
Karena, cuaca diluar saat ini sedang turun hujan, jadi, Arif sengaja langsung duduk di sofa kembali untuk beristirahat sejenak. Sehingga hal itu menghambat kegiatan Arif yang ingin segera kembali ke tambaknya. Dan Arif sengaja menunggu di dalam rumah Rio sementara sambil menunggu hujan reda, Arif juga langsung beristirahat di atas sofa tersebut sambil meletakkan satu tangannya di atas kepala.
" Heemm sebenarnya apa yang telah ditulis dan juga ditaruh oleh wanita itu ke dalam amplop itu ya,," Gumam Arif sambil menyandarkan kepalanya pada sofa dan melihat amplop yang ia letakkan di atas lemari dengan perasaan yang penuh akan pertanyaan.
Karena, Arif terlalu memikirkan apa yang telah diletakkan oleh Rossa ke dalam amplop yang sedang dipandangnya itu, akhirnya Arif lelah dan terlelap dalam tidurnya saat ini dengan suasana diluar rumah sedang turun hujan.
Sementara itu Rossa, yang masih berada di dalam mobilnya itu merasa senang sekali bisa melakukan suatu hal dalam rencananya itu, yaitu dengan sengaja Rossa menyelipkan satu surat lainnya ke dalam amplop yang ia berikan pada Arif.
" Heemm, semoga saja saat Mas Rio pulang dan membaca surat dariku, ia akan kaget setelah mengetahui isinya,," Ucap Rossa sambil tersenyum menaikkan ujung bibirnya dan langsung menyetir mobilnya sendiri untuk kembali ke rumahnya yang memang cukup jauh jaraknya dari rumah Rio.
" Dan setelah membaca surat dariku itu, Mas Rio baru tahu siapa aku sebenarnya, karena, dengan berani-beraninya Mas Rio telah menolak keinginanku dan lebih memilih wanita kampungan itu dibandingkan aku,," Umpat Rossa lagi dengan kesal karena, adanya Cinta di samping Rio saat ini.
" Apa sih istimewanya wanita itu, sehingga Mas Rio mau menikah dengannya ?" Tanya Rossa lagi dalam hati yang mengumpat sendiri sambil menyetir mobilnya itu.
" Kalau dikatakan cantik, ya, semua perempuan memang cantik, malah lebih cantik aku dibandingkan wanita itu,," Oceh Rossa lagi yang sengaja membandingkan kecantikannya dengan kecantikan Cinta.
" Kalau milih kaya, jelas masih kaya aku dibandingkan wanita itu, memangnya apa yang ada pada dirinya, selain menempel hidup dengan Mas Rio,," Ucap Rossa lagi yang masih saja membandingkan dirinya dengan Cinta.
Entah apa yang ada di dalam pikiran Rossa saat ini yang jelas Rossa begitu tidak menyukai adanya Cinta di samping Rio dan tetap ingin menjadi istrinya Rio. Yang pastinya saat ini Rossa mulai untuk melakukan suatu hal agar dirinya bisa memisahkan hubungan pernikahan di antara Rio dan Cinta. Karena, Cinta bagi Rossa adalah seorang wanita yang telah hadir di dalam kehidupannya untuk mendapatkan Rio kembali.
Sambil tetap fokus menyetir mobilnya itu, Rossa bergumam sendiri merasa kesal dengan sikap dan juga kelakuan yang dilakukan oleh Arif terhadap dirinya. Karena, orang yang dianggapnya rendah seperti Arif itu bisa dan berani untuk melawan perkataannya. Padahal setiap orang di kampungnya itu mana ada yang berani melawan ucapan serta perkataan darinya seperti Arif. Oleh sebab itu, Rossa begitu kesal sekali dengan sikap Arif yang tidak pernah menghargai dirinya itu.
" Heh!! ditambah lagi dengan adanya Arif di dekat Mas Rio, semakin membuatku bertambah pusing untuk membuang jauh orang seperti itu,," Gumam Rossa lagi yang teringat akan suatu hal tentang kejadiannya saat sedang ingin berkunjung ke tempatnya Rio.
Bukan hanya berkunjung di rumahnya Rio saja, sifat Arif yang membuat Rosaa merasa bosan juga dilakukan oleh Arif setiap saat ia bertemu dengan Rossa. Oleh sebab itu, Rossa juga berpikir akan membuang dan menyingkirkan orang itu sejauh mungkin dari kehidupannya dan Rio setelah ia berhasil mendapatkan Rio seutuhnya.
" Lihat saja jika aku sudah berhasil mendapatkan hati Mas Rio, babu sialan itu akan segera aku tendang," Ucap Rossa dengan wajahnya yang sangat geram sekali atas sikap Arif pada dirinya itu.
" Karena, dia sudah berani mengusik ketenangan hidupku untuk mendapatkan apa yang selama ini aku inginkan,," Gumam Rossa lagi sambil tetap fokus menyetir mobilnya.
" Lihat saja kau Arif, jika aku sudah mendapatkan hati Mas Rio, selamanya kau akan aku tendang dalam kehidupan Mas Rio,," Gumam Rossa lagi sambil tetap menyetir mobilnya menuju rumahnya itu.
Saat ini Rossa sedang menyetir mobilnya pergi dari kediamannya Rio kembali ke rumahnya sendiri, sambil menunggu hasil dari rencana yang telah dilakukannya itu. Untuk saat ini Rossa sudah merasa bahwa rencana yang selama ini ingin sekali ia lakukan, telah ia lakukan dengan mulus dan juga lancar.
Oleh sebab itu Rossa bisa tersenyum puas dengan hasil dari rencana yang telah dilakukannya itu. Dan rencana yang telah dilakukannya itu bisa diketahui berhasil jika Rio dan juga Cinta sudah kembali ke rumahnya dan membaca apa isi dari surat yang merupakan rencananya Rossa.
Sementara itu, Cinta dan Rio saat ini masih berada di perjalanan yang sedang mereka tempuh dari kota tempat mereka berdua menikah dan sekarang menuju ke arah desa tempat tinggal Rio. Terlihat saat ini Cinta sedang duduk di samping Rio sambil tersenyum menatap ke jalanan depan pandangannya begitu terlihat bahwa Cinta saat ini merasakan sebuah kebahagiaan namun kebahagiaannya itu belum tersalurkan secara sempurna karena, Cinta juga belum mengetahui apa yang sebenarnya ada di dalam hati Rio.
__ADS_1
Walaupun saat ini Rio sudah mengatakan tentang isi hatinya kepada Cinta namun momen disaat Rio menyatakan perasaannya itu hanya mengutarakan perasaan sayangnya saja pada Cinta. Dan Cinta begitu menginginkan perasaan cinta dari Rio itu secara langsung dengan momennya yang terasa begitu tepat bagi Cinta dan juga Rio.
Saat ini Cinta sedang menyandarkan kepalanya di bahu Rio sambil memeluk erat tangan Rio. Cinta tersenyum sendiri memikirkan suatu hal yang telah mereka alami berdua selama di kota beberapa hari terakhir ini. Karena, dalam beberapa hari ini banyak sekali hal yang telah mereka lakukan bersama. Oleh sebab itu, saat ini Cinta selalu tersenyum senang sendiri ketika ia sedang teringat apa saja yang telah mereka lakukan secara bersama selama ini. Suatu momen kenangan yang begitu terasa indahnya sekali dan membuat Cinta merasakan suatu hal keindahan yang selama ini belum pernah ia rasakan.
Mungkin baru pertama kali juga Cinta merasakan suatu kenangan yang indah ini bersama dengan Rio ketika mereka berdua sudah menikah. Karena, waktu Cinta masih berada di rumah orang tuanya, Cinta tidak pernah memikirkan sebuah kenangan saat sedang berpergian yang selalu dilakukan secara bersama dengan Rio. Di saat itu yang Cinta pikirkan saat itu hanyalah pendidikannya saja, walaupun Cinta dan Rio selalu pergi bersama namun hal yang dirasakan oleh Cinta saat ini sungguh berbeda sekali.
Oleh sebab itu, saat ini Cinta bisa tersenyum bahagia karena, baru kali ini juga perasaan bahagianya baru terasa di dalam hatinya. Sedangkan Rio sendiri saat ini terlihat begitu fokus dengan kendaraannya yang sedang menempuh perjalanan untuk kembali ke kampungnya.
Dan saat ini di dalam pikiran Rio juga terlintas suatu hal yang berupa kenangan terindah yang baru saja mereka lakukan secara bersama. Walaupun Rio sendiri terlihat sedang fokus dengan kendaraannya yang sedang dikendarai olehnya itu, tapi, saat ini pikirannya Rio masih tetap teringat dan terkesan dengan kejadian yang telah mereka lalui beberapa hari ini. Dan saat ini Rio sesaat menoleh ke arah Cinta untuk melihat bagaimana ekspresi wajah Cinta yang sedang berada di dalam pelukannya itu.
Di dalam benak Rio sendiri mengira-ngira suatu hal yang sedang dipikirkan oleh Cinta saat ini.
" Apa yang sedang Cinta pikirkan ?" Tanya Rio dalam hati saat menatap ekspresi wajah Cinta dari pantulan kaca spion mobilnya.
" Kenapa, sepertinya terlihat begitu bahagia sekali saat ini,," Ucap Rio dalam hatinya saat melihat ekspresi wajah Cinta pada pantulan kaca spion saat ini.
" Apakah mungkin Cinta begitu bahagia bisa bersama denganku selama kami di kota kemaren ?" Tanya Rio dalam hatinya yang mengira sendiri saat matanya masih menatap ekspresi wajah Cinta yang sangat bahagia.
" Mungkin saja pikiranku ini benar, bahwa istriku memang benar merasa bahagia saat bersama denganku,," Gumam Rio lagi sambil tersenyum senang menatap wajah Cinta di balik pantulan kaca spion yang sedang dipandanginya.
Dan secara spontan juga Rio mengecup lembut puncak kepala Cinta dimana kepala Cinta sendiri sedang berada pada sandaran dadanya Rio. Karena, merasa sedikit kaget atas kelakuan Rio, otomatis Cinta langsung spontan menaikkan matanya dan mendongakkan kepalanya melihat wajah Rio.
" Heemmm, kenapa Kak ?" Tanya Cinta tentang perihal Rio yang tengah merangkul tubuhnya dengan erat dan spontan menciumi keningnya itu.
" Kakak sangat menyayangimu, Dek,," Jawab Rio lembut di tengah rintik hujan yang cukup merdu mengalun kemesraan perjalanan mereka berdua saat ini.
" Heemm terima kasih Kak, Cinta percaya itu,," Jawab Cinta dengan lembut juga sambil mengukir senyuman indahnya terhadap Rio.
Saat ini Cinta sedang menatap wajah Rio dengan tatapan yang penuh perasaan cinta. Sehingga membuat Cinta sendiri terhanyut dalam perasaanya dan membuat gerakan tubuhnya untuk mendekatkan bibirnya pada bibir Rio.
" Kak Rio, kenapa semakin lama Cinta bersama dengan Kak Rio, semakin lama juga Cinta di dekat Kak Rio, semakin bertambah besar juga rasa yang Cinta miliki ini untuk Kak Rio,," Ucap Cinta dalam hatinya sambil memandang lembut penuh perasaan sayang terhadap Rio yang sedang tersenyum balik memandangi dirinya itu.
" Kenapa semakin besar juga rasa penasaran Cinta untuk memiliki Kak Rio, Cinta gak ingin Kak Rio menjadi milik orang lain,," Gumam Cinta lagi menyambungkan pembicaraannya dalam hati itu.
" Karena, Cinta sangat menyayangi Kak Rio,," Ucap Cinta lagi sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Rio.
Dan disaat wajah Cinta semakin dekat dan semakin tenggelam dengan perasaan yang ada. Hal itu membuat Rio merasa bahwa Cinta saat ini sedang tenggelam di dalam lamunan yang sedang ingin ia lakukan terhadap dirinya. Karena, saat ini mereka sedang berada di perjalanan untuk balik ke kampung dan di perjalanan itu juga jalan yang sedang ditempuh oleh kendaraan mereka sangatlah licin.
__ADS_1
Oleh sebab itu, secara lembut juga Rio mencegah kelakuan yang hendak dilakukan Cinta terhadap dirinya. Walaupun Rio sangat menginginkan perlakuan khusus dari Cinta saat ini, tapi, tindakan khusus nan mesra itu tidak mungkin dilakukan oleh mereka saat sedang menempuh perjalanan seperti saat ini.
Oleh sebab itu, Rio langsung mencegah tindakan Cinta dengan perkataan lembut. Dan oleh sebab itu juga gerakan yang sedang dilakukan oleh Cinta sendiri seakan terhenti ketika mendengarkan perkataan lembut dari Rio. Hingga membuat Cinta tersenyum-senyum sendiri salah tingkah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Eemmm, ada apa sayang," Ucap Rio yang terdengar begitu mengagetkan tindakan Cinta.
" Aaakkkhh, nggak Kak, cuma ini apa,," Jawab Cinta seolah sedang mengambil sesuatu hal yang menempel di bagian wajah Rio.
" Hehehe,, oohhh, Kak Rio kira apa,," Ulas Rio lagi sambil tersenyum lembut mengagetkan tindakan yang sedang dilakukan oleh Cinta itu.
" Hehehehe nggak kok kak, nih ada debu nempel,," Bilang Cinta lagi seolah sedang mengambil sebutir debu yang menempel pada kulit wajah Rio dan menunjukkannya langsung di depan mata Rio.
" Oh iya, makasih ya sayang,," Ucap Rio lagi sambil menciumi pipinya Cinta.
" Akkhhh iya, Kak," Jawab Cinta tersipu malu ketika Rio sedang menciumi pipinya itu.
" Aduuhh, bikin canggung aja, niatnya mau cium bibir Kak Rio, malah terhenti karena refleks kaget,," Gumam Cinta sambil menoleh ke arah lain sebentar lalu kembali menghadap ke arah Rio.
Karena, cuaca saat ini masih di tengah hujan deras, oleh sebab itu, Cinta bergumam sendiri dan mengira apakah saat ini cuacanya juga sama dengan cuaca yang ada di kampung mereka. Dan karena, Rio sudah berulang kali menyuruh Cinta untuk tidur, tapi, Cinta sendiri yang tidak mau untuk tidur.
" Mau ngobrol apaan ya ?" Tanya Cinta sendiri dalam hati sambil memikirkan suatu hal yang akan menjadi bahan obrolannya pada Rio.
" Kak Rio juga udah berulang kali menyuruhku tidur,," Sambung Cinta lagi seakan teringat akan ucapan dari Rio sebelum keinginan dirinya untuk menciumi bibirnya Rio itu.
" Aakkhh ya, sekarang lagi hujan, mending bicarakan tentang hujan aja, daripada saling diem kayak gini,," Ucap Cinta berseru senang dalam hati setelah mendapatkan ide terbaru untuk dibicarakan pada Rio.
Oleh sebab itu, Cinta selalu mengajak Rio untuk mengobrol agar Rio tidak merasa bosan dan Cinta juga tidak merasakan kantuk. Cinta mulai membuka pembicaraannya kembali terhadap Rio setelah apa yang sedang dilakukan olehnya berhenti sejenak. Karena, Rio sendiri tidak mau suatu hal yang berbau bahaya akan menimpanya.
" Oh ya Kak, hujan deras banget, apakah di kampung kita juga hujan deras ?" Tanya Cinta pada Rio seolah sedang membuka suasana baru kembali.
" Aakkhh iya sayang, pastinya cuacanya kayak gini juga,," Jawab Rio pasti pada Cinta.
" Bagus dong, berarti biar tambah sejuk dan dingin di kampung, hehehe,," Celetuk Cinta seolah sedang terpikirkan suatu hal.
Sambil menggelengkan kepalanya Rio tersenyum melihat kelakuan istrinya atas celetukannya yang sebenarnya membuat Rio mengerti akan hal yang dimaksudkan oleh Cinta barusan.
****
__ADS_1