
Karena, merasa perjalanan yang mereka tempuh saat ini masih terasa jauh. Jadi, dengan sengaja Rio meminta Cinta untuk kembali tidur agar tidak merasa kelelahan selama di perjalanannya saat ini. Namun, Cinta sendiri tidak mau untuk kembali lagi tidur, karena, saat ini baginya lebih baik menemani Rio yang sedang fokus menyetir mobil itu.
" Hehehehe ya udah kalau nggak ngantuk, berarti Kakak ada temen donk,," Celetuk Rio sambil menoleh ke arah Cinta.
" Ya jelas donk, memangnya Cinta duduk disini ngapain, diem aja, bisa bikin Kak Rio ngantuk jadinya,," Ucap Cinta balik hingga membuat Rio tertawa.
" Hahahaha Dedek, ada ada aja ya ternyata Dedek tuh semakin lama semakin lucu deh, gemesin banget sih,," Seru Rio sambil menciumi pipi Cinta.
" Gemes, gemes Kak, tapi jangan dicubit juga kali,," Ucap Cinta pada Rio karena merasa bahwa Rio sedang mencubit tangannya dengan rasa gemas.
" Hehehehe maaf sayang, sakit nggak ?" Tanya Rio langsung pada Cinta.
" Sakit,," Jawab Cinta dengan wajah mengeluh sedikit kesakitan.
" Maaf ya sayang,," Bilang Rio sambil mengelus lembut tangannya Cinta yang sudah dicubitnya secara tidak sengaja.
" Iya Kak nggak apa-apa,," Bilang Cinta tersenyum.
Saat ini Cinta dan Rio sedang bersama pulang ke kampungnya dalam sebuah kendaraan mobilnya yang berisikan semua barang-barang belanjaannya hari ini. Di dalam suasana hujan, Cinta dan Rio saling berseru dan bercanda ria bersama sehingga membuat suasana di antara mereka menjadi sebuah suasana yang hangat dan tidak adanya rasa kecanggungan.
Karena, disaat awal sekali Cinta datang ke kampungnya Rio itu, saat itu Cinta memang terlihat sangat diam dan juga tidak sehangat seperti saat ini. Oleh sebab itu, suasana kehangatan yang sedang terjadi di antara Cinta dan Rio saat ini begitulah erat dan juga bahagia.
Di samping itu, Arif yang saat ini sedang berada di dalam rumahnya Rio, karena, kebetulan siang ini Arif datang hanya untuk membersihkan ruangan rumah Rio itu. Sedang duduk santai di dalam ruang tamu rumah Rio sambil melihat ruangan rumah Rio yang sama sekali belum terpajang gambar-gambar terbaru dua orang yang telah cukup lama mengisi rumah itu.
Sambil memandangi dinding rumahnya Rio, Arif mulai melamun dan berpikir kenapa Rio dan juga Cinta sama sekali belum memasang foto pernikahan mereka dan juga momen-momen mereka berdua sedang berpacaran. Padahal mereka sebelum datang ke kampung itu sudah menikah, pastinya mereka berdua sudah selalu bersama-sama. Itu yang ada di dalam benak pikiran Arif saat ini.
" Heemm Mas Rio dan Mbak Cinta kok, nggak majang foto pernikahan mereka berdua sih ?" Tanya Arif yang sedang duduk di ruangan tengah sambil memandangi dinding rumah Rio yang masih kosong melompong.
" Apa Mas Rio belum memiliki foto pernikahan mereka ya, atau, mungkin mereka memang sengaja tidak memajangnya ?" Tanya Arif lagi pada dirinya sendiri.
" Heemm entahlah yang pastinya aku sangat menyukai sikap yang ada pada Mbak Cinta, karena, Mbak Cinta baik banget sih, beda dengan wanita lainnya yang suka ama Mas Rio." Ucap Arif lagi yang masih tetap pada pemikirannya yaitu tetap setuju dengan Cinta untuk menjadi istri dari saudara angkatnya itu.
" Mbak Cinta itu orangnya baik banget ya, memangnya darimana Mas Rio bisa mendapatkan orang sebaik itu ?" Tanya Arif lagi pada pemikirannya sendiri.
" Semoga saja Mas Rio dan Mbak Cinta hubungan rumah tangganya semakin lama semakin membaik,," Ucap Arif di dalam harapannya terhadap Rio dan juga Cinta.
Saat ini Arif memang memiliki sebuah pemikiran dan juga harapan untuk Cinta dan Rio, karena, bagi Arif Cinta memiliki sifat yang begitu baik sekali pada dirinya termasuk pada setiap orang. Dan Arif juga pernah mendengar pendapat dari para Ibu-ibu di kampungnya itu bahwa Cinta selama ini sangat ramah dengan para tetangga yang sedang menegurnya itu.
__ADS_1
Oleh sebab itu, Arif selalu berharap semoga hubungan pernikahan yang terjadi di antara Cinta dan juga Rio semakin lama semakin membaik dan juga semakin erat. Saat ini Arif sedang memikirkan tentang hubungan Cinta dan juga Rio di tengah kesendiriannya yang sedang bersantai di dalam rumah Rio itu.
Karena, Arif tidak mengetahui kapan Rio dan Cinta itu kembali ke kampung, oleh sebab itu, Rio hari ini membersihkan rumah Rio. Karena, memang itu yang selalu dilakukan oleh Arif disaat Rio tidak ada di rumahnya itu. Namun, disaat Arif sedang bersantai sedang memikirkan suatu hal yang akan terjadi pada Cinta dan Rio tiba-tiba Arif dikagetkan dengan kedatangan seseorang yang sama sekali tidak diundang.
Hari ini Rossa, sudah kembali ke kampungnya dari kegiatannya kemarin yang sengaja keluar kampung untuk membeli sesuatu penting bagi Maminya. Oleh sebab itu, kemarin Rossa bertemu dengan Rio dan juga Cinta di sebuah restoran. Tapi, walaupun Rossa mengetahui kemana perginya Rio dari kampungnya itu, Rossa sama sekali tidak mengejar dan membuntuti Rio kemana saja Rio pergi.
Karena, saat itu Rossa juga sedang bersama dengan orang tuanya, yaitu Maminya. Oleh sebab itu, Rossa sengaja tidak mengejar Rio, karena, Rossa sudah memiliki caranya sendiri untuk mendapatkan Rio tanpa harus mengejar-ngejar Rio lagi. Dan hari ini dengan sengaja Rossa datang ke tempatnya Rio yaitu rumah Rio yang berada di kampung, dimana rumah itu sama sekali tidak ada orangnya.
Karena, Rio kemarin belum pulang dari kota melainkan hari ini. Tapi, walaupun Rio belum kembali dari kota, Rossa sama sekali tidak memperdulikan hal itu. Karena, baginya ia telah memiliki sebuah pemikiran dan ide untuk membuang jauh wanita di samping Rio itu yaitu Cinta.
Sungguh pemikiran yang buruk saat ini ada di dalam benaknya Rossa, selain karena, hasutan dan juga pengajaran dari ortunya itu, Rossa yang sudah identik memiliki sifat buruk malah ditambah bumbu-bumbu kejahatan yang dilakukan oleh Maminya. Oleh karena itu, sifat Rossa yang sudah terlihat sombong dan juga angkuh itu ditambah lagi bumbu hasutan dan pengajaran dari Maminya, jadi sifat Rossa saat ini semakin lama semakin buruk.
Di dalam mobilnya itu, Rossa dengan sengaja membawanya dan menghentikannya tepat di depan rumah Rio sehingga membuat Arif yang sedang berada di dalam mengira bahwa mobil itu adalah mobilnya Rio. Tapi, ternyata seorang wanita yang begitu membuatnya menjadi malas untuk keluar dan menyambut kedatangan orang seperti Rossa.
" Heemmm, sepertinya Mas Rio belum kembali ?" Tanya Cinta saat ia memasukkan mobilnya ke bagian halaman rumahnya Rio.
" Nggak apa-apa, yang penting aku bisa menjalankan rencanaku,," Ucap Rossa lagi sambil tersenyum sinis yang terlihat seperti sedang ingin melakukan suatu hal yang jahat terhadap Cinta.
Rossa segera keluar dari dalam mobilnya sambil membawa sebuah buku seperti buku catatan untuk pembuktian apakah Rio dan Cinta memang benar sudah menikah. Karena, dengan adanya pembuktian itu berarti benar bahwa Cinta dan juga Rio memang sudah menikah dengan jelas.
Saat Rossa keluar dari dalam mobilnya, sementara itu Arif yang sedang berada di dalam langsung keluar ketika mendengarkan suara mobil Rossa yang sengaja dihentikannya tepat di depan rumah Rio.
Karena, mendengar suara mobil dari luar dan Arif juga berpikir bahwa itu adalah mobilnya Rio. Dengan spontan Arif langsung meloncat keluar untuk melihat apakah yang datang itu adalah benar-benar Rio dan Cinta.
Tapi, disaat Arif meloncat keluar ternyata orang yang telah datang itu adalah Rossa yang baru saja keluar dari dalam mobilnya sambil membawa sebuah buku untuk menanyakan kebenaran status hubungan pernikahan yang terjadi di antara Rio dan juga Cinta.
" Yeee,, aku pikir Mas Rio ama Mbak Cinta yang kembali, tapi ternyata wanita ini yang datang,," Gumam Arif dengan wajah kesalnya ketika melihat Rossa datang ke tempat Rio saat ini.
Sambil melangkahkan kakinya dengan santai masuk ke dalam pekarangan teras rumah Rio itu, dengan wajahnya yang terlihat cukup tenang tidak seperti biasanya itu. Rossa mulai bertanya kembali pada Arif yang wajahnya terlihat sedikit dimanyunkan olehnya dengan sengaja. Karena, Arif malas untuk melayani orang sombong seperti Rossa, anak seorang kepala desa di kampungnya itu.
" Eeemmm Arif, apakah Mas Rio udah pulang ?" Tanya Rossa dengan gaya lembutnya.
" Belum,," Jawab Arif singkat dengan wajah sedikit ditekuk.
" Ooohhh begitu, biasa aja kali jawabnya, wajahnya itu nggak usah ditekuk kalau lagi ngomong ama saya,," Bilang Rossa berpura-pura lembut di depan mata Arif.
" Iya Mbak, Mas Rio belum pulang,," Jawab Arif dengan panjang lebar hingga membuatnya tersenyum yang terlihat sedang dipaksakan itu.
__ADS_1
" Hihihihihihi, senyum aja dipaksa,," Ucap Rossa dengan wajah yang terlihat angkuh di hadapan Arif.
" Ya udah aku malas jika mengobrol dengan seorang babu seperti kamu, lebih baik aku langsung pada intinya,," Ucap Rossa dengan gaya angkuhnya dan sedikit menyinggung perasaan Arif yang selalu dianggap olehnya seorang babu.
" Heemm kalau malas ngobrol sama babu, ngapain Mbak kesini, jelas-jelas mobil Mas Rio masih belum ada di depan rumah berarti orangnya belum pulang,," Ucap Arif dengan wajah seriusnya menanggapi Rossa yang berbicara seolah lembut namun menyakitkan hati.
" Betul juga yang kamu katakan ini, sebenarnya aku tahu dimana Mas Rio saat ini pergi, tapi, karena ini tugas yang harus dilakukan olehku untuk Mas Rio makanya aku segera datang kesini,," Jawab Rossa seolah dirinya itu tidak sudi datang ke rumah Rio jika tidak ada orangnya.
Jelas saja, Rossa tahu dimana keberadaan Rio saat ini karena, kemarin ia baru saja bertemu dengan Rio dan juga Cinta di sebuah restoran. Karena, hari ini ia sudah memiliki suatu rencana untuk dilakukannya itu agar bisa menyingkirkan Cinta dari kehidupan Rio. Oleh sebab itu, Rossa bersedia datang ke rumah Rio tanpa harus ada Rio berada di sana.
Dan Arif cukup terkejut saat mendengar pernyataan dari Rossa bahwa Rossa mengetahui dimana keberadaan Rio saat ini, oleh sebab itu Arif langsung nyeletuk bertanya tentang keberadaan Rio dan juga Cinta. Serta dimana Rossa bertemu dengannya, karena, Arif lupa menanyakan kapan Rio dan Cinta kembali.
Tapi, bodohnya Arif sampai bertanya dengan Rossa yang omongannya sama sekali tidak bisa dipercayai itu. Sehingga membuat Arif hanya bisa dianggap rendah dan juga enteng bagi Rossa.
" Hah!! bener Mbak Rossa bertemu dengan Mas Rio dan Mbak Cinta ?" Tanya Arif pada Rossa secara langsung.
" Ya, kemarin saat aku keluar kampung, ternyata Mas Rio sedang pergi ke luar kota dari kampung ini,," Jawab Rossa dengan nada suaranya yang terdengar sedikit meninggi.
" Heh!! sepertinya kau tidak tahu itu,," Bilang Rossa lagi sambil melirik ke arah Arif dengan pandangan mata seperti sedang merendahkan.
" Saya bukannya nggak tahu Mbak, sebenarnya saya tahu Mas Rio dan Mbak Cinta pergi kemana, hanya saja itu rahasia kami bertiga, hehehe,," Jawab Arif dengan enteng dan santai saat ekspresi wajah Rossa telah menganggapnya enteng itu.
Sebenarnya Rossa tidak tahu bahwa Arif ini sudah tahu kemana perginya Rio dan juga Cinta, karena, Arif merupakan salah satu orang kepercayaannya Rio. Oleh sebab itu Arif berpura-pura tidak tahu kemana dan dimana Rio sedang berpergian saat ini. Dan awalnya Rossa menganggap Arif ini bodoh, tapi, nyatanya Arif lebih cerdas dibandingkan pemikirannya itu terhadap Arif.
Sehingga dengan adanya jawaban dari Arif seperti itu, hal itu membuat Rossa menjadi semakin kesal saja jika sudah berhadapan dengan orang yang menyebalkan seperti Arif. Sebenarnya Rossa sudah tidak mau lagi berdiri di depan rumah Rio itu. Hanya karena, ia ingin melakukan tugas dan juga rencananya itu. Oleh sebab itu Rossa tetap berada di depan rumah Rio saat ini.
" Heh!! dasar babu bisa-bisanya menjawab semua omongan orang, udah sana minggir, aku mau masuk,," Ucap Rossa dan dengan sengaja mendorong tubuh Arif ke samping hingga membuat Arif bergeser dari tempatnya.
" Aduhhh,," Seru Arif saat tubuhnya di dorong kuat oleh Rossa hingga berpindah ke samping.
Karena, kesal dengan sikap Arif yang selalu menyebalkan itu. Dengan kasarnya Rossa mendorong tubuh Arif hingga membuat Arif beralih ke samping dan Rossa berhasil masuk ke dalam rumah itu. Betapa terkejutnya Arif ketika melihat Rossa berhasil masuk ke dalam rumah Rio tanpa permisi dengannya lagi.
Dan dengan segera Arif masuk ke dalam rumah Rio sambil mengomel pada Rossa atas sikap Rossa yang tidak sopan. Dengan sengaja telah mendorong tubuhnya dan langsung saja masuk ke dalam rumah orang tanpa permisi lagi dan tanpa adanya suruhan masuk darinya sebagai seorang kepercayaan dari Rio untuk menjaga rumahnya itu.
" Eeehhh Mbak Rossa nggak sopan amat ya, langsung masuk aja,," Seru Arif dengan segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
Disaat Arif yang melangkah masuk ke dalam itu sambil mengomel kesal dengan perlakuan yang dilakukan oleh Rossa, malah Rossa balik mengomeli sikap Arif yang tidak menyuruhnya masuk sebagai seorang tamu itu. Rossa merasa bahwa Arif saat ini tidak menghargai dirinya sebagai seorang putri dari pemimpin kampungnya itu yaitu putri seorang kepala desa.
__ADS_1
****