Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 54 Tamu Keluarga


__ADS_3

Karena, disaat itu Cinta dengan spontan menarik salah satu tangannya Rio, sehingga membuat Rio kaget dan hanya bisa tersenyum pasrah akan kelakuan Cinta yang begitu agresif pada dirinya. Saat ini Rio hanya bisa menuruti keinginan yang dilakukan Cinta pada dirinya, karena, hal itu sendiri membuat Rio sungguh merasa bahagia.


" Ayo kak,," Bilang Cinta sambil mengajak Rio keluar dari rumah.


Saat kaki sudah melangkah keluar dari rumah, sudah sangat jelas bahwa matahari telah terbit dengan sempurna menyinari dunia. Apalagi saat ini mata Cinta sendiri sudah bisa melihat suasana di sekitar dekat rumah Rio. Suasana pedesaan yang begitu indah dan juga menakjubkan.


" Waaaahhh,, ternyata desanya indah juga kak,," Gumam Cinta yang masih memegang tangannya Rio.


" Yah,, beginilah suasana pedesaan kalo di siang hari dek,," Ungkap Rio menjawab ucapan Cinta.


" Eeemmm, ternyata udaranya juga sejuk banget,," Bilang Cinta lagi sambil menghirup udara segar di pagi hari.


" Hehehehe, Dedek bisa aja ya, kayak gak pernah menghirup udara segar,," Bilang Rio sambil menoleh ke arah Cinta.


" Memang gak pernah,," Jawab Cinta yang juga menoleh ke arah Rio.


Wajah mereka saling bertemu dan membuat Rio semakin mudah untuk menatap wajah cantik dari istrinya ini. Begitu juga dengan Cinta tanpa sengaja pandangan mata mereka bertemu dengan cukup lama. Sehingga pandangan yang terjadi di antara Cinta dan Rio berakhir ketika ada seorang anak remaja yang datang ke rumah Neneknya Rio ini.


" Itu mobil siapa ?" Tanya remaja pria pada dirinya sendiri ketika memasuki halaman rumah Rio.


" Oalah itu mas Rio toh,," Ucapnya sambil tersenyum senang.


Dengan segera remaja pria itu berjalan mendekati tempat Rio dan juga Cinta yang masih berdiri di depan teras sambil saling menatap.


" Mas Rio, kapan sampai ke kampungnya ?" Tanya remaja pria itu langsung kepada Rio.


Karena, mendengar suara panggilan dari seseorang yang begitu dikenali oleh Rio, sehingga secara spontan juga Rio dan Cinta sama-sama mengalihkan pandangannya dan langsung melihat kemana arah orang yang sedang memanggil Rio.


" Arif,," Gumam Rio ketika melihat seorang remaja pria yang berjalan menuju ke arah tempatnya sedang berdiri.


" Iya, Mas Rio ini Arif,," Bilang Arif sendiri yang mendengarkan ucapan Rio saat menyebutkan namanya.


Setelah sampai ke tempat Rio dan Cinta sedang berdiri, dengan sopannya Arif segera menyalami Rio dan juga Cinta. Karena, ia merasa usianya pasti lebih muda dibandingkan Rio dan Cinta ini.


" Waaaahhh Mas Rio kapan kembalinya, kenapa Arif ndak tau kalo Mas Rio kembali,," Bilang Arif yang terdengar sangat akrab dengan Rio.


" Baru aja nyampe Rif,," Ucap Rio yang menjawab perkataan Arif.


" Lah iya toh Mas, tapi semalam waktu Arif kembali ke tambak, mobil Mas ini belum ada,," Bilang Arif yang memberitahukan kepada Rio tentang dirinya semalam.


Saat Arif mengatakan mobil itu adalah mobil Rio, Rio sedikit berdehem pada Arif, karena, merasa tidak enak dengan Cinta. Karena, Arif tidak tahu wanita di sampingnya itu siapanya Rio.


" Hehehe, Mas Rio sampe ke rumah subuh tadi Rif,," Jawab Rio dengan jelas.


" Oohh,, pantesan,," Bilang Arif mengangguk.


Untuk sesaat Arif merasa penasaran dengan seorang wanita yang berdiri di samping Rio, hanya tersenyum saja ketika melihat Arif dan Rio berbicara. Arif segera menanyakan tentang siapa wanita yang berdiri di samping Rio ini.


" Lah ini siapa toh Mas, Istrinya Mas Rio ?" Tanya Arif secara langsung pada Rio dan Cinta.


Rio semakin kaget ketika mendengarkan pertanyaan Arif yang menanyakan Cinta kepada dirinya. Namun, saat Rio ingin menjawab pertanyaan dari Arif, ternyata Cinta lebih dahulu memperkenalkan dirinya kepada Arif bahwa dia memang benar istri dari Rio.


" Ya, Mas, saya Cinta Istrinya Mas Rio,," Bilang Cinta sambil mengulurkan tangannya dan menyambut tangan Arif dengan senyuman.


Betapa terperanjatnya Rio saat mendengar perkataan Cinta yang mengakui dirinya adalah Istri sah dari Rio.


" Ooaaalah,, Mbak iki istrinya Mas Rio toh,, cantik buanget,," Bilang Arif dengan jujur memuji kecantikan Cinta.


" Waahhhhh, Mas Arif bisa saja memujinya,," Jawab Cinta tersipu malu.


Setelah mengobrol panjang di depan teras rumah, hingga saat ini Cinta dan Rio yang memiliki tujuan mengambil bahan dapur di dalam mobil, akhirnya terlupakan karena, kedatangan tamu pertama mereka, tapi, sebenarnya Arif itu bukanlah tamu bagi Rio. Karena, selama ini memang Arif yang menjaga dan membersihkan rumah sekaligus tambak miliknya Nenek Rio.

__ADS_1


Dengan segera Cinta mempersilahkan Arif dan Rio untuk masuk ke dalam saja, karena, saat kita ingin mengobrol dan berbincang lebih baik di tempat yang tepat seperti sebuah ruangan.


" Oh ya Mas Arif, silahkan masuk,," Bilang Cinta kepada Arif.


Untuk sesaat Arif tercengang mendengar perkataan Cinta yang terdengar begitu sopan sekali, sehingga Arif hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum, sementara itu, Rio segera memberitahu bahwa Arif adalah orang yang selama ini menjaga kebersihan rumah sekaligus tambah milik Neneknya itu.


" Ooohhh ya Mbak terima kasih,," Jawab Arif sambil mengangguk tersenyum.


" Eeemmm, Dek, sebenarnya Arif bukanlah tamu, melainkan saudara Kakak sendiri, karena, selama Kakak nggak ada disini, hanya Arif saja yang dipercayai oleh Kakak dan Nenek untuk menjaga rumah sekaligus tambak,," Bilang Rio pada Cinta yang menjelaskan tentang Arif secara detail.


" Ooohhh, Dedek pikir, Arif tadi tamu atau tetangga,," Ucap Cinta sambil tersenyum.


" Hehehehe, maaf ya Rif, jika Mbak salah mengartikan,," Bilang Cinta pada Arif sambil menepuk pundaknya.


" Hehehehe ndak apa-apa toh Mbak,," Jawab Arif tanpa rasa sungkan.


" Ya, walaupun Arif saudara Kak Rio, tapi, Arif jangan pernah sungkan untuk datang kesini, dan anggap saja rumah sendiri,," Bilang Cinta lagi memberikan keakraban pada Arif.


" Lah iya toh Mbak, wong Arif sing cilik udah ada disini, masa Arif harus sungkan dan malu sama Mas Rio." Bilang Arif lagi dengan sedikit menggunakan bahasa jawanya.


Saat Cinta mendengarkan perkataan Arif yang begitu terdengar akrab, secara spontan membuat Cinta tertawa senang bisa mengobrol dengan anak remaja yang begitu sopan dan riang seperti Arif.


" Hahaha,, kamu bisa aja Rif, ya udah kita semua masuk,," Bilang Cinta kepada Rio dan juga Arif.


Saat Cinta melangkah masuk ke dalam, Cinta teringat akan pekerjaannya di dapur sedang memasak air.


" Ya ampun, Cinta lupa matiin kompor, pasti airnya udah matang,," Bilang Cinta dengan segera berlari kecil ke arah dapur.


Cinta segera saja masuk ke dalam rumah dan berlari ke arah dapur, sementara itu, Rio dan Arif sendiri tertawa melihat kelakuan Cinta yang lupa akan pekerjaannya sendiri.


" Walaahhhh Mbak kok bisa lupa sih,," Bilang Arif sambil tertawa dan berani mengomentari Cinta.


Rio hanya bisa tersenyum saja melihat wajah Cinta yang menoleh ke arah Rio dan Arif saat mendengarkan ucapan Arif yang mengomentarinya.


" Nah bener pasti udah lama matengnya,," Ucap Cinta yang melihat volume air dalam panci.


Karena, sudah bisa menggunakan kompor minyak dengan segera Cinta mematikan kompor itu menggunakan gagang yang ada, setelah selesai memutarkan gagang kompor secara perlahan api itu padam sendiri. Setelah selesai memadamkan kompornya dengan segera Cinta memasukkan air ke dalam baskom dan mencampurnya dengan air dingin.


Setelah tercampur, Cinta langsung memasukkan salah satu jarinya untuk merasakan kehangatan air kompres yang disiapkannya ini.


" Heemmm, cukup," Gumam Cinta.


Setelah merasa cukup Cinta segera membawa air kompres itu ke bagian ruang tamu, dimana Rio dan Arif sedang berada. Lalu, meletakkan baskom air kompres ke atas meja. Untuk sesaat Rio merasa heran dengan baskom yang dibawa Cinta dan diletakkan ke atas meja itu.


" Memangnya untuk apa air ini dek ?" Tanya Rio langsung pada Cinta.


" Untuk kompres Kak Rio,," Jawab Cinta secara langsung.


Seketika membuat Arif yang melihat dan mendengar perkataan dari Rio untuk Cinta dan jawaban Cinta untuk Rio membuat Arif tertawa.


" Mas Rio ini gimana sih, wong Istrinya buatin kompres untuk Mas Rio sendiri, masa Mas Rio ndak ngerti,," Bilang Arif disela pembicaraan Cinta dan Rio.


" Nah tuh, Arif aja langsung ngerti,," Bilang Cinta langsung yang membenarkan perkataan Arif.


" Iya, Kakak ngerti, tapi, Kakak nggak demam dek,," Jawab Rio sesaat yang membuat Cinta segera mendekati tubuh Rio.


Karena, Rio menjawab pernyataan dari Cinta bahwa tubuhnya sama sekali tidak demam, dengan segera Cinta mendekati Rio dan meletakkan telapak tangannya ke arah kening Rio. Cinta merasakan suhu tubuh Rio sedikit panas dari biasanya.


" Heh!! nggak demam apaan, ini aja suhu tubuh Kakak panas banget,," Bilang Cinta setelah memeriksa keadaan Rio dan berdiri di samping Rio yang sedang duduk.


" Coba Arif juga Mbak, permisi ya Mas,," Ucap Arif secara langsung karena, memang sudah terlalu dekat dengan Rio.

__ADS_1


Setelah mendapatkan anggukan dari Cinta, dengan segera Arif meletakkan telapak tangannya ke bagian kening Rio. Dan, Arif juga memang merasa hal yang sama seperti Cinta bahwa suhu tubuh Rio saat ini sedang meningkat.


" Beneran, kok Mas, Mas Rio demam, pantesan Mbak Cinta langsung buatin air kompres untuk Mas Rio." Bilang Arif setelah ikut memeriksa keadaan Rio.


" Tuh Arif aja bilang gitu,," Gumam Cinta yang merasa benar akan pemikirannya.


" Hehehehe Iya Dek, tapi, Kakak nggak mau menyusahkan Dedek,," Bilang Rio lembut pada Cinta.


" Aduh Mas Rio akhirnya bisa romantis juga,," Celetuk Arif yang membuat Cinta tertawa.


" Hahahaha, Arif, Arif, kamu benar sekali,," Bilang Cinta yang memuji Arif sambil mengacungkan jempolnya.


Karena, Arif tidak tahu bagaimana sifat Cinta pada Rio selama ini yang cuek dan juga pendiam, membuat Rio merasa bahagia, karena, saat tiba di kampungnya ini, Rio bisa puas mendengar suara Cinta yang selalu tertawa. Walaupun itu hasil dari perkataan Arif yang bisa membuat Cinta tertawa terus menerus.


" Uuuhhh, kamu bisa aja Rif,," Bilang Rio sambil menepuk lengan Arif.


Saat sampai ke depan halaman rumah Rio, Arif melihat Rio dan Cinta sedang berada di luar rumah dan saling bertatapan, lalu, saat ini Arif juga kembali mengingatkan Rio dan Cinta dengan pekerjaan yang ingin mereka lakukan tadi.


" Oh ya Mbak Cinta dan Mas Rio saat diluar tadi baru aja sampai atau mau mengambil sesuatu ?" Tanya Arif pada Rio dan Cinta.


Saat mendengarkan perkataan Arif, Cinta baru teringat bahwa ia ingin mengambil bahan dapur bersama Rio di dalam mobil.


" Eh iya betul Rif, sebenarnya Mbak mau ngambil bahan dapur di dalam mobil,," Ucap Cinta sambil memerah kain kecil di dalam baskom kompres.


" Oh ya udah Mbak, sekarang aja biar Arif bantu,," Bilang Arif langsung pada Cinta.


" Oke Rif, sebentar Mbak mau ngompresin Mas Rio dulu,," Ucap Cinta yang terlihat begitu memperhatikan kondisi Rio.


" Ya udah sekarang Kakak istirahat ya, biar Cinta dan Arif aja yang ngambil bahannya,," Bilang Cinta sambil menyuruh Rio untuk berisitirahat di atas sofa.


Dengan perlakuan lembut, Cinta meletakkan bantal tepat di bawah kepala Rio, lalu, meletakkan kain kompres tepat di atas dahi Rio. Rio tersenyum menatap perlakuan Cinta yang begitu lembut dengan tubuhnya saat ini. Jika Cinta tahu apa isi hati yang sedang dirasakan Rio saat ini, kemungkinan Cinta akan kaget dan pasti berubah jadi canggung.


" Terima kasih ya, Dek,," Gumam Rio lembut pada Cinta.


" Iya Kak,," Jawab Cinta sambil tersenyum mengangguk di hadapan Rio.


Karena, saat ini sudah tidak ada Arif lagi di ruang tamu itu, hingga membuat Rio bisa menatap puas wajah istrinya yang memang begitu cantik ini. Rio berpikir atas ucapan Arif yang spontan mengatakan bahwa Cinta memang benar cantik. Setelah selesai meletakkan kain kompres, Cinta segera meminta izin pada Rio untuk keluar mengambil semua barangnya.


" Kakak istirahat ya, biar Cinta dan Arif aja yang mengambil semua barang di dalam mobil." Ungkap Cinta pada Rio.


" Tapi, Kakak nggak mau kalau Dedek sampai lelah,," Bilang Rio dengan wajah yang begitu tulus.


" Heemmm, tenang aja, hanya membawa sedikit barang dari dalam mobil, nggak akan membuat Cinta kelelahan, Kak,," Ucap Cinta merasa yakin akan kemampuannya itu.


" Heemmm, ya dek, kalo merasa lelah istirahat dulu ya dek,," Ucap Rio yang memberikan semangat pada istrinya ini.


" Beres,," Jawab Cinta sambil mengacungkan jempolnya.


Sebenarnya Rio saat ini sangat ingin menyentuh wajah Cinta sekali saja, namun, hal itu tidak mungkin ia lakukan, karena, ia tidak mau membuat Cinta jadi marah ketika suasana hati Cinta saat ini sedang bahagia.


" Mbak, cepat dibuka pintu mobilnya, gimana Arif mau ngambil barangnya kalo mobilnya terkunci,," Teriak Arif yang suaranya terdengar dari dalam oleh Cinta dan Rio.


" Iya, iya Rif tunggu sebentar,," Bilang Cinta yang ikut berteriak dari dalam sambil tersenyum menatap wajah Rio.


" Ya udah Cinta ambil barangnya dulu ya Kak,," Bilang Cinta bangkit dari duduknya.


" Iya dek hati-hati ya,," Ucap Rio sambil tersenyum pada Cinta.


Dengan segera Cinta mengambil kunci mobil yang ada di atas meja dan berlari kecil keluar rumah. Saat di depan teras Cinta segera memencet tombol kunci mobil agar pintunya bisa terbuka. Akhirnya terbukalah pintu mobil dan dengan segera Arif mengambil barang-barang yang ada di bagian belakang mobil.


Cinta sedikit menyunggingkan senyumnya, ketika melihat pria remaja yang bernama Arif ini begitu semangat membantunya. Dan, Cinta juga ikut masuk ke dalam mobil mengambil barang-barang lain di bagian ruang tengah mobilnya.

__ADS_1


****


__ADS_2