Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 91 Kecurigaan Rossa


__ADS_3

Dan, Rio sendiri hanya bisa tersenyum lebar ketika mendengarkan ucapan perbincangan yang dilakukan kedua resepsionis itu dengan sengaja memuji kecantikan Cinta serta sifat manja istrinya itu. Dengan segera Rio melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar yang telah disewakannya.


" Heemmm aku pikir mereka ngatain Istriku, ternyata bukan, mereka takjub akan kecantikan istriku,," Gumam Rio sambil terus melangkahkan kakinya menuju kamar yang telah ia sewa itu.


Dan, disaat Rio sedang melangkahkan kakinya menuju tempat dimana kamar yang baru saja ia sewa itu ternyata sama dengan tempat dimana pertama kali mereka menyewa kamar di villa ini.


" Loh, kenapa sepertinya jalannya ini sama seperti kamar yang pernah kami sewa kemarin," Gumam Alberto merasa mengenali jalan yang sedang ia telusuri saat ini.


Dan, setelah sampai di depan pintu kamarnya itu sambil berdehem Rio tersenyum ketika melihat pintu kamar tersebut yang ada di hadapannya adalah nomor pintu yang sama seperti kemarin telah mereka sewa.


" Heemm, tuh kan benar, kamar ini lagi," Seru Rio tersenyum ketika sudah sampai di depan pintu kamarnya.


" Kayaknya memang sudah jodoh, kamarnya aja masih tetap kamar yang lama,," Gumam Rio sambil memasukkan kunci ke dalam lubang pintu.


Setelah selesai memasukkan kuncinya dan memutarkan kunci tersebut, dengan perlahan Rio mulai membuka pintu dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar itu. Saat masuk ke dalam kamarnya itu, Rio melihat sekeliling suasana kamarnya sama seperti suasana kemarin. Cuma suasana kali ini kesannya lebih indah lagi dibandingkan yang kemarin.


" Heemm, ternyata suasananya sama dan suasana kamarnya semakin indah karena, ditambahkan aksen lainnya,," Gumam Rio sambil menutup kembali pintu kamarnya itu.


Setelah selesai mengunci pintu kamarnya itu, dengan gerakan perlahan Rio mulai meletakkan tubuhnya Cinta yang masih tertidur pulas dalam gendongannya itu di atas tempat tidur.


" Eeemmm, aku harus segera meletakkan Cinta ke atas tempat tidur, supaya dia bisa pulas dalam tidurnya." Gumam Rio sambil meletakkan tubuh Cinta di atas tempat tidur.


Setelah selesai meletakkan tubuh Cinta dalam posisi yang benar, barulah Rio merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur itu untuk menghilangkan rasa penatnya karena seharian ini tubuhnya penat sekali dalam hal mengemudi mobilnya itu.


" Lebih baik aku ikut istirahat juga," Ucap Rio ikut merebahkan tubuhnya di samping Cinta.


" Tapi, sebentar lagi akan adzan subuh, lebih baik aku mandi dulu lalu sholat, setelah itu aku baru bisa tidur, mengistirahatkan tubuhku ini,," Ucap Rio ketika sadar melihat jam di tangannya menunjukkan bahwa sebentar lagi adzan subuh.


Dengan segera Rio bangun dari baringnya dan berdiri di samping tempat tidur. Lalu, Rio segera mengambil pakaian yang ada di dalam tasnya serta membawa pakaian itu ke dalam kamar mandi. Saat akan masuk ke dalam kamar mandi sambil tersenyum Rio melihat kembali wajah Cinta yang sedang tertidur dan tidak lupa untuk mengecup lembut kening Cinta serta surga dari bibirnya Cinta.


CUUPP !!


Ciuman lembut nan mesra yang dilakukan oleh Rio di keningnya Cinta serta di bibir Cinta. Walaupun Rio sudah sering mencium bibirnya Cinta, namun, saat Cinta tersadar hal itu belum pernah Rio lakukan. Dan, Rio sendiri hanya berani melakukan hal itu ketika Cinta sedang tertidur pulas seperti saat ini.


" Kak Rio mandi dulu ya sayang,," Ucap Rio setelah selesai menciumi bibir Cinta.


Sambil tersenyum senang saat menatap wajah Cinta yang tertidur pulas itu, dengan segera Rio melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandi itu, Rio sendiri teringat akan suatu hal yang pernah terjadi pada dirinya dan juga Cinta. Dimana saat itu Cinta lupa membawa handuk dan meminta bantuan darinya untuk membawakan handuk.


Namun, saat itu Rio dan Cinta sama sekali belum menikah seperti saat ini. Dan, hal itu kembali teringat dalam pikiran Rio, saat mati lampu, Rio sengaja masuk ke dalam kamar mandi dan membuat Cinta kaget serta Rio sendiri juga. Oleh sebab itu Rio tersenyum sendiri ketika mengingatkan kejadian yang pernah terjadi.


" Hahahaha, kenapa saat itu wajah Cinta sepertinya sedang menelan air liurnya ya,," Gumam Rio teringat akan suatu hal dari wajahnya Cinta.


" Apa mungkin, karena, aku menggunakan handuk, jadi, Cinta merasa gugup saat melihat tubuhku,," Ucap Rio lagi mengingat kembali kejadian di waktu itu.


" Heemm, sepertinya waktu itu Cinta memang gugup karena, melihatku,," Ucap Rio yang menebak respon wajah Cinta.


Saat Rio sedang asyik sendiri dalam pikirannya itu, tak disangka suara adzan subuh berkumandang, sehingga membuat Rio langsung melakukan aktivitasnya untuk mandi, dengan segera Rio melakukan aktivitasnya itu agar bisa langsung melakukan sholat subuh dan istirahat sejenak melepaskan penat dalam tubuhnya itu.


" Heemm udah adzan,," Gumam Rio ketika lagi asyik memikirkan suatu hal tentang Cinta.


Dan, dengan segera Rio langsung memutarkan kran air dan air itupun seketika langsung membasahi semua tubuhnya. Setelah selesai melakukan proses mandinya itu dan menggunakan handuk serta langsung mengenakan pakaiannya itu, barulah Rio keluar dari kamar mandi melihat ke tempat tidur ternyata sang istri masih terlelap dalam tidurnya.


" Heemm istri tercintaku masih tidur,," Gumam Rio ketika melihat Cinta yang pulas tertidur sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.

__ADS_1


Sambil tersenyum dan segera membentangkan sajadahnya ke arah kiblat barulah Rio memfokuskan sholat subuh pagi ini. Setelah selesai melakukan sholat subuh di pagi ini, karena, terlalu lelah akhirnya Rio memutuskan untuk berisitirahat terlebih dahulu menghilangkan sedikit kepenatan di dalam tubuhnya itu.


" Heemm, lebih baik aku istirahat terlebih dahulu, supaya besoknya tubuhku sudah terasa fit dan bisa untuk melakukan pekerjaanku,," Ucap Rio sambil melipat kembali sajadah yang ia bawa dari rumahnya itu.


Sambil menaiki tempat tidurnya dan melihat wajah istrinya yang tertidur pulas itu dengan senyuman terukir di wajahnya Rio ikut masuk ke dalam selimut yang sudah ia kenakan untuk Cinta. Dan, dengan perlakuan lembut Rio sengaja menarik tubuh Cinta hingga masuk ke dalam pelukannya, karena, jika istirahat sambil memeluk tubuh istrinya itu terasa lebih nyaman.


" Besok pagi ketika Cinta bangun pasti dia kaget karena, melihat suasana kamar yang sama seperti pertama kali saat kami menginap disini,," Ucap Rio sambil menarik tubuh Cinta dengan lembut.


Setelah merasa posisi tubuhnya dana tubuh Cinta terasa nyaman dan terlihat jelas bahwa Cinta memang begitu nyaman jika sedang tidur diberikan sebuah pelukan hangat seperti apa yang dilakukan oleh Rio.


" Tidurlah istriku sayang, besok wajah Dedek pasti lebih bahagia ketika melihat suasana kamar dan juga surat keterangan buku nikah kita,," Gumam Rio sambil mengecup kening Cinta.


" Eemmm,," Suara geliat dari mulut Cinta.


Ketika mendengarkan suara geliatan yang keluar dari mulut Cinta sambil tersenyum Rio malah lebih asyik mengeratkan pelukannya terhadap tubuh Cinta.


" Semakin menggeliat semakin Kak Rio peluk erat,," Ucap Rio yang masih saja bermain-main pada tubuh Cinta.


Hanya beberapa menit suara Cinta yang terdengar dari mulutnya itu dan akhirnya Cinta bisa tertidur dengan pulas kembali ketika sudah merasa nyaman dan begitu jelas sekali terlihat dari tarikan napas yang terdengar oleh Rio.


.


" Sepertinya sudah tertidur nyenyak lagi,," Ucap Rio sambil tersenyum menatap wajah Cinta.


Karena, Cinta sudah tertidur dengan pulas tidak menunggu waktu lama untuk tertidur di samping istrinya itu, akhirnya Rio bisa juga memejamkan matanya dan terbuai di dalam indahnya ilusi sebuah mimpi.


Sementara itu, kembali lagi ke dalam kampungnya Rio, dimana pagi itu terlihat cerah dan Rossa sendiri belum terbangun dadi tidurnya. Tidak sengaja Maminya Rossa masuk ke dalam kamarnya karena, Rossa memang tidak pernah mengunci pintu kamarnya jika tertidur.


" Heh!! memang anak manja,," Gumam Mami Rossa saat masuk ke dalam kamar dan melihat kondisi Rossa yang tertidur dengan posisi tidak karuan.


" Memangnya habis darimana Rossa kemarin, seharian tidak pulang,," Gumam Mami Rossa sambil membuka jendela kamar putrinya itu.


Ketika Mami Rossa sudah selesai membuka jendela yang cahayanya langsung masuk ke dalam ruangan kamar putrinya itu hingga membuat cahaya itu mengganggu dan menembus masuk ke dalam mata Rossa, hingga membuat Rossa jengkel dan memarahi perbuatan orang yang telah berani membuka jendela kamarnya itu.


" Heemmm, kenapa dibuka jendela kamarnya,," Seru Rossa masih dalam wajah yang tertutup selimut.


" Mami yang buka jendela kamarmu Rossa,," Jawab Mami Rossa sambil membuka jendela kamarnya satu lagi.


" Mami, kenapa dibuka jendelanya, Rossa masih mau tidur,," Ucap Rossa yang terdengar begitu manja namun ketus.


" Ini udah siang Rossa, bangun, anak gadis tidak boleh bangun kesiangan,," Ucap Mami Rossa yang sengaja memberikan sebuah nasehat kepada anaknya itu.


" Heemmm, Mami, Rossa masih ngantuk, masih mau tidur,," Ucap Rossa lagi yang terdengar begitu ketus.


" Darimana kamu kemarin, kenapa malam sekali pulangnya ?" Tanya Mami Rossa sambil melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur putrinya itu.


" Ya nyari seseorang, masa ke tempat klub, di kampung kita mana ada tempat kayak gitu,," Ujar Rossa masih menjawab pertanyaan dari Maminya walaupun terdengar begitu malas sekali.


" Mencari seseorang ?" Tanya Mami Rossa dengan wajah penasaran.


Jelas sekali Mami Rossa penasaran karena, kenapa Rossa selama ini tidak pernah mencari seseorang dan bahkan memperdulikan orang di kampungnya itu. Karena, ia sangat tahu dengan sifat anaknya yang tidak selevel dengan orang lainnya, jadi, tidak mungkin Rossa tahan sampai mencari seseorang dalam waktu seharian lebih. Pasti orang yang dicarinya itu begitu spesial dan membuat Rossa sendiri untuk harus mendapatkannya.


" Memangnya kamu mencari siapa sayang ?" Tanya Mami Rossa dengan wajah yang terlihat begitu penasaran.

__ADS_1


" Mas Rio, Mami,," Jawab Rossa dengan suara malasnya.


" Rio ?" Gumam Mami Rossa heran.


" Rio siapa ?" Tanya Mami Rossa yang tidak tahu kedatangan Rio bahwa sudah kembali lagi ke kampungnya.


Jelas sekali jika jika Mami Rossa ini tidak tahu jika Rio anak dari seorang janda yang disukai oleh suaminya telah kembali ke kampungnya itu. Karena, secara tidak langsung kepergian Ibunya Rio untuk selama-lamanya itu ada hubungannya dengan istri dari kepala desa ini.


" Di kampung kita ini, nggak ada nama Rio selain Rio anaknya Tante Gayatri,," Jawab Rossa dengan jelas.


" Rio putranya janda itu,," Gumam Mami Rossa dengan jelas mengejek Ibunya Rio yang sudah lama meninggal dunia.


" Heemm, jelas Mami,," Jawab Rossa mengangguk.


" Siapa lagi kalau bukan dia,," Jawab Rossa sambil membuka selimutnya dan mengangguk.


" Memangnya kapan dia kembali lagi ke kampung ini ?" Tanya Mami Rossa dengan wajah penasaran.


" Udah lama Mami, selama Mami pergi keluar kota karena acara touring istri semua kepala desa kemarin, Mas Rio kembali ke kampung ini Mam,," Jawab Rossa dengan penjelasan yang jelas terhadap Maminya.


" Berarti dia sudah lama kembali," Gumam Mami Rossa dalam hatinya.


" Untuk apa dia kembali lagi ke kampung ini ?" Tanya Mami Rossa dalam hatinya dengan wajah penasaran.


Rossa merasa heran sendiri melihat wajah Maminya yang jelas sekali terlihat sedang melamun itu. Dan, dengan spontan Rossa mengagetkan lamunan Maminya yang masih berputar dalam lingkaran memikirkan kembalinya Rio ke kampungnya itu.


" Mami, kenapa melamun, apa yang sedang dipikirkan oleh Mami ?" Tanya Rossa pada dirinya sendiri.


" Heemm, lebih baik aku kagetkan saja," Gumam Rossa sambil tersenyum dan langsung melakukan rencananya itu.


" Dorrr !!" Seru Rossa dengan sengaja mengagetkan lamunan Maminya itu.


" Ya ampun, Rossa,," Celetuk Maminya Rossa kaget ketika mendapatkan sebuah kejutan dari putrinya.


" Hehehehe, Mami kenapa melamun, ngelamunin apaan ?" Tanya Rossa jelas sekali terlihat ingin tahu.


" Tidak ada,," Jawab Maminya Rossa dengan sengaja mengalihkan pembicaraannya itu.


" Heemm, pasti Mami lagi ngelamunin kenapa Mas Rio kembali ya ?" Tanya Rossa lagi kepada Maminya hingga membuat wajah Maminya sekilas berubah ekspresinya jadi terkejut.


" Sok tahu, memangnya untuk apa Mami mikirin tuh anak janda, nggak ada untungnya,," Gumam Mami Rossa mengelak perbuatannya itu.


" Dan, ingat kamu jangan pernah untuk mendekati dirinya lagi, karena, dari dulu sampai sekarang dia tidak akan bisa memberikan sebuah kehidupan enak dan mewah padamu,," Ucap Mami Rossa dengan sengaja memberikan peringatan kepada putrinya untuk tidak mendekati Rio.


Dan, disaat Mami Rossa memberikan sebuah peringatan kepada putrinya itu, secara spontan tentu saja Rossa tertawa mendengar ucapan Maminya ini yang sengaja melarang dirinya untuk mendekati Rio lagi. Karena, sedari dulu Rio memang seorang anak janda yang kehidupannya dalam ekonomi rendah. Dan, di dalam pikiran Maminya itu masih terpikir bahwa kehidupan Rio tidak akan berubah dan sangat dipastikan kehidupannya masih sama seperti dulu.


" Hahahaha, ternyata Mami nggak tahu bagaimana kehidupan Mas Rio saat ini," Gumam Rossa dalam hatinya sambil tertawa ketika mendengar peringatan dari Maminya itu.


" Hemm lebih baik aku beritahu saja, bagaimana kehidupan Mas Rio saat ini, supaya Mami bisa membantuku untuk mendapatkan Mas Rio lagi,," Ucap Rossa dalam hatinya yang berniat buruk terhadap Cinta menjadi pesaing jelas di hadapannya.


" Hahahaha, Mami jangan takut, tentang kehidupan Mas Rio saat ini,," Ucap Rossa dengan gaya santainya hingga membuat Maminya penasaran dan tercengang.


Jelas saja jika Mami Rossa tercengang karena, sambil tertawa senang putrinya Rossa sengaja memberikan sebuah pernyataan pada dirinya atas sikap Maminya Rossa yang begitu melarang putrinya untuk mendekati Rio lagi.

__ADS_1


****


__ADS_2