
Cinta yang mengangguk seolah mengerti ucapan Rio, padahal secara faktanya dirinya sama sekali bingung atas ucapan Rio itu.
" Iya ya Kak,, memang harus kita mencari waktu yang tepat walaupun hanya sekedar menikah sirih." Bilang Cinta yang memang bingung.
" Iya donk dek, walaupun kita hanya sekedar menikah sirih tapi kita harus mendapatkan momen waktu yang tepat untuk pernikahan kita ini." Ucap Rio yang membuat Cinta mengangguk seolah mengerti.
" Eemm,, baiklah," Bilang Cinta yang menyetujui ucapan Rio.
" Kalo begitu, Cinta ingin Kakak aja cariin waktu yang tepat untuk pernikahan kita,," Bilang Cinta yang membuat hati Rio bahagia.
Walaupun hanya sekedar pernikahan sirih yang akan terjadi di antara mereka berdua. Tapi, Rio bahagia dan berbunga-bunga karena, akhirnya Cinta mau menikah dengan dirinya yang waktu pernikahannya itu tepat pada pilihannya.
" Baiklah, Dek." Ucap Rio yang tersenyum.
" Eeemmm,, Kak, apa kita harus menyiapkan pernikahan ini dengan suatu yang mengesankan misalnya dengan pakaian yang tepat." Tanya Cinta yang masih bingung menghadapi sandiwaranya ini.
" Ya,, terserah Dedek, mana baiknya." Ucap Rio tersenyum menoleh ke arah Cinta.
" Eeemmm, oke kalo gitu, Kakak berhenti aja ya, di sebuah toko baju, supaya terlihat bukan sandiwara menikahnya nanti." Bilang Cinta yang meminta persetujuan Rio.
" Iya Dek, Kakak menurut aja,," Ucap Rio tersenyum.
" Dan urusan pernikahan, kapan menikahnya dan dimana tempat kita menikah itu semua Cinta percayakan pada Kakak,, Karena, Cinta gak tahu gimana caranya." Bilang Cinta yang sedikit menahan tawanya.
" Emangnya, Kakak udah pernah apa, ngurusin pernikahan," Bilang Rio yang juga menahan tawanya.
" Hahahahahahahaha,,," Suara tawa Cinta yang terdengar renyah di dalam mobilnya saat ini.
Rio hanya tersenyum bahagia melihat wanita yang di sampingnya ini tertawa begitu bahagia. Walaupun, ini hanyalah sekedar pernikahan sirih. Tapi, Rio menganggapnya pernikahan yang sesungguhnya.
" Kalo ada toko baju nanti berhenti dulu ya Kak, masa kita pakai baju kayak gini menikah,," Ucap Cinta yang melirik dirinya sendiri.
" Dedek, Dedek,, jadi kita menikah harus pakai baju yang real seperti orang yang menikah sesungguhnya gitu," Tanya Rio yang begitu antusias.
" Iya, donk, supaya ada buktinya kalo kita udah menikah, jadi orang gak bisa mengatakan bahwa kita bersama tanpa ikatan, tapi ada buktinya kalo kita udah menikah, gitu Kak,," Bilang Cinta yang sangat mengena.
" Iya juga ya, Dek,," Ucap Rio mengangguk.
__ADS_1
Lalu, Rio melirik kalender yang ia letakkan di dekat kaca mobil barunya ini. Dan, ia melihat bahwa besok hari yang baik untuk mereka akan menikah. Rio ingin segera memberitahukan pada Cinta bahwa besok hari yang tepat untuk mereka menikah, dan meminta persetujuan dari Cinta apakah Cinta siap untuk menikah besok.
" Apakah, aku harus mengatakan padanya bahwa esok hari yang tepat untuk kami menikah,,?" Gumam Rio dalam hati sambil menoleh sesekali pada Cinta.
" Aaahh,, sepertinya aku harus mengatakannya,," Bilang Rio dalam hati.
" Dek,," Panggil Rio pada Cinta.
Cinta pun langsung menoleh ke arah Rio. Karena, dirinya juga sedang mencari sesuatu di dalam hp nya.
" Iya Kak, ada apa,," Tanya Cinta yang menoleh ke arah Rio.
" Sebenarnya, Kakak mau ngomong sesuatu,," Bilang Rio yang membuat Cinta penasaran.
" Apa Kak,," Tanya Cinta yang memang penasaran.
" Besok hari terbaik dalam suatu pernikahan, bagaimana kalo kita menikah besok, setelah Kakak selesai Sholat Jumat." Bilang Rio pada Cinta dengan perlahan.
" Oke, Cinta setuju, kalo kita menikah besok," Ucap Cinta yang mengangguk menyetujui waktu pernikahannya ini.
" Baiklah, kalo begitu dek,, apakah Dedek gak menyesal untuk melakukan hal ini." Tanya Rio serius pada Cinta.
" Tolong hentikan mobilnya dulu Kak,," Ucap Cinta yang tersenyum pada Rio.
Rio pun mengangguk lalu menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang mereka lalui.
" Udah dek,," Ucap Rio yang telah selesai menghentikan mobilnya.
" Cinta, mau bilang, Cinta gak akan menyesal dengan keputusan yang telah Cinta ambil, Kak. Jadi, Kakak jangan khawatir kalo Cinta akan menyesal." Bilang Cinta yang tulus menatap wajah Rio.
" Baik, Kakak mengerti akan hal itu, Dek. Tapi, kalo kita menikah tanpa persetujuan, Tuan Hendrawan dan Nyonya Ranita, apakah Kakak bersalah." Tanya Rio yang perasaan ini terpendam dalam hatinya.
Memang benar yang diucapkan Rio, Rio memikirkan hal ini sudah lama semenjak Cinta mengucapkan kata menikah padanya. Dan hal inilah yang sangat menekan batinnya. Cinta merasa benar sekali pada ucapan Rio saat ini.
" Benar yang diucapkan Kakak, Tapi, harus bagaimana lagi, Kakak sama sekali gak bersalah, Cinta semua yang akan menanggung jawab semua ini,," Ucap Cinta pada Rio.
" Maafin Kakak, Dek, Jika kita harus melakukan hal ini, membawa Dedek ke dalam masalah rumit lainnya," Bilang Rio yang tertunduk menghadap kaca depan.
__ADS_1
" Ini semua bukan salah Kakak, Cinta yang telah memilih jalan ini, jadi Cinta harus melakukannya, dan seharusnya bukan Kakak yang minta maaf pada Cinta. Melainkan Cinta yang seharusnya minta maaf pada Kakak, Karena, Cinta telah melibatkan Kakak dalam masalah Cinta ini. Maafin Cinta ya kak, yang telah membuat Kakak terjerat dalam masalah Cinta." Ucap Cinta yang merasa menyesal karena melibatkan Rio dalam masalahnya ini.
" Nggak apa-apa Dek, Kakak ikhlas melaksanakannya, cuma Kakak merasa gak sopan pada Tuan dan Nyonya, walaupun kita menikah secara sirih dan hanya sandiwara, tapi Kakak merasa gak menghormati orang tua Dedek,," Bilang Rio yang menatap wajah Cinta.
" Kak, jangan merasa bahwa Kakak gak menghormati orang tua Dedek, Kakak sangat menghormati mereka, jadi jangan merasa bahwa rasa ini menekankan batin Kakak untuk melakukan ini." Bilang Cinta yang menguatkan perasaan Rio.
" Baik, Dek, Makasih sudah mempercayai Kakak,," Ucap Rio yang menyunggingkan sedikit senyumannya.
" Kakak gak seharusnya berterima kasih pada Cinta, tapi, Cinta yang seharusnya berterima kasih pada Kakak, Karena, Kakak yang selalu membantu Cinta selama ini." Bilang Cinta yang menatap serius wajah Rio.
" Iya, Dek, Jangan menyesal ya, setelah menikah dengan Kakak nanti,," Ucap Rio yang membuat Cinta tertawa geli.
" Hahahaha,, Kakak bisa aja, ya nggaklah,," Bilang Cinta yang menepuk lengan Rio.
Rio pun tertawa kecil melihat Cinta yang tertawa atas ucapannya itu.
" Ya udah Kak, jalan," Bilang Cinta yang memerintah Rio.
" Oh iya, jangan lupa, jangan sampai terlewatkan toko baju ya Kak,," Bilang Cinta yang mengingatkan Rio.
" Oke Dek, Beres bos,," Ucap Rio yang mengacungkan jempolnya.
Rio pun akhirnya melajukan mobilnya dan tepat sekali tak lama mereka melakukan perjalanannya, akhirnya ada juga beberapa toko baju yang mereka lewati sekarang.
Cinta yang melihat toko tersebut memerintahkan Rio untuk segera menghentikan mobilnya.
" Kak, kak berhenti, itu toko bajunya, yuk kita kesana,," Ucap Cinta yang mengajak Rio ke toko tersebut.
" Iya Dek,," Jawab Rio yang menghentikan mobilnya di sebuah parkiran depan toko baju.
Setelah berhenti Cinta langsung keluar dari mobil dan sengaja menunggu Rio keluar dari mobilnya juga. Rio pun keluar drai mobil lalu, tak menyangka tangannya segera ditarik Cinta untuk masuk ke dalam toko baju tersebut.
" Ayo Kak, masuk ke dalam juga." Bilang Cinta yang menarik tangan Rio masuk ke dalam.
Rio tersenyum dan mengikuti kehendak Cinta tersebut. Akhirnya Rio mengikuti langkah kaki Cinta untuk masuk ke dalam toko.
****
__ADS_1
Author
🌹Vira Lydia🌹