
Ya, walaupun terlihat sepertinya Cinta merasa sedih atas ucapan yang disampaikan oleh Rio. Tapi sebenarnya Cinta sama sekali tidak merasakan sedih cuma Cinta merasa bahwa dirinya hanya bisa merepotkan Rio.
" Maafin Kakak ya Dek, kalo penjelasan Kakak buat Dedek sedih,," Bilang Rio yang menatap wajah Cinta dengan tatapan meyakinkan.
Cinta pun lalu menyunggingkan senyumannya sedikit dan mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak sedih sedikitpun.
" Cinta sama sekali gak sedih Kak, cuma Cinta merasa selama ini, Cinta cuma bisa ngerepotin Kakak," Ucap Cinta yang matanya mendongak ke atas melihat wajah Rio.
" Eemm,, sebenarnya Kakak punya ide,," Bilang Rio yang langsung membuat Cinta terperangah.
" Apa itu Kak,," Tanya Cinta langsung.
" Begini aja, gimana kalo Dedek tinggal di rumah Kakak dan untuk sementara Kakak juga tinggal disana, lalu sekiranya udah aman, nanti Kakak akan pindah dan izin pergi dari Dedek pindah ke tempat lain. Ya, yang pastinya dekat dengan rumah nenek itu juga dek, gimana menurut Dedek,," Bilang Rio yang menyampaikan idenya itu, entah benar atau tidak yang terpenting sudah disampaikannya.
Mata Cinta terbelalak mendengar ucapan ide dari Rio barusan.
Dan sebaliknya, Rio juga berpikir dia tidak akan bisa meninggalkan Cinta sendirian di kampung itu, Karena Rio berpikir sangat tega sekali apabila ia sampai meninggalkan Cinta sendiri tinggal di rumah itu. Dan Rio juga bermaksud bagus untuk menjaga Cinta dari kejauhan, walaupun tidak tinggal bersama.
" Maksud Kakak,?" Tanya Cinta yang membulatkan kedua matanya.
" Iya Maksud Kakak, untuk awalnya Kakak akan tinggal bersama Dedek sekitar beberapa hari, lalu sekiranya aman, Dedek tetap tinggal di rumah nenek, dan Kakak nanti akan tinggal di rumah dekat tambak ikan usaha nenek dulu. Sedangkan, rumah Nenek dan lokasi tambak ikan gak terlalu jauh Dek,," Ucap Rio yang menjelaskan pada Cinta yang sesaat itu membuat mata Cinta berkaca-kaca karena menahan tangisnya.
Rio melihat perubahan dari wajah Cinta sangatlah jelas sekali bahwa tidak menyetujui idenya itu.
" Kakak jahat,, Kakak tega ninggalin Cinta sendirian tinggal di rumah nenek,," Tanya Cinta yang secara langsung kepada Rio.
" Bukan gitu Dek, maksudnya,," Jawab Rio yang bingung mau ngomong apa lagi untuk menjelaskan pada Cinta.
Ucapan dari Rio secara langsung dipotong oleh Cinta, karena, saat ini Cinta sangat kecewa dengan ungkapan dan ide yang baru saja disampaikan oleh Cinta.
Cinta sangat marah, karena, tahu sendiri bahwa Cinta takut akan kesepian dan kesendirian di dalam rumah.
" Iya, Cinta ngerti Kak, Kakak tempatkan Cinta di rumah Nenek sendirian, sedangkan Kakak tinggal di rumah dekat tambak, Heh! Bagaimana Kakak bisa berpikir seperti itu,," Bilang Cinta yang sedikit meradang pada Rio.
Dan sangat terlihat sekali saat itu Cinta tetap menahan air matanya. Rio tidak bisa mengungkapkan perkataan apapun pada Cinta. Karena, ia juga bingung mau mengatakan apa pada Cinta.
" Dek,, bukannya Kakak berpikir seperti itu, Kakak juga gak bermaksud untuk ninggalin Dedek tinggal sendiri di rumah Nenek, cuma, cuma,," Bilang Rio yang kata-katanya terputus karena, ia bingung untuk menyampaikan ucapannya ini.
__ADS_1
" Cuma apa, Hah! Kakak malu untuk tinggal bersamaku,," Bilang Cinta yang sangat meradang.
" Bukan dek, bukan karena itu,, cuma,," Ucap Rio yang membuat Cinta kesal dan tambah meradang.
" Oohhh, Cinta ngerti,, bukan karena malu, tapi, karena, Kakak sekarang udah bebas dan bisa melakukan apapun,," Ucap Cinta yang suaranya sangat dingin sekali terdengar.
" Kakak gak pernah berpikir seperti itu Dek,," Jawab Rio yang masih mengalah.
" Lalu, kalo gak berpikir seperti itu, kenapa tega meninggalkan Cinta sendiri di rumah Nenek,," Tanya Cinta dengan tatapan dingin dan tajam.
" Kakak gak ninggalin Dedek sendiri, tapi Kakak pantau Dedek dari jauh Dek, pasti Kakak akan selalu menjaga Dedek, tolong Dedek mengerti,," Ucap Rio menginginkan Cinta saat ini tidak manja dan mengerti akan keinginannya.
Cinta semakin terperangah dengan ucapan Rio yang memintanya untuk mengerti atas keinginannya ini.
" Memantau,, Baik, Cinta mengerti maksud Kak Rio, terima kasih udah sering membantu Cinta,," Ucap Cinta yang meneteskan air matanya.
Cinta segera menghapus air matanya dan menghadap ke arah depan mobil.
" Dek, Kakak gak bermaksud buat Dedek menangis,, Kakak janji untuk selalu menjaga Dedek,," Ucap Rio yang ingin menggapai bahu Cinta.
" Kakak akan setiap hari ke rumah itu, untuk mengunjungi Dedek," Ucap Rio yang ingin membujuk Cinta.
Tapi, Karena Cinta merasa bahwa dirinya saat ini sendiri, tidak ada orang yang mengerti akan hal dirinya, membuat dirinya tidak menghiraukan ucapan Rio. Sehingga Cinta langsung membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.
" Loohhh,, Dedek mau kemana,," Tanya Rio pada Cinta yang berlalu pergi.
Rio yang melihat kelakuan Cinta segera keluar dari mobil dan mengejar Cinta.
" Dek,, Dedek mau kemana,," Panggil Rio pada Cinta yang cukup jauh melangkahkan kakinya.
Cinta yang tetap melanjutkan langkah kakinya itu. Tidak menghiraukan panggilan Rio kepada dirinya. Cinta merasa bahwa semua orang hanya bisa membuatnya dalam keadaan terhimpit.
" Kenapa, aku begini, selalu dan selalu terhimpit,," Ucap Cinta disela tangisnya.
" Papa yang hanya memanfaatkan diriku untuk memajukan perusahaannya,," Ungkap Cinta yang tambah membuat dirinya menangis.
" Dan sekarang,, gak ada orang yang memperdulikan aku, Cinta merindukan Mama,," Ucap Cinta yang semakin menangis.
__ADS_1
Karena, merasa bahwa dirinya percuma pergi jauh dari kehendak Papanya itu. Cinta merasa bahwa dirinya di luar seperti ini, tidak ada tujuan dalam hidupnya untuk pergi jauh dari kehendak Papanya.
Cinta yang tak sadar bahwa dirinya sudah melangkah sangat jauh sekali membuat dirinya tidak merasakan kalau kakinya yang tidak memakai sendal baru sadar bahwa Kakinya terluka telah menginjak jalanan yang berduri karena banyak tanaman rumput yang berduri kecil.
" Akkhh,," Bilang Cinta yang merasa sakit pada kakinya.
Cinta melihat kakinya terluka dan mengeluarkan darah.
Rio yang mengejar langkah kaki Cinta, cepat-cepat melangkahkan kakinya menggapai Cinta. Karena, Rio melihat Cinta teriak kesakitan dan langsung terduduk saat itu.
" Dek,," Ucap Rio yang berteriak memanggil Cinta.
Sesampainya Rio melihat Cinta yang kakinya berdarah langsung terduduk dan membantu Cinta.
" Dek,, Dedek nggak apa-apa,," Tanya Rio yang langsung membantu Cinta.
Karena, Cinta merasa bahwa Rio mendekatinya dan membantunya, sontak Cinta langsung menepis tangan Rio dan membuat Rio terkejut saat itu.
" Aku nggak apa-apa,, nggak usah bantu,," Ucap Cinta dingin yang membuat Rio bingung dan terkejut.
" Tapi, Kaki Dedek berdarah,," Ucap Rio yang melihat keadaan Cinta.
Saat Cinta ingin bangkit, Rio segera menggapai tubuh Cinta. Tapi sayangnya Cinta sangat marah pada Rio saat itu.
" Aku bilang, gak usah bantu,," Ucap Cinta yang sangat meradang.
Rio diam terkejut saat suara Cinta yang meradang dan sangat marah padanya. Karena, ia tahu sebenarnya yang bersalah adalah dirinya sendiri yang membuat Cinta sangat marah seperti saat ini.
Dan pastinya telah membuat Cinta terluka serta menangis.
***
Salam Hangat se Angkasa 😘🤗❤️🌀⭐
Author
🌹Vira Lydia🌹
__ADS_1