
Karena, Rio menyadari bahwa wajahnya Cinta terlihat begitu jelas akan kekhawatirannya itu, dengan segera Rio memeluk Cinta dan mengatakan bahwa ia sedang bercanda akan kelakuan yang ditunjukkannya itu. Dan dengan spontannya Cinta memeluk erat tubuh Rio sambil menangis karena, merasa memang dirinya bersalah.
" Hahahaha nggak apa-apa dek, Kak Rio hanya bercanda !!" Seru Rio yang spontan langsung memeluk Cinta dengan erat.
Betapa tercengangnya Cinta ketika mendengarkan pengakuan dari Rio bahwa ia hanya bercanda demi membuat Cinta merasa bahagia dan juga sedikit khawatir terhadap dirinya.
" Kak Rio jahat, Kak Rio nakal,," Bilang Cinta sambil memukul lembut punggung Rio yang telah memeluk dirinya.
" Hehehehe, maafkan Kakak ya dek,," Ucap Rio sambil mengelus punggung belakang tubuhnya Cinta.
" Nggak Kak Rio itu bohong kalo hanya bercanda, Kak Rio memang beneran sakit,," Ucap Cinta yang spontan langsung menangis.
" Hiks, hiks, hiks, maafkan Cinta,," Ucap Cinta lagi yang terdengar seperti sedang menangis.
Betapa terkejutnya Rio ketika mendengar suara Cinta yang sedang menangis di dalam pelukannya itu, hingga membuat Rio langsung melepaskan pelukannya dan melihat wajah Cinta yang telah merespon ucapannya sambil menangis itu.
" Eehhh, dek, jangan nangis, Kak Rio serius, Kak Rio hanya bercanda, Kak Rio hanya main-main dek,," Ucap Rio sambil menyeka air mata yang mengalir di pipinya Cinta.
" Hiks, hiks, hiks, jangan buat Cinta merasa takut akan diri Kak Rio, Cinta gak bisa kehilangan Kak Rio,," Bilang Cinta spontan di sela tangisannya sambil menatap wajah Rio.
Betapa tercengangnya Rio saat mendengar pernyataan Cinta yang terdengar begitu serius dan terlihat meyakinkan hatinya itu. Sebenarnya di hati Rio sungguh bahagia ketika mendengarkan pernyataan dari Cinta yang begitu tulus itu. Namun Rio hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Cinta yang harus saja diakui secara tidak sengaja itu.
" Hehehe, iya dek, Kak Rio janji, gak akan pernah buat Dedek merasa takut lagi ya,," Ucap Rio sambil mengelus rambutnya Cinta dan memeluk tubuh Cinta lagi.
" Kak Rio juga janji bahwa Kak Rio gak akan pernah meninggalkan Dedek dalam keadaan apapun,," Sambung Rio lagi hingga membuat perasaan Cinta yang sedang memburu mencair saat mendengar pernyataan lembut dari Rio.
" Serta Kak Rio juga mengaku bahwa Kak Rio tidak bisa untuk kehilangan Dedek, walau kehidupan kita hanya sederhana sampai kapanpun Kak Rio akan selalu ada untuk Dedek,," Ucap Rio sambil melepaskan pelukannya dan menatap wajah Cinta dengan penuh keyakinan.
" Dan mulai sekarang jangan pernah menangis lagi ya, karena, air mata yang mengalir ini sungguh berharga bagi Kakak,," Bilang Rio sambil menyeka air mata Cinta yang sedang mengalir deras itu.
" Karena, air mata ini merupakan sumber kekuatan hati Kakak untuk selalu ada untuk Dedek, Kak Rio tidak akan bisa melakukan apapun ketika wajah ini sedang menangis,," Ucap Rio sambil memberikan senyuman lembutnya terhadap Cinta dan tetap menyeka air mata yang keluar itu.
Sambil menganggukkan kepalanya, Cinta seakan mengerti apa maksud perkataan dari Rio untuk dirinya itu. Sambil mencoba untuk kembali tersenyum Cinta memonyongkan bibirnya memberikan sebuah isyarat bahwa ia ingin sekali meminta untuk diberikan sebuah pelukan serta ciuman lembut dari Rio.
" Jangan menangis lagi ya dek, Kak Rio ingin selama kita bersama Dedek jangan pernah menangis, Kak Rio ingin supaya bibir ini selalu tersenyum bahagia,," Bilang Rio sambil menyentuh lembut bibirnya Cinta menggunakan jarinya.
" Heemmm, iya Kak, Cinta janji nggak akan nangis lagi,," Ucap Cinta sambil mengangguk dan mengacungkan dua jarinya menunjukkan keyakinan dirinya atas sikapnya itu.
" Tapi, Cinta ingin Kak Rio jangan pernah meninggalkan Cinta dalam kondisi apapun, pokoknya Kak Rio harus selalu bersama dengan Cinta selamanya,," Gumam Cinta sambil memonyongkan bibirnya hingga membuat Rio gemas akan kelakuannya itu.
" Heemmm selamanya ?" Tanya Rio dengan wajah yang terlihat seperti sedang bertanya penuh keyakinan.
" Iya selamanya,," Jawab Cinta mengangguk penuh keyakinan.
" Baiklah, dek, Kak Rio janji,," Ucap Rio sambil memeluk tubuh Cinta lagi dan mencium lembut puncak kepala Cinta.
" Benarkah ?" Tanya Cinta di dalam pelukan Rio.
" Iya dek, Kak Rio berjanji selamanya akan selalu ada untuk Dedek dimanapun kita berada,," Jawab Rio dengan penuh keyakinan.
" Terima kasih, Kak,," Gumam Cinta sambil memeluk erat tubuh Rio.
Cukup lama Cinta tenggelam di dalam pelukan Rio dengan posisi Rio masih di luar mobil sedangkan Cinta sendiri sudah berada di dalam dan duduk sambil memeluk erat tubuh Rio. Cinta baru tersadar bahwa Rio saat ini masih berada di luar mobil. Hingga dengan lembut Cinta melepaskan pelukannya dan langsung meminta Rio untuk segera masuk ke dalam mobilnya.
" Kak,," Suara Cinta yang terdengar oleh Rio.
" Heemm,," Jawab Rio sambil membuka matanya yang sesaat dipejamkannya itu.
__ADS_1
" Kak Rio masih diluar mobil, lebih baik Kak Rio masuk ke dalam mobil sekarang, karena, Cinta mau ngobatin luka memar yang ada di perutnya Kak Rio,," Bilang Cinta lembut kepada Rio hingga membuat Rio tersenyum menatap wajahnya.
" Baik dek,," Jawab Rio tersenyum dan segera beralih.
Rio segera menganggukkan kepalanya ketika mendengarkan permintaan dari Cinta yang memintanya untuk segera masuk ke dalam mobil. Setelah Rio melepaskan pelukannya dari Cinta, Rio segera beralih ke seberang dan langsung masuk ke dalam mobil serta duduk tepat di sampingnya Cinta.
Saat Rio beralih ingin masuk ke dalam mobil Cinta sendiri segera mengambil sebuah obat yang akan digunakan olehnya untuk mengobati sedikit memar pada perut Rio. Dan saat ini Rio sudah masuk ke dalam mobil serta sudah duduk tepat di sebelah Cinta.
" Sekarang buka bajunya Kak,," Pinta Cinta spontan pada Rio.
" Heemm untuk apa dek ?" Tanya Rio dengan wajah bingungnya.
" Ya, untuk ngobatin luka memar di perut Kak Rio,," Jawab Cinta spontan dengan ekspresi wajah yang terlihat jujur.
" Ooohh, Kak Rio kira apa !" Seru Rio hingga membuat Cinta tersenyum geli saat mendengar pernyataan dari Rio sekarang.
" Memangnya apa yang dipikirkan Kak Rio ?" Tanya Cinta dengan senyuman gelinya.
" Hahahaha, nggak ada dek,," Jawab Rio langsung sambil tertawa geli sendiri melihat ekspresi wajah Cinta.
" Ya udah Kak Rio buka sedikit aja ya,," Bilang Rio sambil menaikkan sedikit bawah bajunya.
Setelah Rio mengangkat sedikit bawah bajunya, Cinta memperhatikan bagian perut Rio yang terlihat begitu seksi hingga membuatnya terpana melihat pemandangan itu. Namun, ekspresi wajah Cinta tidak menunjukkan adanya tanda bahwa sebenarnya ia sedikit tertegun dengan penglihatannya itu.
" Waahhhhh perut Kak Rio baru kali ini aku lihat indah sekali,," Gumam Cinta dalam hati sambil tersenyum menatap perut Rio yang terlihat memang begitu seksi.
" Nanti Kak Rio lihat aku lagi ngapain, lebih baik, aku fokus dengan tujuanku untuk mengobatinya,," Ucap Cinta lagi dalam hatinya dan segera fokus kembali dengan tujuannya itu.
Dan Cinta mulai kembali fokus dalam tindakan yang telah menjadi tujuannya itu. Cinta meneliti di bagian perut mana yang sudah dipukul keras menggunakan siku tangannya itu. Karena, memang tadi Cinta sudah memukul Rio dengan begitu keras dan juga kuat hingga membuat Rio terhuyung merasa kesakitan akan kelakuannya itu.
" Mana, kenapa tidak ada bekas memarnya,," Gumam Cinta dengan suara lembutnya.
" Hehehehe iya Kak, kok nggak ada ya,," Ucap Cinta lagi sambil nyengir sendiri.
" Ya udah, kalo nggak ada, lebih baik kita teruskan jalan-jalan kita hari ini,," Ucap Rio sambil menawarkan sebuah solusi liburan kepada Cinta.
" Heemmm nggak, Kak Rio lagi sakit, walaupun nggak ada memar yang terlihat, tapi, saat Cinta memukul perut Kak Rio itu sangat kuat, memang tidak meninggalkan bekas memarnya, namun, Cinta gak mau jalan-jalan pada saat tubuh Kak Rio sakit,," Bilang Cinta dengan keyakinan yang begitu kuat akan keinginannya itu.
" Tapi, dek, Kak Rio sama sekali nggak sakit,," Jawab Rio dengan meyakinkan Cinta akan kondisi tubuhnya.
" Nggak, Cinta nggak mau Kak,," Bilang Cinta lagi dengan memperkuat keinginannya itu.
" Heemm, bukannya Dedek sendiri yang terlihat begitu senang sekali saat masuk ke dalam wisata pasar ini,," Ucap Rio sambil menunjukkan senyuman manisnya.
" Memang iya, tapi, kondisi Kak Rio itu pasti masih terasa sakit,," Ucap Cinta yang terdengar membela keputusannya sendiri.
" Hehehehe, Dedek, kenapa baik banget sih, terima kasih ya sudah perhatian pada Kakak,," Gumam Rio sambil menangkupkan kedua pipi Cinta.
" Memang harus perhatian, kalau bukan Kak Rio siapa lagi yang harus Cinta perhatikan,," Ucap Cinta dengan wajah bahagianya dalam tangkupan kedua tangannya Rio.
" Heemm, orang tua Dedek,," Jawab Rio yang secara langsung membuat Cinta sedikit kehilangan senyumannya di dalam wajahnya itu.
" Benar sekali, Kak,," Jawab Cinta sambil menganggukkan kepalanya.
" Cinta memang sangat menyayangi kedua orang tua Cinta Papa dan Mama, tapi, Cinta tidak bisa mengasihi orang tua Cinta sendiri, karena, Cinta,," Ucap Cinta dengan ekspresi wajahnya terlihat begitu sedih.
" Suatu saat nanti orang tua kita berdua Papa dan Mama akan mengerti akan maksud dari hati serta rasa sayang kita dek,," Ucap Rio yang telah membuat Cinta bisa kembali tersenyum bahagia.
__ADS_1
" Iya Kak, terima kasih, karena, selalu bisa mengerti akan sikap dan perilaku Cinta,," Bilang Cinta yang terlihat sedikit menitikkan air matanya.
Dengan segera Rio menyeka air mata itu dan langsung memeluk tubuh Cinta. Sambil memeluk tubuh Cinta dengan erat tidak lupa Rio akan keinginan hatinya untuk segera diungkapkan kepada Cinta. Namun, entah kenapa perasaan itu begitu sulit diungkapkan pada istrinya ini.
" Dek, jangan merasa sedih lagi ya, jika Dedek teringat akan Mama dan Papa, Dedek bisa menenangkan hati dan perasaan Dedek dengan berdoa meminta kepada yang maha kuasa, supaya yang maha kuasa bisa meluluhkan hati Papa untuk kita berdua,," Ucap Rio di tengah tindakannya yang sedang memeluk tubuh Cinta.
" Heemm iya Kak, hal itu selalu dilakukan oleh Cinta, setiap saat Cinta selalu meminta kepada yang maha kuasa agar Papa dan Mama selalu bahagia serta diberikan kesehatan dan pastinya Mama dan Papa tidak lagi bertengkar seperti waktu dimana Cinta sebelum pergi dari rumah,," Gumam Cinta mengangguk pernyataan yang telah diucapkan oleh Rio.
" Itu bagus dek, Kak Rio senang sekali jika Dedek selalu mendoakan kedua orang tua kita untuk senantiasa bahagia dan diberikan kesehatan oleh yang maha kuasa,," Ucap Rio sambil tersenyum menatap wajah Cinta.
" Iya Kak,," Jawab Cinta menganggukkan kepalanya.
Karena, merasa saat ini mereka berdua sudah lega akan kepenatan hatinya itu. Rio kembali mengusulkan sebuah liburan ke tempat lainnya pada Cinta untuk mereka lakukan hari ini.
" Heemm, apakah Dedek masih merasa ada suatu hal yang mengganjal ?" Tanya Rio lembut pada Cinta.
" Nggak ada Kak,," Jawab Cinta dengan penuh kepastian.
" Bener nggak ada ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.
" Iya Kak,," Jawab Cinta meyakinkan.
" Ya udah kalo gitu, kita mau pergi kemana lagi hari ini ?" Tanya Rio lagi pada Cinta dengan wajah penuh senyuman hangat.
" Heemmm nggak, Cinta nggak mau pergi kemana-mana,," Jawab Cinta sambil menggelengkan kepalanya.
" Lebih baik kita sekarang pulang,," Ucap Cinta yang membuat Rio terkejut akan keinginannya barusan.
" Pulang !!" Gumam Rio dengan wajahnya sedikit merasa bingung dan heran.
" Iya Kak, lebih baik kita pulang,," Jawab Cinta lagi dan semakin membuat Rio tercengang akan keinginan dari istrinya itu.
Karena, melihat wajah Rio begitu tercengang saat mendengar keinginannya itu, untuk sesaat Cinta tertawa geli melihat ekspresi wajah tercengang dari suaminya itu. Rio sendiri merasa bingung dengan kelakuan Cinta yang memintanya segera pulang padahal mereka baru satu hari di kota itu. Padahal sebenarnya Cinta meminta disaat mereka pergi untuk berlibur di kota ini selama satu minggu.
" Hahahaha, kenapa seperti itu sih ekspresi wajahnya !!" Seru Cinta sambil tertawa hingga membuat Rio tersenyum bingung.
" Hehehehe, maksudnya apa ya dek, Kak Rio nggak ngerti,," Jawab Rio sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
" Nggak usah garuk tengkuk kayak gitu, Kak, dan nggak usah kaget,," Bilang Cinta sambil menggapai tangan Rio yang sedang menggaruk tengkuknya itu.
" Hihihihihihi, Kak Rio jujur, Kak Rio gak ngerti, sebenarnya Dedek mau pulang kemana ?" Tanya Rio lagi dengan wajah penuh kebingungan.
" Kita pulang ke Villa,," Jawab Cinta dengan suara lembutnya sambil meletakkan kepalanya tepat di dada Rio.
Betapa leganya Rio ketika mendengar ucapan Cinta yang ternyata hanya ingin pulang ke Villa.
" Ooohhh, pulang ke Villa, Kak Rio pikir Dedek mau pulang kemana,," Gumam Rio sambil menghembuskan nafas leganya.
" Memangnya kita mau pulang kemana Kak ?" Tanya Cinta seolah sedang memberikan sebuah pertanyaan sulit terhadap Rio.
" Ya, nggak tahu, karena, Kak Rio hanya menurut saja atas keinginan Dedek,," Jawab Rio yang membuat Cinta cemberut dan langsung mengangkat kepalanya menatap Rio.
" Iiihhhh Kak Rio, Cinta kan udah pernah bilang, kalo Kak Rio itu bukan lagi supirnya Cinta melainkan suami Cinta," Ucap Cinta spontan hingga membuat Rio tertawa namun bahagia mendengarkan pernyataan dari Cinta saat ini.
" Hehehehe iya iya dek,," Jawab Rio sambil mengangguk dan tertawa ceria.
Terlihat saat ini Rio begitu bahagia mendengar semua pengakuan yang dilakukan oleh Cinta terhadap dirinya itu. Rio sudah begitu sangat yakin bahwa Cinta saat ini memang terlihat sedikit memiliki sebuah perasaan hati terhadap dirinya. Oleh sebab itu, Rio ingin sekali mengungkapkan perasaannya itu pada waktu yang sangat tepat.
__ADS_1
****