Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 68 Gangguan Pikiran Rio


__ADS_3

Dan, Rio terlihat seperti datar saja saat mendengar perkataan Arif yang menyebutkan nama Rossa anaknya kepala desa itu. Karena, Rio memang sudah tahu dan begitu mengenali siapa wanita yang dimaksudkan oleh Arif saat ini.


" Terus kenapa, Rif apa hubungannya dengan Mas ?" Tanya Rio langsung pada Arif.


" Ya, ada Mas, karena, Mbak Rossa saat beli ikan disini, nah, dia melihat mobilnya Mas Rio terparkir di sana dan dia juga terlihat kurang suka jika ada mobil yang lebih mewah dibandingkan mobilnya Mas. Saat Mbak Rossa nanyain mobil yang terparkir itu adalah mobilnya Mas Rio, jadi saat itu Mbak Rossa begitu tercengang mendengar jawaban jujur dari Arif bahwa itu mobilnya Mas Rio. Dan, dari sudut wajahnya mulai berubah menjadi begitu bahagia ketika mengetahui mobil yang terparkir itu adalah mobilnya Mas Rio." Jawab Arif yang dijelaskannya begitu detail pada Rio.


" Terus, Mbak Rossa nanya lagi, kenapa Mas Rio belum melapor kepada Papinya Mbak Rossa alias Pak Kepala Desa kalau Mas Rio pulang kampung, begitu Mas,," Sambung Rio lagi yang teringat akan perkataan dari Rossa tadi.


" Oh begitu, Rossa sampai begitunya mengurus kehidupan pribadi orang,," Ungkap Rio yang terlihat datar dari wajahnya.


Karena, dari dulu memang Rio begitu tidak menyukai sikap dan perilaku Rossa yang terkenal gadis angkuh di kampungnya ini, hanya karena dia merupakan anak dari kepala desa, jadi dia menganggap semua orang di kampung tidak ada yang sebanding dengannya. Oleh sebab itu, Rio selalu merasa risih jika nantinya Rossa mendekati dirinya lagi seperti waktu dulu saat ia sebelum pergi dari kampungnya ini.


" Ternyata dia masih saja seperti yang dulu,," Gumam Rio dalam hati yang merasa kesal terhadap sikap Rossa menganggap enteng derajat orang di bawahnya itu.


Sementara itu, Cinta merasa heran dengan wajah datar dari Rio, yang terlihat jelas tidak menyukai cerita dari Arif yang menyebutkan tentang Rossa saat ini.


" Memangnya seperti apa sih Rossa yang dikatakan Arif ini,," Ucap Cinta dalam hati yang merasa penasaran dengan Rossa wanita yang sedang diceritakan oleh Arif saat ini.


" Oke Rif, Mas Rio udah ngerti maksud perkataanmu itu, Mas sama Mbak Cinta pulang dulu ya,," Bilang Rio sambil menggenggam tangan Cinta.


Sebenarnya Cinta sedikit penasaran saat melihat wajah Rio yang terlihat tidak menyukai dengan cerita yang disampaikan oleh Arif itu. Dan, satu hal lagi yang mengagetkan Cinta adalah tindakan Rio yang begitu besar perhatiannya terhadap Cinta. Sampai-sampai Cinta terperangah melihat tangan Rio yang spontan menggenggam tangannya.


" Ayo dek, kita pulang,," Ajak Rio lembut kepada Cinta.


" Heemm, iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk tersenyum.


" Oh ya Rif mbak pulang dulu ya dan ikannya Mbak bawa,," Bilang Cinta kepada Arif sambil menunjukkan seekor ikan besar yang di tenteng oleh Rio.


" Oke Mbak beres,," Jawab Arif sambil memberikan jempolnya kepada Cinta.


Sambil tersenyum melihat kelakuan yang dilakukan Arif Cinta hanya mengangguk dan ikut melangkahkan kakinya mengiringi langkah kaki Rio yang sedang menggenggam tangannya dan menuntunnya itu. Sesampainya di dekat mobil yang sedang terparkir, sambil tersenyum menatap Cinta, Rio segera membukakan pintu mobil untuk istrinya itu.


" Silahkan masuk dek,," Ucap Rio yang mempersilahkan Cinta masuk ke dalam mobil.


Sikap Cinta mulai canggung kembali ketika melihat kelakuan Rio yang memang jelas sekali dirasakan olehnya bahwa Rio saat ini terlalu banyak memberikan sebuah perhatian padanya. Cinta berpikir apakah Rio saat ini ingin memperlihatkan hubungannya dengan Cinta bahwa mereka adalah suami dan istri atau memang benar-benar tulus menyayangi dan memperhatikan dirinya.


" Heemm, kenapa sikap Kak Rio begitu perhatian dan romantis hari ini,," Gumam Cinta dalam hati sambil tersenyum sendiri ketika melihat Rio yang bertindak memang begitu romantis padanya.


Setelah selesai membukakan pintu mobil untuk Cinta, Rio segera beralih ke bagian belakang mobil dan membuka pintu bagian belakang mobil. Setelah terbuka barulah Rio meletakkan ikan hasil pancingannya bersama Cinta ke dalam kantung plastik lalu diletakkan ke dalam mobil. Setelah selesai semuanya barulah Rio berlari kecil menuju ke arah pintu mobil bagian kemudi.


Saat Rio masuk ke dalam mobil, Rio dikagetkan oleh suara Cinta yang menanyainya itu.


" Udah selesai Kak Rio ?" Tanya Cinta langsung pada Rio ketika melihat Rio masuk ke dalam mobilnya.


" Aaakkhh ya ampun dek, Kakak kaget !"Gumam Rio yang mengelus dadanya sendiri.


" Hahahaha, memangnya kenapa Kak, kok bisa kaget dengerin suara Cinta ?" Tanya Cinta sambil tertawa kecil.


" Hihihi, karena, Kakak sedang memikirkan suatu hal agar bisa,," Ucap Rio sambil memikirkan sesuatu hal yang akan dilakukannya untuk datang ke rumah kepala desa besok.

__ADS_1


" Agar bisa apa Kak ?" Tanya Cinta penasaran atas respek wajah Rio yang terlihat bingung dan sedang memikirkan sesuatu.


" Heemm nanti kita bahas di rumah ya dek,," Ucap Rio sambil tersenyum dan ucapannya itu terdengar suatu keyakinan untuk Cinta.


" Heemm baiklah Kak,," Jawab Cinta tersenyum.


Cinta sengaja menyandarkan kepalanya pada lengan Rio sambil memejamkan sedikit matanya itu, karena, sebenarnya disaat memancing tadi Cinta begitu mengantuk sekali, karena, Rio selalu mengajaknya berbicara hingga membuat matanya sama sekali tidak mengantuk.


Sehingga membuat Rio menyunggingkan senyumnya ketika melihat kepala Cinta yang disandarkan pada lengannya itu.


" Heemm, Istriku sayang, apakah Dedek merasa tidak nyaman, ketika mendengarkan perkataan Arif yang menyampaikan sesuatu tentang Rossa,," Gumam Rio yang menerka perasaan Cinta saat ini.


" Jika benar perasaan yang sedang Dedek rasakan itu tidak nyaman, maafkan Kak Rio yang sudah membuat Dedek merasa tidak nyaman,," Ucap Rio lagi sambil tersenyum melihat wajah Cinta yang sedang memejamkan matanya itu.


Dan, Rio segera menghidupkan mesin mobilnya, setelah memberikan sebuah klakson yang ditekannya itu untuk menyampaikan sebuah isyarat pada Arif dan terlihat saat ini Arif juga melambaikan tangannya dengan segera mobil itu melaju ke arah jalanan kampung lagi.


Sementara itu, Arif yang memandang senang melihat keromantisan yang terjadi pada Rio dan Cinta membuatnya begitu mengagumi sikap Cinta yang begitu lembut dan juga ramah itu. Sehingga Arif selalu memuji kebaikan Cinta yang terlihat dan dinilai oleh dirinya sendiri, tidak seperti Rossa yang sedari dulu mengharapkan Rio, tapi sifatnya masih saja angkuh dan sombong itu, hingga membuat Arif selalu berkomentar sebal melihat kelakuan Rossa kepadanya.


Karena, secara disengaja Rossa selalu menganggap Arif seperti seorang pembantu yang ada di rumah Rio. Padahal Neneknya Rio dan juga Rio tidak pernah menganggap Arif seperti itu.


" Heemm, Mbak Cinta baik sekali, mana orangnya Cantik, ramah pula sifatnya," Gumam Arif yang begitu senang memuji kebaikan Cinta.


" Wanita yang seperti ini nih patut untuk menjadi istrinya Mas Rio, bukannya Mbak Rossa itu, pantesan saja dari dulu sampai sekarang Mas Rio tidak pernah merespon suka dengan dia," Ucap Arif lagi yang terlihat begitu geram sekali dengan kelakuan Rossa.


" Ya, semoga saja Mas Rio dan Mbak Cinta langgeng hubungan pernikahannya, karena, Mbak Cinta orangnya begitu baik sekali, mana cantik lagi, sungguh suatu anugerah untuk Mas Rio," Bilang Arif yang sengaja memberikan doa terbaik untuk hubungan Rio dan juga Cinta.


Saat ini hubungan pernikahan antara Rio dan Cinta sudah didoakan yang terbaik dari seorang anak yatim piatu. Karena, Arif sendiri juga merasa bahwa sikap Cinta begitu baik dibandingkan Rossa yang begitu angkuh dan hanya bisa mengharapkan seseorang untuk dirinya seperti Rio.


Namun Arif sendiri berpikir bahwa Rossa terlihat seperti mengharapkan seseorang untuk dirinya sendiri tanpa menghiraukan orang yang berada di dekat pria yang disukainya itu.


Saat ini Cinta dan Rio sudah sampai di depan pekarangan rumahnya dan Rio sengaja tidak mau membangunkan Cinta yang sudah tertidur lelap di sampingnya itu, Rio hanya tersenyum melihat wajah Cinta yang sungguh cepat sekali bila tertidur.


" Heemm, Dedek cepat sekali sih bisa nyenyak kayak gini tidurnya,," Gumam Rio sambil tersenyum melihat wajah Cinta.


Dan, dengan sebuah tindakan tanpa pergerakan sedikitpun membuat Rio menahan dirinya untuk tidak mengganggu tidurnya Cinta yang sudah pulas ini. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena, Cinta terkejut dan bangun dengan sendirinya ketika mendengar suara hujan yang turun begitu deras sekali.


" Eemmm, hujan,," Gumam Cinta bangun dan membuka matanya.


" Udah bangun dek ?" Tanya Rio lembut pada Cinta.


" He'eh, Kak,," Jawab Cinta sambil mengangkat kepalanya dari lengan Rio.


" Memangnya kita udah sampai ya Kak ?" Tanya Cinta langsung pada Rio sambil menoleh ke arah kiri dan juga kanannya.


Dan, Cinta juga bisa melihat dengan jelas bahwa saat ini mereka memang sudah sampai tepat di depan rumahnya. Namun, karena hujan sedang turun dengan derasnya, hingga Rio mengurungkan niatnya untuk segera masuk ke dalam rumah. Sembari menunggu Cinta terbangun dari tidurnya, Rio sengaja tetap berdiam diri di dalam mobil sambil menatap wajah Cinta yang sedang tertidur pulas di lengannya itu.


" Iya dek, kita udah sampai, tapi, Kak Rio belum masuk ke dalam rumah, karena, hujan begitu deras, tuh lihat,," Ucap Rio yang menjelaskan keadaannya.


" Iya Kak, benar, hujannya deras banget,," Gumam Cinta sambil menatap ke depan kaca mobil dan melihat serta bisa mendengarkan bahwa saat ini terdengar suara gemericik air hujan yang begitu deras mengguyur bumi.

__ADS_1


" Heemmm, kita gak bawa payung ya Kak ?" Tanya Cinta pada Rio sambil menoleh ke arah kursi tengah.


" Nggak dek, payung ada di dalam rumah,," Jelas Rio.


" Yeah, terpaksa menunggu di dalam mobil dulu kak, daripada basah kena air hujan, lebih baik nunggu hujan reda batu kita keluar dari mobil,," Ungkap Cinta yang terdengar oleh Rio sambil menatap air hujan.


" He'em dek,," Jawab Rio tersenyum menatap wajah Cinta.


Saat Cinta sedang melihat air hujan, sedangkan Rio sendiri menatap wajah Cinta, di dalam hati Cinta begitu penasaran sekali dengan kelakuan Rio yang terlihat begitu terganggu ketika mendengarkan ungkapan Arif yang menceritakan tentang Rossa.


" Heemm, memangnya ada hubungan apa Kak Rio kepada Rossa, kenapa sepertinya Kak Rio tidak menyukai pernyataan dari Arif tentang Rossa,," Gumam Cinta dalam hati sambil tetap menatap air hujan.


" Aku penasaran dengan orang yang bernama Rossa ini," Ucap Cinta lagi dalam hatinya dan langsung menoleh ke arah Rio.


Saat pikirannya Cinta sedang melamunkan sesuatu tentang Rossa, betapa terkejutnya Rio ketika wajah Cinta dalam sekejap sudah menoleh dan memandangi wajah Rio. Karena, sebelumnya Rio sedang asyik memandangi wajah Cinta yang selalu membuatnya jatuh cinta.


" Aaahh ya ampun dek,," Seru Rio dengan wajah kagetnya ketika melihat wajah Cinta dalam sekejap menatap wajahnya itu.


" Kenapa Kak ?" Tanya Cinta spontan ketika melihat wajah Rio yang seketika kaget itu.


" Ya, Dedek itu menoleh ke arah Kak Rio, sedangkan Kak Rio lagi fokus melihat keadaan hujan di samping wajah Dedek,," Jawab Rio yang sengaja mengalihkan pembicaraannya itu.


" Hahahaha, maaf ya kak, jika, kelakuan Cinta bikin Kak Rio kaget,," Bilang Cinta sambil menggarukkan tengkuknya sendiri.


" Iya nggak apa-apa dek," Jawab Rio sambil tersenyum sendiri.


Karena, merasa cuaca hujan diluar sudah cukup reda, walaupun masih turun dan membasahi bumi, namun, hujan tersebut tidak terlalu membasahi tubuhnya Cinta dan Rio ketika berlari kecil menuju ke arah rumahnya itu.


" Oh ya dek, hujannya udah reda ayo kita masuk,," Ajak Rio langsung pada Cinta.


" Oh iya Kak, Oke, Kak Rio langsung aja berlari ke rumah, biar Cinta sendiri yang buka pintu ini,," Bilang Cinta yang mengingatkan Rio untuk tidak berputar dan membukakan pintu untuknya.


" Iya dek, tapi, ingat kepala Dedek harus ditutup, supaya kepalanya gak kena langsung air hujan,," Ucap Rio yang sengaja mengingat Cinta.


" Beres kak,," Jawab Cinta sambil membuka pintu mobilnya sendiri.


Setelah pintu terbuka dengan segera Cinta dan Rio keluar dari mobilnya dan langsung saja melarikan diri ke teras rumahnya Rio. Setelah memencet alarm pengaman mobil, barulah Rio membukakan pintu rumahnya yang sudah terlebih dahulu dibuka oleh Cinta.


" Oh Dedek udah ada kuncinya ?" Tanya Rio saat melihat Cinta sedang membukakan pintu rumahnya.


" Iya kak,," Jawab Cinta sambil menggoyangkan gagang pintu.


Setelah pintu itu terbuka, dengan segera Cinta dan Rio masuk hingga membuat tubuh mereka berdua seketika menempel dan bertemu. Hal itu, lagi-lagi membuat Rio merasakan sesuatu yang aneh, namun, tidak bagi Cinta sendiri, karena, hal itu Cinta anggap suatu kejadian yang biasa terjadi di antara mereka.


" Uuppss, menempel lagi," Seru Cinta ketika tubuh mereka saling bertemu.


Untuk seketika Rio tertawa saat mendengar ucapan Cinta yang begitu membuat lamunannya saat merasakan suatu hal lain yang terjadi pada tubuhnya itu menghilang sejenak.


" Hahahaha, Dedek bisa aja ya,," Ungkap Rio yang tertawa kecil mendengar pernyataan Cinta.

__ADS_1


Dengan segera Rio masuk ke dalam rumah dan mengambil payung untuk kembali keluar mengambil ikan di dalam mobil. Sedangkan Cinta sendiri langsung masuk ke kamarnya untuk melakukan sesuatu pekerjaan lainnya.


****


__ADS_2