Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 3 Agustus


__ADS_3

Setelah melakukan pembicaraan yang begitu banyak antara Arif dan juga Cinta, saat ini Cinta sudah memulai untuk melakukan aktivitasnya yaitu memasak menu makan malam pada malam ini. Dan menu makan malam itu sama sekali tidak ditanyakan Cinta secara langsung pada Rio, karena, Cinta sudah tahu masakan yang disukai oleh Rio apa saja.


" Oke Rif, berhubung kamu udah selesai membersihkan ikannya, sekarang Mbak mulai untuk memasak,," Ucap Cinta sambil beranjak bangun dari tempat duduknya dan melihat Arif yang sedang mencuci tangannya di wastafel.


" Iya Mbak, udah selesai ini Mbak ikannya,," Jawab Arif sambil memberikan wadah baskom berisikan ikan yang telah dibersihkan pada Cinta.


" Yaapp, terima kasih Rif,," Ucap Cinta menerima wadah baskom dari Arif.


Oleh sebab itu Cinta ingin membuat menu makan malam tanpa sepengetahuan Rio, hanya untuk memberikan sebuah kejutan pada Rio bahwa ia saat ini sudah tahu menu makanan apa yang menjadi makanan favorit Rio selama ini.


Setelah memberikan wadah baskom yang berisikan ikan pada Cinta dan kini Arif juga sudah selesai membersihkan tangannya yang begitu amis bau khas ikan. Terlihat Arif sedang celingak-celinguk mencari suatu tempat dan juga pekerjaan untuk dilakukannya lagi agar ia bisa membantu Cinta dalam memasak menu makan malam pada malam ini.


" Eemmm Mbak ?" Tanya Arif pada Cinta.


" Ya,," Jawab Cinta yang sedang sibuk menyalakan kompor minyak yang masih digunakannya itu untuk memasak.


Saat ini Cinta sedang disibukkan dengan kegiatannya yaitu memasak dan saat ini sedang menyalakan kompor agar ia bisa memasak dengan cepat.


" Ada apa Rif ?" Tanya Cinta lagi pada Arif setelah ia menyelesaikan tugasnya yang sedang menyalakan kompor minyak di hadapannya itu.


" Eemmm, ada yang perlu dibantu lagi Mbak ?" Tanya Arif dengan sikap sopannya pada Cinta.


" Oh, nggak usah Rif, kayaknya udah gak ada lagi nih yang mau dibersihkan,," Jawab Cinta sambil melihat-lihat keadaan di hadapannya serta pada bagian belakangnya.


" Ya udah kamu kembali aja ke ruang televisi sembari nunggu masakan Mbak matang ya Rif,," Sambung Cinta lagi pada Arif sambil meminta Arif untuk kembali ke ruang tengah.


" Oh baiklah kalau begitu Arif kembali ke ruang tengah ya Mbak,," Ucap Arif yang meminta izin pada Cinta untuk kembali ke ruang tengah.


" Ya Rif, terima kasih ya, sudah bantuin Mbak,," Bilang Cinta pada Arif sambil mengucapkan terima kasih serta mengulas senyum manisnya.


" Oke Mbak beres,," Jawab Arif sambil mengacungkan jempolnya.


" Kalau ada perlu apa-apa lagi jangan sungkan untuk memanggil Arif ya Mbak,," Sambung Arif lagi sembari akan melangkah menuju ke arah ruang tengah.


" Oke beres,," Jawab Cinta yang juga mengacungkan jempolnya pada Arif.


Setelah meminta izin pada Cinta tentu saja Arif langsung menuju ke arah ruang tengah seperti apa yang telah ditunjukkan oleh Cinta padanya. Sementara itu, Cinta sendiri sedang disibukkan dengan kegiatannya malam ini yaitu memasak menu makan malam yang akan menjadi teman makan malam mereka bertiga pada malam ini.


Seketika Cinta kembali mengingat ucapan Arif yang menyatakan bahwa sebenarnya Rio begitu menyukai makanan yang sederhana seperti ikan lele goreng, cah kangkung serta sambel pecel untuk dijadikan lauk santapan makan malam mereka malam ini.


" Heemmm baiklah, berhubung Kak Rio begitu menyukai makanan yang sederhana,," Gumam Cinta yang sedang sibuk di area dapurnya.


" Oleh sebab itu aku akan memasak makanan yang sederhana ini untuk menyenangkan hati Kak Rio dan tentunya perut Kak Rio heheh," Ucap Cinta bahagia sambil menghangatkan minyak goreng yang baru saja selesai ia tuang di dalam wajan.

__ADS_1


Disaat Cinta sedang sibuk-sibuknya memasak makanan untuk menu makan malam mereka malam itu, saat ini Rio sendiri telah selesai membersihkan tubuhnya dari kamar mandi. Sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk yang ada di atas pundaknya itu, sambil tersenyum Rio melihat bahwa sang istri cantiknya itu tengah disibukkan dengan kegiatan memasak.


" Ya ampun, istriku sedang memasak,," Ucap Rio di dalam hatinya ketika melihat Cinta yang sedang sibuk di depan kompor.


" Istriku sungguh cantik dan begitu berbeda, aku begitu beruntung bisa menikah dengannya,," Ucap Rio lagi sembari tersenyum manis ketika melihat Cinta yang sedang memasak itu.


" Aku sangat menyayanginya meskipun pernikahan yang kami lakukan ini adalah sebuah ide yang harus dilakukan,," Gumam Rio lagi dari dalam hatinya ketika ia mengingat kembali tentang pernikahan yang telah terjadi pada mereka berdua.


" Tapi, aku tidak bisa memungkiri dengan perasaanku sendiri bahwa sebenarnya aku sangat menyayanginya dan juga mencintainya,," Ucap Rio lagi yang masih saja tersenyum menatap kegiatan Cinta di hadapannya itu.


" Meskipun aku tidak tahu bagaimana perasaannya padaku, tapi, aku harus bisa mengungkapkan bagaimana sebenarnya perasaanku terhadap dirinya, bahwa sebenarnya aku takut kehilangannya,," Sambung Rio lagi dalam hatinya yang masih saja tetap menatap kegiatan Cinta di hadapannya itu.


" Aku sangat takut jika nantinya hubungan pernikahan kami ini akan kandas begitu saja sebelum ia mengetahui apa perasaan yang selama ini aku rasakan padanya,," Gumam Rio lagi mengenai perasaan yang selama ini ia rasakan.


" Di saat yang tepat aku harus menyatakan perasaanku ini agar aku tidak menyesal di kemudian hari,," Ucap Rio lagi dalam hatinya mengenai rasa takutnya akan kehilangan orang yang selama ini ia cintai.


" Meskipun, ia tidak membalas perasaanku terhadapnya yang paling terpenting adalah ia bisa tahu bagaimana perasaanku selama ini padanya,," Ucap Rio yang terakhir kalinya sebelum ia melangkah menuju tempat dimana Cinta sedang disibukkan dengan kegiatannya itu.


" Ya, aku harus bisa untuk menyatakan perasaanku selama ini padanya, aku harus mencari tempat yang indah dan juga waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan ini padanya,," Ucap Rio lagi sambil ia melangkah secara perlahan mendekati Cinta yang sedang sibuk memasak.


" Supaya ia tahu bahwa ia adalah gadis pertama dan yang terakhir yang bisa membuat hatiku berdegup kencang setiap harinya seperti saat ini disaat aku tengah memandangi dirinya,," Ucap Rio lagi dengan posisi tubuhnya sudah mendekati Cinta.


" Selama ini dia selalu hidup di dalam kemewahan, tapi, karena, tekadnya yang begitu bulat, akhirnya kegiatan apapun yang belum pernah ia lakukan pasti dikerjakan semuanya dengan senang hati,," Gumam Rio sambil tersenyum ketika melihat Cinta yang sedang sibuk dengan kegiatannya dan tidak mengetahui bahwa ia sudah berada di dekat Cinta.


Lalu dengan perlahan-lahan Rio melangkahkan kakinya mendekati Cinta yang memang sedang sibuk di depan kompornya itu, sehingga Cinta tidak tahu bahwa Rio saat ini sudah berada di belakang tubuhnya. Dengan perlakuan lembut Rio memeluk perut Cinta sehingga membuat Cinta sedikit kaget dan spontan mencubit tangannya Rio.


Dengan perlakuan lembutnya kepada Cinta, akhirnya Rio memberanikan dirinya untuk memeluk tubuh Cinta dari bagian belakang dan memberikan sebuah kesan yang indah serta mendalam untuk Cinta sendiri yang tengah merasakan perlakuannya itu.


Dan kedua tangan Rio siap-siap ia rentangkan agar ia bisa memeluk erat tubuh Cinta dari posisinya saat ini. Betapa kagetnya Cinta ketika mendapatkan pelukan hangat yang baru saja dilakukan Rio untuknya, apalagi pelukan yang dilakukan oleh Rio itu adalah sebuah pelukan yang dapat membuatnya merasa terpesona atas tingkah laku yang menurut Cinta sedikit aneh dengan perlakuan Rio itu.


Tapi, meskipun Cinta sedikit dikagetkan dengan tindakan yang tengah dilakukan oleh Rio padanya itu, di dalam hati Cinta saat ini begitu bahagia dan juga nyaman karena, dapat merasakan betapa indahnya serta betapa nyamannya tubuhnya itu ketika dipeluk langsung oleh sang suami disaat ia tengah melakukan kegiatannya itu.


" Aaawww, Kak Rio,," Seru Cinta ketika Rio telah berhasil memeluk perutnya itu dari belakang.


" Kenapa kaget, heemm ?" Tanya Rio dengan suara lembutnya yang tengah berbisik-bisik di telinga Cinta.


" Jelas Dedek kaget, karena, awalnya kakak sedang mandi, jadi, Dedek pikir kakak belum selesai mandinya,," Jawab Cinta lembut dengan bahasa tubuhnya menerima perlakuan yang tengah dilakukan oleh Rio padanya.


" Hehehehe, apakah boleh kakak memelukmu seperti ini dek ?" Tanya Rio masih dengan suara lembutnya pada Cinta.


" Heemm, tentu saja boleh kak, tapi, untuk saat ini badan Dedek harus bergerak kesana-kemari karena, lihat sendiri Dedek lagi apa,," Jawab Cinta dengan suaranya yang terdengar manja di telinga Rio.


" Heemmm berarti boleh ya kakak peluk seperti ini ?" Tanya Rio lagi pada Cinta sambil meletakkan dagunya ke atas bahu Cinta.

__ADS_1


" He'eh boleh kak, tapi ganti baju dulu ya, nanti Kak Rio masuk angin lagi,," Jawab Cinta dengan suaranya yang terdengar begitu lembut.


Dengan sengaja Cinta mengeluarkan suaranya begitu lembut karena, ia tidak mau jika tindakan yang tengah dilakukan oleh Rio saat ini bisa terdengar oleh Arif yang sedang berada di ruang tengah.


" Eemmm, terima kasih dek, sudah memberikan izin pada kakak untuk bisa memeluk Dedek seperti saat ini,," Ucap Rio lagi dengan lembut sambil memberikan sebuah kecu -pan tepatnya di atas bahu Cinta.


" Hihihi, ya kak, ya udah ganti baju sana,," Bilang Cinta sambil menoleh ke arah belakang dan wajahnya saat ini tengah bertemu dengan wajah lembut sang suami yaitu Rio.


Betapa syahdunya terasa di tengah malam yang sedang turun hujan ini wajahnya Cinta tidak sengaja ketika ia menoleh ke belakang dengan maksud bahwa ia membolehkan Rio untuk memeluknya. Tanpa disadari wajah Rio dan Cinta saat ini bertemu dan jaraknya begitu dekat sekali, sehingga membuat Cinta begitu gugup saat menatap langsung wajah Rio dengan tatapan yang terasa begitu dekat sekali.


Cukup lama Cinta dan Rio saling menatap dengan posisi saat ini Cinta sedang berada di dalam pelukan yang hangat dari Rio. Cinta dan Rio tersadar ketika mendengarkan suara batuk yang keluar dari mulut Arif sehingga membuat Cinta dan Rio tergerak saat mendengar suara batuk itu.


" Uuhhukk,," Suara batuk Arif yang baru saja terdengar oleh Cinta sehingga membuat kedua pasangan ini yang masih terhanyut dalam tatapan matanya masing-masing hingga buyar karena mendengar suara batuk dari Arif yang tengah berada di ruang tengah.


" Eemmm, Kak, cuaca semakin dingin kakak ganti baju ya, setelah itu kita makan bersama,," Ucap Cinta sambil menggerakkan tubuhnya yang masih berada di dalam pelukan hangat dari Rio.


" Eemmm baiklah kak Rio ganti baju dulu ya dek setelah itu Kak Rio bantu Dedek memasak,," Jawab Rio sambil melepaskan pelukan hangatnya di tubuh Cinta.


" Hehehh ya Kak,," Jawab Cinta sambil memberikan senyuman manisnya.


Setelah melepaskan pelukan hangat yang baru saja ia berikan itu dengan perlahan pula Rio melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar, sementara itu Cinta masih merasakan betapa indahnya saat tubuhnya dipeluk oleh Rio secara tidak langsung dan pelukan itu berupa kejutan bagi Cinta di malam ini.


Cinta sebenarnya sangat menyukai perlakuan-perlakuan lembut yang diberikan oleh Rio padanya, hanya saja Cinta merasa gengsi dan malu jika ia meminta langsung sebuah perlakuan lembut seperti saat ini yang baru saja ia rasakan.


" Hihihihi, ternyata Kak Rio bisa romantis juga, ya,," Gumam Cinta sambil tertawa kecil ketika mengingat kembali perlakuan yang baru saja dilakukan Rio untuknya.


" Sebenarnya aku menginginkan semua perlakuan lembut darimu Kak, tapi, aku malu jika aku harus memintanya duluan,," Ungkap Cinta dalam hatinya sambil memandang pintu kamarnya yang tertutup karena Rio sedang menggantikan pakaiannya.


Ketika Cinta sedang melamun menatap pintu kamarnya yang telah tertutup itu, tiba-tiba Cinta dikagetkan dengan kedatangan Arif ke arah dapur untuk mengambil teko air minum. Karena, tidak mau ketahuan oleh Arif bahwa ia sedang melamun dan menginginkan suatu hal yang lembut seperti apa yang telah dilakukan oleh Rio sebelumnya.


Dengan sigap Cinta langsung saja kembali memegang centong penggorengan dan seolah sedang membolak-balikkan ikan yang telah di gorengnya itu. Sementara itu, Arif meminta maaf terlebih dahulu saat menuju ke area dapur untuk mengambil teko air minumnya.


" Maaf Mbak, Arif mau ambil minum,," Ucap Arif yang meminta izin terlebih dahulu saat mengambil teko air minum pada Cinta.


" Oh ya Rif ambil saja di atas meja makan itu,," Jawab Cinta sambil menunjukkan teko yang memang ia letakkan di atas meja makan.


" Baik, kak,," Jawab Arif menganggukkan kepalanya.


Sedangkan, Rio sendiri yang masih berada di dalam kamar langsung mengulas senyumannya ketika ia telah berhasil memberanikan diri untuk memeluk tubuh Cinta. Dan perlakuan lembutnya itupun diterima oleh Cinta dengan sangat lembut hingga hal itu juga membuat Rio begitu bahagia sekali.


" Yeaahh, akhirnya aku berani juga memeluk istriku tercinta,," Ucap Rio sambil menatap wajahnya yang terlihat sinar kebahagiaan di balik wajahnya itu.


" Aku harus cepat ganti baju, supaya aku bisa membantu istriku memasak,," Gumam Rio sambil memilih pakaian dan langsung mengenakan pakaian itu.

__ADS_1


Setelah selesai memakai semua pakaian yang telah dipilihnya itu dengan segera Rio keluar dari kamar dan pastinya langsung melangkahkan kakinya ke arah dapur, karena, tujuannya adalah membantu Cinta memasak makanan menu makan malam pada malam ini.


****


__ADS_2