segera menarik makanan yang telah dipesannya tadi.
" Iya Kak,," Jawab Cinta yang menarik makanannya.
Karena, Cinta dan Rio sedang makan, maka yang terjadi di antara mereka saat ini hanya suara sendok garpu yang menyatu pada piring.
Setelah selesai makan, Cinta bingung mau melakukan apa,,?
***
Salam Hangat se Angkasa ππ€β€οΈπβ
Jangan lupa Like π Komen π¬ and Share π
__ADS_1
Author
πΉ Vira LydiaπΉ