
Cinta yang berteriak karena lampu di kamar mandi mati. Dan menyebabkan Rio kaget, sehingga sontak membuat Rio segera masuk ke dalam kamar mandi. Saat Rio masuk ke dalam kamar mandi, memang sebenarnya Rio sama sekali tidak melihat apa-apa. Cuma Cinta yang merasa bahwa dirinya sedang tidak memakai apa-apa semakin berteriak saat Rio yang masuk ke dalam kamar mandi.
" Dek, ada apa,," Tanya Rio yang masuk ke dalam kamar mandi sambil memegang handuk.
" Akkkkhhhh,,," Teriak Cinta.
" Kak Rio, kenapa masuk,," Bilang Cinta yang melihat Rio masuk.
Tapi sayangnya Rio sama sekali tidak melihat dirinya.
" Dek Cinta teriak, makanya Kak Rio masuk,," Bilang Rio yang benar-benar cemas tentang Cinta.
" Ini lampu kamar mandi mati, makanya aku kaget dan teriak,," Bilang Cinta yang membuat Rio sedikit malu dengan wajah memerah.
" Oohhh,, maaf Dek, Kakak nggak tau.. Ya udah Kakak keluar." Ucap Rio yang segera keluar dari balik pintu.
Namun Cinta, segera melarang Rio keluar, karena, Rio masih membawa handuk yang dibutuhkan Cinta.
" Eehhh,, jangan keluar,, sini kan handuknya,," Bilang Cinta yang memang benar membutuhkan handuk.
" Aakkh,, iya dek,, Ini,," Ucap Rio yang asal memberikan handuk kepada Cinta.
Karena, Cinta melihat bahwa Rio memang benar tidak melihatnya yang sedang bersembunyi di belakangnya itu. Membuat Cinta memberikan aba-aba kepada Rio.
" Ya udah, Kak Rio hadap ke dinding terus kasih handuknya lewat belakang Kak Rio, sekarang.." Bilang Cinta yang memerintah Rio saat itu.
" Oh iya dek,, ini,," Rio memberi handuk pada Cinta dari belakang. Dan langsung keluar dari kamar mandi tanpa aba-aba lagi dari Cinta.
Cinta pun segera mengambil handuk dari tangan Rio dan memakainya, setelah selesai Cinta keluar dari kamar mandi dan Rio yang melihat Cinta keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk segera menoleh ke arah lain. Karena, ia tidak mau Cinta merasa risih apabila dirinya dilihat oleh Rio.
" Hhhuuhhh,, akhirnya selesai juga mandi,, segar.." Bilang Cinta yang keluar dari kamar mandi.
" Ya udah, Kakak mandi gih,," Bilang Cinta pada Rio yang telah menoleh ke arah lain itu.
" Iya dek,," Ucap Rio mengangguk.
Setelah itu, tanpa melihat ke arah Cinta Rio segera menekan tombol lampu kamar mandi dan ia pun masuk ke dalam kamar mandi. Saat di dalam, Rio segera berdiri di bawah kran shower dan membuka pakaiannya. Rio pun segera mandi, cukup segar dirasakan oleh Rio saat ini. Sehingga air yang membasahi tubuhnya saat ini bisa menghilangkan kepenatan yang ia rasakan.
Cinta yang telah selesai mengganti pakaiannya, sedang duduk di dekat sofa sengaja menelepon petugas Villa untuk membawakannya makan malam mereka.
" Halo,," Ucap Cinta di tengah teleponnya.
__ADS_1
" Iya, Mbak, ada yang bisa dibantu,," Bilang petugas tersebut pada Cinta di dalam teleponnya.
" Saya pesan makan malam ya dua porsi nasi goreng dan dua gelas teh hangat." Bilang Cinta yang memesan makan malamnya.
" Oh baik Mbak, di kamar nomor berapa." Tanya petugas tersebut pada Cinta.
" Di kamar V 07." Bilang Cinta yang melihat nomor kamarnya.
" Baik, akan segera datang,," Jawab petugas pada Cinta.
" Terima kasih,," Bilang Cinta yang meletakkan telepon kembali ke tempatnya.
Rio yang telah selesai mandi, keluar dengan menggunakan sehelai handuk menutup bagian tubuh bawahnya. Dengan tubuh yang cukup **** dan menawan membuat Cinta yang menatap Rio sedikit terpesona.
" Waauuu,, ternyata tubuhnya bagus,, kenapa aku nggak tau, ya,," Ucap Cinta di dalam hati yang terpesona melihat tubuh Rio.
" Akkhh,, apaan sih pikiran ku ini,," Ucap Cinta yang sedikit menepuk kepalanya.
Rio yang mendengarkan ucapan Cinta saat itu berbalik arah ke hadapan Cinta.
" Ada apa, Dek,," Tanya Rio yang sudah selesai memakai bajunya.
Baju yang telah dipilih dan dibeli oleh Cinta pastinya. Cinta pun tersenyum melihat Rio, yang akhir-akhir ini di matanya cukup segar dan berbeda dari hari biasanya saat Rio bekerja dengannya dulu.
" Oh iya Makasih ya Dek,," Jawab Rio.
Tak lama kemudian pelayan Villa tersebut mengantarkan makanan yang telah dipesan oleh Cinta tadi.
Cinta menerimanya dan mengajak Rio terlebih dahulu makan bersama di dalam Villa ini sebelum mereka tidur.
" Makasih,," Ucap Cinta kepada petugas Villa yang mengantarkan makanan.
Setelah selesai meletakkan makanan di meja, petugas itu segera keluar dari kamar, dan Cinta pun menutup pintunya. Lalu, Cinta mengajak Rio untuk makan bersama.
" Ayo, Kak, kita Makan, dari siang tadi Kakak belum makan loh,," Bilang Cinta yang menawarkan makanan pada Rio.
" Iya Dek,, makasih banyak ya,," Ucap Rio.
Akhirnya Cinta dan Rio pun makan malam bersama di kamar Villa ini sambil membuka tirai penutup jendela dan Cinta sangat jelas sekali melihat lampu yang ada di dekat danau menyinari danau tersebut dengan indahnya cahaya lampu yang gemerlapan.
Setelah selesai makan Cinta sudah siap-siap naik ke atas tempat tidur dan menyiapkan tempat tidur untuk dirinya dan juga Rio.
__ADS_1
Cinta telah memberi bantal guling sebagai pembatas di antara mereka. Rio yang melihat kelakuan Cinta tersenyum sendiri atas perbuatan Cinta saat ini.
" Kakak tidur di bawah aja, Dek,," Bilang Rio yang melihat Cinta begitu repot menyiapkan tempat tidurnya.
Cinta yang mendengar melarang Rio untuk tidur di bawah.
" Nggak, nggak,, di bawah dingin, tidur disini aja,, Cinta percaya ama Kak Rio." Bilang Cinta yang membuat Rio tersenyum.
" Kalo, Kakak pindah tempat gimana tidurnya nanti,," Bilang Rio yang sedikit menggoda Cinta.
" Di mobil aja Kakak anteng bobonya,, ampe ngorok lagi,," Jawab Cinta yang balik menggoda Rio.
Karena, mendengar kata ngorok Rio seperti tidak percaya.
" Akh,, serius dek,," Tanya Rio menatap Cinta.
" Iya serius,, Ya udah tidur disini,," Bilang Cinta sambil menepuk kasur dan meminta Rio untuk tidur di sebelahnya.
" Iya dek,," Ucap Rio perlahan mendekati kasur tempat tidur yang telah disiapkan oleh Cinta.
Cinta menyiapkannya seperti tempat tidur yang terbagi dua dengan pembatas bantal guling di antara mereka. Dan hanya satu selimut lebar membuat Cinta membentang selimut tersebut agar bisa sama-sama memakainya. Rio tersenyum tipis saat melihat Cinta telah nyaman tidur telentang di bawah selimut.
Rio pun akhirnya masuk ke dalam selimut dan merebahkan tubuhnya. Rio merasa cukup nikmat dan nyaman bisa tidur di kasur yang empuk seperti saat ini. Karena, sudah beberapa hari ini mereka berdua tidur meringkuk di dalam mobil.
" Kak,, jangan melewati pembatasnya ya,," Ucap Cinta yang mengingatkan Rio.
Rio terkikik geli mendengar ucapan Cinta yang mengatakan jangan melewati pembatasnya ya,,
" Iya dek,," Jawab Rio langsung.
Tak terasa Cinta yang mudah tidur itu, membuat Rio menoleh ke arah Cinta dan menaikkan tubuhnya untuk melihat Cinta, apakah sudah tertidur pulas. Ternyata benar, Cinta memang mudah sekali tidur apabila sudah bertemu bantal, kasur, dan juga selimut.
Rio tersenyum melihat Cinta yang sangat pulas dalam tidurnya. Membuat Rio langsung merespon untuk mengelus lembut rambut Cinta.
Rio berpikir besok mereka akan menikah. Dan, Rio merasa apakah dia bisa menjadi suami yang baik untuk Cinta, walaupun Cinta berpikir pernikahan mereka hanyalah sandiwara.
***
Maaf ya Readers baru up,,🙏
Soalnya seharian ini mati lampu dan sinyal macet 😭😭
__ADS_1
Jadi maafkan author,👍🥰