Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 73 Terpana


__ADS_3

Tak terasa akhirnya Cinta juga bisa untuk tertidur nyenyak di samping tubuhnya Rio, namun, Rio sendiri saat ini yang bingung akan perasaan dalam tubuhnya itu. Karena, dengan sengaja Cinta menempelkan tubuh bagian belakangnya ke tubuhnya Rio secara langsung. Sehingga hal itu membuat hasrat tubuh Rio bergelora.


" Aduh dek, Dedek bisa aja tidur pulas kayak gini, nah kakak gimana,," Gumam Rio dalam hati sambil mendongakkan kepalanya melihat Cinta yang sedang tertidur pulas itu.


Saat Rio melihat wajah Cinta yang begitu indah, hal itu membuat Rio tersenyum dan dengan perlahan Rio mendekatkan wajahnya terhadap wajahnya Cinta. Sebagai seorang suami yang sah dalam pernikahannya itu, Rio ingin sekali memberikan kehangatan dan kasih sayangnya untuk Cinta. Namun, karena perasaannya yang selalu saja merasa tidak enak untuk melakukan hal itu pada Cinta. Oleh sebab itu sampai saat ini Rio belum memberanikan diri untuk mencium Cinta secara langsung di bagian yang belum pernah ia lakukan kepada wanita manapun.


" Wajahnya begitu indah," Gumam Rio sambil meletakkan satu jarinya di wajah Cinta.


" Dan, sepertinya Dedek udah tidur nyenyak, tidurlah yang nyenyak istriku, karena Kak Rio selalu bahagia ketika melihat wajah Dedek yang tersenyum senang ketika bangun dari tidur,," Gumam Rio lagi yang suaranya begitu kecil sekali.


Dari tarikan napasnya Cinta memang terdengar begitu normal sekali. Untuk sesaat Rio yang sedang terpana menatap wajahnya Cinta, ingin sekali rasanya Rio menciumi pipinya Cinta saat ini. Namun, hal itu tidak jadi ia lakukan lagi, karena, tubuhnya Cinta secara langsung bergerak dan pastinya membuat Rio seketika kaget.


" Maafkan Kak Rio ya dek, jika Kak Rio melewati batas,," Gumam Rio sambil mendekatkan bibirnya pada pipi Cinta.


" Eeemmmm,," Suara Cinta yang terdengar ketika Rio sedang beraksi, Cinta segera membalikkan tubuhnya dan posisi tubuhnya itu saat ini terlentang semakin menempel pada tubuh Rio.


Seketika Rio kaget saat mendengar suara Cinta yang sedang menggeliat itu. Dengan segera Rio berpura-pura kembali ke posisinya semula dan memejamkan matanya. Tapi, Rio merasakan hal lain dari tubuhnya Cinta, karena, saat ini Cinta bukan menggeliat memindahkan posisi tubuhnya ke posisi tidur terlentang melainkan ke posisi yang sedang memeluk tubuh Rio.


" Ya ampun, Dedek,," Gumam Rio dengan mata yang terbelalak dan kaget ketika merasakan tubuh Cinta sedang memeluknya itu.


Dengan perlahan Rio memindahkan tangannya Cinta dari tubuhnya, lalu menggeser sedikit tubuh Cinta ke arah dinding. Setelah selesai barulah Rio bisa bernapas lega, karena tidak ada lagi tubuh seorang wanita yang sedang memeluknya saat tertidur.


" Maafkan Kakak ya dek, heheheh,," Gumam Rio sambil tersenyum saat memindahkan posisi tubuh Cinta mendekati dinding.


Setelah selesai memindahkan tubuhnya Cinta ke arah dinding barulah Rio bisa kembali merebahkan tubuhnya dengan tenang. Namun, baru saja sedetik Rio merebahkan tubuhnya dan segera memejamkan matanya, tubuhnya Cinta kembali berbalik ke arahnya Rio. Kembali memeluk tubuhnya Rio dengan erat dengan posisi tangan di atas dada Rio serta kaki yang terlihat menindih kakinya Rio.


Tentu saja hal itu membuat Rio semakin bertambah kaget dan juga bertambah besar untuk menahan hasrat tubuhnya ketika merasakan kaki mulus Cinta tidak sengaja naik ke atas paha dan mengelus kakinya itu.


" Aduuuhhh ya ampun dek, kalau kayak gini gimana Kak Rio bisa nahannya, maafin Kak Rio jika terjadi sesuatu pada kita berdua,," Ucap Rio sambil membuka matanya dan menoleh ke arahnya Cinta.


Saat menoleh ke arahnya Cinta Rio semakin terpana ketika melihat wajah Cinta begitu indah juga cantik bernapas normal dan begitu dekat dengan wajahnya Rio sendiri. Begitu terasa lembut sekali hembusan napas yang dikeluarkan oleh Cinta, sehingga menyebabkan Rio tidak bisa lagi menahan hasrat tubuhnya untuk mencium bibirnya Cinta.


Karena, sudah begitu terpesona atas keindahan dan juga kecantikan Cinta dengan perlahan Rio mendekatkan bibirnya pada bibir Cinta. Sambil memejamkan matanya Rio menempelkan bibir lembutnya itu pada bibir lembutnya Cinta. Cukup lama Rio merasakan keindahan dan kelembutan dari bibir seorang wanita pertama kali yang saat ini ia sentuh.


Rio belum bisa melakukan gerakan lain selain menempelkan bibirnya itu pada bibirnya Cinta, setelah merasakan begitu indahnya yang dirasakan oleh Rio saat ini, sambil tersenyum Rio melepaskan ciumannya itu dan mengusap lembut wajahnya Cinta yang tidak bereaksi saat Rio menciumi bibirnya.


" Terima kasih sayang, maafkan Kak Rio yang telah berani mencuri ciuman pertama Dedek ini. Kak Rio tahu bahwa selama ini Dedek tidak pernah sekalipun pacaran dan sebagai seorang suami dari Dedek, Kak Rio begitu merasa bangga atas semua yang telah dimiliki oleh Dedek, terima kasih ya sayang, terima kasih banyak." Ucap Rio sambil menatap wajah Cinta yang sedang tertidur pulas itu.


Setelah merasakan keindahan saat bibirnya mengecup bibirnya Cinta, membuat Rio memberanikan dirinya untuk memberikan pelukan hangat terhadap wanita yang berada di sampingnya itu. Sambil tersenyum Rio membalaskan pelukan hangat dari Cinta dan merapikan selimut yang telah terbuka.


" Tidur yang nyenyak ya sayang, maafkan Kak Rio jika Kak Rio telah berani mencuri ciuman pertama Dedek,," Gumam Rio yang kembali mencium keningnya Cinta.


Karena, sudah merasa bahagia sudah berhasil mendapatkan ciuman dari bibirnya Cinta, walaupun hal itu dilakukan dengan cara mencuri, tentu saja Rio bisa tertidur dengan pulas malam ini. Apalagi tidurnya bersama seorang istri yang sedang memeluknya itu, walaupun Cinta memiliki sifat yang begitu bawel dan juga cerewet, namun hal itu sama sekali tidak pernah mengganggu pikiran Rio untuk tetap mencintai Cinta.


Rio bertekad kuat di dalam hatinya ia harus bisa membuat Cinta bisa jatuh cinta padanya dan mengerti akan perasaannya selama ini terhadap Cinta. Karena, Rio tidak mau membuat Cinta pergi dari kehidupannya dan menganggap pernikahannya itu merupakan pernikahan yang dipaksakan oleh keadaan. Tapi, Rio menginginkan agar Cinta sendiri bisa memahami rasa kagum dan juga cintanya terhadap Cinta sendiri.

__ADS_1


" Kak Rio berjanji akan membuat Dedek bisa untuk mencintai Kakak dan juga Kak Rio bertekad untuk membuat Dedek menerima Kakak menjadi suami Dedek yang sesungguhnya." Gumam Rio sambil mengecup lembut tangannya Cinta.


" Serta kita tidak akan terpisahkan oleh suatu apapun kecuali ajal yang memisahkannya,," Gumam Rio lagi sambil menatap lembut wajah istrinya itu.


Setelah cukup lama berpikir untuk membuat sesuatu hal yang bisa membantunya mendapatkan sebuah perasaan sejati dari Cinta, akhirnya Rio bisa juga untuk tertidur pulas malam ini. Dan, hasrat tubuhnya yang sedang bergelora bisa terasa puas ketika ia berhasil mendapatkan ciuman lembut pada bibirnya Cinta.


Karena, hujan begitu deras sekali dan pasti membuat suasana cuaca menjadi begitu dingin. Sehingga membuat Cinta bisa tertidur pulas yang sedang berada di dalam pelukannya Rio. Saat di pagi subuh Rio terbangun dari tidurnya karena, mendengar suara adzan subuh yang begitu terdengar sekali suaranya. Sambil membuka matanya, Rio melihat bahwa suasana di luar kamarnya telah kembali terang berarti listrik sudah menyala dan juga hujan turun tidak terlalu deras lagi. Sambil tersenyum Rio melihat wajah Cinta yang nyaman sekali ketika tidur di dalam pelukannya itu.


" Heemmm udah subuh, ternyata Dedek masih tertidur pulas, baiklah maafkan Kakak jika mengganggu tidurnya, karena, kita harus melakukan ibadah pagi sayang,," Gumam Rio sambil tersenyum menatap wajahnya Cinta.


Ketika Rio ingin membangunkan Cinta dari tidurnya itu, tak disangka Cinta terbangun sendiri karena, juga bisa mendengar jelas suara adzan yang sedang berkumandang.


Dengan lembut Cinta menggeliatkan tubuhnya dan Rio seperti sedang menunggu reaksi wajah Cinta ketika terbangun dari tidurnya sedang memeluk erat tubuh dari suaminya itu.


" Udah subuh,," Gumam Cinta dengan mata yang masih tertutup.


Karena, merasakan tubuhnya saat ini begitu nyaman dan juga hangat dengan perlahan Cinta membukakan kedua bola matanya ingin mengetahui sesuatu benda apa yang bisa memberikan kehangatan pada tubuhnya serta aroma yang begitu nikmat sekali.


" Eeemmm, aromanya kenapa harum sekali,," Ucap Cinta lagi yang masih memejamkan matanya.


Sementara itu, Rio tersenyum-senyum sendiri ketika mendengarkan ucapan Cinta yang sedang memuji aroma tubuhnya itu. Setelah membukakan matanya barulah Cinta bisa melihat dengan jelas bahwa saat ini tubuhnya Cinta sendiri sedang berada sedikit di atas tubuhnya Rio dan memeluk erat tubuh itu.


Dan, dengan perlahan Rio menyalakan lampu yang ada di atas tempat tidurnya itu, sehingga membuat Cinta bisa melihat keadaan di sekitarnya. Ketika matanya terbuka betapa kagetnya Cinta ketika melihat posisi tubuhnya yang begitu memalukan dirinya itu. Namun hal itu malah membuat respon wajah Rio terlihat biasa-biasa saja dan sama sekali tidak menertawakan kelakuan Cinta.


" Oh My God, kenapa Kak Rio nggak bilang kalau Cinta tidurnya rusuh,," Seru Cinta yang spontan langsung turun dari tubuhnya Rio.


" Hehehehe, gimana mau ngomong, toh kak Rio juga baru bangun tidur dek,," Jawab Rio seolah dia tidak mengetahuinya.


" Oohh,, heheheh maaf ya Kak, jika Cinta tidurnya rusuh,," Ucap Cinta sambil bangkit dari baringnya.


" Eemmm, apakah Kak Rio merasa terganggu tidurnya saat tidur bersama Cinta ?" Tanya Cinta langsung pada Rio dengan wajah lugunya.


" Heemm nggak, karena, semalam Kakak juga udah ngantuk banget, ya, jadi Kakak langsung tidur juga,," Jawab Rio yang mengalihkan perbuatannya.


" Malah sebaliknya dek, Kak Rio senang jika Dedek tidurnya rusuh," Gumam Rio dalam hati sambil tersenyum.


" Hehehehe pasti Kak Rio kena pukul terus ya semalam, karena, Cinta udah tahu bagaimana kelakuan Cinta sedang tidur,," Bilang Cinta yang membuat Rio terkejut.


Jelas sekali Rio terkejut atas ungkapan Cinta yang mengatakan bahwa saat ia sedang tertidur, Cinta juga bisa mengetahui apa yang sedang terjadi. Kalau begitu Cinta juga bisa mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Rio pada tubuhnya semalam.


" Haaahh!! Dedek tahu kalau semalam Dedek tidurnya rusuh atau,," Ucap Rio yang terdengar begitu serius menatap wajah Cinta.


" Ya tahu donk, karena, Mama selalu berkata kalau Cinta bobonya pasti kesana kemari,," Jawab Cinta tersenyum yang langsung membuat Rio bisa bernapas lega.


" Ooohhh, kirain Dedek bisa tahu apa saja yang sebenarnya terjadi saat Dedek sedang tertidur." Gumam Rio seketika membuat Cinta penasaran.

__ADS_1


" Aakkhhh maksudnya Kak ?" Tanya Cinta bingung.


" Nggak apa-apa dek, hehehe,," Ucap Rio sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Uuuuhhhhh untunglah Cinta gak tahu kalau semalam aku telah berani mencium bibirnya, jika Cinta tahu pasti pagi ini juga aku udah di semprotnya." Gumam Rio dalam hati sambil memejamkan matanya dan bisa bernapas lega.


" Oohh begitu,,"Jawab Cinta sambil mengangguk.


" Oh ya Kak, hari ini kita jadi berkunjung ke rumah Pak Kepala Desa ?" Tanya Cinta seketika.


" Eemmm jadi dek, karena, kita harus segera melapor pada pak kades bahwa kita tinggal disini sebagai warganya." Jawab Rio sambil melipat selimut yang ada di hadapannya.


" Oohh oke deh, berarti setelah kita sarapan baru kita kesana ya Kak ?" Tanya Cinta lagi.


" Eemmm agak siangan aja dek,," Jawab Rio sambil beranjak bangun dari tempat duduknya.


" Oke kalau begitu,," Jawab Cinta mengangguk.


" Oh iya Kak Rio mandi dulu ya dek, karena, mau sholat subuh, Dedek mau sholat berjamaah nggak ?" Tanya Rio ketika menoleh ke arahnya Cinta.


" Heemmm iya donk,," Jawab Cinta mengangguk.


" Soalnya kalau imam sholat adalah suami sendiri lebih bermanfaat,," Sambung Cinta lagi sambil tersenyum dan hal itu membuat Rio tersenyum serta terpana mendengarkannya.


" Oke deh kalau begitu Kakak tungguin Dedek ya,," Ucap Rio yang langsung beranjak melangkahkan kakinya.


" Heemm ya kak,," Jawab Cinta mengangguk.


Saat ini Rio sedang melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu kamar, sedangkan Cinta sendiri sedang merapikan tempat tidurnya. Setelah merasa semua yang sedang dikerjakannya itu rapi dengan segera Cinta mengikuti langkah kaki Rio yang sudah berjalan ke arah kamar mandi. Sebenarnya Cinta ingin sekali mandi terlebih dahulu sebelum Rio, namun tidak bisa mencegah Rio lagi yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar mandinya.


Setelah selesai mandi Rio segera keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk saja menutupi auratnya itu, betapa terkejutnya Cinta ketika pertama kali melihat bentuk tubuh Rio yang begitu indah sekali dan dengan wajah yang memerah Cinta menutup matanya mengalihkan pandangannya dari indahnya tubuh Rio saat ini.


" Oohh My God bentuk tubuh Kak Rio indah sekali,," Gumam Cinta sambil menelan salivanya saat melihat tubuhnya Rio.


" Kak Rio udah selesai mandinya sekarang Dedek mandi gih, Kak Rio tunggu di ruang sholat ya,," Ucap Rio yang sedang berdiri tepat di depan Cinta.


" Aakkh iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk dan masih menundukkan wajahnya itu.


Rio tersenyum sendiri ketika melihat Cinta yang merasa malu saat melihat bentuk tubuhnya itu. Dan, Rio sendiri telah berhasil mendapatkan sebuah kecanggungan dari wajahnya Cinta ketika melihat bentuk tubuhnya itu.


" Heemmm Dedek ada-ada aja masa malu lihat bentuk tubuh suami sendiri." Gumam Rio sambil menggelengkan kepalanya dan melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar.


Saat di dalam kamar mandi, Cinta yang sedari tadi menahan napasnya dengan segera menghembuskan nafas itu dengan begitu kasar. Dan, terlihat dari wajahnya bahwa ia begitu merasa malu ketika melihat bentuk tubuhnya Rio yang begitu indah sekali.


****

__ADS_1


__ADS_2