
Karena, melihat Arif yang sedang santai sambil menonton televisi tanpa adanya teman seperti cemilan. Rio baru teringat bahwa di dalam tas ranselnya banyak berisi makanan kecil. Dengan segera Rio mengambil makanan kecil dalam tas ranselnya yang masih di punggungnya itu.
" Ini Rif, teman kamu nonton,," Ucap Rio setelah mengeluarkan semua cemilan dari dalam tas ranselnya.
" Waduuuhhh banyak banget Mas,," Ucap Arif yang seketika kaget melihat Rio mengeluarkan semua makanan kecil dari dalam ranselnya.
" Hehehehe, kamu masukkan aja ke dalam toples, terus kalau ada kopi kamu seduh aja Rif,," Bilang Rio lagi setelah selesai mengeluarkan semua makanan ringan serta minuman sachet dari dalam tas ranselnya itu.
" Oke Mas,," Jawab Arif dengan segera bangkit dari tempat duduknya sambil membawa semua makanan ringan yang baru saja dikeluarkan oleh Rio.
Sambil berdiri Arif sengaja membawa semua minuman sachet yang baru saja diberikan oleh Rio padanya. Dan meletakkan semua minuman sachet itu ke dalam lemari tempat penyimpanan bahan makanan di bagian dapur. Lalu, mengambil beberapa toples dan kembali lagi menuju ke tempat duduknya kembali.
Sedangkan, Rio sendiri melangkah menuju ke kamarnya dan melihat ruangan kamarnya yang masih terlihat rapi serta harum. Sambil tersenyum Rio sudah mengira dengan wewangian yang baru saja dihirupnya itu, tidak lain lagi pasti Cinta yang langsung menyemprotkan parfum ke dalam ruangan kamarnya itu.
__ADS_1
" Heemmm, wanginya udah khas banget,," Gumam Rio saat masuk ke dalam kamar dan langsung menghirup aroma ruangan kamarnya.
" Dedek, Dedek, semakin Kak Rio dekat denganmu, semakin bertambah juga rasa Cinta dan sayang ini untukmu, dek,," Ucap Rio sambil menggantungkan tas ranselnya ke paku yang ada di dinding kamarnya itu.
Setelah selesai menggantung tas ranselnya disaat Rio ingin membuka pakaiannya serta pakaian bagian bawah. Tiba-tiba pintu kamar yang tadinya lupa dikunci oleh Rio sebelumnya itu, membuat Cinta yang baru saja selesai mandi dan masih menggunakan handuk menutupi tubuhnya itu langsung masuk ke dalam kamar dan melihat tubuh Rio tidak menggunakan pakaian apapun.
Tentu saja, hal itu membuat Cinta kaget dan juga Rio secara bersamaan. Sehingga kaget yang dirasakan oleh Cinta mengeluarkan suara yang cukup besar dan membuat Arif juga kaget.
" Ada apa Mbak, Mas ?" Tanya Arif spontan yang juga kaget mendengar suara teriakan Cinta bersamaan dengan Rio.
" Hehehehe, nggak apa-apa, Rif,," Jawab Cinta sambil nyengir kuda menjawab pertanyaan Arif yang juga kaget mendengar teriakan mereka berdua.
" Hehehe, Arif kira ada apa ?" Tanya Arif lagi sambil menggaruk-garuk kepalanya.
__ADS_1
Sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal itu, Arif kembali duduk di karpet tempatnya semula. Setelah mengetahui bahwa teriakan Cinta dan juga Rio secara bersamaan itu tidak ada apanya. Sedangkan, Cinta kembali masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar itu sambil tersenyum lucu melihat Rio
" Kak Rio itu ada ada aja deh, ganti baju nggak dikunci lagi pintu kamar,," Ucap Cinta sambil tersenyum-senyum sendiri melihat wajah Rio yang menampakkan ekspresi kaget sambil menutupi bagian tubuh bawahnya menggunakan bajunya yang sudah dilepaskan.
" Hehehe, Kak Rio pikir Dedek masih lama mandinya dan diluar juga hanya ada Arif makanya Kak Rio nggak kunci pintunya,," Jawab Rio sambil cepat-cepat memasang kembali celananya yang belum terlepaskan semua.
" Heemm, kan Dedek tadi udah bilang, kalo Dedek mandinya hanya sebentar lagi,," Ucap Cinta sambil membalikkan badannya ke arah lemari.
" Iya, iya, ya udah kalo gitu Dedek ganti baju gih, Kak Rio mau pinjam handuknya, Kak Rio mau mandi juga,," Ucap Rio sambil memasang kembali semua pakaiannya dan melangkah mendekati tubuh Cinta yang masih menggunakan handuk.
Sambil tersenyum, Rio memakai kembali pakaian yang baru saja ditanggalkannya dan setelah itu barulah Rio melangkah mendekati tubuh Cinta yang sedang menghadap ke arah lemari, karena, Cinta tahu bahwa saat ini Rio sedang memakai kembali pakaiannya.
****
__ADS_1